SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2016
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Sejarah bagi Rusia, Ivanov/Sozonov Juara All England

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 14, 2016


20160313_1838_AllEngland2016_YN__3553-568x492BIRMINGHAM, KOMPAS.com – Pasangan ganda putra Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, mencatat sejarah dalam karier pribadi maupun negara mereka dengan menjadi juara All England 2016, Minggu (13/3/2016).

Ivanov/Sozonov merupakan satu-satunya pemain nonunggulan yang berhasil lolos ke final turnamen di Barclaycard Arena, Birmingham, tersebut. Mereka akhirnya menjadi pemain Rusia pertama yang bisa menjuarai All England.

Mereka juga membuat catatan luar biasa dalam perjalanan menuju final, termasuk mengalahkan unggulan ke-8 asal Denmark, Mads Conrad-Peterson/Mads Pieler Kodling, pada babak kedua.

Ivanov/Sozonov lalu mengalahkan pasangan China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, pada babak perempat final.

Paling fantastis, mereka menundukkan unggulan pertama yang juga calon kuat juara, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korea Selatan) pada babak semifinal.

Bertemu Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa pada partai final, mereka lebih banyak menguasai permainan. Ivanov/Sozonov menjadi juara berkat kemenangan 21-23, 21-18, 21-16 dalam 1 jam 11 menit.

Mereka memimpin poin sejak awal gim perama, tetapi terkerjar lalu terlewati jelang akhir gim. Ivanov/Sozonov akhirnya kehilangan gim pertama.

Pada dua gim berikutnya, mereka tetap lebih dominan dan akhirnya memenangi pertandingan.

Gelar All England ini merupakan capaian fantastis bagi pasangan Rusia tersebut. Dari empat kali keikutsertaan sebelumnya (2012-2015), mereka selalu langsung tumbang pada babak pertama.

“Ketika masih di Rusia, saya sempat berkata ‘kali ini, jika bisa memenangi pertandingan babak pertama, kami akan juara’,” kata Sozonov dalam wawancara usai pertandingan.

Ivanov/Sozonov juga mengakui bahwa Endo/Hayakawa bermain baik pada laga final. Hasil ini membawa mereka unggul 4-3 dalam rekor pertemuan dengan pasangan Jepang tersebut.

“Hasil ini jadi lembaran baru bagi Rusia. Kami bangga bisa juara dan ini sulit untuk dipercaya,” aku Sozonov.

Dari lima kali bertanding hingga akhirnya meraih gelar juara All England 2016, Ivanov/Sozonov tiga kali bermain rubber game yakni pada babak final, semifinal, dan perempat final.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: