SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    January 2018
    M T W T F S S
    « Dec    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,675 other followers

Archive for the ‘Berita’ Category

Hanya Satu Gelar dari Tommy

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 15, 2018


JAKARTA, Kompas.com – Indonesia hanya kebagian satu gelar juara Thailand Masters setelah dua wakil di ganda puteri dan ganda putera kandas di tangan finalis tuan rumah, Minggu (14/01/2018).

Di ganda putri, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani harus puas menjadi runner up usai kalah 19-21 dan 17-21 atas unggulan teratas yang juga merupakan wakil tuan rumah, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Sementara di partai terakhir, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf juga dipaksa mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash. Wahyu/ade yang merupakan unggulan 7 bermain selama 60 menit sebelum menyerah rubber game 18-21, 21-11 dan 20-22.

Tuan rumah Thailand akhirnya memborong tiga gelar juara setelah di nomor tunggal puteri, unggulan pertama Nitchaon Jindapol  menjadi juara setelah mengalahkan rekan senegara Pornpawee Chochuwong 21-11, 21-18.

Indonesia dan Malaysia kebagian masing-masing satu gelar juara. Indonesia mealui Tommy Sugiarto yang mengalahkan  Leong Jun Hao dari malaysia 21-16, 21-15. Sementara Malaysia kebagian gelar juara di nomor ganda campuran setelah unggulan 5, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying mengalahkan wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Puttuta Supajirakul 21-15, 14-21, 21-16.

Hasil lengkap:
Nitchaon Jindapol (THA/1)-Pornpawee Chochuwong (THA/3) 21-11 21-18
Tommy Sugiarto  [INA/2]-Leong Jun Hao {MAS] 21-16 21-15
Chan Peng Soon/Goh Liu Ying  [MAS/5]-Dechapol Puavaranukroh/Puttita Supajirakul [THA/7]    21-15 14-21 21-16
Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai  [THA/1]-Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani [INA/2] 21-19 21-17
Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash [THA]-Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso [INA/7]    21-18 11-21 22-20

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Putera Pastikan Satu Tempat di Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 13, 2018


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putra Indonesia memastikan satu tempat di babak final turnamen Thailand Masters 2018, setelah Berry Angriawan/Hardianto akan bertemu Wahyu Nayaka Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso di babak semifinal.

Babak semifinal akan berlangsung pada Sabtu (13/1/2018). Sebelumnya di babak perempat final hari ini (12/1), dua ganda Indonesia ini bisa menaklukan lawan-lawannya.

Berry/Hardianto yang beretmu ganda Jepang, Mahiro Kaneko/Yunosuke Kubota di perempatfinal  dapat menyelesaikan pertandingan dengan straight game. Di luar dugaan, ganda Jepang ini  seperti tidak bisa mengimbangi permainan Berry/Hardianto.  21-15, 21-11 Berry/Hardianto memenangi pertandingan 321-15, 21-11 untuk lolos ke  semifinal.

Sementara ganda putera lainnya, Wahyu/Ade di babak perempat final malah mampu menumbangkan unggulan ke empat Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dari Malaysia. Juara Macau Open Grand Prix Gold 2017 asal Indonesia ini menang dengan  dua gim 21-19, 21-11.

Namun sayang, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kandas di babak delapan besar. Diunggulkan di tempat kedua, Fajar/Rian harus  menyerah di tangan anda tuan rumah Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash dengan 22-24, 19-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Daftar Gelar Juara Superseries Marcus/Kevin pada 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 19, 2017


KOMPAS.com – Pasangan ganda putra nomor satu dunia asal Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menutup tahun dengan gelar juara .

Marcus/Kevin berhasil mengalahkan pasangan China dengan straight game 21-16, 21-18 pada laga final di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (17/12/2017).

Atas prestasi ini, Marcus/Kevin berhasil mencatat sejarah baru. Ganda putra kebanggaan Indonesia ini berhasil meraih tujuh gelar superseries dalam satu tahun kalender.

Sebelumnya, The Minions – julukan Marcus/Kevin – memiliki rekor yang sama dengan ganda Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong. Mereka meraih enam gelar superseries dalam satu tahun kalender.

Namun, Marcus/Kevin memecahkan rekor tersebut. Gelar BWF Superseries Finals 2017 membuat mereka mencatat sejarah baru.

Secara keseluruhan, Marcus/Kevin melangkah ke 9 final ajang superseries tahun ini. Mereka hanya gagal di final Korea Terbuka dan Denmark Terbuka.

The Minions juga gagal melangkah ke partai puncak pada Indonesia Terbuka dan Singapura Terbuka setelah terhenti di babak pertama dan semifinal. Mereka juga absen pada Australia dan Perancis Terbuka.

Berikut adalah perjalanan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya dalam meraih 7 titel superseries sepanjang 2017:

12 Maret – All England – Juara (Superseries Premier)

2 April – India Terbuka – Juara (Superseries)

9 April – Malaysia Terbuka – Juara (Superseries Premier)

24 September – Jepang Terbuka – Juara (Superseries)

19 November – China Terbuka – Juara (Superseries Premier)

26 November – Hong Kong Terbuka – Juara (Superseries)

17 Desember – World Superseries Finals – Juara

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Turnamen | Leave a Comment »

Marcus/Kevin Juarai BWF Superseries Finals 2017 dan Catat Sejarah Baru

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 19, 2017


KOMPAS.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berhasil menjuarai BWF Superseries Finals 2017 setelah mengalahkan pasangan China, Liu Cheng/Zhang Nan, Minggu (17/12/2017).

Bertanding di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab, Marcus/Kevin menang dengan skor 21-16, 21-15.

Atas prestasi ini, Marcus/Kevin berhasil mencatat sejarah baru. Ganda putra kebanggaan Indonesia ini berhasil meraih tujuh gelar superseries dalam satu tahun.

Sebelumnya, The Minions, julukan Marcus/Kevin, memiliki rekor yang sama dengan ganda Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, sebagai ganda putra yang berhasil mengantongi enam gelar superseries dalam satu tahun.

Secara keseluruhan, untuk tahun ini, Marcus/Kevin telah menjuarai All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, Hongkong Terbuka, dan  BWF Superseries Finals 2017.

Pada gim pertama, Marcus/Kevin berhasil meraih poin pertama. Sempat disamakan oleh pasangan lawan, Marcus/Kevin kemudian unggul 3-1.

Namun, setelah itu, Liu Cheng/Zhang Nan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat smes Zhang Nan.

Perolehan poin sempat kembali sama pada kedudukan 5-5. Selanjutnya, untuk kali pertama pasangan China mengungguli Marcus/Kevin dengan skor 7-6 setelah pengembalian kurang sempurna dari Kevin.

Jalannya pertandingan berlangsung ketat. Kedua pasangan ganda putra ini saling bergantian dalam memimpin perolehan poin hingga akhirnya Marcus/Kevin menutup interval pertama dengan keunggulan tipis, 11-10.

Setelah interval, Marcus/Kevin memperoleh empat poin berturut-turut. Variasi smes dan penempatan bola ganda putra nomor satu dunia itu menyulitkan pasangan lawan.

Marcus/Kevin pun unggul 15-10. The Minions kian tampil agresif dengan melancarkan permainan cepat dan smes efektif. Mereka menjauh dengan skor 19-13.

Marcus/Kevin pun menutup gim pertama dengan keunggulan 21-16.

Pada gim kedua, The Minions tampil impresif dan sempat unggul jauh, 6-1. Mereka beberapa kali berhasil memanfaatkan kelemahan Liu Cheng.

Namun, setelah itu, pasangan China berhasil mendekat dan membuat skor menjadi tipis 7-6.

Kedua pasangan saling bergantian memperoleh poin dan selisih poin tipis. Akan tetapi, Marcus/Kevin kembali menemukan ritme dan menutup interval pertama dengan keunggulan 11-8.

Terjadi reli panjang saat kedudukan 14-11 untuk keunggulan Marcus/Kevin. Beberapa kali smes Marcus berhasil dikembalikan Liu Cheng/Zhang Nan. Namun, penempatan bola Kevin akhirnya sukses menyumbang poin bagi Indonesia sehingga skor menjadi 15-11.

Selanjutnya, saat kedudukan 18-15, masih untuk keunggulan The Minions, pasangan Indonesia itu terus melancarkan smes hingga akhirnya tak terbendung pasangan lawan.

Marcus/Kevin pun berhasil mengalahkan pasangan China dengan straight game 21-16, 21-15 sekaligus memastikan gelar juara BWF Superseries Finals 2017.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kevin/Marcus Pertahankan Gelar Juara di China

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 19, 2017


FUZHOU, KOMPAS.com – Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo mempertahankan gelar juara China Open Super Series Premier dengan mengalahkan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, Minggu (19/11/2017).

Dalam pertandingan final di  Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou ini Marcus/Kevin bermain tanpa cela untuk menang dalam dua gim 21-19, 21-11.

Selain mempertahankan gelar juara, pasangan muda Indonesia ini mengulangi prestasi tahun lalu saat mereka mengalahkan Boe/Mogensen di final dalam dua gim juga 21-18, 22-20.

Pasangan Indonesia ini bermain tanpa bebas setelah sampat mengalami cedera pekan lalu. Di babak semifinal Marcus/Kevin menyisihkan harapan terakhir tuan rumah China, Li Junhui/Li Yuchen 21-14, 21-18.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ahsan Tak Puas dengan Permainan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 19, 2017


FUZHOU, Kompas.com – Ganda putra, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro terhenti di babak semifinal China Open Super Series Premier 2017, Sabtu (18/11). Mereka gagal mengatasi unggulan dua asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dan kalah dua gim langsung 20-22, 12-21.

“Sampai sejauh ini kami bersyukur dulu dengan hasil ini. Tapi memang penampilan di semifinal ini di luar harapan, kami tidak puas dengan permainan kami. Banyak yang harus di evaluasi dari kami berdua. Harus latihan lagi,” ungkap Ahsan ditemui di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok.

“Pertama memang mereka bagus mengontrol kami. Tapi yang paling mencolok adalah kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambah Ahsan.

Pertandingan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Ahsan/Rian dengan Boe/Mogensen. Sebelumnya di Hong Kong Open 2016, Ahsan/Rian kalah dua game langsung dengan 18-21 dan 11-21.

“Gim pertama kami masih bisa mengikuti permainan mereka. Tapi di game kedua kebanyakan salah-salah sendiri. Kadang saya juga kaget dengan pola mereka. Saya juga kurang tenang dan mengatur tempo permainan,” jelas Rian mengenai pertandingannya tersebut.

Dengan demikian, Indonesia hanya berhasil mengirimkan satu wakil ke babak final. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan berhadapan dengan Boe/Mogensen. Laga final ganda putra ini menjadi final ideal karena mempertemukan unggulan satu, Kevin/Marcus dengan Boe/Mogensen yang merupakan unggulan dua.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Gregoria Juara Tunggal Putri pada Kesempatan Terakhir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 23, 2017


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, menuntaskan misinya pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017 dengan meraih medali emas. Pada partai final di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (22/102017), Gregoria mengalahkan wakil China, Han Yue, dengan skor 21-13, 13-21, 24-22.

Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi Gregoria pada penampilan terakhirnya dalam event tersebut. Tahun depan, pemain 18 tahun tersebut tak bisa berpartisipasi laga dalam ajang ini karena usianya usianya sudah tidak memenuhi syarat.

Gregoria, yang menjadi unggulan ketiga, membuka gim kesatu dengan sangat baik. Dia langsung unggul 5-0. Han mencoba menipiskan selisih skor dengan meraih tiga poin beruntun, tetapi kendali permainan yang dipegang Gregoria belum berpindah tangan.

Sebuah netting tipis membawa Gregoria menutup interval gim kesatu dalam kedudukan 11-5. Keunggulan ini berlanjut pada paruh kedua gim kesatu. Meski sempat mendapat fault saat bersiap menerima servis dari Han, Gregoria tetap bisa menjaga fokusnya.

Gregoria memastikan gim kesatu menjadi miliknya setelah pengembalian Han mendarat terlalu panjang di belakang lapangan.

Unggul satu gim tak lantas memudahkan jalan Gregoria pada gim kedua. Alih-alih meneruskan momentum kemenangan gim kesatunya, Gregoria justru bermain di bawah tekanan Han.

Gregoria sempat menyamakan skor menjadi 7-7, tetapi empat poin beruntun yang diraih Han menutup fase interval dalam kedudukan 11-7 untuk keunggulan wakil China itu. Selepas interval, laju Han kian tak terbendung. Dia terus mendulang poin hingga akhirnya memenangi gim kedua.

Berhasil memaksa terjadinya rubber game menambah kepercayaan diri Han. Dia langsung unggul 4-0 pada gim ketiga yang menjadi penentu. Namun, Gregoria yang tidak mau kalah begitu saja merespons tantangan Han dengan memenangi enam poin beruntun.

Melalui tambahan poin itu, Gregoria yang semula tertinggal 1-6 berbalik unggul 7-6. Setelah itu, duel berjalan sengit. Kedua pemain terus bergantian mendulang poin.

Situasi ini berlangsung sampai kedudukan imbang 20-20. Alhasil, gim ketiga harus diselesaikan melalui adu setting. Pada fase inilah, mental bertanding Gregoria terbukti lebih baik. Gregoria memenangi laga final setelah pengembalian Han mendarat jauh di belakang lapangan.

Dengan hasil ini, Indonesia dipastikan meraih dua medali emas kategori perorangan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017. Sebelumnya, pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari meraih medali emas setelah memenangi all-Indonesian final melawan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Marcus/Kevin Gagal Raih Gelar Denmark Terbuka

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 23, 2017


KOMPAS.com – Ganda putra terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo, gagal meraih gelar turnamen Denmark Terbuka Superseries Premier 2017. Pada partai final di Odense Park, Minggu (22/10/2017), pasangan dengan julukan The Minions ini kalah 16-21, 24-22, 19-21 dari wakil China, Zhang Nan/Liu Cheng.

Dengan demikian, pupuslah harapan Indonesia memperoleh gelar dalam turnamen berhadiah 750.000 dollar AS tersebut. Pasalnya, Marcus/Kevin menjadi satu-satunya wakil dari Tanah Air yang sukses menembus final.

Pada game pertama, Marcus/Kevin selalu berada di bawah tekanan sehingga mereka sempat tertinggal cukup jauh, 5-11. Namun selepas jeda, unggulan kedua ini bisa bangkit dengan meraih delapan poin secara beruntun untuk balik memimpin 13-11. Sayang, setelah itu langkah Marcus/Kevin mulai tersendat sehingga Zhang/Liu bisa menyusul dan berbalik unggul untuk menang 21-16.

Game kedua berlangsung ketat. Marcus/Kevin selalu unggul tetapi selisih poinnya tidak lebih dari tiga angka. Bahkan Zhang/Liu yang justru meraih match point ketika unggul 20-19 setelah menyabet empat angka berturut-turut. Marcus/Kevin bisa menahan laju lawan dan menang 24-22 dalam adu setting sekaligus memaksa rubber game.

Pada game penentuan, Marcus/Kevin memulainya dengan sangat bagus karena unggul 11-9 saat interval. Setelah itu, Zhang/Liu yang melaju dengan raihan enam angka beruntun untuk memimpin 15-12 dan tak tersentuh lagi hingga menang 21-19 untuk menjadi juara dalam duel berdurasi 1 jam 3 menit tersebut.

Sebelumnya, Korea Selatan meraih gelar dari sektor ganda putri. Lee So-he/Shin Seung-chan menang 21-13, 21-16 atas unggulan keenam dari Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Kemudian, giliran Hongkong yang memperoleh gelar dari nomor ganda campuran melalui Tang Chun Man/Tse Ying Suet, yang menang 24-22, 19-21, 23-21 atas unggulan utama dari China, Zheng Siwei/Chen Qingchen.

Dari sektor tunggal putri, Thailand menjadi juara. Ratchanok Intanon yang tidak diunggulkan, menang 14-21, 21-15, 21-19 atas unggulan keempat dari Jepang, Akane Yamaguchi.

Partai pamungkas final ini mempertemukan pemain Korea, Lee Hyun-il dengan pemain India, Kidambi Srikanth. Duel sedang berlangsung saat laporan ini diturunkan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hasil Lengkap Babak Semifinal Denmark Terbuka 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 22, 2017


ODENSE, KOMPAS.comMarcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak final Denmark Open ( Denmark Terbuka) 2017.

Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad

Pasangan ganda putra nomor satu dunia itu meraih tiket fase pamungkas setelah mengalahkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang juga berasal dari Indonesia.

Marcus/Kevin meraih kemenangan straight games 21-18, 21-11 atas Angga/Ricky dalam waktu 34 menit.

Pada laga final, Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pasangan China, Liu Cheng/Zhang Nan, yang mengalahkan wakil tuan rumah, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Sementara itu, langkah Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir terhenti setelah ditaklukkan oleh wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Berikut ini adalah hasil lengkap semifinal Denmark Terbuka 2017.

Lapangan 1:

WS: Akane Yamaguchi (JPN/4) vs Chen Yufei (CHN) 10-21 21-18 21-19

XD: Tang Chun Man/Tse Ying Suet (HKG/8) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (INA/3) 21-16 21-18

WS: Ratchanok Intanon (THA) vs Tai Tzu Ying (TPE/1) 21-14 20-22 21-14

MD: Liu Cheng/Zhang Nan (CHN/5) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN/1) 21-18 18-21 21-13

MS: Kidambi Srikanth (IND/8) vs Wong Wing Ki Vincent (HKG) 21-18 21-17

Lapangan 2:

XD: Zheng Siwei/Chen Qingchen (CHN/1) vs Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (MAS) 21-16 21-16

WD: Lee So-hee/Shin Seung-chan (KOR) vs Chang Ye-na/Jung Kyung Eun (KOR/7) 21-9 22-20

MS: Lee Hyun Il (KOR) vs Son Wan-ho (KOR/1) 25-23 18-21 21-17

WD: Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (JPN/6) vs Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (JPN/8) 21-16 14-21 21-14

MD: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (INA/2) vs Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama (INA/8) 21-18 21-11

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Della/Rizki Singkirkan Unggulan Dua

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 20, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Ganda puteri Della Destiara Haris/Rizki Ameleia Pradipta membuat kejutan dnegan lolos ke perempatfinal Denmark Open Super Series Premier dengan menyingkirkan unggulan 2, Chen Qingchen/jia Yifan.

Della/Rizki tampil maksimal di Odense Sports Park untuk menang rubber game 21-23, 21-18, 21-10. Pertandingan berlangsung cepat dan ketat dalam 53 menit.

Di gim pertama, Chen/Jia mampu mendikte dan unggul gterus h9iingga game [point 2015. Namun pasangan Indonesia tdiak mau mudah meneyrah dna mekasakan deuce 20-20. Chen/Jia akhirnyua mefrebut gim pertama dengan kedudukan 23-21.

Di gim kedua, Della/Rizki langsung unggul 8-0.  Pasangan Indonesia ini terus memimpin perolehan poin hingga merebut gim kedua 21-18.

Gim ketiga berlangsung lebih alot pada awal. Kedua ganda ini saling mengungguli sampai kedudukan sama kuat 8-8. Namun setelah ini Della/Rizki tak tertahankan lagi dan merebut gim ketiga 21-10.

Di perempatfinal, Della/Rizki akan bertemu  ganda asal Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Ini merupakan pertemuan pertama Della/Rizki dengan ganda Jepang yang menempati unggulan 6 ini.

Pekan lalu, Della/Rizkli menjuarai Dutch Open Grand Prix 2017 di Belanda. Di babak final, mereka mengalahkan sesama ganda Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani 21-17, 21-16.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: