SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2017
    M T W T F S S
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for May, 2017

China Yang Berubah Pasca Era Li Yongbo

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 30, 2017


GOLD COAST, Kompas.com – Tim China datang ke Gold Coast dengan label unggulan pertama dan juara bertahan dalam enam edisi terakhir Piala Sudirman.

Namun, di Carrara Indoor Stadium rekor kemenangan mereka di turnamen beregu campuran ini harus terhenti. Mereka harus mengakui keunggulan Korea di partai puncak dengan skor tipis 2-3.

“Salah satu faktor kami kehilangan angka di sektor ganda adalah di semifinal kami bermain sampai larut malam, jadi kebugaran pemain pun berbeda. Di tambah pemain ganda putri kami pun bermain rangkap kemarin,” ujar pelatih kepala ganda, Zhang Jun.

Mereka pun menuturkan bahwa strategi permainan mereka adalah mereka tak akan menurunkan pemain yang sama dalam dua hari beruntun. Hal ini pun terbukti, dari susunan pemain mereka, hanya Chen Qingchen/Jia Yifan yang kembali diturunkan.

“Kami memang menurunkan pemain yang berbeda di final kali ini, hanya ganda putri saja yang kami turunkan di semifinal dan final. Kami cukup puas dengan penampilan ganda putra, tunggal putra dan tunggal putri kami hari ini, mereka menunjukkan keinginan mereka untuk menampilkan yang terbaik,” tambah Zhang.

Mereka pun menuturkan bahwa kekalahan mereka kali ini, karena mereka baru saja mengalami perombakan di organisasi mereka. Paska mundurnya Li Yongbo sebagai kepala pelatih, saat ini Tiongkok memang dipimpin oleh dua pelatih untuk sektor tunggal dan ganda. Sektor ganda berada di bawah komando Zhang Jun, sementara sektor tunggal berada di bawah komando Xia Xuanze.

“Kami mengalami pergantian pelatih di organisasi kami, sekarang kami memiliki pelatih kepala di sektor tunggal dan sektor ganda, kami juga banyak pemain-pemain baru. Kami akan membutuhkan strategi baru untuk mengembangkan pemain-pemain kami. Tapi memang persaingan bulutangkis kali ini memang semakin berat, kami banyak menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dari pada sebelumnya. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami, tantangan dari negara-negara lain, dan kami menyukai tantangan,” pungkas Xia

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan China, Korea Juara Piala Sudirman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 30, 2017


JAkARTA, Kompas.com – Korea merebuat Piala Sudirman 2017, Minggu (28/05/2017) dengan mengalahkan juara bertahan China 3-2 di final.

Keberhasilan Korea dipastikan setelah pada partai kelima, ganda campuran Choi Solgyu/Chae Yoo Jung mampu mengalahkan ganda campuran China, Lu Kai/Huang Yaqiong dalam dua gim  21-17, 21-13.

Keberhasilan ini membuat Korea unggul 3-2 dan mengulangi sejarah membawa Piala Sudirman setelah terakhir kali melakukannya pada 2003 lalu. Saat itu, Korea menjadi juara dengan mengalahkan juara bertahan China 3-1.

Korea telah empat kali menjuarai Piuala Sudirman. Sementara China masih memegang rekor terbanyak dengan sepuluh kali menjadi juara. Indonesia sebagai penggagas turnamen ini menjadi juara saat kejuaraan ini pertamakali digelar pada 1989. Namun sejak itu, prestasi tertinggi Indonesia adalah menjadi finalis dalam enam kesempatan.

Pada turnamen 2017 ini, tim Indonesia gagal total setelah menbjadi juru kunci di grup 1D di bawah Denmark dan India.

Hasil pertandingan final China-Korea
FU Haifeng/Zhang Nan-Choi Solgyu/Seo Seung Jae 21-14 21-15
He Bingjiao/SUNG Ji Hyun 12-21 16-21
Chen Long-Jeon Hyeok Jin 21-10 21-10
Chen Qingchen/Jia Yifan-Chang Ye Na/Lee So Hee 19-21 13-21
Lu Kai/Huang Yaqiong-Choi Solgyu/Chae Yoo Jung 17-21, 13-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Tersingkir dari Piala Sudirman 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 25, 2017


GOLD COAST, KOMPAS.com – Tim Indonesia tersingkir dari Piala Sudirman 2017 setelah pasangan ganda putrinya, Greysia Polii/Apriyani, dikalahkan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark).

Pada laga yang digelar di Gold Coast Sports & Leisure Centre, Rabu (24/5/2017), Greysia/Apriyani kalah rubber game, 18-21, 21-13, 13-21.

Secara keseluruhan, Indonesia menang 3-2 atas Denmark. Poin mereka di grup 1D juga setara dengan Denmark dan India.

Namun, hasil itu tak cukup bagi tim Garuda untuk lolos ke perempat final karena jumlah kemenangan gim mereka paling rendah di Grup 1D.

Denmark dinyatakan lolos ke perempat final Piala Sudirman 2017 sebagai juara grup, sedangkan India menduduki posisi runner-up.
Greysia/Apriyani sempat memberikan perlawanan sengit terhadap Juhl/Pedersen pada laga gim pertama.

Meski demikian, performa yang ditampilkan Greysia/Apriyani masih bisa dibendung oleh Juhl/Pedersen, pasangan nomor dua dunia.

Juhl/Pedersen berhasil mengantisipasi berbagai upaya dari pasangan Indonesia dan menyudahi gim pertama dengan kemenangan.

Kemenangan pada gim pertama sudah cukup bagi Denmark untuk lolos ke perempat final, sekaligus menyingkirkan Indonesia dari Piala Sudirman 2017.

Mengacu kepada jumlah kemenangan gim di antara dua negara, Greysia/Apriyani memang wajib mengalahkan Juhl/Pedersen dua gim langsung untuk lolos ke perempat final.

Pada gim kedua, permainan Greysia/Apriyani meningkat signifikan. Sejak awal hingga akhir, mereka selalu unggul atas lawannya.

Pertandingan kemudian dilanjutkan ke gim ketiga. Pada sesi ini, Juhl/Pedersen kembali menancapkan dominasinya.

Pasangan nomor dua dunia itu tampil lebih sigap. Berkali-kali pukulan smes yang dilancarkan Apriyani berhasil dibendung Juhl/Pedersen.

Pertandingan ini akhirnya dimenangi Juhl/Pedersen dalam waktu 69 menit

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: