SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2016
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,701 other followers

Saat Masuk Lapangan Praveen/Drbby Tidak Pikirkan Juara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 14, 2016


160313160946_praveen_debby_juaraBIRMINGHAM, KOMPAS.com – Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto mengaku tak berpikir gelar juara saat memasuki lapangan jelang final melawan Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen.

Praveen/Debby memastikan gelar setelah menundukkan pasangan Denmark itu 21-12, 21-17 di Barclaycard Arena, Birmingham, Minggu (13/3/2016).

Seusai pertandingan, Debby diwawancarai via telepon jarak jauh oleh Kompas TVyang menyiarkan laga tersebut di Indonesia. Dia mengaku salah satu resepnya pada laga final itu adalah bermain tanpa beban.

“Kami lebih mikir enjoy ya. Kami enggak ada beban juara. Pasti kami pengin juara. Cuma, kami enggak mikirin untuk juara dulu,” ucap Debby.

“Begitu masuk lapangan, kami cuma mikir ini seperti babak pertama. Jadi, bagaimana caranya supaya tetap enjoy dengan permainan kami,” tuturnya lagi.

Bagi Praveen/Debby ini merupakan kemenangan keempat beruntun mereka atas Fischer Nielsen/Pedersen. Mereka sudah bertemu 10 kali.

Praveen/Debby merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus final All England 2016.

Tahun lalu, Indonesia gagal meraih gelar. Satu-satunya wakil di final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei (China).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: