SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    November 2017
    M T W T F S S
    « Oct    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Archive for the ‘Bulutangkis’ Category

Hongkong Terbuka Superseries : Firdasari Lolos ke Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, Kompas.com – Adriyanti Firdasari terus memelihara asa Indonesia menyabet gelar tunggal putri turnamen Hongkong Terbuka Superseries di Hongkong Coliseum. Firdasari lolos ke babak perempat final setelah menang 21-17, 21-19 atas pemain ulet Jepang, Eriko Hirose, Kamis (22/11/2012).

Saat ini Firdasari menjadi satu-satunya wakil andalan Indonesia di sektor tunggal putri turnamen berhadiah 350.000 dollar AS tersebut. Pasalnya, Belaetrix Manuputi yang juga tampil di babak kedua hari ini, tak berhasil melewati hadangan pemain China yang merupakan unggulan kedua, Li Xuerui. Di perempat final, Jumat (23/11), Firdasari akan bertemu pemenang antara unggulan ketiga dari India, Saina Nehwal, dengan pemain kualifikasi China, Wang Lin.

Dari sektor ganda campuran, pasangan Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati juga meraih tiket babak delapan besar. Unggulan keenam ini lolos setelah menang dua game langsung 21-15, 21-10 atas pasangan Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl. Di perempat final, mereka menunggu pemenang antara unggulan keempat dari Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dengan pasangan kakak-beradik dari Indonesia, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth.

Sayang, langkah Fran/Shendy tak diikuti rekannya sesama pemain Pelatnas, Muhammad Rijal/Debby Susanto. Unggulan kelima ini menyerah 21-17, 24-26, 18-21 dari pasangan Korea Selatan, Yoo Yeon Seong/Jang Ye-na, yang di perempat final menghadapi unggulan ketiga dari Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hong Kong Terbuka Super Series : Baru Ganda Campuran ke Perempatfinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, Kompas.com – Ganda campuran Riky Widianto/Puspita Richi Dili maju ke perempatfinal Hongkong Terbuka Super Series dengan menyingkirkan ganda Malaysia, Kamis (22/11).

Riky/Puspita mengalahkan Tan Wee Kiong/Lim Yin Loo lewat permainan dua game 21-17 21-8 dalam 24 menit.  Di babak perempatfinal mereka akan menghadapi salah satu dari dua ganda China, Zhang Nan/Zhao Yunlei yang merupakan unggulan dua atau Qiu Zihan/Luo Yu.

Namun kegagalan merundung banyak wakil Indonesia di babak kedua, Kamis (22/11). Di ganda puteri, Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris disingkirkan unggulan pertama, Tian Qing/Zhao Yunlei 21-23 18-21.

Ganda putera Angga Pratama/Ryan Agung Saputra juga gagal setelah disingkirkan ganda Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae lewat pertandingan dua game 18-21 16-21.

Sementara Bellaetrix Manuputty juga gagal setelah disingkirkan unggulan 2 dari China, Li Xuerui 14-21 13-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Pia Alami Cedera Kaki; Dua Ganda Putera Tersingkir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, Kompas.com – Pia Zebadiah Bernadet mengalami cedera kaki yang membuat pasangannya bersama Markis Kido diragukan tampil di babak kedua.

Ganda campuran Markis Kido-Pia Zebadiah belum memastikan dapat tampil pada babak 16 besar Hong Kong Terbuka Super Series menyusul cedera yang dialami Pia.

“Tadi Pia cedera, tetapi tidak tahu lagi bagaimana…lihat besok,” ujar Kido yang dihubungi dari Jakarta mengenai cedera yang dialami adik sekalius pasangan duetnya.

Pada putaran pertama turnamen yang berlangsung di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hong Kong, Rabu siang, Kido-Pia menang atas pasangan Prancis Gaetan Mittelheisser-Emilie Lefel 21-11, 21-13 dan maju ke putaran kedua bertemu pasangan unggulan keempat asal Denmark Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen.

Namun pada malam harinya, ketika bertanding pada ganda putri bersama Rizki Amelia Pradipta melawan pasangan Taiwan Chiang Kai Hsin-Tsai Pei Ling, Pia-Rizki tidak melanjutkan pertandingan saat tertinggal 18-21, 17-17 dan memberi kemenangan bagi lawan mereka.

Pia yang mengalami cedera pergelangan kaki kiri itu mengaku belum tahu apakah dapat tampil bersama kakaknya, Kido, pada ganda campuran, Kamis (22/11). “Belum tahu,” katanya.

Sementara itu, pasangan Greysia Polii-Meiliana Jauhari yang tampil pertama kali sejak dikenai hukuman karena dianggap tidak berusaha keras untuk menang pada Olimpiade London lalu, berhasil lolos ke babak kedua setelah menang atas pasangan Rusia Tatjana Bibik-Anastasia Chervaykova 21-10, 21-15.

-Selanjutnya mereka akan melawan ganda putri Malaysia Goh Liu Ying-Lim Yin Loo yang menundukkan unggulan ketiga Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl dari Denmark 12-21, 22-20, 21-18.

Sementara itu, Dua ganda putera, Bona Septano/Afiat Wirawan dan Alvent Yulianto/Markis Kido terhenti langkahnya di babak kedua turnamen Hong Kong Terbuka Super Series, Kamis (22/11).

Ganda bentukan baru, Bona/Afiat gagal mengimbangi unggulan 5 asal Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa. Mereka menyerah dalam dua game  19-21 16-21.

Sementara ganda senior, Alvent Yulianto/Markis Kido juga harus menyerah dua game dari ganda asal Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin. Mereka kalah 17-21 13-21.

Dengan kekalahan ini, Indonesia tinggal menyisakan dua ganda putera yaitu Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Yonathan Suryatama/Hendra AG.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tati Sumirah : “Nggak kepikiran duit, yang penting kita menang”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


Bulutangkis.com – Tak banyak pecinta bulutangkis jaman sekarang yang tahu mengenai sosok seorang Tati Sumirah. Ya dia adalah salah seorang pahlawan tim Uber Cup Indonesia pada tahun 1975, yang ketika itu menjadi tunggal kedua setelah Minarni (Alm). Pada saat itu pulalah Indonesia pertama kali memboyong piala Uber yang digelar di Indonesia (Istora Senayan, Jakarta).

Pada tanggal 10 November 2012 lalu, tepat pada hari pahlawan, kami berkesempatan mengunjungi kediaman Tati Sumirah (yang akrab kami sapa dengan Bu Tati) di kawasan Waru Doyong, Buaran, Jakarta Timur. Sempat mengalami sedikit kesulitan karena ternyata alamat yang kami miliki terdapat sedikit kekeliruan, namun hal tersebut tidak menghalangi niat kami untuk terus mencari rumah Bu Tati. Setiap orang yang kami temui terus kami tanyai mengenai alamat tersebut. Bahkan kami langsung menyebut nama Bu Tati, namun tak banyak juga warga yang tahu mengenai Tati Sumirah. Akhirnya kami bertanya ke rumah Pak RT setempat dan ditunjukkan jalan oleh Bu RT. Hati lega rasanya ketika kami berhasil menemukan rumah Bu Tati, rasa capek dan teriknya sinar matahari yang membakar tubuh kami rasanya terbayarkan.

Sesampai di rumah Tati Sumirah yang cukup sederhana, kami disapa dengan hangat oleh Bu Tati. Tak ada rasa canggung sedikit pun dari beliau untuk berbagi cerita dengan kami yang baru ia kenal. Beliaupun menyuguhkan kami minuman.

Menurut Tati Sumirah, ia bukanlah sosok yang pandai berbicara di depan publik, oleh sebab itu sebelum kami membuat janji untuk bekunjung ke rumahnya ia sempat bertanya apakah kami adalah wartawan. Pernah juga dia diundang oleh suatu acara Kampus sebuah perguruan tinggi di Jakarta untuk berbagi pengalaman tentang masa kejayaannya namun ia menolak karena dia tidak pandai berbicara kecuali jika ada yang “mancing”.

“Kalo ibu bisa ngomong mungkin gak perlu seperti sekarang, mungkin ibu bisa duduk di PBSI seperti teman-teman lainnya,” ungkapnya. Tampak ada sedikit penyesalan di raut wajahnya.

Tati Sumirah masih hidup lajang sampai sekarang, “Ibu gak pandai ngomong, mungkin itu kali makanya ibu belum berkeluarga,” ungkapnya dengan muka tersenyum. Tati Sumirah tinggal di rumah milik orang tuanya bersama dengan ibunya yang kondisi kesehatannya sudah mulai lemah, serta adik dan keponakan-keponkannya. Rumah yang Ia tempati sekarang sudah berumur 20-an tahun.
Ketika kami menanyakan kepadanya bagaimana awalnya ia bisa menyukai bulutangkis, ia pun bercerita bahwa ketika dia masih SD, dia kenal dengan orang Amerika yang membangun jalan by pass. Ketika ia bermain ke rumah orang Amerika tersebut, ia mendapatkan sebuah majalah yang tergeletak di atas meja yang isinya mengenai liputan bulutangkis, dan orang Amerika tersebut pun bercerita sedikit mengenai bulutangkis yang pada saat itu sangat populer di Amerika. Dari situlah Tati kecil mulai tertarik dengan bulutangkis dan sedikit didorong oleh Ayahnya yang ternyata adalah seorang atlit tinju. Oleh ayahnya, halaman rumah yang dulu berada di daerah Rawamangun dibuatkan sebuah lapangan kecil yang dasarnya masih tanah, dan digaris dengan menggunakan kapur tulis. Jika bermain pada malam hari, Tati kecil dan warga setempat harus menggunakan 4 buah lampu petromaks sebagai penerang.

Tati Sumirah pun mulai mengikuti kejuaraan-kejuaraan antar daerah, pernah suatu hari juara mewakili Jakarta, dari situ lah nama Tati mulai diperhitungkan. Tati Sumirah pun masuk ke PB Tangkas pada umur sekitar 14-15 tahun.

Pengorbanan Tati Sumirah pada pendidikannya patut kita beri “standing applause” karena pada SMP kelas 3, ia bercerita kalau ia tidak lulus SMP karena harus mengikuti PON mewakili DKI Jakarta.

Sekitarumur 20-21 tahun, Ia pun dipanggil masuk ke Pelatnas. Bu Tati pun bercerita sedikit mengenai latihan di Pelatnas jaman dulu. Pelatnas dulu berada di Senayan, yang sekarang menjadi Hotel AtletCentury. Pukul 04.30 pagi ia dan teman-temannya sudah harus bangun, dan pukul 06.00 pagi harus menjalani latihan fisik dengan berlari mengitari lapangan sepak bola Gelora Bung Karno (GBK) dengan pola 8 kali putaran pemanasan, dan dilanjutkan 30 kali putaran untuk atlit putri, serta 40 putaran bagi atlit putra.

Untuk pengiriman pemain ke sebuah turnamen, tidak sembarangan. Para pemain dari Pelatnas maupun Pelatda diseleksi terlebih dahulu, yang terpilih adalah juara seleksi 1 sampai dengan 3. Baru kemudian di berangkatkan untuk turnamen. Salah satu contoh pada masa itu adalah ketiga pemain tersebut didaftarkan sekaligus untuk 3 turnamen yaitu Belanda Terbuka, All England,dan Denmark Terbuka. Berbeda dengan sekarang, dimana atlit yang dikirim adalah atlit-atlit penghuni Pelatnas yang sudah “dijatah” atau atlit-atlit profesional yang dibiayai oleh klub masing-masing.

Ditanya mengenai “musuh” nya, Bu Tati menjawab Margaret Beck asal Inggris. Tati Sumirah gagal menjuarai Kejuaraan Invitasi Dunia pada tahun 1974 setelah di final dikalahkan Margaret Beck asal Inggris. Selain Margaret, pemain Jepang dan Denmark juga merupakan lawan yang cukup berat pada masa itu.
pertandingan paling berkesan menurut Bu Tati adalah pada Asian Games VII di Teheran, Iran. Pada saat itu tim beregu putri Indonesia hanya ditargetkan untuk juara 3, namun tim Indonesia berhasil mengalahkan tim Jepang di Semifinal, dan Tati Sumirah sendiri merupakan salah satu pemain yang berhasil menyumbangkan poin bagi tim Indonesia.

“Wah senangnya minta ampun pas menang, saya langsung lari ke ruang atlit loncatin pembatas untuk kasih tau temen-temen kalo saya menang,” ungkap Bu Tati. Namun, Indonesia gagal di Final dan dikalahkan oleh China. Kala itu, Tati Sumirah diturunkan di tunggal dan dikalahkan oleh Liang Qiuxia.

Kemudian kami pun lanjut bertanya mengenai motivasi menjuarai sebuah turnamen apakah karena hadiah Prize Money? Dia langsung tersenyum lebar karena pada masa itu juara tidak mendapatkan prize money, hanya uang saku dari PBSI dan sebuah piala. “Gak kepikiran duit, yang penting kita menang, rebut medali, lihat bendera Indonesia dan denger Indonesia Raya berkumandang, kita pulang dengan bangga,” ungkapnya.

Tati Sumirah sudah banyak mengikuti turnamen-turnamen di hampir seluruh belahan dunia, mulai dari Asia, Eropa, hingga Australia sudah diikutinya. “Jaman Ibu dulu nggak ada yang namanya Sirnas, makanya Ibu udah pernah keliling dunia tapi belum pernah ke Bali, hehe..” tuturnya dengan gaya khas sederhananya.

“Ibu asyik donk keliling dunia bisa jalan-jalan?” canda kami.

Bagi dia pertandingan ke luar negeri bukanlah untuk jalan-jalan, melainkan untuk bertanding membawa nama bangsa. “Jalan-jalan jarang sih, kalau mau jalan-jalan harus kalah dulu baru bisa jalan, kalau nggak kalah nggak bisa jalan. Tapi ibu jarang sih, paling tersisa satu hari, besokannya udah harus pulang lagi”. Mengenai jalan-jalan dan kalah, Bu Tati mengungkapkan bahwa ia paling cepat ‘angkat koper’ adalah pada babak 4 (quarterfinal). Sungguh pengalaman yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan era sekarang, dimana pemain tunggal putri banyak yang sudah ‘rontok’ pada babak-babak awal. Sampai Ia berhenti dari bulutangkis, rupanya pada masa itu belum ada sistem Ranking BWF. Jadi, penentuan unggulan suatu turnamen berdasarkan hasil pencapaian di beberapa turnamen sebelumnya.

Pada tahun 1981, Tati Sumirah yang pada saat itu baru berusia 28 tahun menyatakan “gantung raket”. Hal ini terjadi karena begitu ketatnya persaingan di Pelatnas. Tati Sumirah sudah mampu dikejar oleh junior di bawahnya seperti Verawaty dan Ivana Lie. Tati Sumirah sudah kurang berprestasi pada masa itu, oleh sebab itu ia sendiri yang menyatakan pensiun dari bulutangkis yang pernah membesarkan namanya. Setelah keluar dari Pelatnas, Tati Sumirah bekerja paruh waktu selama 2 tahun di sebuah apotik sebagai kasir. “Yang punya apotik seneng sama bulutangkis, makanya mau nerima Ibu, padahal ibu nggak bisa apa-apa”, kenangnya. Baru 2 tahun setelah itu, Tati Sumirah bekerja secara full time di apotik tersebut selama 20 tahun hingga tahun 2005 dengan gaji yang kadang tidak mencukupi kebutuhannya.

Tahun 2006, Tati Sumirah mencoba melatih di sebuah klub bulutangkis kecil di wilayah Pekayon, Bekasi selama satu tahun. Kemudian pada Tahun 2007, Tati Sumirah diundang oleh sebuah acara talk show di Metro TV, Kick Andy yang bertemakan Simpati kepada mantan atlit. Setelah melihat tayangan dari talk show tersebut, Rudy Hartono yang juga mantan atlit dan pengusaha mengajak Tati Sumirah untuk bekerja di perusahaan oli Top 1 miliknya di bagian administrasi hingga saat ini. Setiap harinya, Bu Tati berangkat ke tempat kerjanya dengan mengendarai sepeda motor hasil jerih payahnya sendiri. Meski sudah berusia 60 tahun, Bu Tati masih kuat mengendarai sepeda motor setiap hari dari kediamannya di daerah Klender menuju Kemayoran. Ia berangkat pukul 7 pagi, dan baru tiba di rumah sekitar pukul 19.30 malam setiap harinya.

Cerita mengenai sepeda motornya, dulu Bu Tati menggunakan motor Vespa yang didapat dari bonus uang dari PBSI atas keberhasilannya dan teman-temannya merebut piala Uber pertama kali pada tahun 1975. Dari hasil uang bonus tersebut, dibelikan sebuah sepeda motor Vespa. Kemudian setelah ia bekerja di perusahaan milik Rudy Hartono dengan penghasilan yang mendingan, Vespa tersebut ditukar tambah dengan sepeda motor yang lebih baik.

Sambil mendengar kisahnya, kami pun sambil melihat beberapa piala, medali, serta beberapa penghargaan dari Pemerintah yang terpampang di lemarinya yang sudah mulai usang. Belum lama ini, Bu Tati mendapat jaminan asuransi dari MNC Sport. Pernah juga ia menerima sejumlah uang dari Menpora atas jasanya berupa uang untuk dibelikan sebuah rumah dan untuk usaha, namun oleh Bu Tati hanya cukup digunakan untuk mengurus sertifikat rumah yang ia diami sekarang. Melihat ada sedikit keganjalan karena tidak terlihat selembar pun foto ketika Ia masih menjadi atlit, kami pun bertanya apakah ada foto kenang-kenangan ketika ia bermain bulutangkis, ia pun menjawab bahwa tidak ada foto, namun hanya ada satu foto ketika Ia menerima penghargaan Bintang Satu dari mantan presiden Soeharto, namun sayang sekali foto tersebut pun sudah tidak ada karena dipinjam oleh salah seorang wartawan dan tidak dikembalikan hingga kini.

Saat ini, Tati Sumirah sudah tidak terlalu mengikuti perkembangan bulutangkis. Ia tidak begitu tahu mengenai penerus-penerusnya seperti Adrianti Firdasari, Maria Febe, dan lain-lain. Ia hanya tahu nama-nama seperti Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, dan beberapa nama lainnya. Namun, pada perhelatan Thomas-Uber Cup yang lalu, Ia mengaku sempat nonton dan merasa “gregetan” karena baik Tim Thomas maupun Tim Uber, keduanya kalah dari Jepang pada babak quarter final.

“Harusnya pemain dan pelatih itu punya satu hati, baru mainnya bisa enak,” katanya. Kala itu ia mengajak warga di sekitaran rumahnya untuk menonton siaran Thomas-Uber dan memberikan dukungan kepada tim Merah Putih di depan rumahnya dengan mengangkat sebuah TV ke teras rumahnya.

Sebagai seorang mantan pemain bulutangkis, pasti ada rasa rindu untuk berlaga di karpet hijau. Untuk mengusir rasa ridunya tersebut, Bu Tati biasanya bermain dengan bapak-bapak di kantor. “Ibu biasanya main sama bapak-bapak dua lawan satu, bapak-bapak seneng main sama ibu, soalnya ibu suka buat bapak-bapak lari pontang-panting,” akunya.

Di akhir silaturahmi kami, kami pun mengajak jika suatu hari nanti Bu Tati dapat Mabar (Main Bareng) bersama kami. Beliau pun mengiyakan ajakan kami, katanya ia mau melihat permainan kami. Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi kami bisa mendengar langsung kisah pahlawan Uber Cup 1975.

Terima kasih Bu Tati untuk waktunya, semoga kita dapat berjumpa lagi dilain kesempatan. (Septiani Lay – Buldoc)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hongkong Terbuka Superseries : Meiliana/Greysia Melangkah ke Babak Kedua

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putri terbaik Indonesia, Meiliana Jauhari/Greysia Polii, melangkah ke babak kedua turnamen Hongkong Terbuka Superseries, Rabu (21/11/2012), di Hongkong Coliseum. Pasangan yang sempat mengalami pukulan telak di Olimpiade London 2012 karena didiskualifikasi ini menang dua game 21-10, 21-15 atas pasangan Rusia, Tatjana Bibik/Anastasia Chervaykova.

Di babak kedua turnamen berhadiah 350.000 dollar AS ini, Kamis (22/11), Meiliana/Greysia akan bertemu pemenang antara unggulan ketiga dari Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl, dengan pasangan Malaysia, Goh Liu Ying/Lim Yin Loo.

Sayang, keberhasilan Meiliana/Greysia ini tak diikuti pasangan Indonesia lainnya, Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta, yang mundur saat bertemu pasangan Taiwan, Chiang Kai Hsin/Tsai Pei-Ling. Pada game pertama, Pia/Rizki kalah 18-21, dan pada gama kedua kedudukan 17-17 saat mereka tak bisa melanjutkan pertandingan.

Dengan demikian, ada dua ganda putri Indonesia yang lolos ke babak kedua karena Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris juga berhasil melewati hadangan pasangan Taiwan, Hung Shih Chieh/Wu Fang Chien, yang ditaklukkan dengan 21-13, 21-12. Tetapi di babak selanjutnya lawan berat sudah menanti, karena Suci/Della bertemu unggulan utama dari China, Tian Qing/Zhao Yunlei.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hongkong Terbuka Superseries : Hanya Tommy Sugiarto yang Tersisa

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, Kompas.com – Tommy Sugiarto menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang lolos dari hadangan berat di babak pertama turnamen Hongkong Terbuka Superseries, Rabu (21/11/2012), di Hongkong Coliseum. Meski dipaksa bermain rubber game, Tommy akhirnya menaklukkan pemain tuan rumah, Wong Wing Ki, dengan 21-12, 10-21, 21-15.

Dengan demikian, Tommy bakal jadi tumpuan Indonesia untuk merebut gelar tunggal putra turnamen berhadiah 350.000 dollar AS ini, setelah Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, Andre Kurniawan Tedjono, dan Dionysius Hayom Rumbaka terjegal. Di babak kedua, Kamis (22/11), Tommy akan bertemu pemain India, Kashyap Parupalli, yang menang 24-22, 20-22, 22-20 atas unggulan ketujuh dari Denmark, Jan O Jorgensen.

Atas kemenangan ini, Tommy memperbaiki rekor pertemuannya dengan pemain Hongkong tersebut. Saat ini, kedua pemain berbagi kemenangan 1-1, setelah Tommy ditaklukkan Wong di Selandia Baru International Challenge 2011 dengan dua game langsung 11-21, 11-21.

Sementara itu rekor pertemuan Tommy dengan Parupalli cukup ketat meskipun putra mantan pebulutangkis nasional, Icuk Sugiarto, ini masih unggul. Dari lima pertemuan yang sudah terjadi, Tommy tiga kali meraih kemenangan. Tetapi dalam dua pertemuan terakhir di Kejuaraan Asia 2010 dan India Terbuka Grand Prix Gold 2010, Tommy kalah.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sirkuit Nasional Jatim : Trikus/Vita Maju ke Babak Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


SURABAYA, Kompas.com — Pasangan mantan pemain pelatnas Trikus Haryanto/Vita Marissa melangkah ke babak perempat final nomor ganda campuran dewasa kejuaraan bulu tangkis Djarum Sirkuit Nasional Flypower Jatim Open 2012 di Surabaya, Rabu (21/11/2012).

Pada laga 16 besar yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, pasangan unggulan ke-4 itu mengalahkan pemain non-unggulan, Andro Septian/Yayu Rahayu Novia (Pusdiklat PR/Djarum), dalam dua gim langsung 21-14, 21-16.

Selanjutnya, Trikus yang kini bergabung di PB Pertamina Indonesia dan Vita di PB Tangkas Specs akan ditantang pasangan unggulan ke-6 Chrisna Adi Wijaya/Ayu Rahmasari (Ganesha/Mutiara). Chrisna/Ayu melaju ke babak delapan besar lewat kemenangan 21-18, 21-15 atas ganda Pertamina, Indra Setiawan/Siti Sarah.

Kedua pasangan ini seharusnya bertemu pada babak final Sirnas seri ke-9 di Denpasar, Bali, awal November lalu. Namun, pasangan Chrisna/Ayu mundur karena cedera sehingga memberi gelar juara kepada Trikus/Vita.

“Saya tidak memiliki target khusus di kejuaraan ini karena lawan-lawannya juga berat-berat semua. Namun, saya optimistis besok bisa menang,” ujar Trikus yang belum lama bergabung dengan PB Pertamina Indonesia.

Kendati usianya sudah tidak muda, Trikus dan Vita yang pernah lama menghuni Pelatnas Cipayung tetap tampil agresif dengan akurasi pukulan yang masih bagus.

Pada pertandingan lainnya, pasangan tuan rumah Tri Kusuma Wardhana/Variela Aprilsasi (Suryanaga) juga memastikan satu tempat di babak perempat final setelah membekuk Dwi Setiawan/Nadia Melati (Tsunami/Pertamina) dengan skor 21-16, 21-16.

Langkah mereka juga diikuti unggulan ke-8, Rendra Wijaya/Devi Tika (Djarum/SGS), yang lolos setelah menang telak 21-9, 21-6 atas Yusak OC/Maya Rosita (Pelindo MS/CRU).

Di babak perempat final, Rendra/Devi sudah ditunggu pasangan M Asykuru/Samantha Lintang (Pelabuhan II) yang mendapatkan keuntungan melaju tanpa bertanding karena lawannya unggulan ke-2, Ardiansyah Putra/Lita Nurlita, mengundurkan diri.

Sehari sebelumnya, Ardiansyah Putra melalui ofisial tim PB Pertamina Indonesia menyatakan mundur karena mengalami cedera engkel. Bersamaan dengan itu, rekan satu timnya, Alamsyah Yunus, juga mundur.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hongkong Terbuka Superseries : Hayom Juga Langsung Tersingkir di Babak Pertama

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, KOMPAS.com – Satu lagi tunggal putra Indonesia terdepak di babak pertama turnamen Hongkong Terbuka Superseries, Rabu (21/11/2012), di Hongkong Coliseum. Kali ini Dionysius Hayom Rumbaka yang harus angkat koper, setelah kalah 21-23, 22-24 dari pemain Malaysia, Daren Liew, yang selanjutnya bertemu unggulan kedua dari China, Chen Long.

Dengan demikian, sudah tiga tunggal putra Indonesia yang tersingkir. Pasalnya, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, dan Andre Kurniawan Tedjono sudah lebih dulu terjegal di babak awal turnamen berhadiah 350.000 dollar AS ini. Sony kalah dari pemain muda Denmark, Hans-Kristian Vittingus, Andre menyerah dari Chen Long, yang pekan lalu juara China Terbuka Superseries Premier, dan Taufik ditaklukkan Takuma Ueda.

Masih ada satu wakil Indonesia yang sedang bertanding, yaitu Tommy Sugiarto. Putra dari mantan pebulu tangkis nasional, Icuk Sugiarto, ini melawan pemain tuan rumah, Wong Wing Ki.

Hasil pertandingan lain, ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Markis Kido menang 11-21, 21-11, 21-15 atas pasangan India, Manu Attri/Sumeeth Reddy B. Di babak kedua, Kamis (22/11), pasangan non-Pelatnas ini menghadapi pemain Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin. Lolosnya Alvent/Kido membuat Indonesia meloloskan lima wakil di sektor ganda putra, meskipun Hafiz Faisal/Putra Eka Rhoma kalah 16-21, 23-21, 17-21 dari pasangan India, Pranaav Jerry Chopra/Akshay Dewalkar.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hongkong Terbuka Superseries : Belaetrix Susul Firda, Ahsan/Hendra Juga Lolos

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, Kompas.com – Tunggal putri Indonesia, Belaetrix Manuputi, meraih tiket babak kedua turnamen Hongkong Terbuka Superseries. Pemain Pelatnas ini berhasil mengalahkan pemain India, Sindhu PV, dengan rubber game 21-12, 18-21, 21-15 dalam pertandingan berdurasi 47 menit di Hongkong Coliseum, Rabu (21/11/2012).

Dengan demikian, ada dua tunggal putri Indonesia yang lolos ke babak kedua turnamen berhadiah 350.000 dollar AS ini. Sebelumnya, Adriyanti Firdasari lebih dulu lolos setelah menang 21-11, 10-21, 21-17 atas pemain muda Thailand, Ratchanok Intanon.

Namun di babak kedua nanti, baik Belaetrix maupun Firdasari akan bertemu lawan berat. Firdasari menghadapi tantangan pemain ulet Jepang, Eriko Hirose, yang menyingkirkan unggulan ketujuh dari China, Jiang Yanjiao, dengan 19-21, 22-20, 21-18, sedangkan Belaetrix kemungkinan besar menghadapi unggulan kedua dari China, Li Xuerui, yang difavoritkan menang atas pemain Singapura, Fu Mingtian.

Ahsan/Hendra bangkit dan lolos

Dari sektor ganda putra, pasangan Pelatnas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sempat menghadapi perlawanan ketat dari pasangan Jerman, Ingo Kindervater/Johannes Schoettler. Meskipun kalah di game pembuka, Ahsan/Hendra akhirnya meraih kemenangan 18-21, 21-14, 21-14.

Di babak kedua, pasangan yang disatukan usai Olimpiade London 2012 ini akan bertemu pasangan Korea Selatan, Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong, atau pasangan China yang merupakan unggulan keeenam, Hong Wei/Shen Ye. Mereka baru akan bertarung.

Untuk sementara, sudah tiga ganda putra yang maju ke babak kedua. Selain Ahsan/Hendra, pasangan yang lolos adalah Yonathan Suryatam Dasuki/Hendra Aprida Gunawan, serta Bona Septano (mantan pasangan Ahsan)/Afiat Yuris Wirawan.

Masih ada dua pasangan yang belum bertanding, yaitu Hafiz Faisal/Putra Eka Rhoma dan Alvent Yulianto Chandra/Markis Kido. Hafiz/Putra bertemu pasangan India, Pranaav Jerry Chopra/Akshay Dewalkar, sedangkan Alvent/Kido menghadapi pasangan India lainnya, Manu Attri/Sumeeth Reddy B.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hongkong Terbuka Superseries : Giliran Taufik Hidayat Tersingkir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 22, 2012


JAKARTA, Kompas.com – Satu per satu wakil Indonesia di sektor tunggal putra berguguran di turnamen Hongkong Terbuka Superseries. Setelah Sony Dwi Kuncoro dan Andre Kurniawan Tedjono, kini giliran Taufik Hidayat yang tersingkir di babak pertama turnamen berhadiah 350.000 dollar AS tersebut, Rabu (21/11/2012).

Dalam pertarungan ketat di Hongkong Coliseum berdurasi 1 jam 11 menit, Taufik kalah rubber game 21-19, 21-23, 16-21 dari pemain Jepang, Takuma Ueda. Ini membuat Ueda lolos ke babak kedua untuk bertemu rekan senegaranya, Kenichi Tago (unggulan 6), yang menang 21-18, 21-9 atas pemain Malaysia, Chong Wei Feng.

Dengan demikian, tersisa dua tunggal putra Indonesia yang belum bertanding di babak pertama, yaitu Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka. Tommy baru akan bermain melawan pemain tuan rumah, Wong Wing Ki, sedangkan Hayom bertemu pemain Malaysia, Daren Liew.

Hasil pertandingan lain di sektor ganda, dua wakil Indonesia lolos. Ganda campuran Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati melewati hadangan pemain India, Akshay Dewalkar/Pradnya Gadre, dengan kemenangan 21-18, 23-21. Selanjutnya, unggulan keenam ini bertemu pemenang antara Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) dengan pemain Shin Baek Choel/Eom Hye Won (Korea Selatan), untuk perebutkan tiket babak perempat final.

Artinya, empat ganda campuran Indonesia melewati rintangan di babak pertama. Sebelumnya, unggulan kelima Muhammad Rijal/Debby Susanto juga menang, begitu juga dengan Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth dan Riky Widianto/Puspita Richi Dili.

Ganda putra Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan, juga lolos ke babak kedua setelah menang 15-21, 21-16, 21-19 atas unggulan ketujuh dari Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata. Di babak kedua, mereka bertemu pasangan Malaysia, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: