SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    July 2016
    M T W T F S S
    « Jun   Aug »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,701 other followers

Meski Tak Juara, Gregoria Mariska Torehkan Sejarah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 18, 2016


Metrotvnews.com, Bangkok: Gregoria Mariska berhasil mencetak sejarah untuk tunggal putri Indonesia di Asia Junior Championships 2016. Setelah tujuh tahun Indonesia tanpa medali di sektor tunggal putri, Gregoria melepas dahaga itu dengan meraih medali perak.

Capaian Gregoria menjadi yang terbaik setelah tahun 2009. Saat itu Indonesia membawa dua medali perunggu dari Ana Rovita dan Febby Angguni. Setelahnya, tunggal putri absen membawa pulang medali dari turnamen ini.

“Seneng sih bisa sampai final. Seneng karena badan saya masih kuat dari beregu dan sampai ke final. Apalagi dari awal lawan saya juga tidak mudah. Saya benar-benar bersyukur,” kata Gregoria.

Gregoria pastikan medali perunggu setelah kalah dari pemain Tiongkok, Chen Yufei, 23-25 dan 14-21. Laga final kali ini diakui Gregoria tak bisa maksimal ia mainkan. Pasalnya, ia mengalami cedera saat pertandingan di semifinal pada Sabtu 16 Juli melawan Gao Fang Jie asal Tiongkok.

“Dari kemarin pas semifinal saya jatuh, terus engkelnya kena. Jadi, hari ini dari awal mainnya tidak maksimal. Saya sudah usahakan yang terbaik, inilah yang bisa saya hasilkan. Saya bersyukur, Puji Tuhan bisa dapat medali perak,” ujarnya.

“Game pertama saya main memaksa, walaupun kaki agak bengkak. Game kedua mau maksain juga karena lawan punya pukulan bagus, tapi relinya tidak kuat. Saya mau paksain reli dulu di lapangan, tapi pas game kedua ia mengubah permainan, jadi dicepetin, kaki saya tidak kuat di situ,” ungkap Gregoria.

Bisa tembus ke babak final, Gregoria melalui jalan yang tidak mudah. Setelah bye di babak pertama, Gregoria langsung ditantang Cai Yanyan, Tiongkok. Kemudian di babak tiga, Gregoria menumbangkan Ha Na Baek, Korea, 21-11 dan 21-13.

Di perempat final, Gregoria ditantang Natsuki Nidaira, Jepang. Gregoria berhasil menang lagi, 19-21, 24-22 dan 21-19.

Babak semifinal, Gregoria harus menghadapi Gao Fangjie, Tiongkok. Mereka pernah sekali berhadapan di World Junior Championships 2015 lalu. Saat itu Gregoria kalah dua game langsung, 24-22 dan 26-24. Akan tetapi, akhirnya Gregoria bisa membalas kekalahannya tersebut.

“Selamat atas pencapaian Gregoria di Asia Junior Championships 2016 ini. Perjuangan yang luar biasa. Gregoria menghadapi lawan yang tidak mudah sejak awal pertandingan. Semoga ini bisa menjadi penyemangat buat Gregoria untuk terus berprestasi dan penyemangat untuk atlet-atlet muda lainnya di masa mendatang,” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PBSI, mengapresiasi pencapaian Gregoria. (PBSI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: