SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    September 2017
    M T W T F S S
    « Aug    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,682 other followers

Ahsan/Rian Singkirkan Unggulan Pertama

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 23, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan pertama Li Junhui/Li Yuchen di babak kedua Kejauraan Dunia BWF, Rabu (23/08/2017).

Pada pertandingan babak kedua kejuaraan yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia ini, Rian/Ahsan menang atas Li/Liu dalam rubber game 19-21, 21-18, 21-18.

Pertandingan berlangsung ketat dan melelahkan dalam satu jam 08 menit. Ini merupakan balasan atas kekalahan yang dialami Ahsan/Rian dari pasangan China ini pada pertemuan pertama di Singapore Open, April lalu.

Di babak ketiga, Ahsan/Rian akan menghadapi unggulan 15 asal Denmark, Mathias Christiuansen/David Daugaard.

Ganda putera lainnya yang merupakan unggulan 9, Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama juga lolos kebabak ketiga dengan menyingkirkan pasangan Rusia, Evgenij Dremin/Denis Grachev 21-15, 21-16.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Hadapi Malaysia di Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 23, 2017


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Tim putra Indonesia bakal berjumpa saingan terberat di babak final SEA Games 2017, yaitu tim Malaysia. Indonesia sebagai juara bertahan dalam 10 tahun belakangan tak terkalahkan di nomor beregu putra.

Tim Malaysia tentu ingin menghentikan rekor ini, apalagi mereka tampil di kandang sendiri. Dukungan suporter yang memenuhi Axiata Arena menjadi senjata tambahan bagi mereka. Malaysia terakhir kali menjadi juara beregu putra bulu tangkis pada SEA Games tahun 2005.

Indonesia melaju ke final dengan mengalahkan tim Thailand, 3-1. Satu nomor lepas dari genggaman Indonesia setelah di partai kedua, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ditaklukkan Bodin Issara/Nipitphon Phuangphuapet.

Adapun Malaysia menang telak 3-0 atas Singapura di laga semifinal. Akan tetapi, kemenangan pun diraih Malaysia dengan penuh perjuangan karena ketiga laga harus berakhir dengan rubber game.

“Kami memang sudah memprediksikan tim putra bisa lolos ke final. Kekalahan di partai kedua saya lihat karena ganda Thailand lebih senior dan lebih berpengalaman. Fajar/Rian yang bisa menang mudah di gim pertama tidak dapat mengatasi perubahan permainan lawan di gim selanjutnya,” kata Manajer Kontingen Indonesia, Susy Susanti, yang dijumpai di Axiata Arena.

“Fajar/Rian masih kalah berani, agak sedikit tegang jadi tertekan dan belum bisa menyumbang poin,” kata Susy.

Sama dengan tim Indonesia, tim beregu putra Malaysia pun ditarget untuk meraih emas dan merebut takhta juara dari tim Indonesia.

“Target kami emas! Indonesia dan Malaysia targetnya sama-sama emas di beregu putra. Kita lihat saja siapa besok yang akan menang. Saya menilai penampilan tim Indonesia sudah bagus hari ini, permainannya sudah keluar semua,” kata Indra Widjaja, pelatih tunggal putra Malaysia.

“Saya rasa pertandingan akan ramai, baik di tunggal maupun ganda,” kata Indra.

Susy mengimbau kepada para pemain untuk tak gentar menghadapi tuan rumah. Meskipun tuan rumah memiliki banyak keuntungan, Susy berharap para atlet bisa berjuang maksimal hingga akhir pertandingan.

“Pemain di SEA Games kan tidak banyak, saya rasa kita sama-sama tahu siapa yang akan diturunkan. Malaysia kan sebagai tuan rumah pasti banyak diuntungkan, misalnya dari segi suporter dan mereka lebih bisa menyesuaikan diri dengan venue di stadion ini,” kata Susy.

Susy juga mengatakan bahwa sebaiknya pemain tak terpengaruh apa pun dan fokus pada pertandingan. Ia juga memberi wejangan kepada pemain untuk terus berjuang, jangan takut kalah, dan jangan pernah mengalah.

Hasil pertandingan Indonesia-Thailand 3-1:
Jonatan Christie vs Khosit Phetpradab 21-6, 21-18
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Bodin Issara/Nipitphon Phuangphuapet 21-13, 15-21, 16-21
Ihsan Maulana Mustofa vs Suppanyu Avihingsanon 21-15, 21-14
Berry Angriawan/Hardianto vs Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh 27-25, 21-9
Firman Abdul Kholik vs Kantaphon Wangcharoen tidak dimainkan

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

SEA Games 2017, Pupuslah Harapan Bulu Tangkis Putri Sabet Medali Emas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 23, 2017


KOMPAS.com – Pupuslah harapan Indonesia meraih medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis beregu putri SEA Games 2017. Langkah pasukan Merah-putih terhenti di semifinal setelah kalah 0-3 dari Malaysia, Rabu (23/8/2017).

Indonesia lolos ke semifinal tanpa perlu mengeluarkan keringat setelah Laos menyatakan mundur. Tetapi pertemuan dengan Malaysia di semifinal menjadi mimpi buruk bagi Fitriani dan kawan-kawan yang ditargetkan menyabet medali perak.

Hasil ini juga menjadi ulangan SEA Games 2015. Kala itu, langkah Indonesia juga terhenti di semifinal, lagi-lagi karena jegalan Malaysia, dengan skor 1-3. Satu-satunya kemenangan dua tahun lalu itu dihasilkan oleh Lindaweni Fanetri.

Dalam pertandingan kali ini, Fitriani yang diharapkan sebagai penyumbang poin pertama tak mampu berbuat banyak karena kalah straight game 17-21, 17-21 dari tunggal putri Malaysia, Soniia Cheah.

Alih-alih mendapat poin kedua dari sektor ganda, Indonesia justru kalah dengan sangat cepat. Insiden salah mendarat yang dialami oleh Rosyita Eka Putri Sari membuat Indonesia harus merelakan poin kedua jatuh ke tangan tuan rumah. Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rosyita Eka Putri Sari retired saat tertinggal 5-7 pada game pertama.

Hanna Ramadini yang tampil pada partai ketiga, juga tak mampu menyumbang angka. Dia kalah straight game 16-21, 13-21 dari  Goh Jin Wei    Malaysia.

Sementara itu, tim beregu putra Indonesia akan bertanding melawan Thailand pada Rabu (23/8/2017) pukul 14.00 WIB.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Raih Kembali Gelar Juara Junior Asia Sejak 2012

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 31, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Indonesia sukses merebut medali emas Asia Junior Championships 2017 Raihan setelah pasangan ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengalahkan Sung Seung Na/Ah Yeong Seong, Korea, 21-19, 19-21 dan 21-9 dalam 65 menit.

“Rasanya senang sekali, saya tidak menyangka bisa juara. Padahal target awalnya hanya semifinal, tapi pelan-pelan akhirnya bisa menjadi juara. Alhamdulillah bisa juara,” kata Rehan usai bertanding di Jaya Raya Sports Hall Training Center, Jakarta.

“Rasanya senang dan bangga. Apalagi pas beregu kan kalah dari Korea. Tapi sekarang kami bisa membalasnya dan bisa jadi yang tertinggi di antara pemain-pemain Korea. Tapi jangan cepat puas. Masih banyak pertandingan yang di atas-atas nanti. Ini baru awal buat kami,” kata Fadia.

Unggul di gim pertama, poin Rehan/Fadia sempat terpaut ketat dan bahkan tertinggal di game kedua. Mereka pun harus rela menahan kemenangannya hingga gim ketiga.

Rehan/Fadia akhirnya membuktikan, di gim penentu mereka berhasil menang dengan skor meyakinkan 21-9. Pengembalian bola dari Korea yang melebar ke sisi kiri lapangan menjadi poin kemenangan buat Rehan/Fadia.

“Gim kedua kami sempat blank dan keburu-buru juga. Padahal kalau kami sabarin juga mereka akan mati-mati sendiri. Kami buru-buru pengen matiin dan buru-buru pengen game, malah jadi boomerang buat kami. Baru di gim ketiga kami pelan-pelan cari poin lagi,” ujar Rehan.

Indonesia akhirnya berhasil meraih gelar lagi di Asia Junior Championships, setelah terakhir di tahun 2012, Edi Subaktiar/Arya Maulana Aldiartama menjadi juara di ganda putra. Sementara di ganda campuran sendiri, Indonesia terakhir memperoleh gelar di tahun 2011, lewat pasangan Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tontowi/Liliyana Juarai BCA Indonesia Open 2017

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2017


JAKARTA, KOMPAS.com – Pasangan ganda campuran nasional, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, akhirnya berhasil menjuarai turnamen bulu tangkis BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017.

Tontowi/Liliyana merengkuh gelar juara Indonesia Open untuk kali pertama setelah mengalahkan pasangan unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan 22-20, 21-15, pada laga final di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (18/6/2017).

Ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Tontowi/Liliyana atas pasangan tersebut dari total dua laga. Pada pertemuan sebelumnya di China Terbuka 2014, Tontowi/Liliyana kalah.

Pertandingan gim pertama diawali dengan kedudukan imbang hingga 2-2. Setelah itu, Tontowi/Liliyana terus mengumpulkan poin hingga akhirnya bisa mencatatkan keunggulan 10-6 atas lawannya.

Permainan Zheng/Chen mulai meningkat pasca-interval. Pasangan unggulan pertama itu perlahan bangkit dan sukses menekan Tontowi/Liliyana hingga skor menjadi imbang 11-11.

Persaingan di antara kedua pasangan pun semakin ketat. Zheng/Chen yang sempat unggul 15-14, kemudian berbalik tertinggal 16-15. Sejak itu, perolehan poin Tontowi/Liliyana tak terkejar lagi hingga berakhirnya gim pertama.

Partai gim kedua berjalan semakin sengit. Kedua pasangan sama-sama menampilkan permainan impresif dan saling mengejar angka.

Zheng/Chen awalnya mendominasi jalannya laga gim pertama. Namun, menjelang interval, Tontowi/Liliyana berhasil keluar dari tekanan dan sukses berbalik unggul 10-9.

Perjuangan Tontowi/Liliyana berlanjut setelah interval. Sang lawan kembali memberikan perlawanan dan kedudukan menjadi imbang 14-14.

Dukungan penuh dari para penonton di JCC membuat Tontowi/Liliyana semakin bersemangat. Mereka pun tampil lebih agresif hingga akhirnya berhasil memastikan gelar juara Indonesia Open 2017.

Berikut Hasil Lengkap :

  • Ganda putri – Chang Ye Na/Lee So Hee (KOR) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (CHN): 19-21, 21-15, 10-21
  • Tunggal putra – Kazuma Sakai (JPN) vs Kidambi Srikanth (IND): 11-21, 19-21
  • Tunggal putri – Sayaka Sato (JPN) vs Sung Ji Hyun (KOR): 21-13, 17-21, 21-14
  • Ganda putra – Li Junhui/Liu Yuchen (CHN) vs Mathias Boe/Casten Mogensen (DEN): 21-19, 19-21, 21-18
  • Ganda campuran – Zheng Siwei/Chen Qingchen (CHN) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (IDN): 20-22, 15-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Harapan Juara Hanya Pada Tontowi/Liliyana

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 18, 2017


JAKARTA, Kompas.comTontowi Ahmad/ Liliyana Natsir menjadi satu-satunya  wakil Indonesia di partai final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 usai mengalahkan pasangan baru dari Malaysia, Chan Peng Soon/ Peck Yen Wei, dengan skor 21-13, 21-14.

Penampilan Tontowi/Liliyana malam ini sangat baik dan terus memegang kendali permainan dari awal pertandingan. Tontowi juga bermain agresif di depan net.

“Kami tahu Chan adalah pemain yang berpengalaman, kami sudah mempelajari video pertandingan pasangan baru ini. Chan memang banyak mengcover lapangan. Walaupun sempat ramai, mereka tertekan terus dan sulit keluar dari tekanan,” kata Liliyana.

“Kami cukup puas dengan penampilan hari ini, kami bermain dengan fokus dan konsentrasi. Saya bisa mengurangi error saya yang biasanya banyak banget. Musuh pun susah untuk berkembang. Mudah-mudahan besok kami bisa tampil lebih baik,” tutur Tontowi.

Sebagai pasangan ganda campuran terbaik Indonesia saat ini, Tontowi/Liliyana sudah mengantongi segudang prestasi, puncaknya medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun Tontowi/Liliyana masih belum berjodoh dengan gelar Indonesia Open. Sebelumnya, Tontowi/Liliyana pernah dua kali melangkah ke final.

Pada tahun 2012 mereka dikalahkan oleh Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand).  Pada tahun 2011, Tontowi/Liliyana juga ke final dan dikalahkan oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok).

“Pasti ingin juara, tetapi kami mau fokus, nggak mikirin besok juara. Yang penting komunikasi dan strategi bisa berjalan,” kata Tontowi.

Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan unggulan pertama, Zheng Siwei/Chen Qingchen (Tiongkok). “Lawan besok tidak mudah, mereka adalah pemain muda yang lagi on fire, semangat, punya kecepatan dan power. Kami harus bisa menerapkan pola yang benar. Semoga kami bisa bermain lebih baik dan kasih juara untuk Indonesia,” jelas Liliyana.

Sementara itu, pasangan ganda putri Anggia Shita Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani gagal melangkah ke final usai dikalahkan Chen Qingchen/Jia Yifan (Tiongkok), dengan skor 21-12, 21-17.

Sebelumnya, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak dapat berlanjut di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Pasangan ganda putra muda Indonesia ini dihentikan unggulan kedua, Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), dengan skor 17-21, 21-18, 12-21.

Jadwal lengkap final:
Chang Ye Na/Lee So Hee [Korea/3]-Chen Qingchen/Jia Yifan [China/5]
Kazumasa Sakai [Japan]-Kidambi Srikanth [India]
Sayaka Sato  [Japan]-Sung Ji Hyun [Korea/5]
Li Junhui/Liu Yuchen  [China/3]-Mathias Boe/Carsten Mogensen  [Denmark/2]
Zheng Siwei/Chen Qingchen  [China/1]-Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [Indonesia/6]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Puteri Lengkapi Tiga Wakil di Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 17, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Indonesia akhirnya meloloskan tiga wakil di babak semifinal BCA Indonesia Open SSP 2017, setelah ganda puteri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani memastikan lolos pada Sabtu (17/6/2017) dinihari.

Anggia/Ketut lolos dengan perjuangan berat setelah menyisihkan wakil Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taetrattanachai dalam pertandingan rubber game 13-21, 21-19,, 21-11.

Pertandingan antara ganda puteri kedua negara ini berlangsung ketat dan marathon selama 1 jam 14 menit.  Partai terakhir ini baru usai pada pukul 01.00 dinihari.

Pada partai semifinal, Sabtu (17/06/2017), Anggia/Ketut akan ditantang lawan berat, yaitu unggulan 5 asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Sebelumnya Indonesia telah memloskan dua wakil di semifinal. Juara Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi wakil Indonesia kedua yang berhasil lolos ke babak semi final BCA Indonesia Open  SSP 2017, Jumat (16/06/2017). Tontowi/Liliyana  berhasil mengalahkan pasangan asal Malaysia,  Tan Kian Meng/Lai Pei Jing. Pasangan Indonesia ini menang dua gim 21-18, 21-16.

Sebelumnya, Indonesia telah menempatkan satu wakil di semi final setelah  ganda putera Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos perempatfinal dengan mengalahkan pasangan Thailand, Kedren Kittinupong/Dechapol Puavaranukroh (Thailand), dengan skor 21-13, 18-21, 21-12.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Empat Wakil di Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 16, 2017


JAKARTA, Kompas.com – Sebanyak empat wakil Indonesia berhasil melaju ke babak perempat final kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi wakil pertama yang lolos setelah mengalahkan senior mereka, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Fajar/Rian akan menantang wakil Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Kittiharakul dalam perebutan tiket semifinal.

Sektor ganda putri mengirim dua wakilnya ke perempat final. Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari yang mengalahkan unggulan keenam, Luo Ying/Luo Yu, menjadi wakil ganda putri pertama yang melaju. Sukses Della/Rosyita kemudian disusul oleh Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani yang menumbangkan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan (Korea).

Ini adalah kemenangan kedua Anggia/Ketut atas Jung/Shin, sebelumnya di ajang yang sama tahun lalu, Anggia/Ketut juga menang dengan skor 21-19, 19-21, 21-19.

“Kami mencoba untuk fokus di tiap poin. Pada game kedua, kami terburu-buru untuk menyerang, karena kami ‘kalah angin’, serangan kami tidak tembus-tembus. Lawan tidak mudah, jadi kami harus lebih tenang,” ujar Anggia.

“Pokoknya selama pertandingan tadi, kami tidak mau kalah,” Ketut menambahkan.

Di sektor ganda campuran, partai perang saudara antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia akhirnya dimenangkan oleh Tontowi/Liliyana. Di babak perempat final, Tontowi/Liliyana akan menantang Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia).

“Kami akan mempelajari permainan Tan/Lai karena kami belum pernah bertemu. Akhir-akhir ini penampilan mereka cukup baik,  mereka salah satu andalan Malaysia. Kami harus lebih fokus, semakin ke sini semakin berat lawannya, mudah-mudahan kami bisa tampil lebih baik dan bisa menang,” ujar Liliyana

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

China Yang Berubah Pasca Era Li Yongbo

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 30, 2017


GOLD COAST, Kompas.com – Tim China datang ke Gold Coast dengan label unggulan pertama dan juara bertahan dalam enam edisi terakhir Piala Sudirman.

Namun, di Carrara Indoor Stadium rekor kemenangan mereka di turnamen beregu campuran ini harus terhenti. Mereka harus mengakui keunggulan Korea di partai puncak dengan skor tipis 2-3.

“Salah satu faktor kami kehilangan angka di sektor ganda adalah di semifinal kami bermain sampai larut malam, jadi kebugaran pemain pun berbeda. Di tambah pemain ganda putri kami pun bermain rangkap kemarin,” ujar pelatih kepala ganda, Zhang Jun.

Mereka pun menuturkan bahwa strategi permainan mereka adalah mereka tak akan menurunkan pemain yang sama dalam dua hari beruntun. Hal ini pun terbukti, dari susunan pemain mereka, hanya Chen Qingchen/Jia Yifan yang kembali diturunkan.

“Kami memang menurunkan pemain yang berbeda di final kali ini, hanya ganda putri saja yang kami turunkan di semifinal dan final. Kami cukup puas dengan penampilan ganda putra, tunggal putra dan tunggal putri kami hari ini, mereka menunjukkan keinginan mereka untuk menampilkan yang terbaik,” tambah Zhang.

Mereka pun menuturkan bahwa kekalahan mereka kali ini, karena mereka baru saja mengalami perombakan di organisasi mereka. Paska mundurnya Li Yongbo sebagai kepala pelatih, saat ini Tiongkok memang dipimpin oleh dua pelatih untuk sektor tunggal dan ganda. Sektor ganda berada di bawah komando Zhang Jun, sementara sektor tunggal berada di bawah komando Xia Xuanze.

“Kami mengalami pergantian pelatih di organisasi kami, sekarang kami memiliki pelatih kepala di sektor tunggal dan sektor ganda, kami juga banyak pemain-pemain baru. Kami akan membutuhkan strategi baru untuk mengembangkan pemain-pemain kami. Tapi memang persaingan bulutangkis kali ini memang semakin berat, kami banyak menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dari pada sebelumnya. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami, tantangan dari negara-negara lain, dan kami menyukai tantangan,” pungkas Xia

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kalahkan China, Korea Juara Piala Sudirman

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 30, 2017


JAkARTA, Kompas.com – Korea merebuat Piala Sudirman 2017, Minggu (28/05/2017) dengan mengalahkan juara bertahan China 3-2 di final.

Keberhasilan Korea dipastikan setelah pada partai kelima, ganda campuran Choi Solgyu/Chae Yoo Jung mampu mengalahkan ganda campuran China, Lu Kai/Huang Yaqiong dalam dua gim  21-17, 21-13.

Keberhasilan ini membuat Korea unggul 3-2 dan mengulangi sejarah membawa Piala Sudirman setelah terakhir kali melakukannya pada 2003 lalu. Saat itu, Korea menjadi juara dengan mengalahkan juara bertahan China 3-1.

Korea telah empat kali menjuarai Piuala Sudirman. Sementara China masih memegang rekor terbanyak dengan sepuluh kali menjadi juara. Indonesia sebagai penggagas turnamen ini menjadi juara saat kejuaraan ini pertamakali digelar pada 1989. Namun sejak itu, prestasi tertinggi Indonesia adalah menjadi finalis dalam enam kesempatan.

Pada turnamen 2017 ini, tim Indonesia gagal total setelah menbjadi juru kunci di grup 1D di bawah Denmark dan India.

Hasil pertandingan final China-Korea
FU Haifeng/Zhang Nan-Choi Solgyu/Seo Seung Jae 21-14 21-15
He Bingjiao/SUNG Ji Hyun 12-21 16-21
Chen Long-Jeon Hyeok Jin 21-10 21-10
Chen Qingchen/Jia Yifan-Chang Ye Na/Lee So Hee 19-21 13-21
Lu Kai/Huang Yaqiong-Choi Solgyu/Chae Yoo Jung 17-21, 13-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: