SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Indonesia Loloskan Dua Finalis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 18, 2014

1718054rian-rosyita-1604b780x390ALOR SETAR, Kompas.com — Rosyita Eka Putri Sari menunjukkan kualitas sebagai pemain andal dengan berhasil melaju ke partai final BWF World Junior Championships 2014 di dua nomor yaitu ganda putri dan ganda campuran.

Tiket final pertama diraih Rosyita di ganda putri bersama Apriani Rahayu. Keduanya mengalahkan wakil Tiongkok, Jiang Binbin/Tang Pingyang, 21-13, 21-16.

Di ganda campuran, Rosyita melaju bersama Muhammad Rian Ardianto dengan menaklukkan Park Kyung-hoon/Park Keun-hye (Korea), 21-13, 21-13.

“Sudah pasti senang bisa maju ke final di dua nomor, tapi senangnya tidak mau berlebihan karena besok masih ada tugas yang lebih berat. Sekarang senangnya cuma 75 persen, yang 100 persen kalau menang dapat gelar saja,” tutur Rosyita kepada Badmintonindonesia.org.

Rian/Rosyita benar-benar menguasai jalannya laga. Pasangan non-unggulan ini sama sekali tak memberi kesempatan kepada Duo Park untuk mengembangkan permainan.

“Dari awal memang kami yakin bisa mengalahkan ganda Korea ini. Apalagi ini adalah kesempatan saya satu-satunya, karena di ganda putra saya sudah kalah. Ibaratnya nyawa saya sudah tinggal satu, jadi harus berjuang mati-matian,” ujar Rian yang dijumpai seusai pertandingan.

Sementara itu ketika ditanya soal kondisi stamina, baik Rian maupun Rosyita yang sama-sama bermain rangkap mengatakan bahwa mereka tidak terkendala dengan kondisi fisik.

“Sehabis main ganda putra tadi memang terasa capek, tapi waktu main di ganda campuran sudah tidak terasa kok capeknya. Soal besok, kami akan mempersiapkan stamina kami lebih baik lagi,” ungkap Rian.

Sayang dua wakil Indonesia lainnya gagal di babak semifinal. Di nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting disingkirkan pemain Tiongkok, Shi Yuqi, dalam dua gim 19-21, 15-21.

Sementara di nomor ganda putra, Muhammad Rian Ardianto/Clinton Hendrik Kudamassa, juga gagal lolos ke semifinal setelah kalah dari ganda asal Jepang, Masahide Nakata/Katsuki Tamate 21-15, 20-22, 18-21.

Betrikut jadwal pertandingan final WJC 2014:

Ganda campuran:
Huang Kaixiang/Chen Qingchen [CHN/1]-Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka Putri Sari [INA]

Tunggal putri:
Akane Yamaguchi [JPN/1]-He Bing Jiao [CHN 5/8]

Tunggal putra
Lin Gui Pu [CHN 5/8]-Shi Yuqi SHI [2]

Ganda putri
Chen Yingchen/Jia Yi Fan [CHN/1]-Apriani Rahayu/Rosyira Eka Putri Sari [INA 9/16]

Ganda putra
Puavaranukroh Dechapol/Ketlen Kittinupong [THA 3/4]-Masahide Nakata/Katsuki Tamate [JPN]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Rosyita/Apriani Gagalkan Final Sesama Tiongkok

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 18, 2014

ALOR SETAR, KOMPAS.com — Rosyita Eka Putri Sari/Apriani Rahayu memupuskan harapan Tiongkok untuk membuat all Chinese final di ganda putri BWF World Junior Championship dengan merebut satu tempat di final seusai mengalahkan Jiang Binbin/Tang Pingyang, 21-13, 21-16.

Rosyita/Apriani bermain sangat cerdik pada laga semifinal. Tak mau terjebak permainan khas Tiongkok yang terkenal cepat dan keras, Rosyita/Apriani terlihat memperlambat tempo permainan dengan reli-reli panjang yang halus.

“Kalau adu cepat, pasti mereka lebih unggul. Kalau kami main drive terus, mereka juga lebih senang. Jadi, kami bawa mereka ke irama permainan yang kami mau,” komentar Apriani, pemain binaan klub Pelita Bakrie.

“Kami sudah yakin bisa menang karena pasangan Tiongkok ini tidak berbahaya seperti rekan-rekannya yang lain. Kami bersyukur bisa melaju ke final, apalagi ini pertama kalinya kami berpasangan dan hanya latihan beberapa minggu sebelum berangkat,” ujar Rosyita.

Apriani, yang baru pertama kali mengikuti ajang WJC, mengaku senang bisa melaju ke final. Sementara buat Rosyita, ini adalah WJC ketiga setelah tahun 2012 dan 2013 ia juga mengikuti kejuaraan yang sama.

“Rasanya senang sekali bisa lolos ke final. Saya kan belum pernah ikut WJC, jadi berkesan sekali, sampai-sampai saya menitikkan air mata. Saya beruntung bisa diberi kesempatan berpasangan dengan Kak Rosyita yang lebih senior, dia banyak memberi masukan kepada saya dan mengingatkan saya untuk lebih sabar,” ungkap Apriani yang merupakan kelahiran Lawulo, 29 April 1998.

Di final, Rosyita/Apriani akan menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok lainnya, Chen Qingchen/Jia Yin Fa.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lin Dan Lewati Pertandingan Pertama

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 17, 2014

JAKARTA, Kompas.com — Tunggal veteran dan legendaris bulu tangkis Tiongkok, Lin Dan, melewati babak pertama, Rabu (16/4/2014), pada turnamen China Masters GP Gold yang berlangsung di Changzhou.

Lin Dan yang merupakan juara dunia serta peraih medali emas Olimpiade London 2012 ini tampil tidak diunggulkan dalam turnamen ini. Dalam pertandingan yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, ini Lin Dan mengalahkan pemain Thailand, Thammasin Sitthikom 21-12, 21-12.

Di babak kedua, Lin Dan akan menghadapi pemain asal Taiwan, Hsu Shao Wen.

Lin Dan terakhir kali tampil di ajang resmi BWF saat mendapat wild card di kejuaraan dunia di Guangzhou pada Agustus 2013. Ia menjadi juara dengan mengalahkan peringkat satu dunia, Lee Chong Wei, di babak final.

Bagi Lin Dan, turnamen China Masters GP Gold ini merupakan prasyarat untuk ikut serta memperkuat negaranya di ajang perebutan Piala Thomas di New Delhi, 18-25 Mei mendatang. Lin Dan juga kemungkinan akan diturunkan dalam kejuaraan bulu tangkis Asia yang akan berlangsung di Gimcheon, Korea Selatan, pada 22-27 April.

Dalam turnamen China Masters GP Gold ini, Indonesia diwakili Kaesar Akbar di nomor tunggal putra. Namun, ia disingkirkan pemain Hongkong, Nan Wei, di babak pertama dengan skor 9-21, 15-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Putra Tampil Percaya Diri

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 17, 2014

ALOR SETAR, KOMPAS.com — Ganda putra Clinton Hendrik Kudamassa/Muhammad Rian Ardianto memastikan tiket semifinal BWF World Junior Championships 2014 dengan menaklukkan Chung Yonny/Shing Choi Yeung dari Hongkong, 21-15, 21-17.

“Pasangan Hongkong ini punya pukulan yang kencang. Jadi, kami tidak mau kalah kencang. Saat bisa mengimbangi, mereka malah banyak mati-mati sendiri dan kami tambah yakin bisa menang,” ujar Rian, pemain dari klub Jaya Raya Jakarta.

Seperti dituturkan Clinton, ia dan Rian dari awal sudah merasa yakin bisa memenangkan pertandingan atas ganda HongKong ini. Pasalnya, Clinton/Rian sudah tiga kali bertemu dengan Chung/Shing dan berhasil memenangi ketiga pertandingan tersebut.

“Awalnya kami agak tegang, tapi kami sudah pernah menang sebelumnya dari ganda Hongkong ini. Kami pun percaya diri kalau kami bisa. Setelah dapat feel-nya di pertengahan gim pertama, kami langsung enak mainnya,” ujar Clinton.

Clinton/Rian menjadi wakil Merah Putih yang ketiga yang lolos ke babak semifinal. Sebelumnya, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) juga melaju. Rian yang bermain rangkap di ganda campuran bersama Rosyita Eka Putri Sari juga memastikan tiket semifinal.

Di ganda putri, Rosyita juga lolos ke babak semifinal bersama Apriani Rahayu setelah mengalahkan wakil Thailand yang juga unggulan kedua, Pacharapun Chochuwong/Chanisa Taechavorasinskun, 19-21, 21-14, 21-13.

Sayangnya, tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, harus terhenti di putaran delapan besar. Jonatan dikalahkan pemain unggulan 5/8 dari Tiongkok, Lin Gui Pu, 17-21, 18-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Tempatkan Empat Wakil di Semifinal WJC 2014

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 17, 2014

ALOR STAR, KOMPAS.com – Muhammad Rian Ardianto/Clinton Hendrik Kudamassa jadi wakil ketiga Indonesia yang lolos ke semifinal BWF World Junior Championships 2014. Di perempat final, mereka menaklukkan Chung Yonny/Yeung Shing Choi, 21-15, 21-17, Rabu (16/4/2014).

Rian/Clinton bermain bagus pada gim pertama. Mereka memimpin dalam pengumpulan poin hingga penuntaskan gim ini dengan keunggulan 21-15.

Pada gim kedua, Rian/Clinton tertinggal di awal. Mereka mengejar hingga mampu menyamakan angka pada posisi 10-10. Setelah itu mereka berganti unggul dan menyudahi laga ini dengan kemenangan, dalam 23 menit.

Sebelumnya, Rian juga sudah lolos ke semifinal dari nomor ganda campuran bersama Rosyita Eka Putri Sari. Rosyita juga mencatat prestasi tak kalah cemerlang.

Turun di nomor ganda bersama Apriani Rahayu, Rosyita mengalahkan unggulan dua, Pacharapun Chochuwong/Chanisa Teachavorasinskun, 19-21, 21-24, 21-13.

Sayangnya, tunggal putra Jonatan Christie gagal melangkah ke semifinal. Unggulan pertama ini takluk di tangan pemain Tiongkok, Lin Gui Pu, 17-21, 18-21.

Wakil Indonesia di Semifinal WJC 2014:
Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting
Ganda Putra: Muhammad Rian Ardianto/Clinton Hendrik Kudamassa
Ganda Putri: Rosyita Eka Putri Sari/Apriani Rahayu
Ganda Campuran: Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka Putri Sari

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Delapan Puluh Finalis Berlaga di Grand Final SIDU CUP 2014

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 17, 2014

Bulutangkis.com – Turnamen bulutangkis untuk pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama SIDU CUP 2014 memasuki tahap grand final. Delapan puluh juara dari sepuluh kota dalam SIDU CUP 2013 series akan berlaga memperebutkan Piala Gita Wirjawan dari 15 – 17 April ini.

“Melalui SIDU CUP ini, saya yakin akan lahir calon juara-juara dunia baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang,” ujar Gita Wirjawan, Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) saat membuka kompetisi ini di Jakarta hari ini (15/04). Hadir dalam kesempatan itu Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto, Direktur Asia Pulp and Paper, Suhendra Wiriadinata dan Direktur Pemasaran PT Cakrawala Megah Indah Lina Lim.

Saat ini bulutangkis Indonesia mulai memperlihatkan kebangkitaanya, terutama di sektor ganda. Sejumlah gelar bergengsi berhasil direbut atlet-atlet bulutangkis Indonesia. “Kita tak boleh berpuas diri dan regenerasi harus terus diupayakan. Karena itu saya mengapreasiasi penyelenggaraan SIDU CUP dan berharap turnamen ini dapat berkelanjutan,” kata Gita.

Mendukung upaya mendapatkan bibit-bibit pebulutangkis berprestasi melalui SIDU CUP memang menjadi salah satu komitmen Asia Pulp and Paper (APP) –pilar usaha Sinar Mas yang bergerak di bidang pulp dan paper—dengan salah satu produk unggulannya buku tulis Sinar Dunia. Sejak tahun 2010 lalu APP telah menyelenggarakan SIDU CUP. Tahun ini merupakan gelaran SIDU CUP keempat yang diselenggarakan. “SIDU CUP mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat, mudah-mudahan ajang ini bisa menjadi kawah candra dimuka bagi lahirnya juara-juara dunia di masa mendatang,” ujar Suhendra Wiriadinata. Lebih jauh dijelaskannya, SIDU CUP juga merupakan wujud komitmen APP dalam menjalankan corporate social responsibility di bidang pendidikan dan olahraga, sekaligus memberikan alternatif kegiatan yang positif bagi kalangan pelajar.

Turnamen ini diselanggarakan untuk pelajar tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dan telah menjadi agenda pertandingan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Sejak diselenggarakan pada 2010, lalu SIDU CUP terus menunjukkan signifikansinya. Dari hanya satu kota penyelenggaraan menjadi sembilan pada 2012 dan sepuluh kota pada tahun 2013. Jumlah dan pesertanya pun terus bertambah dari 650 siswa pada tahun 2010 menjadi hampir 10 ribu peserta pada tahun 2013.

Pada pembukaan SIDU CUP 2013 Series di Jakarta tahun lalu telah ditandatangani nota kesepahaman dalam rangka meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia melalui penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis SIDU CUP untuk tingkat SD dan SMP bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Komitmen yang sama untuk meningkatkan prestasi bulu tangkis Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional pun diikrarkan. Dalam kesepakatan, semua pihak memahami nilai strategis pentingnya memberikan pelatihan bulu tangkis sejak usia dini yaitu di tingkat SD dan SMP untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlit bulutangkis yang berkualitas, melalui SIDU CUP.

Para pelajar SD dan SLTP yang bertanding di grand final terbagi dalam 4 kelompok umur yakni: Kelas 1-2 SD, Kelas 3-4 SD, Kelas 5-6 SD dan SMP, putra dan putri. Selain itu untuk memeriahkan acara juga dilaksanakan pertandingan eksebisi yang menampilkan juara dunia dan juara All England Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir bersama pimpinan APP dan Sinar Mas.

Mengenal SINAR DUNIA dan APP

Buku Tulis SIDU merupakan merek dagang dengan penjualan nomor 1 di Indonesia, dengan tagline “BUKU TULIS SANG JUARA”. Selain buku tulis, SIDU merupakan merek dagang untuk kertas fotokopi, amplop dan produk kertas lainnya.

APP (Asia Pulp & Paper) merupakan payung dari perusahaan-perusahaan pulp dan kertas di Indonesia seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, PT Ekamas Fortuna, PT The Univenus dan PT Purinusa Eka Persada. Kantor utama APP berlokasi di Indonesia dan produk-produknya telah dipasarkan ke lebih dari 120 negara. Sebagian besar fasilitas produksi APP mendapatkan sertifikasi Lacak Balak dari LEI dan PEFC.

Hingga saat ini seluruh pabrik APP telah mendapatkan SVLK. SVLK adalah Sistem Verifikasi Legalitas Kayu yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Sistem SVLK menciptakan proses lacak balak ketat yang dirancang untuk memastikan bahwa pabrik hanya menerima dan memproses kayu dari sumber-sumber yang legal dan bahwa semua produk kayu yang diekspor dari negara ini dapat dilacak sampai ke titik asalnya yang dapat diverifikasi.

APP mendukung beberapa insiatif konservasi utama, termasuk Reservasi Biosfer seluas 178.000 hektar di Giam Siak Kecil – Bukit Batu dan area seluas 106.000 hektar untuk Konservasi Harimau Senepis. Kedua area ini berada di provinsi Riau, Sumatera. Inisiatif APP lainnya di bidang suaka margasatwa mencakup dukungan terhadap Program Orangutan Kutai di Kalimantan dan konservasi Badak Jawa (Javan Rhino) di Taman Nasional Ujung Kulon. (pr)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

USM Flypower International Series 2014 Taklukkan Hantoro/Kenas, Arya/Hafiz ke Babak Kedua

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 17, 2014

Bulutangkis.com – Ganda putra pelatnas yang turun di ajang USM Flypower International Series 2014, Arya Maulana Aldiartama/ Hafiz Faisal berhasil melalui laga pertama mereka pada Rabu (16/04) petang. Ganda yang baru dipasangkan ini berhadapan dengan wakil Indonesia asal PB Djarum, Hantoro/ Kenas Adi Haryanto. Menghadapi unggulan enam ini, Arya/Hafiz membutuhkan waktu 31 menit dan dengan skor meyakinkan 21-14 dan 21-11.

“Dari awal pertandingan kami terus menekan lawan. Saya sendiri berusaha untuk terus fokus, karena lawan juga berbahaya jika dibiarkan berkembang. Jadi sejak awal kami tidak mau mengendorkan tekanan,” ujar Arya usai laga.

Di laga yang berlangsung di lapangan tiga Gelora USM ini, Arya/Hafiz memang berhasil terus memimpin jalannya perolehan angka. Memimpin 11-7 di interval pertama, mereka sama sekali tidak memberikan kesempatan lawan untuk bahkan menyamakan kedudukan.

“Kenas cukup berbahaya di depan net, itu yang kami coba hindari dan berusaha untuk terus menurunkan bola,” lanjutnya.

Di babak kedua yang akan digelar hari ini (Kamis, 17/04), Arya/Hafiz akan berhadapan dengan wakil Indonesia asal PB Djarum lainnya, Seiko Wahyu Kusdianto/Tedi Supriadi. Mereka melaju ke 16 besar setelah menyingkirkan wakil Indonesia asal PB Exist, Raynaldi Dita Kusuma/ Wisnu Cahyo Saputro 21-10, 15-21 dan 21-15.

“Untuk pertandingan besok kami sebisa mungkin fokus pada permainan. Dan bisa main bagus,” pungkasnya kemarin.

Sementara itu wakil Pelatnas lainnya, Vehrenica Debora Rumate harus mengakui keunggulan Dinar Dyah Ayustine (PB Djarum). Ia kalah 13-21, 21-14 dan 14-21.

“Di lapangan tadi lutut saya memang agak sedikit sakit, jadi saya banyak mengandalkan kaki kanan saya. Meski kalah, saya sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya. (badmintonindonesia.org)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lin Dan Kemungkinan Jadi Tunggal Ketiga di Piala Thomas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 16, 2014

171730338407-1126532-995093-002780x390KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Tim Tiongkok membuka kemungkinan menurunkan pemain ternama mereka, Lin Dan, sebagai tunggal ketiga di ajang perebutan Piala Thomas di New Delhi, India, 18-25 Mei mendatang.

Asosiasi Bulu Tangkis Tiongkok memutuskan menurunkan Lin Dan di turnamen China Masters GP Gold yang akan berlangsung di Jiangsu yang akan dimulai Rabu (16/4/2014). Di babak pertama, Lin Dan akan menghadapi pemain Thailand, Thammasin Sitthikom.

Lin Dan juga kemungkinan akan diturunkan dalam kejuaraan bulu tangkis Asia yang akan berlangsung di Gimcheon, Korea Selatan, pada 22-27 April. Dua turnamen tersebut merupakan dua ajang terakhir menjelang berlangsungnya putaran final Piala Thomas di New Delhi. Ke 16 negera peserta harus memasukkan nama para pemain ke Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 4 Mei.

Lin Dan terakhir kali tampil di ajang resmi BWF saat mendapat wild card di kejuaraan dunia di Guangzhou pada Agustus 2013. Ia menjadi juara dengan mengalahkan peringkat satu dunia, Lee Chong Wei, di babak final. Namun, kemudahan Lin Dan memperoleh wild card mendapat kecaman dari banyak pihak karena dianggap merugikan para pemain lainnya.

Munculnya nama Lin Dan dipandang sebagai ancaman oleh pelatih timnas Malaysia, Rashid Sidek. Menurut Rashid, Lin Dan tetap berbahaya meski tidak aktif bertanding selama hampir satu tahun.

“Sebagai tunggal ketiga, Lin Dan akan sangat berbahaya. Ia telah membuktikan bahwa meski beristirahat panjang, ia tidak kehilangan kecepatan permainannya,” kata Rashid.

Lin Dan telah memperkuat tim Piala Thomas Tiongkok sejak 2004. Saat ini ia menempati peringkat 103 dunia. Tiongkok memiliki beberapa pemain tunggal putra di 100 besar dunia, seperti Chen Long (2), Du Pengyu (7), Wang Zhengming (8), Tian Houwei (27), Song Xue (33), dan Gao Huan (41).

Sebagai tunggal ketiga, Lin Dan jelas lebih baik dibanding peringkat tiga negara lainnya seperti Daren Liew (Malaysia), Viktor Axelsen (Denmark), Takuma Ueda (Jepang), Hwang Jong-soo (Korea), ataupun Dionysius Hayom Rumbaka (Indonesia).

Posted in