SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    September 2015
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Dicari, Pendamping Greysia/Nitya di Olimpiade 2016

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 30, 2015


JAKARTA, Kompas.com – Sektor ganda putri masih mencari kandidat pasangan pelapis yang diproyeksikan untuk mengamankan tiket Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan satu tempat kemungkinan besar diisi Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Pekan lalu, Greysia/Nitya mencatat prestasi gemilang dengan meraih gelar juara turnamen Super Series pertama dengan menjadi  juara di Korea Open Super Series 2015.

Tak cuma unggul dari segi jam terbang, sebagai pemain senior, Greysia/Nitya saat ini merupakan pasangan ganda putri terbaik Indonesia yang ada di peringkat lima dunia, tertinggi dibandingkan ganda putri Indonesia lainnya. Greysia/Nitya juga mengantongi gelar juara Thailand Open Grand Prix Gold 2013 serta Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014 dan 2015. Keduanya juga mempersembahkan medali emas di Asian Games Incheon 2014.

Jika sektor ganda putra dan ganda campuran sudah membidik pemain-pemain pelapis yang bakal mendampingi pasangan utama di level olimpiade, berbeda halnya dengan ganda putri. Awalnya pasangan baru Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta ditargetkan untuk mengumpulkan poin menuju event olahraga terbesar itu, namun ternyata keduanya mesti dicerai karena alasan kecocokan tipe permainan. Della pun kembali berpasangan dengan pemain muda Rosyita Eka Putri Sari yang telah pulih dari cedera pangkal paha.

Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI Eng Hian pun mengakui hingga saat ini dirinya masih terus mencari pasangan yang paling ideal untuk berjuang bersama Greysia/Nitya di Brasil. Di bawah Greysia/Nitya ada beberapa pasangan yang berpeluang untuk mengejar kekosongan satu slot tersebut yaitu Ni Ketut Mahadewi Istarani/Anggia Shitta Awanda, Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani dan Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah. Namun prestasi ketiga pasangan ganda putri ini pun masih belum maksimal dan dinilai belum cukup untuk menyusul Greysia/Nitya.

“Untuk ganda pelapis, saya persiapkan semuanya karena sampai saat ini saya belum menemukan kombinasi yang solid,” tutur Eng kepada Badmintonindonesia.org.

“Jadi kesempatan akan saya buka untuk semua pemain ganda putri yang ada di pelatnas untuk bersaing dan menjadi pendamping Greysia/Nitya di Olimpiade Rio de Janeiro tahun depan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: