SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    October 2015
    M T W T F S S
    « Sep   Nov »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,701 other followers

Tontowi/Liliyana Dipaksa Bermain Ketat

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 16, 2015


ODENSE, Kompas.com – Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil lolos ke perempat final Denmark Open Super Series Premier 2015 meski dipaksa bermain ketat oleh pasangan Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo.

Pertandingan yang berlangsung ketata selama satu jam ini berakhir dengan perolehan angka yang cukup ketat, 18-21, 21-19, dan 21-18.

Tontowi/Liliyana membuka gim pertama dengan keunggulan cukup jauh 7-2. Namun, sampai di situ, beberapa kesalahan yang dilakukan pasangan Indonesia membuat Danny/Vanessa merasa di atas angin. Dany/Vanessa tampil percaya diri dan justru berbalik unggul, merebut gim pertama.

“Hari ini penampilan kami kurang baik. Dari Owi sendiri bola-bola atasnya enggak percaya diri. Dia enggak bisa mengontrol, jadi lawannya dari yang tidak enak, malah balik percaya diri. Karena Owi beberapa kali nembak, tidak pas terus. Di situ Owi jadi terpengaruh juga ke pukulan-pukulan berikutnya,” ungkap Liliyana.

Kehilangan game pertama membuat Tontowi/Liliyana lebih berkonsentrasi untuk mengamankan posisi. Tetapi, Danny/Vanessa pun tak memberikan kemenangan mudah kepada Tontowi/Liliyana. Skor ketat dan saling kejar terus terjadi hingga berakhirnya pertandingan.

“Dari saya sendiri awalnya saya masih bisa mengontrol. Tapi akhir-akhir saya jadi kepengaruh juga sama penampilan Owi. Saya jadi kepikiran untuk ngejagain Owi, malah enggak fokus ke bola-bola depan. Harusnya saya juga bisa lebih fokus,” kata Liliyana mengevaluasi penampilan mereka.

Berikutnya di perempat final, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan pasangan Tiongkok, Lu Kai/Huang Yaqiong. Melihat peluang di atas kertas, Tontowi/Liliyana masih diunggulkan dengan kemenangan telak dari lima kali berhadapan.

Namun, langkah waspada tetap harus diperhatikan Tontowi/Liliyana. Dikatakan Liliyana, jika penampilannya tak banyak berubah dari hari ini, Lu/Huang bisa jadi lebih membahayakan buat mereka.

“Hari ini kami sudah cukup untuk mencoba pukulan-pukulan kami, penguasaan lapangan juga sudah lumayan lama. Mudah-mudahan besok bisa lebih baik dari hari ini. Karena kalau ini terulang buat besok, bahaya buat kami. Bisa fatal hasilnya,” tambah Liliyana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: