SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2016
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

SONY JUARA TANPA CELA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 18, 2016


JAKARTA, KOMPAS.com — Sony Dwi Kuncoro keluar sebagai juara Singapura Terbuka, enam tahun setelah ia merebutnya untuk pertama kali.

Di final, Minggu (17/4/2016), Sony mengalahkan pemain Korea, Son Wan Ho, dalam rubber game, 21-16, 13-21, 21-14.

Menghadapi pemain yang lebih muda empat tahun, Sony yang telah berusia 31 tahun bermain taktis dan sabar. Ia menghadapi pukulan keras dari Son Wan Ho dengan penempatan pengembalian ke wilayah kosong lawannya.

Pertandingan final tunggal putra ini berjalan lamban. Gim pertama, Sony selalu unggul atas pemain Korea ini. Ia unggul sejak 8-5 hingga memimpin game point 20-16 dan menutupnya dengan 21-16.

Pada gim kedua, Son mengubah taktik dengan memaksa Sony bermain ke belakang. Ia unggul 11-8 dan 14-11.  Sony kemudian kerap membuat kesalahan sendiri hingga tertinggal 11-17.  Akhirnya, gim kedua direbut Son, 21-13.

Pada gim ketiga, Sony seperti menemukan kembali permainannya. Ia unggul cepat 6-1. Namun, Son mampu mendekat hingga 12-13 dan mengejar 13-13. Sony akhirnya menutup gim ketiga 21-14.

Di babak semifinal, Sony tampil luar biasa untuk menghentikan perlawanan pemain legendaris China, Lin Dan. Sony menang dalam rubber game, 21-10, 17-21, dan 22-20.

Sony lolos ke final dengan dramatis karena harus melewati babak kualifikasi dan bertanding dengan hanya ditemani istrinya. Sesudah pertandingan, ia mengaku senang.

“Saya melewati babak kualifikasi dan mampu mengalahkan lawan-lawan yang ada di atas saya,” katanya.

Bagi Sony, ini merupakan gelar juara turnamen BWF kelima sejak Indonesia Terbuka pada 2010. Sony juga pernah menjadi juara Singapura Terbuka pada 2010 lalu. Di final, ia mengalahkan pemain Thailand, Boonsak Ponsana, 21-19, 21-18.

Sony lolos ke final Hongkong Terbuka pada 2013. Namun, di final, ia dikalahkan pemain Malaysia, Lee Chong Wei.

Prestasi terbaik Sony di kancah internasional adalah saat ia meraih medali perunggu di Olimpiade Athena pada 2004 atau 12 tahun lalu.

Sebelumnya, ganda putri Nitya/Greysia merebut gelar juara tanpa harus bertanding menyusul mundurnya calon lawan mereka, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang). Matsutomo sempat mengalami cedera kaki saat menjalani laga semifinal melawan Tian Qing/Zhao Yunlei (China), Sabtu (16/4/2016).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: