SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2016
    M T W T F S S
    « Nov    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Archive for the ‘Bulutangkis’ Category

Peluang Indonesia di Ganda Campuran

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 1, 2012


JAKARTA, KOMPAS.com — Harapan Indonesia untuk mengulang merebut gelar di ganda campuran pada kejuaraan dunia bulu tangkis di Chiba, Jepang, cukup terbuka. Syaratnya mereka harus mampu memenangi persaingan dengan pasangan dari China dan Korea Selatan.

Tahun lalu, Indonesia berjaya di ganda campuran dengan menciptakan final sesama pemain “Merah Putih”. Pasangan Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja akhirnya tampil sebagai juara dengan mengalahkan Ronald Alexander/Tiara Rosalia Nuraidah.

Tahun ini kesempatan kembali terbuka karena tiga tandem Indonesia sudah memastikan tempat di perempat final. Ketiga pasangan itu, yakni Alfian Eko Prasetya/Shella Devi Aulia, Putra Eka Rhoma/Mahadewi Istirani, dan Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktaviani.

“Soal peluang, kesempatan terbaik memang ada di ganda campuran. Kekuatan kita lebih imbang dibanding sektor tunggal, bahkan untuk melawan pemain China ataupun Korea Selatan. Sekarang tinggal bagaimana mereka bisa menguasai tekanan dan situasi pertandingan,” kata Christian Hadinata, Ketua Bidang Pelatnas Cipayung dan Pelatih Kepala Sektor Ganda, Kamis (1/11/2012).

Dari segi persiapan, menurut Christian, semuanya sudah cukup bagus. Para pemain yang dipilih dari beberapa klub sudah berlatih di pelatnas Cipayung sekitar sebulan sebelum kejuaraan. “Jadi, secara fisik ataupun teknik sudah tidak ada masalah,” ujar Christian.

Menurut dia, kelemahan kebanyakan pemain muda adalah ketidakmampuan mereka mengatur emosi. Akibatnya, lawan yang seharusnya bisa dengan mudah dikalahkan menjadi sulit dan berbalik. “Selain itu, juga masalah rasa percaya diri. Buat pemain muda, seharusnya jangan takut kalah karena mereka juga belum punya nama. Berjuang saja dengan bermain bagus untuk mengalahkan lawan. Mereka harus percaya dengan kemampuannya,” tutur Christian.

Pada Kamis (1/11/2012) siang, Alfian/Shella bisa mengatasi perlawanan Kasper Antonsen/Line Kjaersfelt 21-12, 21-18. Pada laga selanjutnya mereka akan menantang unggulan pertama asal Korea Selatan, Choi Sol Kyu/Chae Yoo Jung.

Sementara Putra/Mahadewi menaklukkan pasangan Malaysia, Tan Wee Gleen/Cow Mei Kuan, 21-16, 19-21, 21-9. Selanjutnya mereka akan menghadapi pasangan China, Yuchen Liu/Chen Qingchen.

Adapun Edi/Melati yang ditempatkan sebagai unggulan dua, kemarin menang atas pasangan Hongkong, Man Tang Chun/Yung Ng Wing, 21-11, 21-7. Berikutnya mereka akan ditantang pasangan Korea Selatan, Jung Jae Wook/Shin Seung Chan.

Di nomor ganda putra, pasangan Arya Maulana/Edi Subaktiar masih bertahan di perempat final. Demikian juga pemain ganda putri ,Melati Daeva Oktavianti/Rosyita Eka Putri Sari.

Adapun di tunggal putra, Panji Akbar masih berkibar. Sementara di tunggal putri masih ada Hanna Ramadhini yang akan melawan pemain Jepang.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hanna : ”Tak menyangka bisa menang dua gim langsung”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 1, 2012


Bulutangkis.com – Hanna Ramadini sukses menundukkan pemain asal China, Qin Jinjing, dalam dua gim langsung, 21-16, 21-14, pada babak keempat World Junior Championships 2012. Dengan hasil ini maka Hanna berhak atas satu tempat di babak perempat final sekaligus menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia.

”Tak menyangka bisa menang dua gim langsung, awalnya saya merasa peluangnya 50:50,” ujar Hanna yang ditemui saat stretching selesai bertanding.

Hanna betul-betul menguasai irama permainan, terutama di gim kedua dimana ia unggul jauh hingga 18-9. Hal ini membuat Qin tampak putus asa karena terlalu jauh untuk mengejar ketertinggalannya.

”Lawan permainannya mirip dengan saya yang banyak mendorong bola ke belakang, mungkin karena ini juga saya lebih mudah menghadapinya. Selain itu posturnya yang tidak terlalu tinggi juga membuat dia tak terlalu berbahaya,” jelas Hanna soal lawannya hari ini.

Insiden Kartu Kuning

Pada kedudukan 17-8 untuk keunggulannya di gim kedua, Hanna tiba-tiba ditegur oleh wasit yang memimpin pertandingan dan memberikannya kartu kuning. Ternyata wasit mendengar telepon genggam Hanna yang berbuyi di tas raketnya.

Hanna yang merasa sudah mengubah pengaturan handphone nya ke menu silent, juga kebingungan. Ternyata yang berbunyi adalah suara adzan yang ia setting di handphone nya untuk mengingatkan waktu shalat.

”Ini kelalaian saya, padahal telepon genggam sudah saya silent, tapi adzan ini ternyata tetap berbunyi,” kata Hanna.

Untungnya insiden ini tak membuyarkan konsentrasi Hanna yang sudah diambang kemenangan. Ia pun melanjutkan pertandingan menyelesaikan gim kedua dengan skor 21-14. (pb-pbsi.org)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Edi Subaktiar : ”Pemain Malaysia tidak seperti China atau Korea”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 1, 2012


Bulutangkis.com – Pasangan ganda putra Arya Maulana Aldiartama/Edi Subaktiar memastikan diri ke babak perempat final World Junior Championships 2012. Unggulan kedua ini menyingkirkan ganda putra Malaysia, Dede Ryan Philip/ Marcel Simon dengan permainan straight game 21-9, 21-16.

“Pemain Malaysia tidak seperti China atau Korea yang memiliki pukulan yang kuat, jadi kami percaya diri bisa mengalahkan mereka,” ujar Edi yang ditemui usai pertandingan.

Arya/Edi yang merupakan juara Asia Junior Championships 2012 ini belum menemukan lawan berarti hingga perjalananya ke perempat final. Pada babak pertama, Arya/Edi mendapat bye. Pada babak kedua, mereka mengalahkan wakil Taiwan, Ko-Chi Chang/Chi-Hung Liao, 21-12, 21-14.

“Di ganda campuran, saya coba main maksimal dulu, tidak mau memikirkan menang-kalah. Semoga bisa menang juga hari ini,” tambah Edi yang di nomor ganda campuran berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Edi/Melati lolos ke babak keempat setelah mengalahkan Asraf B Ishak Muhd/Chong Fui Jin dari Singapura dengan skor 21-13, 21-9. Pada perebutan tempat perempat final yang akan dilangsungkan petang ini, Edi/Melati akan menantang pasangan asal Hongkong, Tang Chun Man/NgWing Yung. (pb-pbsi.org)

Hasil Pertandingan (sementara) siang hari ini (Kamis, 01/11)
Ganda Putri :
– R2: Chisato Hoshi/Ayako Sakuramoto [JPN] vs Shella Devi Aulia/Anggia Shitta Awanda [3/4] [INA] 21-18, 14-21, 21-16.
– R2: Melati Daeva/Rosyita Eka [INA][5/8] vs Chang Ching Hui/Chang Hsin Tien [TPE] 21-10, 21-17.
– R2: Maretha Dea Giovani/Ni Ketut Mahadewi Istirani [INA] vs Chochuwong Pornpawee/Alisa Sapniti [THA] 21-15, 21-12.
Ganda Campuran :
– R3: Alfian Eko/Shella Devi [INA][9/16] vs Pei Tianyi/Huang Dongping [CHN] 21-18, 11-21, 22-20.
– R3: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Maretha Dae Giovani [INA] vs Wang Chi-Lin/Chen Szu Yu [TPE] 21-11, 21-16.
– R3: Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktaviani [2] [INA] vs Asraf B Ishak Muhd/Chong Fui Jin [SIN] 21-13, 21-9.
– R3: Putra Eka/Ni Ketut Mahadewi [INA][9/16] vs Wu Hsiao Lin/Chen Ting Yi [TPE] 21-14, 21-13
Ganda Putra :
– R2: Arya Maulana/Edi Subaktiar [INA][2] vs Chang Ko Chi/Liao Chi Hung [TPE] 21-12, 21-14.
– R2: Hafiz Faisal/Putra Eka Rhoma [INA][1] vs Jeon Hyuk Jin/Seo Seung Jae [KOR] 22-20, 21-16.
– R2: Rafiddias Akhdan N/Kevin Sanjaya S [INA][5/8] vs Rodion Kargaev/Alexandr Zinchenko [RUS] 21-16, 21-10.
– R3: Arya Maulana Aldiartama/Edi Subaktiar [INA-2] vs Dede Ryan Philip/Marcel Simon [MAS] 21-9, 21-16.
– R3: Kim Jae Hwan/Kim Jung Ho [KOR] vs Rafiddias Akhdan Nugroho/Kevin Sanjaya Sukamuljo [INA-5/8] 21-17, 16-21, 24-22.
Tunggal Putra:
– R4: Panji Akbar [INA-9/16] vs Akira Koga [JPN] 12-21, 21-19, 21-19.
Tunggal Putri:
– R4: Nozomi Okuhara [JPN-3/4] vs Rina Andriani [INA] 21-6, 21-9.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Dua Wakil Yang Tersisa di Bitburger

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 1, 2012


Bulutangkis.com – Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan dan Andre Kurniawan Tedjono dua wakil Indonesia yang masih bertahan pada ajang Bitburger SaarLoxLux Open 2012 yang berlangsung di Saarbrucken, Jerman.

Pasangan ganda putra Yoke/Hendra AG menapak ke babak kedua setelah Rabu kemarin (31/10) menyingkirkan pasangan ganda Belgia, Mattijs Dierickx/ Freek Golinski dua game langsung 21-18, 21-18. Hari ini Yoke/ Hendra yang menempati unggulan lima ini akan berhadapan dengan ganda Ukraina, Vitaly Konov/Dmytro Zavadsky yang menyingkirkan ganda Jerman, Till Felsner/ Daniel Muller 21-11, 21-18.

Sayang satu pasangan ganda Indonesia, Indra Bagus Ade Chandra berpasangan dengan rekannya dari Indonesia yang kini berada di bawah bendera Italia, Wisnu Haryo Putro gagal mengikuti langkah Yoke/Hendra AG. Indra/ Wisnu gagal melewati ganda putra Jerman, Fabian Holzer/ Beck Raphael setelah bertarung tiga game dengan skor 21-14, 5-21, 17-21.

Langkah Andre Kurniawan Tedjono menapak babak ketiga setelah menekuk rekannya dari Indonesia yang kini berada di bawah bendera Jerman, Yoga Pratama. Andre meraih kemenangan setelah Yoga tak mampu lagi melanjutkan pertandingan di babak kedua saat kedudukan 21-17, 14-4. Selanjutnya di babak ketiga Andre yang menempati unggulan sebelas akan mendapat tantangan dari pebulutangkis India, Arvind Bhat yang menekuk Matthieu Lo Ying Ping dari Perancis dua game langsung 21-16, 21-9.

Pada turnamen berlevel grand prix gold dengan total hadiah USD 120,000 ini, Indonesia diwakili Millicent Wiranto pada nomor tunggal putri. Sayang langkah Millicent, Runner Up Swiss International Challenge 2012 ini dihentikan pebulutangkis Irlandia, Chloe Magee. Millicent menyerah dalam pertarungan dua game dengan skor 16-21, 18-21. (*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

World Junior Championships : Empat Ganda Campuran Belum Terbendung

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 1, 2012


CHIBA, Kompas.com – Pemain ganda campuran Indonesia belum menemui rintangan berarti pada pertandingan babak kedua turnamen World Junior Championships 2012 di Chiba, Jepang, Rabu (31/10/2012). Semua pasangan melewati pertandingan dengan kemenangan straight game.

Indonesia mengirimkan empat pasang ganda campuran yaitu Alfian Eko Prasetya/Shela Devi Aulia, Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti, Putra Eka Rhoma/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Kevin Sanjaya Sukamulyo/Maretha Dea Giovani.

Kevin/Maretha lebih dulu melangkah ke babak ketiga usai memetik kemenangan atas ganda campuran Kanada, Duncan Yao/Takeisha Wang, 22-20, 21-13. Sementara Alfian/Shela melaju ke babak ketiga dengan menekuk pasangan Thailand, Bowornwatanuwong Phutthaporn/Narissapat Lam, 21-17, 21-14. Menyusul sukses rekan-rekannya, Putra/Ketut juga menang dua game langsung atas Nathan Osborne/Josephine Wu, 21-12, 21-9.

“Hari ini lawannya masih beda kelas, jadi pertandingan ini kami anggap pemanasan dulu. Sehabis tanding kami lanjut latihan lagi. Sepertinya besok kami baru mendapat lawan yang cukup berat,” kata Putra yang merupakan pemain asal klub PB Jaya Raya Jakarta.

Sementara itu, Edi/Melati harus bekerja lebih keras menghadapi lawan pertamanya yang merupakan pasangan tuan rumah, Koshun Miura/Akane Watanabe. Kerja keras Edi/Melati pun terbayar, karena mereka mampu menutup game kedua dan meraih kemenangan dengan skor 23-21, 21-18.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

World Junior Championships : Tersingkir, Thomi Gagal Bertemu “Pembunuh Raksasa”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 1, 2012


CHIBA, Kompas.com – Pemain tunggal putra Thomi Azizan Mahbub gagal mewujudkan ambisinya untuk menghadapi pemain Denmark yang menjadi unggulan utama World Junior Championships 2012, Viktor Axelsen. Pasalnya, pemain PB Djarum Kudus ini sudah tersingkir di babak ketiga event yang berlangsung di Chiba, Jepang, Rabu (31/10/2012), setelah kalah 21-23, 21-14, 20-22 dari pemain India, Pratul Joshi.

Padahal, Thomi punya tekad yang kuat untuk menantang Axelsen, yang punya reputasi mentereng lantaran punya prestasi bagus di level senior karena pernah menaklukkan beberapa pemain top. Berdasarkan hasil undian, jika terus bertahan, Thomi punya kesempatan menantang Axelsen di semifinal.

“Saya penasaran sekali mau melawan Axelsen karena dia salah satu pemain junior yang bagus,” ujar juara Djarum Sirnas Banten Open 2012 ini seperti dikutip dari situs resmi PB PBSI, Selasa (30/10/2012).

Axelsen merupakan pemain muda masa depan Denmark. Pada usianya yang masih masuk kategori U-19, ia sudah mampu bersaing di turnamen senior kelas superseries. Bahkan pada turnamen terakhirnya, Perancis Terbuka Superseries 2012, Axelsen menembus babak final. Pada perjalanannya ke partai puncak, dia menumbangkan sejumlah unggulan seperti Kenichi Tago (Jepang) dan Wang Zhengming (China). Axelsen juga tercatat pernah mengalahkan pemain-pemain senior Indonesia seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Tommy Sugiarto.

Sementara itu, nama Thomi awalnya tidak masuk skuad junior yang akan berlaga. Berhubung Shesar Hiren Rhustavito batal berangkat karena cedera, maka Thomi pun diusulkan untuk menggantikan Shesar dan memperkuat tim Indonesia muda.

Setelah mendapat bye di babak pertama, Thomi tampil impresif di babak kedua setelah pada Selasa (30/10) sore menundukkan pemain Jerman, Lars Schaenzler, dengan skor telak 21-9, 21-9. Sayang, di babak ketiga, pemain yang diunggulkan di posisi 9/16 ini harus mengakui ketangguhan Josh

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

World Junior Championships : Kevin/Maretha Menang Mudah di Babak Pertama

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 31, 2012


CHIBA, Kompas.com – Pasangan ganda campuran Kevin Sanjaya Sukamulyo/Maretha Dea Giovani berhasil melewati rintangan pertama di kejuaraan World Junior Championships 2012, Selasa (30/10/2012). Kevin/Maretha menang mudah atas pasangan Sri Lanka, Vibhvinmadusha Kukulage/Dayarathne Yasmitha Sankapale, dengan dua game 21-10, 21-13.

“Lawan hari ini belum terlalu berat, jadi belum bisa mengukur penampilan kami. Pertandingan hari ini kami gunakan sebagai pemanasan. Semoga babak kedua bisa tampil lebih baik lagi,” ujar Kevin, yang dikutip dari situs resmi PB PBSI.

Kevin/Maretha harus kembali latihan usai bertanding, karena pada pertandingan ini keduanya belum bermain dengan kekuatan penuh. Pasangan ini masih terus berlatih untuk mengasah kemampuan agar lebih kompak di lapangan.

Pada sektor tunggal putri, dua pemain Indonesia lolos ke babak kedua. Rina Andriani dan Setyana Mapasa berhasil menyingkirkan lawan-lawannya di babak pertama. Rina mengalahkan wakil Australia, Jacqueline Guan, 21-13, 21-12, sementara Setyana menundukkan Maria Mitsova dari Bulgaria, lewat permainan tiga game 19-21, 21-8, 21-11.

Sayangnya Ruselli Hartawan terhenti di babak pertama setelah dikalahkan Thu Huyen Le dari Vietnam, dengan skor 17-21, 22-24.

Pada babak pertama ini, pemain Indonesia hanya sebagian saja yang bertanding. Diantaranya pemain tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran. Sejumlah pemain mendapatkan bye di babak pertama dan baru akan bertanding Rabu (31/10).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Alfian Bertekad Pertahankan Gelar Ganda Campuran

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 31, 2012


CHIBA, Kompas.com – Pemain spesialis ganda campuran, Alfian Eko Prasetya, bertekad mempertahankan gelar yang diraihnya di World Junior Championships 2011 lalu. Alfian menyabet gelar juara dunia junior di nomor ganda campuran bersama Gloria Emanuelle Widjaja setelah mengalahkan rekan senegaranya, Ronald Alexander/Tiara Rosalia Nuraidah.

“Target saya ingin mempertahankan gelar juara, meski sekarang tampil bersama partner yang berbeda. Walaupun peluangnya berat, yang penting usaha dulu,” ujar Alfian yang kini menghuni Pelatnas Cipayung, seperti dikutip dari situs resmi PB PBSI, Selasa (30/10/2012).

Pada kejuaraan kali ini, Alfian menggandeng Shela Devi Aulia sebagai partner. Alfian/Shela diunggulkan di tempat ke 9/16. Keduanya mendapat bye di babak pertama, dan pada babak kedua, Rabu (31/10), mereka akan berhadapan dengan pasangan asal Thailand, Bowornwatanuwong Phutthaporn/Narissapat Lam.

“Pada kejuaraan tahun ini, banyak pasangan yang cukup bagus. Lawan yang patut diwaspadai diantaranya dari Korea dan China,” tambah Alfian.

Selain Alfian/Shela, Indonesia memiliki tiga pasangan ganda campuran lainnya. Mereka adalah Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti, Putra Eka Rhoma/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Kevin Sanjaya Sukamulyo/Maretha Dea Giovani.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tantangan Merebut Gelar Kian Berat

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 31, 2012


JAKARTA, KOMPAS.com — Hadirnya para pemain bulu tangkis China membuat tantangan merebut gelar dala, nomor perorangan Kejuaraan Dunia Yunior di Chiba, Jepang, akan lebih berat. Pemain-pemain China sudah menunjukkan keperkasaan dengan menjuarai  nomor beregu mengalahkan Korea Selatan, akhir pekan lalu. Untuk nomor perorangan yang dimulai Selasa (30/10), Indonesia berjuang keras merebut gelar dari sektor ganda. Proyeksi ini berdasarkan hasil kejuaraan yang sama tahun lalu di Taiwan. Ketika itu, Indonesia mendapat satu gelar dari ganda campuran lewat pasangan Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja yang mengalahkan rekan senegaranya Ronald Alexander/Tiara Rosalia Nuraidah.

Namun, situasi sekarang akan berbeda. Tahun lalu, persaingan bisa dibilang tidak ketat karena para pemain China tidak tampil. Absennya mereka di Taiwan tak lepas dari hubungan politik kedua negara. Selain di sektor ganda, Indonesia juga menurunkan sejumlah pemain di nomor tunggal putra dan putri. Di tunggal putra, pemain klub Djarum Kudus, Thomi Azizan Mahbub, menjadi andalan. Pemain berusia 18 tahun ini akan mendapat tantangan berat dengan harus melewati juara dunia 2010 Viktor Axelsen dari Denmark. Jika melihat undian, Thomi berpeluang untuk bertemu Axelsen di babak semifinal.

“Saya memang penasaran sekali mau melawan Axelsen karena dia salah satu pemain junior yang bagus” ujar juara Djarum Sirnas Banten Open 2012 ini, seperti dikutip situs PBSI. Axelsen merupakan pemain muda masa depan Denmark. Pada usianya yang masih masuk kategori U19, ia sudah mampu bersaing dalam turnamen senior kelas super series. Bahkan, pada turnamen terakhirnya, Frech Super Series 2012, ia menembus babak final.

Pada perjalanannya ke final, Axelsen menumbangkan sejumlah unggulan seperti Kenichi Tago (Jepang) dan Wang Zhengming (China). Axelsen juga tercatat pernah mengalahkan pemain-pemain senior Indonesia seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Tommy Sugiarto. Sementara itu, nama Thomi awalnya tidak masuk skuad junior yang akan berlaga. Berhubung Shesar Hiren Rhustavito batal berangkat karena cedera, Thomi pun diusulkan untuk menggantikan Shesar dan memperkuat tim Indonesia muda.

Meski demikian, Thomi tampak bersungguh-sungguh mengikuti turnamen paling bergengsi di level junior ini. Terbukti ia mampu melewati pertandingan pertamanya dengan tampil mengesankan. Thomi memastikan diri lolos ke babak ketiga setelah Selasa sore menundukkan Lars Schaenzler asal Jerman dengan skor telak, 21-9, 21-9. Diunggulkan di posisi 9/16, Thomi mendapat bye di babak pertama. Pada babak ketiga Rabu ini, Thomi sudah ditunggu wakil dari India, Pratul Joshi. Pada hari Selasa ini, hanya pemain tunggal putri Mapasa Setyana yang tersingkir. Dia dikalahkan pemain Jepang Aya Ohori 5-21, 5-21.

Editor :
Tjahja Gunawan Diredja

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sigit Budiarto : ”Tingkatkan kekuatan, kecepatan dan pengalaman tanding”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 31, 2012


Bulutangkis.com – Kekalahan atas tim Korea 0-3 membuat Indonesia gagal meraih tempat ketiga di kejuaraan beregu campuran World Junior Championships 2012. Indonesia harus puas di tempat keempat, akan tetapi pencapaian ini lebih baik dari hasil tahun lalu dimana Indonesia berada di posisi ketujuh.

“Yang saya lihat, anak-anak sudah berjuang maksimal, ini yang penting. Kalau usaha saja tidak, susah untuk mengevaluasinya. Mereka sudah memberikan kemampuan terbaiknya, namun apa dikata, memang lawannya lebih baik,” kata Sigit Budiarto, pelatih ganda putra yang mendampingi tim junior ke Jepang.

Kekalahan atas tim Korea dinilai Sigit sebagai sebuah pelajaran bahwa masih banyak yang mesti dibenahi oleh pasukan junior Indonesia. Meskipun demikian, Sigit mengungkapkan bahwa secara teknik, Indonesia tak kalah dari negara lain.

“Mereka ini adalah harapan Indonesia di masa depan, kalau mau berhasil ya harus giat lagi latihannya. Lawan di kejuaraan ini adalah bakal lawan mereka nantinya, pelajari apa yang masih kurang dari penampilan sekarang. Kalau menurut penilaian saya, kita harus meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan pengalaman bertanding,” ujar juara All England 2003 ini.

Indonesia lolos dari babak penyisihan grup dengan membekukan kemenangan mutlak 5-0 atas tim Kanada, Irlandia dan Belanda. Tiket semifinal diraih tim junior Merah Putih dengan menyingkirkan juara bertahan, Malaysia, dengan skor 3-1. Langkah Indonesia dihentikan oleh China di semifinal. Tim unggulan kedua ini mengalahkan Indonesia dengan skor 3-1. (pbsi)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: