SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    September 2017
    M T W T F S S
    « Aug    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,682 other followers

Archive for the ‘Bulutangkis’ Category

Kevin/Marcus Gagal, Indonesia Dapat Dua Gelar Juara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 18, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera utama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal meraih gelar juara Korea terbuka Superseries setelah di final dikalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen, Minggu (17/09/2017).

Pasangan Indonesia yang menjadi unggulan kedua ini dikalahkan lawannya yang menempati unggulan pertama dalam pertandingan rubber game 19-21, 21-19, 15-21.

Kevin/Marcus  selalu berada dalam posisi tertekan menghadapi lawan mereka. Di gim ketiga, pasangan Denmark merebut poin-poin kritis karena beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Marcus sehingga mereka mampu menang rubber game.

Ini merupakan kekalahan keempat Marcus/Kevin dalam lima pertemuan dengan pasangan Denmark ini. Satu-satunya kemenangan diraih  pasangan Indonesia di China Open pada November 2016. Saat itu pasangan kita menang dua gim 21-18, 22-20.

Gagalnya Kevin/marcus membuat Indonesia “hanya” merebut dua gelar juara pada Korea Terbuka Superseries tahun ini. Gelar juara dipersembahkan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dengan mengalahkan ganda China, Wang Jilyu/Huang Dongping 21-17, 21-18, serta tunggal putera Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekan senegara Jonathan Chritie 21-13 19-21 22-20.

Tiga gelar lainnya jatuh ke Denmark, India dan China.

Berikut hasil final Korea Terbuka Superseries:
Praveen Jordan/Debby Susanto [INA/4]-Wang Yilyu/Huang Dongping [CHN] 21-17 21-18
Huang Yaqiong/Yu Xiaohan [CHN]-Chang Ye Na/Lee So Hee [KOR/3] 21-11 21-15
Anthony Sinisuka Ginting [INA]-Jonatan Christie [INA] 21-13 19-21 22-20
Pusarla V. Sindhu [IND/5]-Nozomi Okuhara [JPN/8] 22-20 11-21 21-18
Mathias Boe/carsten Mogensen [DEN/1]-Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo [INA/2] 21-19 19-21 21-15

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Akhirnya, 29 Peserta Raih Beasiswa Bulu tangkis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 17, 2017


KUDUS, 16 September 2017 – Sebanyak 29 atlet peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 berhasil merampungkan Tahap Final dan Fase Karantina dengan baik dan berhak memperoleh beasiswa bulutangkis untuk dibina di Perkumpulan  Bulutangkis (PB) Djarum. Puluhan atlet tersebut berhasil melewati proses terakhir dari rangkaian audisi, yakni proses karantina sejak Senin (11/9) hingga Jum`at (15/9).

Proses karantina Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 oleh diikuti 67 peserta dan dilakukan di dua GOR Djarum, yakni di Jati dan Kaliputu. Selama sepekan, puluhan pebulutangkis muda tersebut kembali diseleksi oleh jajaran Tim Pelatih PB Djarum, yang terdiri dari Fung Permadi, Rusmanto Djoko Semaun, Hastomo Arbi, Engga Setiawan, Nimas Rani Wijayanti, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Ellen Angelina, dan Ferry.

Fung Permadi, Manajer Tim PB Djarum, mengungkap bahwa pada fase-fase terakhir jelang pengumuman, para pebulutangkis muda ini mampu menunjukkan performa terbaik mereka. “Secara teknis maupun cara permainan memang perlu perbaikan. Tapi pada tahap akhir atau Grand Final, mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka sehingga sulit bagi kami untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa,” papar Fung, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (16/9) siang.

Lebih lanjut Fung menjelaskan, pasca-tahap karantina, baik ke-29 pebulutangkis maupun Tim Pelatih PB Djarum ini harus saling melakukan penyesuaian. Setelah masuk asrama, lingkungan baru bakal dijumpai atlet-atlet muda ini. “Tahun ini terbilang unik bagi kami di PB Djarum, karena adanya audisi U11 putra maupun putri. Kami harus melakukan penyesuaian terutama dalam sisi pengasuhan mereka, karena di Indonesia jarang ada penggemblengan atlet-atlet U11 yang masih muda belia,” jelasnya.

“Usia mereka tergolong masih memerlukan perhatian, arahan, dan bimbingan, dari orangtua. Suasana kangen rumah itu pasti jelas ada. Sementara masuk asrama di PB Djarum di Kudus ini merupakan hal yang berbeda buat mereka. Lantas untuk urusan di lapangan bulutangkis, kami akan utamakan pembentukan teknis dasar dan skill,” Fung menambahkan

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 digelar dalam serangkaian Tahap Seleksi di beberapa kota. Pada tahun ini, PB Djarum menggelar Audisi Umum di delapan kota, yakni Pekanbaru, Banjarmasin, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus.

Sebanyak 4,058 atlet muda mengikuti Audisi Umum yang kemudian menghasilkan 139 atlet yang berhasil lolos dari Tahap Seleksi di delapan kota tersebut, untuk melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8-10 September 2017.

Di Tahap Final mereka kembali berkompetisi dan diseleksi secara langsung oleh Tim Pelatih PB Djarum. Melalui Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis berlangsung selama tiga hari, sebanyak 67 atlet muda dinyatakan lolos dan berhak masuk ke tahapan paling akhir, yakni masa karantina.

Mereka yang terpilih ini layak menyandang predikat sebagai bibit pebulutangkis terbaik Indonesia, setelah berhasil menyisihkan ribuan pebulutangkis lainnya yang berpartisipasi sejak Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 digelar pada akhir Maret 2017.

Tahap terakhir merupakan Tahap Karantina. Para peserta yang terpilih dari Tahap Final akan merasakan kehidupan di asrama PB Djarum, sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet perkumpulan bulutangkis yang resmi berdiri pada tahun 1974 ini.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10 tahun/kelahiran 2007-2011) dan U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun/kelahiran tahun 2005 dan 2006). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman http://www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.

Berikut nama-nama peserta lolos Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017:

U11 Putri
– Devira Angelica Pascoal (Kota Manado)
– Christabel Calista Purwanto (Kota Semarang)
– Atresia NaufaCandani (Solo)
– Allensya Anally Yullyana (Kabupaten Bandung)
– Angelita Magdalena Yusup (Kabupaten Bandung)
– Nurul Tetra Junia Br Matondang (Sumatera Utara)
– Fadillah Adia Mekah Rivai (Kota Kotamobagu)
– Gusti Ayu Komang Sanita Cinta (Kabupaten Buleleng)
– Hawa Kahla Humairoh (Kabupate nWonosobo)

U13 Putri
– Agatri Wibowo (Kota Serang)
– Stephanie Cornelia Vanessa (Jawa Tengah)
– Melly Damai Setiani (Riau)
– Aura Ihza Aulia (Pati)
– Violeta Cahya Mayda (Kebumen)
– Nazura Trisyah (Kabupaten Aceh Barat)

U11 Putra
– Maharishiel Timotius Gain (Kabupaten Banyumas)
– Calvin Kennedy Chendrawinata (Riau)
– Alga Fauzi Harfani (Kabupaten Kebumen)
– Billy Purwangsa (Bandung)
– Arga Rabbani Abyasa (Kabupaten Banyumas)
– Muhammad Rizki Mubarok (Solo)

U13 Putra
– Salman Nur Fauzi (Sukabumi)
– Michael Owen (Bandung)
– Alfonsus William (Kota Palembang)
– I Made Vemas Saifulihza Afrizal (Magelang)
– Zuhdi Fauzul Hakim (Kabupaten Demak)
– Dewangga Surya Negara (Kabupaten Boyolali)
– Muhammad Bangkit Satria Wibowo (Kota Semarang)
– Regzi Albert Tamahari (Kota Makassar)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Korea Terbuka 2017, Final Sesama Tunggal Putra Indonesia Tercipta

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 17, 2017


SEOUL, KOMPAS.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, lolos ke final Korea Terbuka 2017 setelah menekuk peringkat pertama dunia, Son Wan-ho (Korea Selatan), 16-21, 21-18, dan 21-13 pada laga semifinal, Sabtu (16/9/2017).

Sementara itu, tunggal putra Jonatan Christie, melaju ke final setelah menumbangkan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei, 21-13, 21-17.

Atas hasil ini, akan terjadi final sesama pebulu tangkis Indonesia di nomor tunggal putra Korea Terbuka 2017.

Bagi Anthony, ini merupakan final pertamanya pada turnamen level superseries.

“Menurut saya, ini merupakan kesempatan besar untuk tembus ke final karena pemain top seperti Lee Chong Wei, Lin Dan, Chen Long, dan Viktor Axelsen tidak turun. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini walaupun tidak gampang juga bisa ke final,” kata Anthony ditemui usai berlaga.

Pada gim pertama, Anthony unggul 11-9 pada interval. Namun, Son mengubah strategi sehingga Anthony balik tertinggal 11-14, 14-20.

Pemain besutan klub SGS PLN Bandung tersebut akhirnya harus merelakan gim pertama jadi milik Son.

“Pada gim pertama, saya sempat lengah dan hilang fokus. Meski sempat leading, akhirnya malah kalah,” ujar Anthony.

Pada gim kedua, Anthony tampil meyakinkan dengan skor 10-1 hingga 11-3 di interval.

Son mencoba memperkecil selisih poin. Anthony memang masih tetap memimpin, tetapi jaraknya semakin tipis menjadi 12-8 dan 13-11. Anthony yang tetap fokus akhirnya menyentuh angka 21 lebih dulu.

Pada gim ketiga, Anthony yang tertinggal 2-3 di awal berusaha memacu poin dan meninggalkan Son dengan 11-7, 14-7 dan 19-10. Ia akhirnya menang setelah bertanding selama 78 menit.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

[Audisi Umum 2017] Ini 67 Atlet Lolos Tahap Karantina

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 11, 2017


Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 menyisakan satu tahap terakhir, karantina. Setelah proses panjang Audisi Umum di delapan kota dan dengan 139 peserta final Audisi Umum tahun ini, akhirnya tim pencari bakat dan tim pelatih PB Djarum meloloskan 67 atlet untuk masuk ke tahap karantina.

“Selamat kepada atik-adik yang berhasil lolos, untuk yang belum lolos, ini bukanlah yang terakhir. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki dari dan jadi lebih baik lagi,” ujar Yuni Kartika kepada peserta pada penutupan Audisi Umum, Minggu (10/9).

Tahap karantina akan digelar 10 hingga 16 September mendatang. Mereka yang kemudian lolos dari tahap ini akan bergabung bersama PB Djarum dan menerima beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Peserta Putra U11

MOCHAMMAD DAVID MONTELLA KABUPATEN MALANG
Alfa Wahyudinata KABUPATEN KLATEN
TAUFIK ADERYA. M KABUPATEN KLATEN
Maharishiel Timotius Gain KABUPATEN SEMARANG
ARGA RABBANI ABYASA KABUPATEN SLEMAN
Fardhan Zaky Wibisono KABUPATEN BANYUMAS
Farrel Akbar Ghifari KOTA BEKASI
Faizal Pangestu KOTA SEMARANG
Alga Fuzi Harfani KOTA SEMARANG
Billy Purwangsa KABUPATEN PATI
Muhammad Rizki Mubarrok KOTA SEMARANG
ADEK VIO PRATAMA KABUPATEN DEMAK
Grendly Alkatib Lumintang KOTA PALEMBANG
BIJAK PANGAYOM KABUPATEN BANDUNG
Devin Artha Wahyudi KABUPATEN BANYUMAS
M.afif Iqrom Efendi KABUPATEN BOYOLALI
Calvin Kennedy Chendrawinata KABUPATEN SLEMAN

 

Peserta U11 Putri

Evelin Gracia Parapat KABUPATEN BANYUMAS
Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto KABUPATEN BANYUMAS
Shaafiya Yasmin Maitsaa KOTA SURABAYA
Christabel Calista Purwanto KABUPATEN PONOROGO
Allensya Analy Yullyana KOTA SURABAYA
RIZKA IGA RENGGANI KABUPATEN BANYUMAS
Angelita Magdalena Yusup KOTA MAGELANG
Hawa Kahla Humairoh KABUPATEN KEBUMEN
Citra Murdiningrum Surono KABUPATEN KEBUMEN
Gusti Ayu Komang Sanita Cinta KABUPATEN ACEH BARAT
Atresia Naufa Candani KABUPATEN BANDUNG
Fadillah Adia Mekah Rivai KOTA SERANG
Devira Angelica Pascoal KABUPATEN BANTUL
Nadia Pritasari KOTA MAKASSAR
Nurul Tetra Junia Br Matondang KABUPATEN WONOSOBO

 

Peserta U13 Putra

MUHAMMAD HIDAYAT ABIYYI KABUPATEN BANDUNG
MUHAMMAD BANGKIT SATRIA WIBOWO KABUPATEN BANDUNG
Zuhdi Fauzul Hakim KOTA SURAKARTA
Alfonsus William KABUPATEN SUKABUMI
Dewangga Surya Negara KABUPATEN PATI
ARYA RAYYAAN ABHIPRAYA KOTA SURAKARTA
FEBRIANO WAHYU JATI NUGROHO KABUPATEN KARANGANYAR
ELVARETTA HEZKA APRILLA SASIKIRANA KOTA SURAKARTA
Keanu Sheva Milandani KOTA DEPOK
Regzi Albert Tamahari KOTA SURABAYA
Michael Owen KABUPATEN MAGELANG
Salman Nurfauzi KABUPATEN KUDUS
Raditya Yuda Wibowo KOTA BENGKULU
Muammar Khadafi KABUPATEN BULELENG
Fransiskus Mario Dimar Prasetya KABUPATEN SLEMAN
I MADE VEMAS SAEFULIHZA AFRIZAL KOTA MEDAN
Supriyanto KOTA SURAKARTA
SULTHAN FAIZZA ARDHANIE KABUPATEN TUBAN
Idham Kholid Mustofa KOTA MANADO
M. Rasyid Azmy Ghifari KOTA KOTAMOBAGU
ATILA SUMANTI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
Fajar Ilham KOTA MANADO

 

Peserta U13 Putri

Bernadine Anindya Wardana KABUPATEN KEBUMEN
Faza Mantasya KABUPATEN KLATEN
Laudya Aura Dewi KOTA BANJAR BARU
Nazura Trisyah KOTA PEKANBARU
Agatri Wibowo KOTA PEKANBARU
Aura Ihza Aulia KABUPATEN TANAH LAUT
FRADILA SHELMA ANGGITA KABUPATEN S I A K
VIOLETA CAHYA MAYDA KABUPATEN MERANGIN
KARTIKA MAYASARI KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA
NAJWA AL FATIHA KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA
NURHASANA REHALAT KABUPATEN GROBOGAN
STEPHANIE CORNELIA VANESSA KOTA PEKANBARU
MELLY DAMAI SETIANI KABUPATEN S I A K

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Daftar Juara Dunia Bulu Tangkis, dari Axelsen hingga Tontowi/Liliyana

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 28, 2017


KOMPAS.com – Partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 telah usai digelar di Glasgow, Skotlandia, pada Minggu (27/8/2017).

Dari laga final ini, muncul lima juara baru yang menyandang gelar juara dunia 2017.

Berikut daftar lima juara dunia baru seusai pergelaran BWF World Championship 2017.

1. Juara dunia tunggal putra: Viktor Axelsen

Viktor Axelsen sukses menjadi juara dunia setelah mengalahkan pebulu tangkis China, Lin Dan, dalam dua gim, 22-20 dan 21-16.

Ini merupakan salah satu catatan sejarah karena Axelsen mengembalikan nama Denmark sebagai juara dunia setelah terakhir kali pada 2009.

2. Tunggal putri: Nozomi Okuhara

Nozomi Okuhara berhasil meraih gelar juara dunia setelah menundukkan Pusarla V Sindhu dalam rubber game dengan skor 21-19, 20-22, dan 22-20.

Raihan ini semakin spesial karena Okuhara yang meraih perunggu di Olimpiade Rio 2016 berhasil mengalahkan peraih perak Rio 2016 (PV Sindhu) dan peraih emas Rio 2016, Carolina Marin.

3. Ganda putri: Chen Qingchen/Jia Yifan

Ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan, sukses menaklukkan ganda putri Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, dalam tiga gim dengan skor 21-18, 17-21, dan 21-15.

Pasangan Chen Qingchen/Jia Yifan sukses menyumbangkan gelar pertama bagi China di kejuaraan dunia ini.

4. Ganda putra: Liu Cheng/Zhang Nan

Pasangan putra China, Liu Cheng/Zhang Nan, berhasil meraih gelar juara dunia seusai mengalahkan ganda non-unggulan Indonesia, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro.

Liu Cheng/Zhang Nan tampil perkasa di hadapan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro dalam pertandingan dua gim dengan skor 21-10 dan 21-17.

5. Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Indonesia menyumbang satu gelar juara dunia lewat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih gelar juara dunia kedua setelah mengalahkan Zheng Siwei/Chen Qingchen dalam tiga gim, 15-21, 21-16, dan 21-15.

Pergelaran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis XXIV selanjutnya akan dilaksanakan di Nanjing, China, pada tahun 2018.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

SEA Games 2017, Hanya Jonatan Christie ke Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 28, 2017


KOMPAS.comJonatan Christie menjaga asa Indonesia meraih medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis nomor perseorangan tunggal putra SEA Games 2017 setelah menembus final ajang dua tahunan tersebut. Sayang, langkahnya tidak diikuti rekannya di Pelatnas Cipayung, Ihsan Maulana Mustofa, yang terjegal.

Dalam pertandingan semifinal di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (28/8/2017), Jonatan menyingkirkan wakil Vietnam, Nguyen Tien Minh. Jonatan menang 21-11, 21-16. Ini merupakan pertemuan kedua sekaligus balas dendan Jonatan setelah kekalahan di Ciputra Hanoi-Yonex Sunrise Vietnam International Challenge 2014.

Pada partai final nanti, Selasa (29/8), Jonatan akan menghadapi pemain Thailand yang merupakan unggulan kedua, Khosit Phetpradab. Khosit menggagalkan all-Indonesian final setelah mengalahkan Ihsan, yang merupakan unggulan ketiga, dengan 21-10, 23-21.

Jonatan jadi satu-satunya harapan emas

Indonesia meloloskan empat wakil ke semifinal SEA Games. Selain dua pemain di sektor tunggal putra, ada tunggal putri Gregoria Mariska dan ganda putra unggulan kedua, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Sayang, hanya Jonatan yang lolos sehingga menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk menambah emas. Gregoria harus mengakui keunggulan tunggal putri Malaysia yang merupakan unggulan keempat, Soniia Cheah. Dalam laga berdurasi 37 menit, Gregoria kalah 20-22, 12-21.

Sementara itu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak mampu melewati hadangan unggulan keempat dari Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh. Mereka kalah dua game langsung 17-21, 21-23.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tontowi/Liliyana Raih Gelar Juara Dunia Bulu Tangkis 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 28, 2017


LASGOW, KOMPAS.com – Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir, berhasil menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017.

Tontowi/Liliyana menjadi juara dunia setelah mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15.

Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana. Sebelumnya, mereka pernah juara pada edisi 2013 yang digelar di Guangzhou, China.

Pertandingan gim pertama berlangsung ketat. Kedua pasangan sama-sama tampil ngotot dan sempat bergantian memimpin perolehan poin.

Akan tetapi, performa Tontowi/Liliyana mengendur setelah interval. Mereka kerap melakukan kesalahan yang akhirnya menguntungkan pihak lawan.

Di sisi lain, Zheng/Chen juga tampil apik dan cerdik dalam memanfaatkan peluang. Penempatan bola yang mereka lakukan beberapa kali sukses mengelabui Tontowi/Liliyana.

Kalah pada gim pertama, Tontowi/Liliyana berupaya membalasnya pada gim kedua. Kendati demikian, Zheng/Chen juga tak surut memberikan perlawanan.

Laga gim kedua pun berjalan sengit karena sering terjadi reli. Papan skor pun menunjukkan angka imbang 7-7.

Kendati begitu, Tontowi/Liliyana bermain sedikit lebih baik dan mampu menorehkan keunggulan 11-8 saat interval.

Tontowi/Liliyana terus memberikan tekanan dan mendapatkan keuntungan dari sejumlah kesalahan yang dilakukan Zheng/Chen.

Gim kedua akhirnya dimenangi oleh Tontowi/Liliyana dan pertandingan harus ditentukan melalui rubber game.

Pada gim ketiga, Tontowi/Liliyana benar-benar tampil mendominasi. Sebelum interval, pasangan Indonesia sanggup menorehkan keunggulan hingga 11-1.

Salah satu faktor yang membuat Zheng/Chen tertinggal jauh yakni seringnya membuat kesalahan.

Zheng/Chen mencoba memberikan perlawanan, tetapi Tontowi/Liliyana masih bisa menjaga keunggulan dan berhasil menutup laga dengan kemenangan 21-9.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Marcus/Kevin dan Ahsan/Rian Menang, Indonesia Loloskan 4 Wakil ke Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 25, 2017


KOMPAS.com – Indonesia meloloskan dua ganda putra ke babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Glasgow, Skotlandia. Dalam laga yang berlangsung Kamis (24/8/2017), pasangan nomor satu Tanah Air, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, serta Mohammad Ahsan/ Rian Agung Saputro, melewati rintangan.

Ahsan/Rian yang tidak diunggulkan, menyingkirkan pasangan Denmark yang menjadi unggulan ke-16, Mathias Christiansen/David Daugaard. Mereka membutuhkan waktu 42 menit untuk mengalahkan lawannya tersebut dengan straight game 21-19, 21-12.

Selanjutnya, Ahsan/Rian, yang pada babak sebelumnya mengalahkan unggulan utama dari China, Li Junhui/Liu Yuchen, akan menghadapi Chung Eui-seok/Kim Dukyoung. Pasangan Korea Selatan ini lolos setelah menjegal langkah unggulan ke-14 dari Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge, dengan 21-16, 18-21, 21-15.

Sementara itu Marcus/Kevin, yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga, membutuhkan waktu 31 menit untuk meraih tiket perempat final. Mereka menyingkirkan unggulan ke-10 dari Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, dengan dua gim langsung 21-19, 21-16.

Marcus/Kevin dipastikan bertemu lawan dari China untuk memperebutkan tiket ke semifinal pada Jumat (25/8). Mereka menunggu pemenang duel sesama pasangan China, Huang Kaixiang/Wang Yilyu (unggulan ke-13) dengan unggulan keenam Chai Biao/Hong Wei.

Ini artinya, Indonesia meloloskan empat wakil ke babak perempat final. Sebelumnya, dua ganda campuran terbaik Tanah Air, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan 3) serta Praveen Jordan/Debby Susanto (7), juga berhasil melewati hadangan musuh.

Satu-satunya wakil Indonesia yang tersingkir pada partai perebutan tiket perempat final ini adalah ganda putra Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama. Pasangan unggulan kesembilan ini menyerah 18-21, 24-22, 15-21 dari unggulan keempat asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sanoda.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taklukkan Malaysia 3-0, Regu Putra Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 25, 2017


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia memastikan meraih medali emas setelah menaklukkan Malaysia dengan skor 3-0 pada laga final SEA Games 2017 di Stadion Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/8/2017).

Pada laga penentuan, Ihsan Maulana Mustofa berhasil mengalahkan tunggal putra tuan rumah, Lee Zii Jia, dengan skor 21-11 dan 21-11.

Sebelumnya, pada partai pertama, pemain tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengalahkan tunggal putra Malaysia, Iskandar Zulkarnain, dengan skor 21-18 dan 21-17.

Adapun sumbangan poin kedua dipersembahkan oleh ganda putra Merah Putih, Alfian Fajar/Muhammad Rian Ardianto, yang mengalahkan ganda putra Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dengan skor 21-12, 16-21, dan 21-14.

Tampil pada partai ketiga atau penentuan setelah Indonesia unggul 2-0 dan tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan medali emas, Ihsan Maulana tampil sangat baik.

Perolehan poinnya beberapa kali meninggalkan Lee Zii Jia. Smes dan penempatan bola Ihsan sulit dikembalikan oleh lawan. Dia pun menutup gim pertama dengan keunggulan 21-11.

Bahkan, pada gim kedua, Ihsan menutup interval dengan keunggulan telak 11-2.

Unggul jauh, Ihsan tak menurunkan serangan. Beberapa kali penempatan bola Ihsan sulit dikembalikan oleh Lee Zii Jia.

Ihsan pun menang straight game dengan skor 21-11 dan 21-11.

Atas hasil ini, Indonesia pun menang 3-0 dan berhak atas medali emas untuk cabang beregu putra bulu tangkis SEA Games 2017.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tiga Tunggal Putera Tersungkur

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 23, 2017


JAKARTA, Kompas.com –  Tiga wakil tunggal putra Indonesia gagal melewati babak kedua BWF World Championships 2017 setelah langkah Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dihentikan lawan mereka dalam pertandingan yang berlangsung di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia.

Tommy menyerah di tangan Anders Antonsen (Denmark), dengan skor 15-21, 9-21. Ketangguhan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chen Long, juga tak dapat diatasi oleh Sony Dwi Kuncoro, ia takluk dengan skor 13-21, 9-21.

Laga sengit tiga gim pun tak dapat dimenangkan Anthony atas Sai Praneeth asal India. Setelah berduel selama 72 menit, Anthony akhirnya kalah dengan kedudukan 21-14, 18-21, 19-21. Kekalahan Anthony memang sangat disayangkan, apalagi di gim ketiga ia sudah unggul jauh 18-12.

“Waktu unggul itu, saya kehilangan dua sampai tiga poin dan saya sendiri yang berubah mainnya. Sebelumnya saya bermain dengan tempo yang cepat, nah waktu tersusul, tempo permainan saya jadi lambat, mengikuti tempo permainan lawan,” jawab Anthony ketika ditanya soal permainannya.

“Untuk ke depannya, kalau kehilangan dua tiga poin, harus lebih tenang lagi,” tutur peraih medali perunggu Youth Olympic 2014 ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: