SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    January 2019
    M T W T F S S
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for January 28th, 2019

Hasil Final Indonesia Masters 2019 – Gelar Tersebar Merata di 5 Negara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 28, 2019


BOLASPORT.COM – Indonesia meraih satu gelar juara pada final Indonesia Masters 2019 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Titel juara didapat lewat pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mengalahkan rekan senegara, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, 21-17, 21-11.

Adapun pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum berhasil menyumbang gelar setelah kalah dari unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Laga ini bersejarah karena merupakan pertandingan terakhir Liliyana sebelum resmi gantung raket.

Sebelum partai final dimulai, digelar sesi Liliyana Natsir‘s farewell event untuk mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan Liliyana setelah 24 tahun mengukir prestasi untuk Indonesia.

Hasil yang didapat pada tahun ini menurun daripada 2018.

Pada 2018, Indonesia meloloskan empat wakil ke babak final, kecuali nomor tunggal putri.

Hasilnya, Merah Putih mendapat dua gelar dari Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan dua runner-up dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Tontowi/Liliyana.

Sementara itu, gelar tersebar merata ke lima negara. Jepang mendapat satu gelar melalui pasangan ganda putri Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Adapun Anders Antonsen (Demark) memupus asa Jepang menambah gelar setelah mengalahkan Kento Momota.

Adapun India dan China juga kebagian satu trofi juara lewat Saina Nehwal (India) dan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China).

Berikut hasil lengkap final Indonesia Masters 2019.

Ganda Putri

Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2/JPN) vs Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR) 21-19, 21-15

Tunggal Putra

Anders Antonsen (DEN) vs Kento Momota (1/JPN) 21-16, 14-21, 21-16

Ganda Putra

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1/INA) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (8/INA) 21-17, 21-11

Tunggal Putri

Saina Nehwal (8/IND) vs Carolina Marin (5/ESP) 4-10- mundur

Ganda Campuran

Zheng Siwei/Huang Yaqiong (1/CHN) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (4/INA) 19-21, 21-19, 21-16

 

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Turnamen | Leave a Comment »

Liliyana Natsir: Saya Pensiun dengan Tenang…

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 28, 2019


JAKARTA, KOMPAS.com — Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, mengaku pensiun dengan tenang meski dia dan pasangannya, Tontowi Ahmad, hanya menjadi runner-up pada Indonesia Masters 2019. Pernyataan itu disampaikan Liliyana Natsir saat konferensi pers seusai pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019) petang.

Pada laga final, Liliyana dan Tontowi Ahmad kalah 21-19, 19-21, 16-21 dari Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China). Liliyana tetap bersyukur dengan hasil yang didapat dan merasa kariernya berakhir dengan indah. “Saya bersyukur, pada akhir karier saya ini, saya masih didampingi Tontowi dan bahkan bisa sampai ke final (Indonesia Masters 2019). Saya benar-benar pensiun dengan tenang,” ucap Liliyana. “Kami harus akui, tadi pemain China punya kecepatan dan power yang kuat. Mereka juga jauh lebih muda dari kami. Masih on fire,” kata dia menambahkan. Kini bisa bersantai

Dengan sepenuhnya pensiun dari bulu tangkis, Liliyana pun akhirnya terbebas dari rutinitas disiplinnya, dan bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga dan teman-temannya. Butet, sapaan akrab Liliyana, bercerita bahwa selama ini kehidupannya sebagai atlet tak sekadar bertanding. Ketika kebanyakan orang libur karena tanggal merah, atlet harus tetap berlatih karena perlu mempersiapkan diri untuk pertandingan yang akan dihadapi. Rutinitas seperti itu sudah dijalani Butet selama bertahun-tahun sehingga waktu berkumpulnya bersama keluarga sangat minim. “Sebagai atlet, kita enggak kenal yang namanya tanggal merah, hari raya, atau hari kejepit. Kami tetap latihan karena harus mengikuti pertandingan, kan,” kata Butet. “Makanya, setelah ini, saya pengin liburan, kumpul-kumpul keluarga dan ke rumah teman-teman. Bangun juga enggak harus terlalu pagi. Intinya, mulai besok sudah agak santai,” tutur Butet.

Dalam kesempatan itu, Butet pun berharap agar Tontowi dan pasangan barunya bisa meraih hasil yang positif. Australian Open 2019 Tontowi sendiri sudah dipastikan akan berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow, pebulu tangkis muda yang selama ini kerap berduet dengan Akbar Bintang Cahyono. “Berikutnya, Tontowi akan ‘menggendong’ pasangannya yang lebih muda. Dia harus bisa meredam kesalahannya saat di lapangan,” kata Butet berpesan kepada Tontowi. Video Pilihan

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: