SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2015
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Langsung Tersingkir, Firman Kecewa

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 8, 2015


JAKARTA, Kompas.com – Firman Abdul Kholik tak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah kalah dari dari Fikri Ihsandi Hadmadi, wakil DKI Jakarta di laga babak pertama tunggal putra divisi I Pertamina Kejurnas PBSI 2015.

Firman yang merupakan wakil Pelatnas, harus takluk di tangan Fikri yang pernah menjadi penghuni pelatnas tahun 2013 silam, setelah bertarung rubber game dengan skor 12-21, 21-13, 20-22 dengan durasi pertandingan selama 66 menit.

Firman sebetulnya sudah berpeluang untuk menang saat kedudukan match point 20-18. Namun Firman justru terlihat buru-buru dan melakukan kesalahan sendiri. Satu smash Firman atas bola tanggung pengembalian Fikri, justru tidak dapat dimatikan olehnya dan menyangkut di net.

“Fikri unggul di permainan depan dan saya tampil kurang sabar, terutama di poin-poin akhir. Saya juga tidak dapat mengontrol lapangan yang berangin,” ujar Firman kepada Badmintonindonesia.org. “Saya kecewa dengan penampilan saya tadi,” imbuhnya.

Penampilan Firman belakangan ini memang terus menurun. Padahal ia merupakan salah satu pemain muda yang diproyeksikan untuk menjadi andalan di tunggal putra. Firman, pemain berusia 18 tahun ini pernah menjadi juara di Bahrain International Challenge 2014 dan Vietnam International Challenge 2015.

Firman harus kehilangan poin di Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015 saat terhenti di babak pertama dari Qiao Bin (Tiongkok). Di kejuaraan yang sama pada tahun lalu, Firman merupakan runner-up.

Menjadi unggulan pertama sekaligus andalan Indonesia di BWF World Junior Championships 2015, Firman juga belum berhasil mengemban tugas dengan baik. Firman terhenti di perempat final dari wakil Thailand, Adulrach Namkul.

“Memang saya akui akhir-akhir ini penampilan saya menurun. Saya sering tidak fokus, terutama di latihan. Mau balikin lagi susah sekali. Banyak yang harus saya perbaiki,” tutur Firman.

“Kalau saya diberi kesempatan lagi oleh PBSI tahun depan, saya akan membuktikan kalau saya bisa,” tambahnya.

Setiap tahunnya, PBSI memulangkan para pemain di penghujung tahun dan di awal tahun akan mengeluarkan nama-nama pemain yang dipanggil kembali untuk bergabung di pelatnas. Firman berharap namanya menjadi salah satu nama pemain yang akan dipanggil untuk menjadi bagian tim nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: