SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2016
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Pelatih Ahsan/Hendra Minta Maaf kepada Masyarakat Indonesia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 15, 2016


RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com – Pelatih ganda putra nasional, Herry Iman Pierngadi, meminta maaf karena Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal memenuhi target medali yang dibebankan pada Olimpiade Rio 2016.

“Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena gagal memenuhi target meraih medali,” kata Herry setelah pertadingan ketiga Ahsan/Hendra di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Sabtu (13/8/2016).

Ahsan/Hendra dipastikan gagal melangkah ke semifinal setelah kalah 15-21, 17-21 dari pasangan China, Chai Biao/Hong Wei. Bagi Ahsan/Hendra, ini merupakan kakalahan kedua dari tiga kali bermain.

Sebelumnya, mereka kalah dari Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang), 17-21, 21-16, 14-21, Jumat (12/8/2016).

“Dua-duanya bermain tidak lepas seperti biasanya. Mungkin karena pressure yang mereka rasakan. Kita tidak bisa bicara teknis karena baru satu dua pukulan bolanya sudah mati,” kata Herry setelah pertandingan.

“Mereka bermain tidak lepas. Pada gim pertama, permainan mereka tidak berjalan sesuai yang sudah dipersiapkan,” ujarnya menambahkan.

Herry juga menjelaskan bahwa untuk mengalahkan Chai/Hong, permainan depan Ahsan/Hendra harus bagus. Namun, blok dan pengaturan serangan Ahsan/Hendra tidak berjalan mulus.

“Mungkin karena ini bisa jadi merupakan Olimpiade terakhir Hendra, jadi dia main terlalu menggebu-gebu yang akhirnya memengaruhi permainannya,” kata Herry.

Herry mengaku belum membuat keputusan lebih lanjut seputar Ahsan/Hendra. Menurut dia, fokus untuk Olimpiade Tokyo 2020 lebih diutamakan pada para pemain muda.

“Persiapannya harus dimulai dari sekarang dengan fokus pada pemain-pemain muda, pelapis Ahsan/Hendra,” kata Herry.

Beberapa pasangan pelapis ganda putra pelatnas antara lain Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: