SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2016
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Utang Anthony Belum Terbayar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 2, 2016


JAKARTA, KOMPAS.com — Anthony Sinisuka Ginting belum berhasil membalas kekalahannya dari Jan O Jorgensen di babak final Piala Thomas, bulan lalu.

Pada pertemuan kedua yang terjadi di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016, Anthony harus kembali mengakui keunggulan Jorgensen dengan skor 20-22, 23-25.

Meskipun kembali menelan kekalahan, perjuangan Anthony patut diacungi jempol. Pemain berusia 19 tahun ini sudah berupaya hingga titik darah penghabisan demi merobohkan pertahanan Jorgensen.

Dua kali unggul di gim pertama dan kedua, Anthony masih belum mampu mengamankan satu gim pun. Jorgensen memperlihatkan kepada penonton bahwa dirinya masih lebih berpengalaman dan secara skill memang lebih unggul dibanding Anthony.

Saat kejar-kejaran angka di poin setting, Anthony masih kalah tenang dibanding lawannya yang memang jauh lebih senior. Sambaran-sambaran cepat Jorgensen sering menjadi lumbung poin bagi pemain Denmark ini.

“Finishing saya kurang bagus, terutama di saat kritis. Saya kurang tenang, kurang sabar, dan terburu-buru, ini menjadi bumerang buat saya,” komentar Anthony.

“Saya sudah mempelajari kekalahan saya di Piala Thomas, bagaimana cara main Jorgensen, dan apa saja kelebihannya. Jorgensen pintar membaca situasi. Dia tahu kapan saya sedang panik dan dia biasanya langsung mempercepat servis, saya sering kecolongan di sini,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Jorgensen, penampilan Anthony kali ini lebih baik dibanding pertemuan pertama mereka di final Piala Thomas 2016.

“Anthony sekarang tampil lebih rileks, berbeda dengan di Piala Thomas. Dia sepertinya bermain di bawah tekanan. Walaupun saat itu saya masih bergelut dengan cedera pangkal paha, Anthony masih belum bisa mengatasi,” kata Jorgensen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: