SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2016
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Jaya Raya Panen Emas di Djarum Sirnas Premier Jakarta Open 2016

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 10, 2016


Turun dengan kekuatan penuh, tim bulutangkis PB Jaya Raya Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum pada perhelatan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2016 yang berakhir hari Sabtu (7/5) lalu di GOR Asia Afrika, Senayan Jakarta.

Di babak final, Jaya Raya Jakarta yang mendominasi sejak babak awal mampu memupuskan harapan klub lain untuk mendulang medali emas. Tercatat sebanyak lima medali emas dan lima medali perak berhasil disegel oleh para atlet Jaya Raya Jakarta.

Lima emas tersebut berhasil ditorehkan oleh Irfan Fadilah/Weni Anggraeni, Asty Dwi Widyaningrum, Apriani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto, Ferdian Mahardika/Ghifari Anandaffa, Ferdian Mahardika/Nahla Aufa.

Pundi-pundi emas Jaya Raya Jakarta sejatinya bertambah dua, yakni dari Markis Kido dan Weni Anggraeni, namun keduanya memiliki pasangan yang berbeda klub, alhasil medali emas tersebut bernilai “setengah”. Adapun Weni berpasangan dengan Gebby Ristiyani Imawan (Mutiara Cardinal Bandung) dan Markis Kido berpasangan dengan Hendra Aprida Gunawan (Djarum Kudus).

Imelda Kurniawan selaku Ketua Harian PB Jaya Raya Jakarta mengatakan, bahwa keberhasilan Jaya Raya Jakarta di Djarum Sirkuit Nasional Premier 2016 ini semata-mata didasari oleh kerja keras dari pengurus dan atlet-atletnya.

“Tentunya sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah memungkinkan semuanya terjadi. Jujur, unpredictable, karena selama kurang lebih enam tahun ini, Jaya Raya terpuruk, beratnya luar biasa untuk bangkit, hampir-hampir mustahil, maka selain benar-benar harus kerja keras juga harus berdoa,” ucap Imelda mengenai keberhasilan ini.

Di tengah minimnya prestasi, pada pertengahan tahun 2014, Imelda diminta untuk merancang perbaikan-perbaikan agar prestasi Jaya Raya kembali bangkit.

“Pertengahan 2014, saya diminta untuk merancang perbaikan-perbaikan. Prediksi awal kebangkitan kira-kira empat tahun, artinya baru terjadi di tahun 2018. Maka saya selalu ingatkan kepada teman-teman pelatih dan pemain, keberhasilan ini bukan segala-galanya, masih ada pekerjaan besar, mengingat persaingan benar-benar sangt ketat, kekuatan merata,” lanjut Imelda bercerita kepada Bulutangkis.com.

“Pertama-tama saya harus bisa menyiasati jadwal latihan, karena saat ini kami hanya punya enam lapangan dengan jumlah atlet sekitar 70-80. Bagainana mungkin? Dari situ mulailah saya buat slot time, sehingga kadang-kadang harus berlatih malam hari. Bersyukur kami didukung pelatih-pelatih yang luar biasa yang punya dedikasi,” tambahnya.

Selain menyiasati dari segi latihan, terobosan demi terobosan selalu ia lakukan demi terjaganya regenerasi atlet yang kelak akan menjadi harapan Indonesia di persaingan dunia.

“Saya melakukan program akselerasi yang tentunya butuh pemikiran, waktu dan tenaga serta memakan biaya yang tidak sedikit. Bersyukur Yayasan Pembangunan Jaya Raya beserta Bapak Ciputra sebagai Ketua Pembina Yayasan, mendukung penuh Program ini. Tetapi dengan berhasilnya Jaya Raya tahun ini mampu dua kali menjadi juara umum, itu bukan segala-galanya, karena yang kami inginkan bukan hanya juara Sirnas, tetapi bagaimana bisa membuat mereka menjadi juara Olimpiade, Juara Dunia, Juara All England dll seperti yang pernah dicapai oleh atlet-atlet pendahulu Jaya Raya yang menjadi kebanggaan Indonesia,” jelas Imelda.

Ia pun menyampaikan pesan kepada para jajaran pelatih serta anak didik yang berada di Jaya Raya, bahwa mereka harus selalu menganggap di setiap babak yang mereka lakoni adalah babak final.

“Saya ingin ketika bertanding pada babak ke berapapun juga, para pelatih dan atlet menganggap itu adalah pertandingan final. Jadi betapa pentingnya arti dari setiap pertandingan,” pesan Imelda kepada para pelatih dan atlet.

Klub yang bermarkas di Ragunan ini tercatat sudah seringkali melahirkan para bintang dan jagoan bulutangkis, antara lain Hendra Setiawan, Markis Kido, Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Adrianti Firdasari dan lain-lain.
Catatan manis PB Jaya Raya Jakarta saat Yayasan Jaya Raya yang dimiliki Ciputra yang merupakan yayasan yang menaungi klub Jaya Raya mendapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) di tahun 2011 atas prestasinya sebagai lembaga yang mampu meraih medali emas Olimpiade terbanyak. Tercatat nama-nama Susy Susanti (Olimpiade Barcelona 1992), Candra Wijaya/Tony Gunawan (Olimpiade Sydney 2000) dan Markis Kido/Hendra Setiawan (Olimpiade Beijing 2008).

Peran para senior yang sudah mengharumkan nama Merah-Putih itu tentu menjadi dampak positif bagi karir mereka, seperti yang diungkapkan oleh Imelda yang pernah menyicipi manisnya menjadi Juara Dunia ganda campuran 1980 bersama Christian Hadinata tersebut.

“Greysia/Nitya, Hendra/Kido dan lain-lain sangat berdampak kepada semangat anak-anak Jaya Raya. Mereka juga sangat peduli kepada adik-adiknya. Sering menyemangati. Wah! Kata-kata dari mereka bagus-bagus. Semoga Jaya Raya bisa kembali memberikan kebanggaan kepada Bangsa dan Negara kita lewat prestasi. Aamiin,” tutur Imelda tentang peran para atlet senior.

Terlontar harapan dari sang Ketua Harian yang dahulu pernah menjadi Juara All England 1979 di dua nomor (ganda putri bersama Verawati Fajrin serta ganda campuran bersama Christian Hadinata) tersebut untuk atlet-atlet yang menimba ilmu di Jaya Raya Jakarta.

“Harapan saya tentunya atlet-atlet ini jangan menyia-nyiakan karunia Tuhan, ada ribuan anak-anak luar yang ingin seperti mereka, tetapi Tuhan karuniakan kepada mereka. Jadi fokus untuk berlatih keras. Saya ingin anak-anak yang dibina di Jaya Raya jadi bagus bukan hanya di dalam lapangan saja, tetapi juga diluar lapangan,” sebut Imelda.

“Bukan kebetulan, Yayasan Pembangunan Jaya Raya sangat memperhatikan masa depan anak-anak. Kan nggak semuanya bakal jadi juara, sehingga di venue yang baru di Bintaro, ada sekolah khusus, anak-anak diharuskan sekolah supaya masa depan mereka terjamin lewat pendidikan,” tutup Imelda dengan nada gembira.

Klub Jaya Raya Jakarta pernah mencapai hattrick pada kejuaraan Djarum Superliga pada tahun 2013, 2014 dan 2015. (Irw)

Hasil pertandingan atlet-atlet Jaya Raya Jakarta pada ajang Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2016 :
Ganda dewasa campuran :
– Irfan Fadilah/Weni Anggraeni vs Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth = Walkover

Ganda remaja campuran :
– Ferdian Mahardika Ranialdy/Nahla Aufa Dhia Ulhaq vs Ghifari Anandaffa Prihardika/Dhea Bunga Anjani = 16-21, 21-15 & 21-19.

Tunggal remaja putri :
– Asty Dwi Widyaningrum vs Olivia Chelin Maria Kambey = 22-20, 20-22 & 21-8.

Ganda remaja putra :
– Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika vs Helmi Abbu Hanifa/Rehan Naufal Kusharjanto (Djarum Kudus) = 21-18 & 21-16

Ganda taruna putri :
– Apriani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto vs Ribka Sugiarto/Ferbriana Dwipuji Kusuma (Djarum Kudus) = 21-14 & 21-9

Ganda taruna putra :
– Alfandy Rizki Putra Kasturo/Emanuel Randhy Febryto vs Bagas Maulana/Calvin Kristanto = 19-21 & 10-21.

Tunggal remaja putra :
– Karono vs Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu = 14-21 & 15-21

Ganda dewasa putri :
– Weni Anggraeni/Gebby Ristiyani Imawan (Jaya Raya Jakarta/Mutiara Cardinal Bandung) vs Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia = 21-15, 10-21 & 21-11

Ganda dewasa putra :
– Markis Kido/Hendra AG (Jaya Raya Jakarta/Djarum Kudus) vs Frengky Wijaya Putra/Sabar Karyaman Gutama = 22-20, 14-21 & 21-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: