SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    July 2016
    M T W T F S S
    « Jun    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,698 other followers

Archive for the ‘Teknik dan Latihan Bulutangkis’ Category

Kota Deltamas Single Challenge 2012

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 6, 2012


KEJUARAAN BADMINTON KOTA DELTAMAS SINGLE CHALLENGE 2012

Kejuaraan Badminton perorangan antar klub dan umum, Kota Deltamas Single Challenge 2012 yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2012 s/d 14 Desember 2012

Tempat :
Smash Hall Deltamas Sport Center
Kota Deltamas Cikarang Jl. Tol Jakarta – Cikampek KM 37 Cikarang
Telp. (021)50172233

Kelompok yang dipertandingkan & Biaya pendaftaran :

  1. Tunggal Dini Putra & Putri Usia 0 s/d 10 tahun Rp. 75.000,-
  2. Tunggal Anak – anak Putra & Putri Usia 11 s/d 12 tahun Rp. 75.000,-
  3. Tunggal Pemula Putra & Putri Usia 13 s/d 14 tahun Rp. 75.000,-
  4. Tunggal Remaja Putra & Putri Usia 15 s/d 16 tahun Rp. 75.000,-

Syarat – syarat pendaftaran :

  • Membayar biaya pendaftaran (biaya pendaftaran dapat ditransfer ke Rek Bank Sinarmas a/n Hermawan Susanto No Rek : 0026313098)
  • Formulir pendaftaran (via Fax : 021.8502244)
  • Fotocopy Akte kelahiran

TOTAL HADIAH PULUHAN JUTA RUPIAH + SPONSOR
Pendaftaran mulai 1 November 2012 s/d 3 Desember 2012, Pukul 08.00 – 19.00 WIB
Technical Meeting & Undian : Kamis, 6 Desember 2012 Pukul 15.00 WIB
Manager Meeting : Senin, 10 Desember 2012 Pukul 14.00 WIB
Tempat : Lobby Smash Hall Deltamas Sport Center

Informasi & Pendaftaran :

  1. Hermawan Susanto : 087880824922, Fax : (021) 8502244
  2. Jerry Yulanto : (021) 89970040, Mobile: 085742222211
  3. Deltamas Sport Center : (021) 50172233 Up. Nadi / Karman

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Kejuaraan, Pengumuman, Smash, Teknik dan Latihan Bulutangkis, Turnamen | Leave a Comment »

PROGRAM AUDISI UMUM ATLET PB DJARUM 2012

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 6, 2012


Pendaftaran program Audisi Umum Atlet PB Djarum dapat dilakukan dengan mengisi formulir pendaftaran secara online atau formulir dapat didownload dan dikirimkan melaui surat, fax, email maupun dibawa secara langsung ke GOR Djarum, Jati, Kudus. Persyaratan dan berkas pendaftaran yang harus disertakan adalah sebagai berikut :

Tempat Audisi Umum Atlet PB Djarum

GOR Bulutangkis Djarum, Jati-Kudus  Jl. Raya Kudus – Purwodadi KM 0,3 (Depan Rumah Sakit Mardi Rahayu) – Kudus Telepon : 0291 – 430 237  Fax : 0291 – 437 058
Email    : recruitment@pbdjarum.org
Kontak  : Eddy Prayitno, Yudi Yudono

Pendaftaran Audisi Umum Atlet PB Djarum 2012 Klik disini Atau Download Formulir Pendaftaran Audisi Umum Atlet PB Djarum 2012 Klik disini

Keputusan final ada di dewan pelatih dibawah koordinasi ketua dewan pelatih, jumlah dewan pelatih ada sekitar 10-15 pelatih PB Djarum yang mempunyai kompetensi tinggi di bidang bulutangkis. Hasil keputusan tidak dapat diganggu gugat dan bebas intervensi siapapun.

Pendaftaran sampai dengan penerimaan atlet tidak dipungut biaya apapun. Info lengkap klik http://www.pbdjarum.org/klub/beasiswabulutangkis

Jadwal Pelaksanaan Audisi Umum :

Jumat, 6 Juli 2012
pukul 08.00 WIB s/d selesai
    • Penjelasan umum kepada para peserta audisi.
    • Tes Tahap 1:
      Peserta akan diberikan waktu bermain bulutangkis selama 10-15 menit. Tujuan tes tahap 1 adalah untuk mengetahui teknik dasar bermain bulutangkis dengan postur tubuh calon atlet tersebut. Bila lolos tahap 1 akan maju ke tahap 2. (Pengumuman dilakukan satu jam setelah proses tes tahap 1 selesai).
Sabtu, 7 Juli 2012
pukul 08.00 WIB s/d selesai
    • Tes Tahap 2 :
      Peserta akan diberikan waktu bermain bulutangkis selama 20 menit. Tujuan tes tahap 2 sama seperti dalam tahap 1 ditambah dengan pukulan- pukulan yang bisa mengontrol lawan atau bisa menyulitkan lawan. Bila lolos tahap 2 akan maju ke tahap 3 (Pengumuman dilakukan satu jam setelah proses tes tahap 2 selesai).
    • Tes Tahap 3 :
      Peserta akan bermain bulutangkis penuh sebanyak 2 kali dengan lawan berbeda. Tujuannya sama seperti tahap 1 dan 2 ditambah bagaimana daya juang peserta di lapangan, penerapan strategi bertanding, dan cara mengatasi kesulitan di lapangan.
Minggu, 8 Juli 2012
pukul 08.00 s/d 12.00 WIB
    • Tes Tahap 4 :
      Semua peserta yang lolos pada tes tahap 3 akan melanjutkan ke tes tahap 4 yaitu tes fisik.
    • Pengumuman hasil final tes tahap 3 dan 4 akan dilakukan satu jam setelah tahap ini selesai.
    • Bagi peserta yang lolos akan masuk ke tahap karantina selama seminggu.
    • Selama dalam masa karantina, PB Djarum menanggung akomodasi dan konsumsi. Peserta diwajibkan mengikuti segala tata tertib peraturan yang ditetapkan oleh PB Djarum.
    • Pengumuman hasil tahap karantina dikirim melalui telepon/email/surat paling lambat seminggu setelah selesainya tahap karantina ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Candra Wijaya, Djarum, Facebook, Kejuaraan, Smash, Teknik dan Latihan Bulutangkis, Turnamen, Yonex | 7 Comments »

6 Langkah mudah mencegah cidera bermain bulutangkis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 10, 2009


Bulutangkis termasuk permainan yang dibatasi net artinya tidak ada kontak tubuh dengan lawan secara langsung, tetapi tetap saja kemungkinan cidera pasti akan terjadi jika tidak diperhatikan baik dari faktor dalam maupun luar. Tips bulutangkis berikut adalah mengajarkan kita bagaimana mencegah cidera bermain bulutangkis.

1. Pemanasan (Warming up)
Tips menghindari cidera yang pertama sama seperti permainan lain, yaitu melakukan pemanasan secukupnya sebelum memulai permainan bulutangkis karena dengan melakukan pemanasan otot-otok tubuh kita akan lebih siap melakukan aktifitas lanjut yang lebih berat. Bulutangkis menuntut kita untuk menggerakkan seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tumit, tangan, jari, lengan, pergelangan tangan sampai pinggang. Jadi kita harus melakukan pemanasan secukupnya sebelum memulai permainan. Ingat jangan pernah lupa melakukan pemanasan sebelum memulai bermain bulutangkis. Lakukan pemanasan minimal 15 Menit, otot Anda akan lebih siap.

2. Sepatu Bulutangkis (Wear)
Kenakan sepatu bulutangkis yang memiliki permukaan tapak dengan bahan karet karena akan lebih kuat menempel di lapangan. Jangan mengenakan sepatu jogging biasanya dari bahan karbon sintetik untuk bulutangkis karena bisa membuat Anda terpeleset. Pakailah sepatu yang cocok untuk ukuran kaki Anda, terlalu sempit menyebabkan tumit atau jari kaki sakit, terlalu longgar tidak bisa menyebabkan keseleo atau cidera.

3. Kondisi Lapangan Bulutangkis (Course Condition)
Perhatikan kondisi lapangan bulutangkis yang Anda mainkan. Lapangan bulu tangkis bisa terbuat dari kayu, karpet, semen. jika dari kayu dan karpet biasanya air atau keringat bisa membuat Anda terpeleset, jika dari semen biasanya pasir atau kerikil. Jaga kebersihan lapangan, yakinkan lapangan Anda bebas dari air, keringat dan pasir.

4. Gerakan tubuh
Bulutangkis membutuhkan irama gerakan tubuh dengan kecepatan yang tinggi apalagi Anda mengejar shuttlecock yang dropshot, lalu rely dan saling bergantian. sedikit kesalahan gerakan anggota tubuh bisa menyebabkan cidera terutama pinggang, lutut dan paha. Jadi gerakan harus santai dan pemanasan juga sangat membantu.

5. Permainan Ganda. Hati-hati dengan raket teman Anda
Permainan ganda dalam bulutangkis bisa menyebabkan cidera karena kena pukulan raket dari teman satu tim. Bagi pemain profesional ini kemungkinan kecil sekali terjadi, tapi bagi yang amatir dan belum berpasangan sebelumnya hati-hati ya. Masih ada teman di lapangan
Baca gerakan teman Anda, beri aba-aba untuk memberitahu teman Anda bahwa Anda yang akan membalikan shuttlecock.

6. Peregangan (Streching)
Peregangan ini sangat penting seusai bermain bulutangkis. Selesai bermain regangkan kaki Anda, duduk di lantai dengan posisi kaki lurus sejajar dengan lantai. Lemaskan otot terutama bagian kaki dengan memijat-mijat kecil bagian paha dan betis. Jangan duduk bersila atau menekuk kaki Anda karena bisa menghambat pembuluh darah setelah beraktifitas peredaran darah yang bergerak cepat. Jika salah posisi kadang bisa menyebabkan keram.

Dengan adanya tips di atas, mudah-mudahan bisa membantu Anda menghindari cidera saat bermain bulu tangkis.

Sumber: Bulu-Tangkis

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | Leave a Comment »

Bagaimana melatih langkah kaki (Footwork) Anda bermain bulutangkis ?

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 10, 2009


Dalam permainan bulutangkis salah satu unsur yang paling penting adalah langkah kaki (Footwork). Sebaik apapun smash Anda akan percuma jika tidak dibarengi langkah kaki yang bagus di lapangan. Langkah kaki (footwork) yang efektif dan efisien akan mempermudah Anda bergerak di lapangan, stamina dan tenaga yang diperlukan akan lebih kecil. Bayangkan jika Anda mondar-mandir lari setengah lapangan badminton yang berukuran 88×99m2 dan berusaha mengembalikan shuttlecock yang meluncur cepat, bisa kebayang dalam 15 menit pasti sudah ngos-ngosan.

Berikut adalah tips latihan langkah kaki (footwork) untuk permainan tunggal dengan menggunakan tangan kanan : Mulai dari posisi tengah dengan gerakan dancing. Untuk membalikan shuttlecock dropshot backhand, langkah kecil kaki kiri kemudian diikuti langkah besar kaki kanan pada posisi backhand. Selesai membalikkan shuttlecock, balik ke posisi awal dengan langkah kaki kanan ke belakang diikuti langkah kaki kiri. Lutut agak ditekuk untuk mendapatkan kekuatan kaki. Jaga gerakan dancing sambil menunggu shuttlecock.

Untuk membalikkan shuttlecock dropshot pada posisi forehand. Jaga gerakan dancing dimulai dengan langkah kecil kaki kiri dan diikuti langkah besar kaki kanan, usahakan lutut agak ditekuk untuk mendapatkan kekuatan kaki, setelah itu balik ke posisi center dengan langkah kaki kanan kemudian diikuti langkah kaki kecil.

Membalikkan shuttlecock yang long pada posisi backhand. Jaga gerakan dancing kemudian langkah kaki kanan ke sebelah kiri dengan posisi kaki kanan menyilang dan punggung menghadap ke net. Selesai mengembalikan shuttlecock balik ke posisi center dengan langkah kaki kanan ke posisi semula.

Jika shuttlecock jatuh pada posisi long di sebelah forehand, langkah kaki kanan sesuai dengan jarak yang bisa dijangkau kemudian kembali ke posisi center, sambil menunggu shuttlecock yang dibalikkan lawan.

Yang perlu diperhatikan adalah start point di lapangan yaitu center point atau tengah lapangan setiap mengembalikan shuttlecock yang dropshot atau belakang Anda berusaha untuk balik lagi ke titik tersebut sambil menunggu shuttlecock dibalikin lawan Anda. Usahakan gerakan dancing tetap terjaga supaya ada kecepatan awal bagi tubuh untuk bergerak.

Tips footwork di atas hanya sebagai referensi untuk melatih langkah kaki Anda karena gerakan tersebut cukup efisien tapi bukan mutlak. Kemungkinan Anda bisa menemukan gerakan yang lebih bagus dan efisien dengan cara Anda sendiri.

Intinya adalah lakukan langkah kaki (footwork) sesuai dengan irama permainan Anda, temukan sendiri langkah yang paling efektif dan efisien berdasarkan permainan karena postur tubuh tiap pemain adalah berbeda-beda seperti tinggi badan, bentuk tulang, dan keseimbangan badan juga beda. Bahkan ada pebulutangkis juara dunia yang memiliki langkah kaki yang tidak beraturan.

Langkah kaki (Footwork) ini kelihatan gampang tapi untuk melatihnya kadang memerlukan waktu yang lama.

Sumber:  Bulu-Tangkis

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | 1 Comment »

Cara memasang senar raket (Stringing Racquets Instructions)

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 7, 2009


Stringing Racquets Instructions
altSubject
NS9000X, NS9000S
Mains
Start from top centre, keep on stringing until B9 ( skip A7, A9 & A11 ) . Go through B12, directly to A16, and then straight to A14, down to B10 and tie off at B8. ( Opposite side : the same procedure )
Cross
Make a knot at b6 and start crosses from b9. Keep on stringing until A7 ( skip a12 & a10 ), then directly to A5 and tie off.

altSubject
ARC10, ARC9, ARC7, NS9900, NS8000, NS7000, AT900, AT600
Mains
Start from top centre, keep on stringing until B9 ( skip A8 & A10 ). Go through B12, directly to A15 , and then straight to A13, down to B10 and tie off at B8. ( Opposite side : the same procedure )
Cross
Make a knot at b6 and start crosses from b9. Keep on stringing until A8 (skip A11 & A9) , then directly to A5 and tie off.

altSubject
Other Racquets
Mains
Start from top centre, keep on stringing until B9. Go through B12, directly to A11, and then straight to A10, down to B10 and tie off at B8.
(Opposite side : the same procedure )
Cross
Make a knot at B6 and start crosses from B9. Keep on stringing until A7, skip A6 and tie off at A5.

alt

Bagi teman-teman yang suka dan mau tahu cara menyenar raket, inilah petunjuk yang bagus untuk di ikuti, selamat mencoba!! [Source : YONEX.COM]

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | 1 Comment »

TEKNIK MEMUKUL BOLA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 4, 2009


Beberapa panduan untuk memukul bola bulutangkis dengan enak :

1. Pukullah bola ketika masih berada di depan kita, bukan ketika bola berada di atas bahkan di belakang kita. Memukul bola ketika masih berada di depan kita akan membuat energi yang terdorong ke bola menjadi lebih besar. Kita pun juga bisa dengan lebih mudah mengontrol posisi pengembalian bola. Ketika bola sudah berada di atas bahkan di belakang kita, jika tenaga kita tidak cukup, maka bola akan memelanting ke atas secara hiperbola, dan biasanya akan menjadi sasaran empuk lawan untuk mensmes keras.

2. Biasakan mengangkat raket (posisi raket siap menerima bola) ketika mau menerima bola, sehingga ketika kita mau memukul bola, kita bisa menghemat sepersekian detik yang akan terbuang untuk mengangkat raket dari posisi “santai” ke posisi memukul bola. Dengan menghemat waktu tersebut, kita bisa melakukan hal no. 1 di atas dengan lebih baik. Selain itu, mengangkat raket juga terkadang berguna untuk membantu refleks Anda ketika lawan mengembalikan bola dengan cepat (yang sulit dikembalikan bila raket Anda tidak dalam posisi ’siap siaga’).

3. Ketika bola sudah dikembalikan oleh lawan, ikuti jalannya bola dengan kepala raket (ini kegunaan lain dari kebiasaan no. 2 di atas). Dengan mengikuti jalannya bola, Anda akan lebih akurat dalam menerima bola dan kontrol pengembalian bola juga lebih enak.

4. Terakhir tetapi yang terpenting, bergeraklah dengan gesit. Setelah memukul bola, langsung kembalilah ke posisi dimana Anda seharusnya bersiaga (biasanya di titik tengah) dan bersiaga untuk menerima pengembalian bola. Latihan Gerak Kaki (footwork) sangat berguna untuk hal ini, karena jika Anda sudah sampai duluan di lokasi bola dikembalikan oleh lawan, maka Anda punya pilihan lebih enak dalam hal bagaimana Anda ingin bola tersebut dikembalikan ke lawan (sempat berpikir secara proaktif, tidak hanya reaktif menerima saja).

Latihan untuk cepat menguasai pemukulan bola tepat di kepala raket:

1. Seperti yang biasa dilakukan oleh anak-anak, lambungkan kok dengan raket Anda secara vertikal. Jika Anda masih pemula, pukullah pelan-pelan saja, tidak perlu terlalu tinggi-tinggi. Jika sudah dapat mengontrol dengan baik, tingkatkan ketinggian bola yang Anda pukul. Usahakan lengan untuk lurus (tidak ditekuk dan terlalu dekat dengan badan). Jika Anda sering melakukan hal ini, badan Anda akan menghafal titik tepat pemukulan bola pada raket Anda.

2. Berlatih memukulkan kok ke tembok. Mulailah dengan tembok luas dan tinggi yang mulus. Pukulkan kok ke arahnya dengan gaya drive (datar, bukan vertikal ke atas) yang (cukup) keras. Awalnya akan terasa sulit, tetapi lama-lama Anda akan mulai terbiasa dan hasilnya adalah badan Anda akan memiliki refleks yang baik dalam menerima bola-bola tak terduga. Jika Anda ingin tantangan lebih, dapat melakukan hal ini di tembok tidak rata.

Selain itu, setelah memukul bola, langsung rilekskan lengan dengan meneruskan alur gerak tangan setelah memukul. Cara ini dapat mengurangi kemungkinan kejut otot/urat.

Selamat mencoba

(dikutip dari http://bulutangkis.wordpress.com/)

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | Leave a Comment »

RAHASIA TARIKAN SENAR

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 1, 2009


Rahasia tarikan senar-1
Pertama-tama anda harus menentukan jenis senar yang akan anda gunakan, simple-nya senar tebal untuk power player, senar tipis untuk control player. Trus, gimana anda tahu anda termasuk power player atau control player? Suruh teman anda mengamati saat anda lagi main. Jangan anda sendiri yang menentukan, mengapa? Karena kebanyakan mereka memikirkan apa yang mereka inginkan (cth: saya ingin jadi smasher ulung) dan bukan kenyataannya di lapangan (cth: kenyataannya jarang melakukan smash dan selalu drop shot melulu). Contoh beberapa senar untuk power player adalah bg-65, 95, 65ti, ashaway ML, R4×300, dll Contoh beberapa senar untuk control player adalah bg-66, 68ti, 85, asahaway MP, R4×100/200, gosen pro-66, dll.

Pedoman umum mengenai tarikan senar: Semakin kencang tarikan, power menurun (dalam batas tertentu), control meningkat Semakin longgar tarikan, power meningkat (dalam batas tertentu), control menurun Asumsi di atas berlaku di range tarikan 18 s/d 35 lbs (maksimum yg saya tahu sampai saat ini belum ada pemain pro yg lebih dari 35lbs). Apakah hal ini berarti 18 lbs memberikan power yang paling maksimal? Jawabnya tidak, maksimal power tiap pemain berbeda-beda. Semakin tinggi kekuatan ayunan pukulannya, maksimal power diperoleh dari tarikan yang lebih tinggi (dalam batas tertentu). Batas tertentu inilah yang menjadi pencarian para pemain terutama pemain pemula. Itulah sebabnya saya bilang tarikan senar tiap pemain tidaklah sama, dan salah satunya tergantung dari kekuatan ayunan pukulan.

Rahasia tarikan senar-2
Hal ini khusus buat yang awam mengenai tarikan senar, karena yang pro udah ngerti mengenai yang beginian. Jadi dipraktekkan aja tanpa banyak pertanyaan, karena semakin anda bertanya, semakin anda jadi bingung sendiri. Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Cari sparing partner 1 orang, main setengah lapangan single.
2. Anda harus berdiri di garis baseline paling belakang, pukul cock menggunakan 75% tenaga dengan teknik clear to baseline.
3. Lihat hasil akhirnya, apakah cock jatuh di antara 2 garis baseline? Ulangi selama kurang lebih 5-6 kali percobaan. Bila out berarti tarikan anda kurang tinggi, dan bila tidak sampai garis baseline depan berarti tarikan anda terlalu tinggi (alias ketinggian).
4. Sekarang anda lakukan hal yang sama tapi kali ini dengan kekuatan ayunan pukulan 100% tenaga.
5. Lihat hasil akhirnya, apakah cock jatuhnya out lebih dari 20 cm di belakang garis baseline? Ulangi selama 5-6 kali percobaan. Apabila tidak sampai out lebih dari 20cm, maka tarikan anda terlalu tinggi, dan harus dikurangi.
6. Jika hasil no. 3 dan 4 sudah sesuai dengan prosentase lebih dari 80% berarti anda sudah menemukan tarikan yang cocok buat anda. Setelah anda menemukan angka tarikan (string tension) yang ideal untuk anda, coba anda rasakan apakah ada peningkatan dalam permainan anda. Sekian dan semoga bermanfaat.

Prinsip Dasarnya adalah:
Tarikan Kencang = Semakin enak buat kontrol
Tarikan Rendah = Semakin Powerfull

Selamat mencoba….

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | 3 Comments »

PSIKOLOGI OLAHRAGA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 1, 2009


A. Pengertian Psikologi Olahraga

1. Apakah Psikologi Olahraga?

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.

Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang olahraga yang lalu dikenal sebagai psikologi olahraga. Penerapan psikologi ke dalam bidang olahraga ini adalah untuk membantu agar bakat olahraga yang ada dalam diri seseorang dapat dikembangkan sebaik-baiknya tanpa adanya hambatan dan factor-faktor yang ada dalam kepribadiannya. Dengan kata lain, tujuan umum dari psikologi olahraga adalah untuk membantu seseorang agar dapat menampilkan prestasi optimal, yang lebih baik dari sebelumnya.

2. Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan dalam Olahraga?

Meningkatnya stres dalam pertandingan dapat menyebabkan atlet bereaksi secara negatif, baik dalam hal fisik maupun psikis, sehingga kemampuan olahraganya menurun. Mereka dapat menjadi tegang. denyut nadi meningkat, berkeringat dingin, cemas akan hasil pertandingannya, dan mereka merasakan sulit berkonsentrasi. Keadaan ini seringkali menyebabkan para atlet tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Para pelatih pun menaruh minat terhadap bidang psikologi olahraga, khususnya dalam pengendalian stres.

Psikologi olahraga juga diperlukan agar atlet berpikir mengenai. mengapa mereka berolahraga dan apa yang ingin mereka capai? Sekali tujuannya diketahui, latihan-latihan ketrampilan psikologis dapat menolong tercapainya tujuan tersebut.

3. Bagaimanakah Psikologi Olahraga Dapat Membantu Atlet Agar Memiliki Mental yang Tangguh?

Mental yang tegar, sama halnya dengan teknik dan fisik, akan didapat melalui latihan yang terencana, teratur, dan sistematis. Dalam membina aspek psikis atau mental atlet, pertama-tama perlu disadari bahwa setiap atlet harus dipandang secara individual, yang satu berbeda dengan yang lainnya. Untuk membantu mengenal profil setiap atlet, dapat dilakukan pemeriksaan psikologis, yang biasa dikenal dengan “psikotes”, dengan bantuan psikometri.

Profil psikologis atlet biasanya berupa gambaran kepnbadian secara umum, potensi intelektual. dan fungsi daya pikimya yang dihubungkan dengan olahraga. Profil atlet pada umumnya tidak berubah banyak dari waktu ke waktu. Oleh karenanya, orang sering beranggapan bahwa calon atlet berbakat dapat ditelusun semata-mata dari profil psikologisnya. Anggapan semacam ini keliru, karena gambaran psikologis seseorang tidak menjamin keberhasilan atau kegagalannya dalam prestasi olahraga, karena banyak sekali faktor lain yang mempengaruhinya. Beberapa aspek psikologis dapat diperbaiki melalui latihan ketrampilan psikologis (diuraikan kemudian) yang terencana dan sistematis, yang pelaksanaannya sangat tergantung dari komitmen si atlet terhadap program tersebut.

B. Aspek-aspek Psikologis yang berperan dalam Olahraga

Pengaruh faktor psikologis pada atlet akan terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding. Berikut ini akan diuraikan beberapa masalah psikologis yang paling sering timbul di kalangan olahraga, khususnya dalam kaitannya dengan pertandingan dan masa latihan.

1. Berpikir Positif

Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Berpikir positif merupakan modal utama untuk dapat memiliki ketrampilan psikologis atau mental yang tangguh.

Pikiran positif akan diikuti dengan tindakan dan perkataan positif pula, karena pikiran akan menuntun tindakan. Sebagai contoh, jika dalam bermain bulutangkis terlintas pikiran negatif seperti, “takut salah, takut out, takut bola pukulannya tanggung” dan sebagainya, maka kemungkinan terjadi akan lebih besar. Karena itu cobalah dan biasakan untuk selalu berpikir positif, hindari yang negatif. Demikian juga dalam memberikan instruksi kepada atlet. Daripada mengatakan: “Kamu ini susah sekali sih diajarnya…, salah terus…! Awas, jangan berhenti sebelum bisa!”, lebih baik mengatakannya dengan cara yang positif walaupun maksudnya sama: “Ayo, coba lagi pelan-pelan, kamu pasti bisa melakukannya. Perhatikan, tangannya, begini… langkahnya, ke sini… kena bolanya, di sini… ayo dicoba”.

Sebagai pelatih, tunjukkan Anda percaya bahwa atlet Anda memiliki peluang untuk dapat berprestasi baik. Cemooh, celaan, dan kritik yang pedas yang tidak pada tempatnya, justru akan membuat atlet bereaksi negatif dan berakibat akan menurunkan motivasi yang diikuti dengan penurunan prestasi.

2. Penetapan Sasaran

Penetapan sasaran (goal setting) merupakan dasar dan latihan mental. Pelatih perlu membantu setiap atletnya untuk menetapkan sasaran, baik sasaran dalam latihan maupun dalam pertandingan. Sasaran tersebut mulai dan sasaran jangka panjang, menengah, sampai sasaran jangka pendek yang lebih spesifik.

Untuk menetapkan sasaran, ada tiga syarat yang perlu diingat agar sasaran itu bermanfaat, yaitu:

a. Sasaran harus menantang.

Sasaran yang ditentukan harus sedemikan rupa, sehingga atlet merasa tertantang untuk dapat mencapai sasaran tersebut.

b. Sasaran harus dapat dicapai.

Buatlah sasaran itu cukup tinggi, akan tetapi tidak terlalu tinggi. Atlet harus merasa bahwa sasaran yang ditetapkan itu dapat tercapai jika ia berusaha keras. Jika sasaran terlalu tinggi, sehingga atlet merasa mustahil dapat mencapainya, maka motivasi berlatihnya akan menurun. Demikian pula, jika sasaran tersebut terlalu mudah untuk dapat dicapai, maka atlet merasa tidak perlu berlatih keras karena ia akan dapat mencapai sasaran tersebut.

c. Sasaran harus meningkat.

Mulai dari sasaran yang relatif rendah, kemudian buatlah sasaran tersebut makin lama makin tinggi, semakin sulit tercapainya jika atlet tidak berlatih keras. Dalam setiap latihanpun biasakanlah selalu ada sasaran yang harus dicapai. Dan target yang bersifat umum, lalu uraikan lagi secara lebih spesifik. Dan target untuk suatu kompetisi jangka panjang, uraikan menjadi target atau sasaran jangka pendek, sampai target untuk setiap latihan. Sasaran yang ditetapkan tersebut, hendaknya juga ditetapkan kapan harus tercapainya, dan bagaimana pula cara mengukumya atau apa ukurannya secara objektif. Sedapat mungkin, buatkan grafik pencapaian sasaran tersebut agar terlihat jelas arah dan peningkatannya.

3. Motivasi

Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.

Ditinjau dari fungsi diri seseorang, motivasi dapat dibedakan antara motivasi yang berasal dan luar (ekstrinsik) dan motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik). Dengan pendekatan psikologis diharapkan atlet dalam setiap penampilannya dapat memperlihatkan motivasi yang kuat untuk bermain sebaik-baiknya, sehingga dapat memenangkan pertandingan.

Motivasi yang baik tidak mendasarkan dorongannya pada faktor ekstrinsik seperti hadiah atau penghargaan dalam bentuk materi. Akan tetapi motivasi yang baik, kuat, dan lebih lama menetap adalah faktor intrinsik yang mendasarkan pada keinginan pribadi yang lebih mengutamakan prestasi untuk mencapai kepuasan diri daripada hal-hal yang material.

Untuk mengembangkan motivasi intrinsik ini, peran pelatih dan orangtua sangat besar. Pelatih perlu melakukan pendekatan dan menumbuhkan kepercayaan diri pada atlet secara positif. Ajarkan atlet untuk dapat menghargai diri sendiri, oleh karena itu, pelatih harus memperlihatkan bahwa ia menghargai hasil kerja atlet secara konsekuen.

4. Emosi

Faktor-faktor emosi dalam diri atlet menyangkut sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri sendiri, pelatih maupun hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi dikenal sebagai perasaan seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan sebagainya. Bentuk-bentuk emosi tersebut terdapat pada setiap orang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri.

Pengendalian emosi dalam pertandingan olahraga seringkali menjadi faktor penentu kemenangan. Para pelatih harus mengetahui dengan jelas bagaimana gejolak emosi atlet asuhannya, bukan saja dalam pertandingan tetapi juga dalam latihan dan kehidupan sehari-hari. Pelatih perlu tahu kapan dan hal apa saja yang dapat membuat atletnya marah, senang, sedih, takut, dan sebagainya. Dengan demikian pelatih perlu juga mencari data-data untuk mengendalikan emosi para atlet asuhannya. yang tentu saja akan berbeda antara atlet yang satu dengan atlet lainnya.

Gejolak emosi dapat mengganggu keseimbangan psikofisiologis seperti gemetar, sakit perut, kejang otot, dan sebagainya. Dengan terganggunya keseimbangan fisiologis maka konsentrasi pun akan terganggu, sehingga atlet tidak dapat tampil maksimal. Seringkali seorang atlet mengalami ketegangan yang memuncak hanya beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Demikian hebatnya ketegangan tersebut sampai ia tidak dapat melakukan awalan dengan baik. Apalagi jika lawannya dapat menekan dan penonton pun tidak berpihak padanya, maka dapat dibayangkan atlet tersebut tidak akan dapat bermain baik. Konsentrasinya akan buyar, strategi yang sudah disiapkan tidak dapat dijalankan, bahkan ia tidak tahu harus berbuat apa.

Disinilah perlunya dipelajari cara-cara mengatasi ketegangan (stress mana- gement). Sebelum pelatih mencoba mengatasi ketegangan atletnya. terlebih dulu harus diketahui sumber-sumber ketegangan tersebut. Untuk mengetahuinya, diperlukan adanya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atlet. Berikut ini dijelaskan secara terpisah mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan emosi.

5. Kecemasan dan Ketegangan

Kecemasan biasanya berhubungan dengan perasaan takut akan kehilangan sesuatu, kegagalan, rasa salah, takut mengecewakan orang lain, dan perasaan tidak enak lainnya. Kecemasan-kecemasan tersebut membuat atlet menjadi tegang, sehingga bila ia terjun ke dalam pertandingan maka dapat dipastikan penampilannya tidak akan optimal. Untuk itu, telah banyak diketahui berbagai teknik untuk mengatasi kecemasan dan ketegangan yang penggunaannya tergantung dari macam kecemasannya.

Sebagai usaha untuk dapat mengatasi ketegangan dan kecemasan, khususnya dalam menghadapi pertandingan, lakukanlah beberapa teknik berikut ini :

a. Identifikasikan dan temukan sumber utama dan permasalahan yang menimbulkan kecemasan.
b. Lakukan latihan simulasi, yaitu latihan di bawah kondisi seperti dalam pertandingan sesungguhnya.
c. Usahakan untuk mengingat, memikirkan dan merasakan kembali saat-saat ketika mencapai penampilan paling baik atau paling mengesankan.
d. Lakukan latihan relaksasi progresif, yaitu melakukan peregangan alau pengendoran otot-otot tertentu secara sistematis dalam waktu tertentu.
e. Lakukan latihan otogenik, yaitu bentuk latihan relaksasi yang secara sistematis memikirkan dan merasakan bagian-bagian tubuh sebagai hangat dan berat.
f. Lakukan latihan pernapasan dengan bernapas melalui mulut dan hidung serta secara sadar bernapas dengan menggunakan diafragma.
g. Dengarkan musik (untuk mengalihkan perhatian).
h. Berbincang-bincang, berada dalam situasi sosial (untuk mengalihkan perhatian).
i. Membuat pernyataan-pernyataan positif terhadap diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang diperlukan saat itu.
j. Lain-lain yang dapat mengurangi ketegangan.

6. Kepercayaan Diri

Dalam olahraga, kepercayaan diri sudah pasti menjadi salah satu faktor penentu suksesnya seorang atlet. Masalah kurang atau hilangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri akan mengakibatkan atlet tampil di bawah kemampuannya. Karena itu sesungguhnya atlet tidak perlu merasa ragu akan kemampuannya, sepanjang ia telah berlatih secara sungguh-sungguh dan memiliki pengalaman bertanding yang memadai.

Peran pelatih dalam menumbuhkan rasa percaya diri atletnya sangat besar. Syarat untuk untuk membangun kepercayaan diri adalah sikap positif. Beritahu pemain di mana letak kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Buatkan program latihan untuk setiap atlet dan bantu mereka untuk memasang target sesuai dengan kemampuannya agar target dapat tercapai jika latihan dilakukan dengan usaha keras. Berikan kritik membangun dalam melakukan penilaian terhadap atlet. Ingat, kritik negatif bahkan akan mengurangi rasa percaya diri.

Jika pemain telah bekerja keras dan bermain bagus (walaupun kalah), tunjukkan penghargaan Anda sebagai pelatih. Jika pemain mengalami kekalahan (apalagi tidak dengan bermain baik), hadapkan ia pada kenyataan objektif. Artinya, beritahukan mana yang telah dilakukannya secara benar dan mana yang salah, serta tunjukkan bagaimana seharusnya. Menemui pemain yang baru saja mengalami kekalahan harus dilakukan sesegera mungkin dibandingkan dengan menemui pemain yang baru saja mencetak kemenangan.

7. Komunikasi

Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua arah, khususnya antara atlet dengan pelatih. Masalah yang sering timbul dalam hal kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atletnya adalah timbulnya salah pengertian yang menyebabkan atlet merasa diperlakukan tidak adil, sehingga tidak mau bersikap terbuka terhadap pelatih. Akibat lebih jauh adalah berkurangnya kepercayaan atlet terhadap pelatih.

Untuk menghindari terjadinya hambatan komunikasi, pelatih perlu menyesuaikan teknik-teknik komunikasi dengan para atlet seraya memperhatikan asas individual. Keterbukaan pelatih dalam hal pogram latihan akan membantu terjalinnya komunikasi yang baik, asalkan dilakukan secara objektif dan konsekuen. Atlet perlu diberi pengertian tentang tujuan program latihan dan fungsinya bagi tiap-tiap individu.

Sebelum program latihan dijalankan, perlu dijelaskan dan dibuat peraturan mengenai tata tertib latihan dan aturan main lainnya termasuk sanksi yang clikenakan jika terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang telah dibuat tersebut. Jadi, hindarilah untuk memberlakukan suatu sanksi yang belum pernah diberitahukan sebelumnya. Misalnya, seorang atlet minum Coca Cola dalam latihan, lalu dihukum oleh pelatih. Atlet tersebut bingung dan bertanya-tanya mengapa ia dihukum karena ia tidak pernah dijelaskan sebelumnya oleh pelatih bahwa dalam latihan dilarang minum minuman bersoda.

Demikian pula dalam hal pelaksanaanya. Peraturan yang sudah dibuat, haruslah dijalankan secara konsekuen. Artinya, jika seorang atlet dihukum karena melanggar peraturan tertentu, maka jika ada atlet lain yang melanggar peraturan yang sama ia pun harus mendapat hukuman yang sama. Demikian pula jika atlet yang sama melakukannya lagi di kemudian hari.

Pelatih pun perlu bersikap objektif dan berpikir positif. Bersikap objektif maksudnya adalah bersikap sesuai dengan kenyataan atau fakta apa adanya tanpa menyangkutpautkan dengan hal lain. Jika pelatih marah terhadap atlet karena misalnya si atlet datang terlambat dalam latihan, maka hukumlah atlet itu hanya atas keterlambatannya, jangan dihubungkan dengan hal-hal lain (ingat, hukuman tersebut harus sudah tertera dalam tata tertib latihan).

8. Konsentrasi

Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tententu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.

Dalam olahraga, masalah yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi lemparan, pukulan, tendangan & tembakan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak jalan, sehingga atlet akhimya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana dan pasti kepercayan dirinya pun akan berkurang. Untuk menghindari keadaan tersebut, perlu dilakukan latihan berkonsentrasi.

9. Evaluasi Diri

Evaluasi diri dimaksudkan sebagai usaha atlet untuk mengenali keadaan yang terjadi pada dirinya sendiri. Hal ini perlu dilakukan agar atlet dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dirinya pada saat yang lalu maupun saat ini. Dengan bekal pengetahuan akan keadaan dirinya ini maka pemain dapat memasang target latihan maupun target pertandingan dan cara mengukurnya. Kegunaan lainnya adalah untuk mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukannya, sehingga memungkinkan untuk mengulangi penampilan terbaik dan mencegah terulangnya penampilan buruk.

Oleh karena itu, pelatih perlu menginstruksikan atletnya untuk memiliki buku catatan harian mengenai latihan dan pertandingan. Minta pemain untuk menuliskan kelemahan dan kelebihan diri sendiri, baik dalam segi fisik, teknik, maupun mental. Kemudian koreksilah jika menurut Anda sebagai pelatih ada hal-hal yang tidak sesuai atau ada yang kurang.

Biasakan agar atlet mengisi buku tersebut secara teratur. Ajak atlet untuk menuliskan di dalam bukunya hal-hal yang intinya sebagai berikut:

– Target jangka panjang, menengah, dan jangka pendek dalam latihan dan pertandingan.
– Sesuatu yang dilakukan dan dipikirkan sebelum latihan atau pertandingan.
– Suatu gerakan atau penampilan mengesankan.
– Catatan mengenai kelemahan dan kelebihan lawan yang akan dihadapi dan strategi menghadapinya.
– Hasil dan jalannya pertandingan.
– Hal yang mengganggu emosi atau membuat penampilan jadi buruk.
– Penghargaan yang didapat atas suatu keberhasilan.

Pastikan bahwa buku tersebut diisi secara teratur oleh setiap atlet. Namun perlu diingat bahwa pelatih jangan terlalu memaksa untuk membaca buku harian atlet. Biarkan itu menjadi bagian dan rahasia pribadi mereka. Yang perlu dipantau oleh pelatih adalah bahwa atlet mempunyai bahan bagi dirinya sendiri untuk melakukan evaluasi.

C. Persiapan Pertandingan

Setelah atlet dilatih baik fisik, teknik, strategi, maupun mentalnya dengan program latihan yang tepat, maka untuk menguji hasil latihannya adalah dengan lterjun ke dalam pertandingan. Tentunya diharapkan bahwa setiap pemain akan dapat menampilkan seluruh kemampuannya yang didapat dan latihan. Namun acapkali pemain tampil di bawah form, artinya ia tidak dapat menampilkan seluruh kemampuan yang dimilikinya pada saat pertandingan.

Untuk mengatasi hal seperti di atas, perlu diciptakan situasi yang mendukung yang tercapainya prestasi optimal dan dilakukan perwapan mental untuk menghadapi suatu pertandingan agar si atlet dapat menampilkan seluruh kemampuannya, sehingga tercapailah prestasi puncak.

Ada empat tahap penting dalam persiapan menuju pertandingan, yaitu

(1). Sebelum hari pertandingan
(2). Pada hari pertandingan
(3). Saat pertandingan
(4). Setelah hari pertandingan.

Berikut uraiannya dalam contoh persiapan pertandingan bulutangkis:

1. Sebelum Hari Pertandingan

a. Kumpulkan data mengenai kekuatan dan kelemahan lawan. Jika memungkin- kan, putarlah rekaman pertandingannya. Kemudian susunlah strategi untuk menghadapinya. Untuk pemain ganda, diskusikan strategi tersebut dengan pasangannya.

b. Pantau kemajuan atlet, baik fisik maupun mentalnya dengan memperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya, bagaimana irama, timing, power, dan kelancaran menjalankan ketrampilannya serta sikapnya terhadap latihan secara umum.

c. Pantau tingkat kecemasan atlet dengan melihat ekspresi wajahnya apakah cerah atau murung: apakah sinar matanya letih atau segar dan awas. Juga perhatikan suasana hatinya, bagaimana kualitas tidur dan makannya, apakah ia mengalami faktor-faktor psikosomatis seperti sakit perut, nyeri otot, sesak nafas, demam, batuk, keringat dingin, dan sebagainya.

d. Pada saat tidak latihan, pastikan bahwa atlet tidak “hidup dan berpikir” mengenai pertandingannya 24 jam sehan. Berikan aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya yang dapat memberikan suasana gembira, sehingga ia bisa mengalihkan pikirannya sejenak dari pertandingan.

e. Satu hari menjelang pertandingan, biasanya cukup latihan ringan saja dan tidak perlu berada di lapangan terlalu lama. Pada malam hari sebelum bertanding, tidurlah pada saat yang tepat, tidak perlu tidur terlalu cepat. Sebelum tidur, lakukan latihan relaksasi dan visualisasi. Jika pertandingan besok dilakukan pagi atau siang hari, siapkan alat-alat perperlengkapan pertandingan, termasuk baju ganti dan perlengkapan cadangan malam ini juga agar esok tidak terburu-buru. Pastikan semua dalam keadaan baik.

2. Pada Hari Pertandingan

a. Bangun tidur pada saat yang tepat, malamnya harus tidur cukup dan tidak berlebihan. Kemudian lakukan aktivitas rutin kebiasaan sehari-hari, seperti sembahyang, berdoa, stretching, sarapan (perhatikan kapan harus makan dan apa yang harus dimakan), latihan relaksasi dan visualisasi, memeriksa kembali perlengkapan pertandingan termasuk cadangannya. Mulailah hari ini dengan gembira, optimis, dan berpikir positif.

b. Berangkatlah ke tempat pertandingan pada saat yang tepat. Perhitungkan jarak ke tempat pertandingan, bagaimana mencapainya, kemacetannya dan sebagainya. Tidak perlu berangkat terlalu cepat, namun jangan sampai terlambat, sehingga tidak ada waktu untuk istirahat, penyesuaian dan pemanasan.

c. Di tempat pertandingan pelatih perlu mengenali atlet mana yang berada didekat teman-temannya dan mana yang lebih suka menyendiri. Pastikan di lapangan mana atlet yang akan bertanding, jangan lupa melapor panitia. Untuk pertandingan pertama, pastikan atlet sudah hapal dimana letak ruang ganti, WC, ruang kesehatan, tes doping, tempat ganti senar, dan sebagainya.

d. Sambil melakukan pemanasan, atlet hendaknya meningkatkan level ‘semangat’ dlan tetap berpikir positif. Pelatih dapat mengingatkan strategi yang akan diterapkan secara sekilas. Lakukan stroke dengan penuh konsentrasi yang kemudian dapat dilanjutkan dengan’visualisasi clan relaksasi.

3. Saat Bertanding

Saat bertanding tiba, bukan waktunya lagi untuk memikirkan teknik memukul atau bagaimana harus melangkah. Itu semua sudah dilatih dalam latihan dan sudah dihayati dalam visualisasi. Sekarang saatnya tinggal mengulang-ulang kejadian yang sudah divisualisasikan dan melakukannya sesuai dengan situasi saat ini. Sekarang adalah saatnya melakukan konsentrasi penuh hanya pada bola dan jalannya pertandingan.

Anjurkan atlet untuk:

a. Memantau clan menyesuaikan tingkat kecemasan, lakukan relaksasi.

b. Pusatkan perhatian semata-mata hanya terhadap permainan yang sedang dijalani. Kesalahan yang baru atau pernah terjadi, clan yang mungkin terjadi jangan dihiraukan.

c. Berpikir positif dan optimis, jangan biarkan pikiran-pikiran negatif.

d. Jangan terlalu banyak menganalisa.

e. Bermainlah dengan irama sendiri, jangan terbawa irama lawan.

f. Menjalankan strategi yang telah disiapkan. Jangan diubah jika strategi itu berjalan. Lakukan evaluasi singkat, jika strategi tidak jalan, lakukan penyesuaian dengan alternatif strategi yang sudah dipersiapkan.

g. Hindari hal-hal negatif seperti, menyalahkan diri sendiri secara berlebihan, berbicara terhadap diri sendiri berlebihan, berpikir negatif, meragukan kemampuan clan menyerah sebelum pertandingan selesai.

h. Jika bermain bagus, jangan bertanya mengapa clan mengganti apapun; biarkan berjalan demikian. Jangan mengendor jika sedang leading (memimpin pertandingan), clan tidak perlu kasihan jika lawan mendapat angka nol.

4. Setelah Hari Pertandingan

a. Mintalah atlet mencatat hal-hal posisitf maupun negatif yang dirasa berpengaruh terhadap penampilannya dalam pertandingan tadi. Bukan hanya yang bersifat teknik, taktik, clan strategi, tetapi juga yang bersifat mental, bahkan hal-hal kecil lainnya. Catat hasil tersebut dalam buku evaluasi si atlet.

b. Evaluasi penampilan dalam pertandingan tadi. Apakah mencapai sasaran?

c. Putuskan apakah perlu diadakan penyesuaian terhadap program latihan.

d. Pusatkan perhatian terhadap aspek-aspek positif dari penampilan dalam pertandingan.

D. Pelatih Sebagai Pembina Mental Atlit

Pelatih dalam olahraga dapat mempunyai fungsi sebagai pembuat atau pelaksana program latihan, sebagai motivator, konselor, evaluator dan yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan kepelatihan tersebut. Sebagai manusia biasa, pelatih sama halnya dengan atlet, mempunyai kepribadian yang unik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Setiap pelatih memiliki kelebihan dan kekurangan, karena itu tidak ada pelatih yang murni ideal atau sempura.

Dalam mengisi peran sebagai pelatih, seseorang harus melibatkan diri secara total dengan atlet asuhannya. Artinya, seorang pelatih bukan hanya melulu mengurusi masalah atau hal-hal yang berhubungan dengan olahraganya saja, tetapi pelatih juga harus dapat berperan sebagai teman, guru. orangtua, konselor, bahkan psikolog bagi atlet asuhannya. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa atlet sebagai seorang yang ingin mengembangkan prestasi, akan mempunyai kepercayaan penuh terhadap pelatihnya.

Keterlibatan yang mendalam antara pelatih dengan atlet asuhannya harus dilandasi oleh adanya empati dan pelatih terhadap atletnya tersebut.Empati ini merupakan kemampuan pelatih untuk dapat menghayati perasaan atau keadaan atletnya, yang berarti pelatih dapat mengerti atletnya secara total tanpa ia sendiri kehilangan identitas pnbadinya. Untuk mengerti keadaan atlet dapat diperoleh dengan mengetahui atau mengenal hal-hal penting yang ada pada atlet yang bersangkutan. Pengetahuan sekadarnya saia tidak cukup bagi pelatih untuk mengetahui keadaan psikologi atletnya. Dasar dan sikap mau memahami keadaan psikologi atletnya adalah pengertian pelatih bahwa setiap orang memiliki sifat-sifat khusus yang memerlukan penanganan khusus pula dalam hubungan dengan pengembangan potensinya.

Kepribadian seorang pelatih dapat pula membentuk kepribadian atlet yang menjadi asuhannya. Hal terpenting yang harus ditanamkan pelatih kepada atletnya adalah bahwa atlet percaya pada pelatih bahwa apa yang diprogramkan dan dilakukan oleh pelatih adalah untuk kebaikan dan kemajuan si atlet itu sendiri. Untuk bisa mendapatkan kepercayaan tersebut dari atlet, pelatih tidak cukup hanya memintanya, tetapi harus membuktikannya melalui ucapan, perbuatan, dan ketulusan hati. Sekali atlet mempercayai pelatih maka seberat apapun program yang dibuat pelatih akan dijalankan oleh si atlet dengan sungguh-sungguh.

(Sumber: “PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS”, Oleh: PB PBSI)

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | Leave a Comment »

GAYA PERMAINAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 23, 2009


Kenali Gaya Bermain Anda (3 Gaya Bermain Bulutangkis)

Jangan hanya mengikuti tren, tapi temukanlah gaya bermain sendiri sehingga ketika anda mengikuti pemain favorit anda, anda tidak mengikuti secara buta tetapi dapat mempelajari kelebihan gaya bermainnya. Dengan cara demikian, anda dapat meningkatkan kemampuan

anda untuk bertarung melawan berbagai macam gaya lawan.

Di permainan tunggal, ada tiga gaya bermain:

1. Gaya menyerang cepat (Penyerang)

Gaya ini banyak melancarkan smes, drop shot dan net yang dikembalikan dengan cepat, lob yang menyerang. Servis pendek lebih sering digunakan dengan dorongan tiba-tiba dari atas net ke arah belakang lawan.

Pergerakan badan cepat.

2. Gaya gerak tipu (Pengecoh)

Servis tinggi lebih sering digunakan dan diarahkan ke batas garis belakang lawan. Lob juga lebih dalam dan terarah, sedangkan drop shot dilakukan dengan gerak tipu dan jatuh tipis di dekat net. Pukulan net cenderung tajam dan menipu walaupun tidak dimainkan secepat gaya si Penyerang.

Pertahanan si Pengecoh tergolong lebih baik. Pukulan dorongannya ke belakang lawan terarah dan cenderung mengecoh. Smes tidak banyak dikeluarkan, dan pergerakan pemain dengan gaya ini lebih stabil dan

”santai”, dengan penguasaan lapangan yang lebih baik.

3. Gaya sederhana dan bertahan (Penjaga Gawang).

Kebanyakan pukulannya sederhana dan jelas terbaca dibandingkan dengan si Pengecoh. Servisnya kebanyakan servis tinggi dan mengarah ke batas lapangan di belakang. Pukulan netnya sederhana saja walaupun terkadang sering menyeberangkan bola ke sisi lain lapangan. Drop shot-nya tajam tapi tidak secepat si Penyerang.

Gaya bermain ini dimaksudkan untuk membuat lawan letih dengan bermain sederhana tapi jarang membuat kesalahan sendiri.

Hampir semua pemain profesional menggunakan kombinasi dua gaya dengan salah satunya lebih dominan. Contohnya, Zhao Jianhua secara apik menggabungkan gaya menyerang dengan gaya tipu, sedangkan Foo Kok Keong dan Ardy Wiranata adalah tipe Penjaga Gawang.

Ada kalanya mereka berlabuh pada gaya menyerang, contohnya Rudy Hartono. P. Gopichand juga terkadang menjadi seorang penyerang walaupun sering pula mengecoh. Susi Susanti adalah seorang Penjaga

Gawang yang sangat mengagumkan.

Pemain muda biasanya akan mengikuti gaya bermain atlit pujaannya. Saat ini, gaya yang sedang ‘ngetren’ adalah gaya menyerang yang diwarnai dengan banyak smes lompat dan serangan-serangan lob. Sangat lumrah bagi pemain muda mengikuti gaya pemain favoritnya atau mengikuti tren yang ada. Tetapi perlu diingat bahwa para juara pun adalah individu yang berbeda-beda, karenanya untuk menjadi seorang juara tetap perlu yakin terhadap keunikan gaya bermain sendiri.

Tanyalah pada diri anda:

Pertanyaan pertama:

  • Apakah karakter saya cocok dengan gaya bermain yang saya ikuti ini?
  • Apakah karakter saya agresif dan tidak sabaran dan suka mengambil resiko? [Karakter ini cocok dengan gaya menyerang]
  • Apakah saya tipe orang sabar dan ulet yang menikmati reli panjang untuk menyingkirkan lawan? [Karakter ini cocok dengan gaya bertahan]
  • Apakah saya tipe orang sabar yang senang perminan yang berkualitas dan sangat menikmati dapat mengontrol lawan? [Karakter ini cocok

dengan gaya tipu]

Pertanyaan kedua:

  • Apakah kondisi fisik saya mumpuni untuk bermain gaya tersebut?
  • Apakah stamina saya mencukupi untuk terus-terusan melancarkan smes tajam dan keras?
  • Apakah saya terlalu pendek untuk bermain menyerang? Apakah saya butuh waktu untuk menjangkau seluruh bagian lapangan saya dibandingkan dengan para pemain yang walaupun tingkat refleksnya sama dengan saya tetapi berpostur lebih tinggi?
  • Bagaimana saya bisa menggunakan stamina fisik dan mental saya yang memadai secara efektif?

Pertanyaan ketiga:

  • Apakah saya mampu mengontrol pukulan yang sesuai dengan gaya bermain ini?
  • Apakah pukulan saya sederhana, konsisten dan tajam, ataukah mengecoh?
  • Manakah pukulan saya yang paling dikuasai? Smes, bertahan, lob, dsb?

Jangan hanya mengikuti tren, tapi temukanlah gaya bermain sendiri sehingga ketika anda mengikuti pemain favorit anda, anda tidak mengikuti secara buta tetapi dapat mempelajari kelebihan gaya bermainnya. Dengan cara demikian, anda dapat meningkatkan kemampuan anda untuk bertarung melawan berbagai macam gaya lawan.

Ditulis oleh: Tan Aik Huang (Malaysia)

Terjemahan oleh: Dania Ciptadi

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | Leave a Comment »

TIP MEMILIH RAKET YANG COCOK

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 23, 2009


Bagi Anda yang ingin lebih serius dalam bermain bulutangkis, maka sebaiknya Anda harus lebih memperhatikan raket yang Anda pakai. Sebuah raket yang bagus, adalah yang sesuai dengan karakter permainan Anda. Pilihan raket yang tepat, niscaya akan turut membantu prestasi Anda.

Komponen yang tidak terlepas dari sebuah raket adalah senar, dan menjadi salah satu yang paling dibutuhkan dalam bulutangkis. Jenis-jenis senar pun memilki ciri yang berlainan terhadap efek pantulan cock. Kebanyakan senar memiliki ketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30 + lb.

Sebagai panduan bagaimana memilih raket yang baik, berikut adalah paparan ringkas spesifikasi dan istilah untuk raket bulutangkis standar. Spesifikasi berikut memang bukan patokan standar internasional, namun hanya sebagai pedoman umum saja.

1. Kelenturan Gagang (Stiffness of Shaft)

a. Medium (Fleksibel) Pemindahan sebagian tenaga yang berpusat pada pergelangan tangan. Pemusatan energi untuk tungkai yang fleksibel saat raket diayun memberikan daya tolak lebih besar saat shuttlecock menyentuh raket. Jenis ini sangat baik untuk pertahanan (defensive) atau untuk mengontrol gaya permainan lainnya.

b. Stiff (Limited Flexibility) Pemindahan tenaga yang memungkinkan dari pergelangan tangan. Tangkai jenis ini sangat dianjurkan untuk teknik permainan bertahan (defensive). Maupn permainan serangan (offensive).

c. Extra Stiff (Minimum Flexibility) Pemindahan tenaga secara maksimum yang berpusat pada pergelangan tangan. Gerakan tangkai raket yang minimalis memberikan ketepatan yang lebih baik atas penempatan shuttlecock. Raket dengan tangkai jenis ini sangat ideal untuk teknik permainan serangan (offensive) seperti smashing, net kill dan sebagainya.

2. Bentuk Frame Raket
a. Conventional – Berbentuk Oval Standar.
b. Isometric – Berbentuk cenderung persegi (Square Head Share).

3. Komposisi Frame
a. Basis Material

– AluminiumHi
– Modulus Graphite
– Super Hi-Modulus Graphite
– Ultra Hi-Modulus Graphite
– Nano Carbon

b. Mesh
– Woven Kevlar
– Titanium Composite (Utility Titanium)
– Ultra Titanium
– GForceTi
– UltimumTi

4. Shaft Composition (Komposisi Gagang)

a. Bahan Baku
– Aluminium
– Hi-Modulus Graphite
– Super Hi-Modulus Graphite
– Ultra Hi-Modulus Graphite
– Nano Carbon

b. Mesh (join gagang dengan frame)
– Titanium Composite (Utility Titanium)
– Ultra Titanium
– UltimumTi

5. Bobot Raket
a. 2U (90-94g)
b. 3U (85-89g)
c. 4U (80-84g)

6. Panjang Total (frame tip – handle end)
a. Standard (665mm / 26.0 inches)
b. Long (675mm / 26.5 inches).

7. Ukuran Grip
a. Hi-Qua G2 – 3.25 inches, Tactic / Yonex G2 – 4.00 inches
b. Hi-Qua G3 – 3.50 inches, Tactic / Yonex G3 – 3.75 inches
c. Hi-Qua G4 – 3.75 inches, Tactic / Yonex G4 – 3.50 inches
d. Hi-Qua G5 – 4.00 inches, Tactic / Yonex G5 – 3.25 inches

8. Toleransi Tegangan Senar

a. Aluminium & Hi-Modulus Graphite Frames
– Main 18-20lbs (8-9kg)
– Cross 20-22lbs (9-10kg).

b. Super & Ultra Hi-modulus Graphite Frames
– Main 18-24lbs (8-11kg)
– Cross 20-26lbs (9-12kg).

9. Titik Keseimbangan dari Ujung Grip
a. 270-280mm = Head Light (Defensive)
b. 275-285mm = Neutral (All Round)
c. 285-295mm = Head Heavy (Offensive)
d. 295-300mm = Extra Head Heavy (Offensive)

Sudah saatnya Anda sebagai seorang pebulutangkis, memilih raket yang sesuai dengan kapasitas permainan Anda. Walaupun spesifikasi diatas bukanlah merupakan patokan khusus, namun setidaknya dapat membantu Anda memilih jenis raket yang sesuai dengan gaya permainan Anda.

Posted in Teknik dan Latihan Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,698 other followers

%d bloggers like this: