SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    October 2015
    M T W T F S S
    « Sep   Nov »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Tontowi/Liliyana Gagal Lagi di Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 19, 2015


ODENSE, Kompas.com – Langkah panjang Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya harus terhenti sebagai runner up Denmark Open Super Series Premier 2015, kalah dari pasangan Korea, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, 22-20, 18-21 dan 9-21.

Game pertama dimulai, Tontowi/Liliyana berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan baik. Namun unggul 6-0 di awal, Tontowi/Liliyana justru harus membiarkan enam poin berturut balik direbut Ko/Kim, skor menjadi 6-6. Beruntung selanjutnyaTontowi/Liliyana terus berhasil memimpin jalannya pertandingan. Beberapa kesalahan yang dilakukan Ko/Kim pun turut menyumbangkan poin kemenangan untuk pasangan Indonesia.

Di gim dua, Ko/Kim sempat unggul jauh 13-6. Tontowi/Liliyana mencoba menyusul perolehan angka dan berhasil jadi 16-15. Namun sayang di poin-poin akhir, Tontowi/Liliyana justru berbalik banyak melakukan kesalahan.

“Kami sebenarnya ada kesempatan buat menang dua gim. Di gim pertama kami menang, kami ada kepercayaan diri lebih. Di gim kedua kami juga tertinggal tapi bisa menyusul, tapi kemudian kami terpancing untuk main buru-buru lagi dan kurang kontrol. Di gim ketiga mau bangkit lagi beberapa kali, tapi kami sudah ketinggalan jauh. Untuk membangkitkan itu agak sulit,” kata Liliyana.

Gim ketiga berlangsung anti klimaks bagi pasangan Tontowi/Liliyana. Mereka tertinggal 0-7 di awal, dan terus tak bisa mengembangkan permainan. Game penentu tersebut pun berakhir 9-21 untuk pasangan Indonesia.

“Kita lihat persaingan semakin ketat di sini. Unggulan-unggulan juga banyak yang kalah di sini. Untuk ukuran ini kami bisa dibilang stabil. Tahun lalu kami final, tahun ini bisa ke final lagi. Dari pemain top five juga hanya kami yang berhasil. Jadi kami ingin mengambil sisi positifnya aja. Biar pun tidak jadi juara, kami bersyukur bisa tetap stabil. Kami berharap bisa mempertahankan terus sampai Olimpiade nanti berada di rangking dua,” jelas Liliyana lagi.

Hasil ini menyamai pencapaian keduanya sejak tahun 2012. Tontowi/Liliyana menjadi runner up di Denmark selama empat tahun berturut-turut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: