SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2018
    M T W T F S S
    « Apr    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,606 other followers

Fajar/Rian Gagal Bawa Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 12, 2018


MULHEIM AN DER RUHR, Kompas.com – Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal di final German Open 2018 setelah dikalahkan ganda asal Jepang, Takuto Inoue/Yuli Kaneko, Minggu (11/03/2018).

Menghadapi unggulan 6 asal Jepnag tersebut, Fajar/Rian gagal mengembangkan permainanan mereka dan menyerah dalam dua gim 16-21, 18-21. Kekalahan di Innogy Sporthalle, Mulheim an der Rhur ini sekaligus memperpanjang daftar kekalahan dari pasangan Jepang ini. Fajar/Rian tak pernah menang dalam empat pertemuan dengan Inoue/Kaneko. Fajar/Rian merupakan satu-satunya wakil Indonesia di final Jerman Terbuka.

Mereka lolos ke final dengan menyingkirkan pasangan Indonesia lainnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan 22-20, 22-20. Jepang merajai turnamen Jerman Terbuka dengan merebut tiga gelar. Sementara dua gelar lainnya direbut Malaysia dan Taiwan.

Hasil final selengkapnya :

Yuki Fukushima/Sayaka Hirota [JPN/3] – Huang Dongping/Yu Zheng [CHN] 18-21, 21-14, 21-6

Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai [MAS/3] – Niclas Nohr/Sara Thygesen [DEN] 21-14, 22-20

Akane Yamaguchi [JPN/1] – Chen Yufei [CHN/4] 21-19, 6-21, 21-12

Chou Tien Chen [TPE/4] – Ng Ka Long Angus [HKG/6] 21-19, 18-21, 21-18

Fajar Alfian/Muhammad Rian ArdiantoL [INA/7] – Takuto Inoue/Yuki Kaneko [JPN/6] 16-21, 18-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Fajar/Rian Lolos ke Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 10, 2018


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera muda, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos ke babak semifinal Jerman Terbuka dengan menyingkirkan ganda Korea, Kim Won Ho/Seo Seung jae, Jumat (09/03/2018).

Fajar/Rian menang dalam dua gim 21-16, 21-16 dalam pertandingan yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Mulheim An der Ruhr, Jeramn ini. Pasangan Indonesia yang menempati unggulan 7 ini mampu menekan lawan mereka dan menang dalam 34 menit. Dengan kemenangan ini, Fajar/Rian menjadi wakil Indonesia pertama di babak semifinal.

Mereka akan menunggu rekan senegara, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang akan menghadapi unggulan 4 asal Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang di babak perempat final.

Sebelumnya dua wakil Indonesia gagal di babak perempat final. Jonatan Christie dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dikalahkan lawan-lawan mereka di perempat final. Jonatan Christie harus menyerah di tangan pemain Jepang, Kenta Nishimoto 10-21, 20-22. Sementara Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti disingkirkan ganda Denmark, Niclas Dennohr/Sara Denthygesen 21-17, 22-24, 16-21.

 

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jonatan dan Praveen/Melati Gagal ke Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 10, 2018


JAKARTA, Kompas.com – Tunggal putera Jonatan Christie serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke babak semifinal Jerman Terbuka, Jumat (09/03/2018).

Jonatan Christie harus menyerah di tangan pemain Jepang, Kenta Nishimoto. Jojo menyerah dua gim 10-21, 20-22 dalam pertandingan yang berlangsung 47 menit di Innogy Sporthalle, Mulheim An der Ruhr, Jerman. Kekalahan ini cukup menyakitkan, mengingat bulan lalu, Jonatan mampu mengatasi Nishimoto dalam pertandingan di kejuaraan beregu Asia di Kuala Lumpur.

Saat itu Jonatan menang rbber game 21-11, 20-22, 21-13. Kekalahan menyakitkan juga dialami ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Menghadapi ganda Denmark, Niclas Dennohr/Sara Denthygesen, pasangan Indonesia ini sebenarnya selalu unggul.

Setelah unggul 21-17 di gim pertama, mereka telah mencapai match point di gim kedua. Namun justru pasangan Denmark yang seperti pendapatkan angin kedua untuk merebut gim kedua 24-22. Di gim ketiga, pasangan Indonesia juga selalu unggul sampai memimpin 15-11. Namun pasangan Indonesia ini tiba-tiba seperti kehilangan kontrol atas permainan mereka. Dennohr/Dengthygesen mampu secara perlahan mengejar ketinggalan sampai akhirnya justru merebut gim ketiga 21-16.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Libas China 3-1, Tim Putra Indonesia Pertahankan Gelar Juara Beregu Asia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 12, 2018


ALOR SETAR KOMPAS.com – Tim putra Indonesia sukses mempertahankan gelar juara pada Kejuaraan Beregu Asia 2018 setelah mengalahkan China dengan skor 3-1 di Stadium Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia, Minggu (11/2/2018).

Poin kemenangan ketiga dipetik pasangan ganda putra Rian Agung Saputro/Hendra Setiawan yang mengalahkan Han Chengkai/Zhou Haodong dengan skor 21-14, 21-19.

Sebelumnya, dua poin kemenangan Indonesia masing-masing disumbang oleh Jonatan Christie dan pasangan ganda Mohammad Ahsan/Angga Pratama.

Sementara itu, satu-satunya poin untuk China dipetik oleh pemain tunggal Qiao Bin yang menundukkan Anthony Sinisuka Ginting dengan skor 21-12, 11-21, 21-14.

Awal gim pertama antara Rian/Hendra dan Han/Zhou berlangsung ketat. Kedua pasangan sempat imbang pada skor 1-1 dan 2-2.

Rian/Hendra yang bermain agresif kemudian memimpin dan unggul jauh dengan skor 9-4.

Namun, kelengahan Rian/Hendra membuat Han/Zhou mampu memanfaatkan keadaan dan menyamakan kedudukan menjadi 9-9.

Menjelang jeda, pukulan Hendra akhirnya membuat Indonesia unggul tipis 11-10 pada interval gim pertama.

Selepas interval, Rian/Hendra kembali bermain agresif. Mereka terus memetik poin sehingga mencapai poin ke-21 terlebih dahulu.

Seperti gim sebelumnya, perolehan poin Rian/Hendra dan Han/Zhou berulang kali tercatat imbang pada kedudukan 3-3, 6-6, 7-7, dan 8-8.

Sesekali Rian/Hendra unggul tipis, tetapi kemudian terkejar lagi oleh Han/Zhou. Saat mencapai fase interval, Rian/Hendra unggul 11-8.

Setelah jeda, kedua pasangan kembali bersaing sengit. Akan tetapi, kemenangan Indonesia ternyata semakin dekat saat Hendra/Rian mendapat pada kedudukan 20-18.

Meski sempat tertunda satu angka, Indonesia akhirnya tampil sebagai juara.

Hasil ini mengulang cerita sukses skuat Merah Putih dua tahun lalu di Hyderabad, India. Kala itu, Jonatan Christie dkk naik ke podium kampiun setelah menundukkan Jepang dengan skor 3-2. (Susi Lestari) 

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tolak Akui Kalah, Pemain Korea Diganjar Kartu Merah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 11, 2018


ALOR SETAR, Kompas.com – Firman Abdul Kholik menjadi pahlawan tim putra Indonesia di laga semifinal Badminton Asia Team Championships 2018. Kemenangan Firman atas Lee Dong Keun, 22-20, 11-21, 22-20 membuat tim Indonesia mengungguli Korea dengan skor 3-2 dan merebut tiket final. Indonesia selangkah lagi menuju target pertahankan gelar yang diraih dua tahun silam di Hyderabad, India.

Partai Firman – Lee berlangsung selama 84 menit, menjadi salah satu partai yang sangat menegangkan. Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro yang diturunkan di partai keempat, diharapkan mampu mengamankan poin kemenangan, akan tetapi satu poin dari ganda ini meleset.

Di atas kertas, jelas Lee yang lebih difavoritkan untuk menang. Di pertemuan terakhir pun Firman takluk dari Lee. Ditambah lagi, ini adalah penampilan perdana Firman di Badminton Asia Team Championships 2018. Sejak laga penyisihan, Firman belum pernah diturunkan.

Pada gim penentuan, Firman unggul 13-7 dan tampil begitu meyakinkan. Namun enam angka berturut-turut kemudian direbut Lee dan kedudukan menjadi imbang 13-13. Hal ini sepertinya langsung membakar semangat Lee, ia terus menekan dan meninggalkan Firman hingga kedudukan match point 20-14.

Dalam keadaan ini, Firman tetap tampil tenang. Satu demi satu poin dicurinya dari lawan. Semakin mendekat, Firman menebar ancaman pada Lee dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Firman membalikkan keadaan dan membuat Lee dibawah tekanan. Akhirnya delapan poin berturut-turut diraih Firman dan ia sukses mengantarkan timnya ke laga puncak.

Kemenangan Firman diwarnai aksi protes dari Lee dan tim Korea karena winning point yang diraih Firman dihasilkan dari pukulan Lee yang dinyatakan fault oleh wasit karena ujung raketnya mengenai net. Tim Korea sempat mengajukan protes hingga ke referee, namun keputusan tersebut tidak dapat diganggu gugat.

Kekecewaan ditunjukkan Lee dan pelatihnya, Firman bahkan harus terduduk di penyangga net menunggu Lee mau bersalaman dengannya. Aksi ini membuat Lee diganjar kartu merah oleh wasit. Lee akhirnya mau bersalaman dengan Firman.

“Alhamdulillah pastinya senang sekali bisa menyumbang angka untuk tim. Tadi saya nggak mikir lawan sudah 20 dan saya 14. Pokoknya saya mikir bagaimana dapatkan satu demi satu poin dan usaha banget untuk fokus,” kata Firman usai laga.

“Saya juga tidak merasa terbebani karena saya termotivasi, di belakang saya banyak senior-senior saya yang selalu ngasih tahu saya soal main dan sebagainya. Tadi juga tidak terlalu tegang, lebih enjoy karena yakin sama diri saya sendiri,” sebut Firman.

 Tim putra Indonesia akan bertemu dengan Tiongkok di partai final. Tiongkok melaju ke laga puncak setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Dramatis, Firman Abdul Kholik Bawa Tim Putra Indonesia Lolos ke Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 11, 2018


KOMPAS.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik, sukses membawa Indonesia menuju final Kejuaraan Beregu Asia 2018.

Firman diturunkan pada partai kelima atau penentu bagi tim Indonesia.

Sebelum Firman berlaga, kedudukan Indonesia dan Korea Selatan imbang, 2-2.

Bermain di Stadium Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia, Sabtu (10/2/2018), Firman ditantang Lee Dong-keun.

Pada gim pertama, Firman berhasil membuka dengan keunggulan jauh 9-1 atas Lee.

Unggul delapan poin, Lee terus berusaha mengejar dan mampu memperpendek jarak menjadi 6-9.

Sempat terkejar, Firman pun kembali unggul lima angka pada interval gim pertama menjadi 11-6.

Selepas jeda, Lee mampu menyamakan kedudukan pada posisi 12-12, bahkan berbalik unggul menjadi 17-15.

Sempat tertinggal dari Lee, Firman mampu membuktikan dirinya bisa bertahan di tengah serangan dan menutup gim pertama dengan kemenangan 22-20.

Pada permulaan gim kedua, Firman dan Lee saling bersaing ketat dan terus-menerus imbang pada posisi, 1-1, 2-2, dan 5-5.

Sempat berada di posisi imbang, Lee akhirnya mengukuhkan keunggulan pada jeda gim menjadi 13-7.

Setelah jeda gim, Lee mampu unggul jauh dan terpaut tujuh angka dengan Firman menjadi 15-8.

Lee terus mendulang poin seusai meraih keunggulan dan akhirnya mampu memaksakan pertandingan ke rubber game setelah menang pada gim kedua dengan skor 21-11.

Firman berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu pada gim ketiga pada skor 6-3.

Sampai menjelang jeda, Firman mampu mempertahankan keunggulannya menjadi 11-6.

Selepas jeda gim ketiga, Lee mampu menyamakan kedudukan pada posisi 13-13.

Setelah menyamakan posisi, Lee berbalik unggul dan mendulang match point terlebih dahulu, 20-14.

Tertinggal enam angka tidak membuat Firman menyerah sampai akhirnya mampu menyamakan keadaan menjadi 20-20.

Tetap bermain tenang pada detik-detik akhir, Firman pun mendulang dua poin yang pada akhirnya meraih kemenangan 22-20.

Kemenangan Fiman atas Lee lewat rubber game dengan skor 22-20, 11-21, 22-20, dalam waktu 1 jam 24 menit membuat Indonesia unggul 3-2 atas Korea Selatan dan berhak melaju ke partai final.

Di laga puncak, Indonesia bersiap menantang China yang telah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

Pertandingan final antara tim putra Indonesia melawan China akan digelar pada Minggu (11/2/2018). (Susi Lestari)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Hadapi Korea di Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 9, 2018


ALOR SETAR, Kompas.com — Tim putra Indonesia akan menghadapi tim Korea Selatan di babak semifinal Badminton Asia Team Championships 2018 seusai menaklukkan Jepang dengan skor 3-0.

Tim putra menyusul tim putri yang sebelumnya sudah memastikan diri lolos ke semifinal dengan mengalahkan India 3-0.

Kemenangan tim putra ditentukan Anthony Sinisuka Ginting yang menaklukkan Kazumasa Sakai dengan skor 21-23, 21-14, 21-17. “Puji Tuhan saya senang bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan menyumbangkan angka untuk tim Indonesia. Sebetulnya dari gim pertama saya dan lawan sudah sama-sama memegang permainan, tapi saya kecolongan di poin kritis. Mungkin ada rasa buru-buru mau dapat poin,” kata Anthony kepada Badmintonindonesia.org.

Ini adalah kemenangan ketiga Anthony atas Sakai dari tiga pertemuan. Dalam pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2018, Anthony menang mudah dengan skor 21-13, 21-12.

“Tadi pelatih bukan instruksikan soal teknik, katanya coba saya main saja seperti di Indonesia Masters, anggap saja saya main di Istora, jadi tadi saya bayangkan saja tanding di Istora,” kata Anthony.

Dalam dua pertandingan terakhir di Badminton Asia Team Championships 2018, penampilan Anthony memang belum maksimal. Kemenangan di Indonesia Masters 2018 membuat para pencinta bulu tangkis berharap banyak padanya.

“Dari kemarin memang mainnya kurang enak karena saya kurang bisa adaptasi dengan shuttlecock yang lambat. Kalau di Indonesia Masters, shuttlecock naik, 80 persen bisa saya matikan,” ujar Anthony.

“Dalam kondisi seperti ini, cara mainnya harus diganti lagi. Kalau shuttlecock kencang, kan, tidak mungkin reli, kalau shuttlecock lambat tidak mungkin bisa langsung menyerang, jadi harus lebih sabar dulu mengolah bola,” kata Anthony.

Dituturkan Anthony, dirinya tak terlalu merasakan beban pada pertandingan beregu. Dalam laga melawan Jepang, meskipun ia diharapkan menjadi penentu, kemenangan di dua partai pertama cukup membuatnya tenang dan justru lawanlah yang harusnya terbebani karena sedang tertinggal.

Tim Korea Selatan lolos ke semifinal setelah menyingkirkan  tim Thailand dengan 3-1, Sementara di semifinal lainnya, akan berhadapan tim China dengan Malaysia.  China di babak perempat final mengalahkan India 3-1, sementara Malaysia unggul atas Hong Kong 3-0.
 
Indonesia melawan Jepang (3-0) :
Jonatan Christie vs Kenta Nishimoto 21-11, 20-22, 21-13
Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-17, 21-15
Anthony Sinisuka Ginting vs Kazumasa Sakai 21-23, 21-14, 21-17
Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe tidak dimainkan
Ihsan Maulana Mustofa vs Kento Momota tidak dimainkan

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan India, Indonesia Juara Grup D

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 9, 2018


ALOR SETAR, Kompas.com – Tim putera Indonesia berhasil keluar sebagai juara grup D dalam kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2018 usai menaklukkan India dengan skor 3-2.

Jonatan Christie membuka kemenangan tim Indonesia dengan menundukkan Kidambi Srikanth dengan skor 21-17, 21-17.

Indonesia terpaksa kehilangan satu nomor ganda lewat kekalahan pasangan dadakan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 21-18, 18-21, 22-24.

Keadaan semakin menegangkan kala Anthony Sinisuka Ginting tak dapat menghentikan perlawanan Sai Praneeth dan takluk dua game langsung, 18-21, 19-21. Indonesia tertinggal 1-2 dari India.

Hal ini tampaknya mempengaruhi penampilan Angga Pratama/Rian Agung Saputro yang harus kehilangan game pertama dari Arjun M.R/Ramchandran Shlok. Namun Angga/Rian bangkit di gim kedua dan akhirnya menang dengan kedudukan akhir 14-21, 21-16, 21-12.

Di partai kelima, Ihsan Maulana Mustofa berhasil menjadi penentu kemenangan dengan menundukkan Sumeeth Reddy, dengan skor 21-12, 21-7.

“Kami sudah tahu kami lolos, tapi kan pasti maunya menang sempurna. Namun kondisi atlet nggak semuanya prima, jadi kami harus menurunkan komposisi pemain seperti hari ini. Ganda pertama India cukup potensial, kami kecolongan di situ, seharusnya memang Ahsan/Kevin lebih menekan,” ujar Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

“Untuk menentukan pemain yang turun, kami harus melihat kondisi terakhir dari si atlet tersebut dan mesti berhitung, karena besok harus main lagi. Marcus (Fernaldi Gideon) dan Hendra (Setiawan) masih bisa diturunkan besok, cuma hari ini kondisi mereka tidak terlau bagus, daripada dipaksakan nanti berikutnya nggak bisa main kan malah lebih parah,” tutur Susy.

“Justru kami tidak under estimate lawan, India itu kuat di sektor tunggal. Di beregu kadang hasilnya tidak bisa diprediksi, jadi yang kita harapkan dua angka dari ganda, satu dari tunggal, malah sebaliknya. Di atas kertas harusnya Srikanth bisa menang dari Jonatan, tapi Jonatan yang menang,” pungkas Susy.

Hasil lengkap Indonesia-India 3-2:
Jonatan Christie-Kidambi Srikanth 21-17, 21-17
Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo-Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty 21-18, 18-21, 22-24
Anthony Sinisuka Ginting-Sai Praneeth B. 18-21, 19-21
Angga Pratama/Rian Agung Saputro-Arjun M.R./Ramchandran Shlok    14-21, 21-16, 21-12
Ihsan Maulana Mustofa-Reddy B. Sumeeth    21-12, 21-7

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan India, Indonesia Juara Grup D

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 9, 2018


ALOR SETAR, Kompas.com –  Kemenangan pasangan ganda putri Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris atas Cao Tong Wei/Yu Zheng, membuat tim putri Indonesia memastikan posisi sebagai juara grup Z Badminton Asia Team Championships 2018. Rizki/Della menang dua game langsung dengan skor 21-14, 19-21, 23-21.

Meski pun di atas kertas Rizki/Della jauh lebih diunggulkan, namun tak disangka-sangka pertarungan berlangsung begitu sengit. Bahkan akhir gim penentuan harus berakhir dengan adu setting. Poin dari Rizki/Della sangatlah krusial. Pasalnya sektor ganda menjadi andalan tim putri Indonesia.

Jika kehilangan satu angka dari Rizki/Della, maka beban Ruselli Hartawan yang turun di partai terakhir, tentu semakin berat. Apalagi Chen Xiaoxin yang bakal menjadi lawan Ruselli, lebih dijagokan.

“Kami sih tidak dibebankan, tetapi kami kan pasti mau menang, mau berusaha menyumbang angka untuk tim, apalagi Indonesia sudah unggul 2-1. Kami terlalu ingin menang, setelah menang di game pertama, kami justru terlalu hati-hati mainnya,” kata Della usai pertandingan.

“Waktu di akhir-akhir gim, kami tidak mau memikirkan poin, yang penting bagaimana caranya shuttlecock masuk dulu ke area lawan. Semakin kami nafsu ingin mematikan lawan, mereka malah akan semakin bagus,” ujar Della.

“Lawan bermain nothing to lose, dan kami agak tertekan karena kalah di game kedua. Sebetulnya mereka hanya menunggu kami membuat kesalahan sendiri. Kami bersyukur tim putri bisa menang dari Tiongkok, sebetulnya yang tidak disangka itu Fitriani bisa menang di partai pertama, dia tampil luar biasa,” kata Rizki.

Di partai pertama, Fitriani membuka jalan dengan menundukkan Chen Yufei, 16-21, 21-12, 21-15. Angka kedua diamankan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mengalahkan Du Yue/Li Yinhui dengan skor 21-18, 21-12.

Gregoria Mariska Tunjung yang turun di partai ketiga, harus mengakui keunggulan He Bingjiao dalam dua game langsung, 21-23, 10-21. “Saya sudah menjaga permainan lawan di game pertama yang banyak menurunkan bola. Namun di game kedua dia lebih banyak main reli, saya kurang ada inisiatif untuk mengambil kesempatan menyerang saat reli. He adalah pemain kidal, jadi pukulannya bagus, tidak bisa ditebak, power nya pun kuat,” kata Gregoria.

China merebut partai terakhir di tunggal puteri setelah Chen Xiaoxin berhasil mengalahkan tunggal ketiga Indonesia, Ruselli Hartawan 21-17, 21-17.

Hasil lengkap China-Indonesia 2-3    
Chen Yufei-Fitriani 21-16, 12-21, 15-21
Du Yue/Li Yinhui-Greysia Polii/Apriyani Rahayu 18-21, 12-21
He Bingjiao-Gregoria Mariska Tunjung 23-21, 21-10
Cao Tong Wei/Yu Zheng-Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta 14-21, 21-19, 21-23
Chen Xiaoxin-Ruselli Hartawan    21-17, 21-17

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Della/Rizki Bawa Indonesia Kalahkan China 3-1

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 9, 2018


ALOR SETAR, Kompas.com — Ganda putri Della Destiara Haris/ Rizki Amelia Pradipta berhasil membawa tim Indonesia mengungguli China 3-1 dalam penyisihan Grup Z Badminton Asia Team Championship 2018, Kamis (8/2/2018).

Turun di partai keempat, Della/Rizki berjuang dalam tiga gim sebelum mengalahkan ganda China, Cao Tong Wei/Yu Zheng,  21-14, 19-21, 23-21. Dengan kemenangan ini, Indonesia unggul 3-1 dan keluar sebagai juara Grup Z.

Sebelumnya, Indonesia unggul 2-1 melalui tunggal pertama Fitriani yang mengalahkan Chen Yufei 16-21, 21-12, 21-15 serta ganda andalan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mengalahkan Diu Yue/Li Yinhui 21-18, 21-12.

Sayang di nomor tunggal kedua, Gregoria Mariska Tunjung harus menyerah saat mengahadapi tunggal China, He Bingjao. Gregor menyerah dua gim 21-23, 10-21.

Tim putri China merupakan unggulan kedua di Badminton Asia Team Championships 2018. Tiga tunggal putri terbaik China turun di kejuaraan ini, tetapi di sektor ganda para pelapis yang diturunkan.

Di atas kertas, China lebih diunggulkan dari Indonesia yang ada di urutan ketujuh daftar unggulan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: