SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Taufik Hidayat Line: Winning is an Attitude Koleksi Kedua siap diluncurkan pada Hong Kong Open 2009

Posted by valsus on 11/10/2009

Bulutangkis.com – “Saya ingin menciptakan sesuatu yang tidak hanya dapat dipakai di lapangan, juga dapat dipakai masyarakat umum dalam kesehariannya; untuk pergi menonton bioskop, hanging out, maupun sekedar duduk dan meminum kopi di kafe.” Ujar Taufik Hidayat mengenai Taufik Hidayat Line (THL).

Taufik Hidayat dan Yonex-Sunrise bekerja sama dalam memelihara perpaduan sinergi mereka menjadi lebih kuat; Hal ini menghasilkan koleksi sportswear yang merepresentasikan teknologi sportswear cutting-edge dari Yonex-Sunrise, maupun selera Taufik Hidayat yang unik dan bold.

Kolaborasi Taufik Hidayat bersama Yonex-Sunrise ini akan kembali meluncurkan koleksi keduanya di turnamen Hong –Kong Open (10-15 November 2009). Hal ini mengikuti kesuksesan penjualan THL pada saat Indonesia Open, Juni silam, yang dilaporkan telah terjual habis selama hanya 5 hari penjualan.

Apakah Taufik dan Yonex-Sunrise mengantisipasi kesuksesan THL di Indonesia Open dapat terulang lagi pada saat peluncuran koleksi keduanya di Hong Kong Open ini?

“Ya, saya bersama dengan Yonex-Sunrise pastinya berharap hasil semaksimal mungkin, terutama melihat antusias dari para penggemar bulutangkis selama di Indonesia Open maupun World Championship di India, saya berharap agar koleksi kedua THL ini dapat diterima jauh lebih baik dari sebelumnya”

Sejak Juni 2009, Taufik Hidayat bersama dengan Yonex-Sunrise secara sukses meluncurkan kolaborasi sportswear pertama mereka, Taufik Hidayat Line. Sejak kesuksesan koleksi pertama tersebut, seluruh usaha dilakukan untuk mengembangkan kreatifitas dari Taufik Hidayat Line. Koleksi kedua THL ini terdiri dari koleksi sports apparel yang semakin berani dalam warna maupun desainnya dibandingkan dengan koleksi pertama THL.

“THL ini merupakan kumpulan dari desain serta warna-warna yang saya sukai; Ini adalah style saya.“ Taufik melanjutkan “Apabila pada koleksi pertama, kami lebih mengutamakan pada warna dan grafis, maka dalam koleksi kedua ini saya bersama tim desain semakin memberanikan diri dalam hal ber-eksperimen pada bentuk lines, cuts dan warna-warna yang lebih berani.”

Ketika ditanyakan apakah kesuksesan dalam THL ini akan turut diikuti dengan kesuksesan dalam lapangan, Pemain peringkat 4 dunia menurut BWF ini mengatakan,

“Apabila dibuatkan grafik prestasi tahun 2009, secara jelas dapat dilihat bahwa prestasi saya sejak menjadi pemain profesional mengalami kenaikan dibandingkan setahun yang lalu. Hasil terendah saya adalah hanya mencapai perempat final pada Swiss Open awal tahun ini; peringkat saya pun sampai saat ini masih berkisar di peringkat 5 besar dunia.”

Taufik melanjutkan, “Saya pribadi menganggap tahun ini pencapaian di lapangan sudah sesuai rencana dan meningkat secara positif, akan tetapi tentunya saya tetap memotivasi diri untuk selalu meningkatkan kemampuan saya tersebut. Tidak dapat dipungkiri pula THL ini dapat berjalan dengan sukses dikarenakan Yonex-Sunrise serta publik percaya terhadap komitmen serta kapabiltas saya sebagai seorang pemain bulutangkis.” (Contribute by: Melati Karina)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hongkong Terbuka Super Series 2009 : Lin Dan Mundur, Sony tak Peras Keringat

Posted by valsus on 11/10/2009

JAKARTA, Kompas.com – Sony Dwi Kuncoro tak perlu memeras keringat untuk meruntuhkan tembok China yang bernama Lin Dan, pada putaran pertama Hongkong Terbuka Super Series. Pasalnya, pemain nomor satu China yang menjadi unggulan kedua di turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini mundur, sehingga Sony melenggang ke putaran kedua, menunggu pemenang antara pemain Malaysia Wong Choong Hann dan pemain Jepang, Kenichi Tago.

Berdasarkan hasil undian, Sony yang tidak diunggulkan di turnamen ini langsung bertemu Lin Dan dalam laga perdananya, Selasa (10/11), di Queen Elizabeth Stadium. Tetapi, Lin Dan yang sejak 2005 hingga 2007 menjadi juara–tahun lalu dia kalah dari Chen Jin di final–terpaksa menarik diri sehingga Sony menang walkover (WO).

Ini berarti, satu rintangan terberat sudah berhasil dilewati Sony, karena peraih medali emas Olimpiade Beijing tersebut merupakan batu karang yang sangat sulit dihancurkannya dalam beberapa usahanya. Dengan demikian, Sony bisa berkonsentrasi menghadapi pertandingan babak kedua, dan siap-siap bertemu unggulan keenam dari Korea Selatan, Park Sung Hwan, yang difavoritkan lolos ke perempat final.

Sementara itu, ada tiga pemain lain dari Tanah Air yang harus berjuang di hari pertama. Mereka adalah Taufik Hidayat, Simon Santoso dan Andre Kurniawan Tedjono. Masih ada satu tunggal putra yang harus melewati babak kualifikasi, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka. Pemain dari PB Djarum Kudus (rekan seklub Andre Kurniawan) ini mesti bisa mengalahkan pemain andalan Republik Ceko, Petr Koukal, jika ingin berdampingan dengan tiga kompatriotnya tersebut.

Taufik yang merupakan unggulan kelima, berpeluang besar maju ke putaran kedua, karena dia “hanya” bertemu pemain non-unggulan dari Belanda, Eric Pang. Langkah serupa juga bisa dicatat Simon Santoso, karena pemain Pelatnas Cipayung ini, yang bulan lalu menjadi juara Denmark Terbuka Super Series, ditantang pemain kualifikasi asal Malaysia, Lee Tsun Seng.

Sayang, jika sama-sama lolos maka Taufik dan Simon harus bertemu di babak kedua untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

Langkah yang berat juga harus dilewati Andre Kurniawan (serta Dionysius jika lolos ke babak utama). Berdasarkan hasil undian, Andre Kurniawan yang prestasinya agak redup, sudah harus melawan unggulan ketujuh dari Vietnam, Nguyen Tien Minh. Sementara itu, jika melewati adangan Koukal, Dionysius pun langsung bertemu unggulan kedelapan dari Thailand, Boonsak Ponsana.

Dari sektor tunggal putri, tiga wakil Indonesia yang langsung tampil di babak utama menghadapi lawan-lawan sulit. Adriyanti Firdasari yang berada di jalur penuh batu sehingga tantangannya paling berat, karena di babak pertama dua sudah harus bertemu pemain tangguh dari China, Wang Xin. Jika berhasil melewatinya, Firdasari kemungkinan besar menantang unggulan kedua dari Hongkong, Zhou Mi.

Setali tiga uang, duo Maria juga berada di jalur sulit meskipun tak seberat Firdasari. Maria Kristin yang absen dalam tiga super series terakhir, akan mengawali perjuangannya melawan pemain Thailand, Salakjit Ponsana. Jika berhasil melewatinya, Maria Kristin berpeluang besar bertemu unggulan keenam dari China, Jiang Yanjiao.

Sedangkan Maria Febe lebih dulu bertarung dengan pemain non-unggulan dari Singapura, Xing Aiying. Peluang pemain PB Djarum Kudus ini untuk maju ke putaran kedua cukup besar. Tetapi di babak kedua nanti, lagi-lagi pemain China bakal jadi penghalang karena perempatfinalis Indonesia Terbuka Super Series ini kemungkinan besar bertemu unggulan ketujuh, Lu Lan.

Ganda putra langsung bentrok antar-sesama pasangan Indonesia

Persaingan di sektor ganda putra pada turnamen kali ini bakal lebih sengit. Pasalnya, pasangan nomor satu Korea Selatan yang bulan Juni lalu menjadi juara Indonesia Terbuka, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, kembali ambil bagian setelah absen di tiga super series terakhir. Unggulan ketiga yang berstatus juara bertahan ini langsung lolos ke babak kedua, karena pasangan China yang merupakan calon lawannya di babak pertama, Guo Zhendong/Xu Chen, mundur.

Dengan demikian, tantangan bagi para pemain Indonesia bakal lebih besar lagi, terutama bagi unggulan utama Markis Kido/Hendra Setiawan, yang dalam dua bulan terakhir sudah meraih gelar di Jepang Terbuka dan Perancis Terbuka.

Hanya saja, perjalanan para pemain Indonesia di turnamen ini langsung diawali dengan bentrokan antar-sesama pemain. Pasangan Pelatnas Muhammad Ahsan/Bona Septano, sudah harus bertemu senior mereka yang dulu pernah di Pelatnas, Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (unggulan 6).

Sementara itu, Kido/Hendra, yang menjadi juara di sini pada tahun 2006 dan 2007, akan bertemu pasangan Taiwan Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu. Jika lolos, di babak kedua nanti pasangan nomor satu dunia ini kemungkinan besar bertemu pasangan senior Tanah Air, Flandy Limpele/Candra Wijaya, yang di babak pertama ditantang pasangan Korea Cho Gun Woo/Shin Baek Cheol.

Finalis Jepang Terbuka, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, juga harus melewati jalan yang terjal jika ingin meraih sukses. Di babak pertama, pasangan Pelatnas ini menghadapi lawan yang mudah, karena bertemu pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Lin Yun Lang. Tapi di babak kedua, mereka hampir pasti bertemu unggulan kedua dari Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, yang lebih dulu ditantang pasangan Amerika Serikat Howard Bach/Tony Gunawan.

Di sektor ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir yang tahun 2007 menjadi juara di sini, langsung bertemu pasangan China, Chen Zhiben/Zhao Yunlei. Meskipun tak diunggulkan, tapi Nova/Liliyana yang akhir bulan lalu menjadi juara Perancis Terbuka harus mewaspadai pasangan China tersebut, karena punya potensi untuk menjegalnya.

Pada super series yang sekarang, Indonesia tidak menurunkan wakil di sektor ganda putri. Hanya mantan pemain Pelatnas, Vita Marissa, yang ambil bagian, berpasangan dengan pemain Amerika Serikat Mona Santoso. Mereka akan mengawali perjuangannya melawan unggulan kedua dari China, Cheng Shu/Zhao Yunlei.

- Daftar unggulan

Tunggal putra

1. Lee Chong Wei (Malaysia)

2. Lin Dan (China)

3. Peter Hoeg Gade (Denmark)

4. Chen Jin (China)

5. Taufik Hidayat (Indonesia)

6. Park Sung Hwan (Korsel)

7. Nguyen Tien Minh (Vietnam)

8. Boonsak Ponsana (Thailand)

Ganda putra

1. Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)

2. Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia)

3. Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korsel)

4. Cai Yun/Fu Haifeng (China)

5. Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan (Malaysia)

6. Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia)

7. Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark)

8. Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Malaysia)

Tunggal putri

1. Wang Lin (China)

2. Zhou Mi (Hongkong)

3. Wang Yihan (China)

4. Tine Rasmussen (Denmark)

5. Pi Hongyan (Perancis)

6. Jiang Yanjiao (China)

7. Lu Lan (China)

8. Saina Nehwal (India)

Ganda putri

1. Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Malaysia)

2. Cheng Shu/Zhao Yunlei (China)

3. Du Jing/Yu Yang (China)

4. Ma Jin/Wang Xiaoli (China)

5. Ha Jung Eun/Lee Kyung Won (Korsel)

6. Tian Qing/Zhang Yawen (China)

7. Chien Yu Chin/Wang Pei Rong (Taiwan)

8. Kim Min Jung/Park Sun Young (Korsel)

Ganda campuran

1. Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korsel)

2. Zheng Bo/Ma Jin (China)

3. Nova Widianto/Liliyana Natsir (Indonesia)

4. Thomas Laybourn/Juhl Kamilla Rytter (Denmark)

5. He Hanbin/Yu Yang (China)

6. Nielsen Joachim Fischer/Christinna Pedersen (Denmark)

7. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (Indonesia)

8. Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (India)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

368 PEBULUTANGKIS BERLAGA DI FAJAR CUP

Posted by valsus on 11/10/2009

Palangkaraya,9/11 (Antara/FINROLL News)- Sebanyak 368 atlet pebulutangkis putra dan putri kini berlaga dikejuaraan bulutangkis, Fajar Cup Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kejuaraan yang merupakan program klub bulutangkis Fajar Palangkaraya dan Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalteng tersebut, mulai berlangsung, Senin malam di gedung Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kalteng, Palangkaraya.

Berdasarkan Ketua Panitia, Lukman pertandingan tersebut mempertandingkan beberapa kelas, yang diikuti puluhan klub, bukan saja dari Kalteng, tetapi juga klub-klub dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kelas yang dipertandingan antara lain, anak-anak putra diikuti 67 atlet, anak-anak puti 25 atlet, pemula putra 79 atlet, pemula putri 20 atlet, remaja putra 46 atlet, remaja putri 21 atlet.

Kemudian juga dipertandingkan kelas taruna putra sebanyak 29 atlet, taruna putri delapan atlet, ganda remaja putra 25 atlet, ganda taruna putra 22 atlet, serta ganda dewasa putra 26 atlet.

Para atlet yang berlaga itu berasal dari beberapa klub Kalteng dan Kalsel antara lain klub Fajar Palangkaraya sendiri, PB Satria Dahana Banjarmasin, PB Kapupaten Kapuas, PB Serayu Putra Palangkaraya, PB Poliban Banjarmasin.

Kemudian PB Mandiri Perkasa Banjarmasin, PB Daerah Bersatu Banjarmasin, PB HB Putra Martapura , PB Buntoso Banjarmasin, PB Raga Buana Amuntai, PB Berkat Abadi Banjarmasin,PB tangkas Banjarbaru, dan PB Pengcab Kotim.

Selain itu juga ikut atlet dari PB Golden Star Banjarmasin, PB Tunas Muda Balangan, PB Kabupaten Bartim. PB Jaya Abadi Kobar, PB Putra Kabupaten Seruyan, PB Walet Putih, PB Golkar Kabupaten Kapuas, PB walet Putih Kabupaten Tanah Bumbu, PB Kabupaten Katingan, PB Siame Martapura Kabupaten Banjar, serta peserta dari perorangan.

“Kita gembira membludaknya peserta mengikuti kejuaraan ini yang membuktikan kejuaraan Fajar Cup memperoleh perhatian luas pebulutangkis dua provinsi bertetangga Kalteng dan Kalsel” kata Lukman.

Ia berharap dengan adanya kejuaraan ini akan memancing minat masyarakat mencintai cabang olahraga ini disamping akan meningkatkan keinginan berlatih yang lebih keras lagi.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PB Djarum Target Tujuh Emas di Sirnas Sulawesi, Papua dan Maluku; SURYA NAGA sertakan 25 Atlet

Posted by valsus on 11/10/2009

MAKASSAR, Kompas.com – PB Djarum menargetkan tujuh medali emas pada kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) bulu tangkis Sulawesi, Maluku, Papua 2009 yang akan berlangsung di Makassar-Gowa, 10-14 November.

Pelatih PB Djarum Puri Setyo Indra mengatakan, dengan hadirnya seluruh atlet terbaik yang akan tampil di kejurnas, serta persiapan yang cukup matang, membuat pihaknya yakin mampu meraih sukses dalam Sirnas seri terakhir kali ini.

“Hadirnya sejumlah atlet yang dipersiapkan tampil di Kejurnas, membuat kami optimistis untuk meraih hasil maksimal, makanya kita tak ragu untuk mematok tujuh emas dalam kejuaraan kali ini,” katanya dalam jumpa pers, Senin (9/11).

Menurut Puri, PB Djarum sebelumnnya berencana tidak akan mengikut-sertakan sejumlah atlet yang dipersiapkan tampil di Kejurnas. Tetapi berhubung jadwal pelaksanaan Kejurnas yang sebelumnya direncanakan pada awal Desember, akhirnya mundur hingga Januari 2010, sehingga mereka akhirnya bisa disertakan dalam Sirnas Makassar.

Beberapa pemain yang semula disiapkan tampil di kejurnas di antaranya Riyanto Subagja, Arief Ghifar Ramadhan, Shesar Hiren Rhustavito, Kenas Adi Haryanto dan Kho Henrikho Wibowo. Kelima atlet ini dipastikan dapat turun pada nomor tunggal taruna putra.

Sementara pada nomor tunggal taruna putri, juga dipastikan akan tampil pemain terbaik diantaranya Yeni Asmarani dan Ayu Wanda Tika Wulandari. Keduanya akan bersaing ketat dengan beberapa atlet andalan lain seperti Dian Fitriani (PB Jaya Raya), Hanna Ramadhini (Mutiara bandung) Rusydiana Antardayu (PB Tangkas Alfamart) serta Maya Rosita dari PB Citra Raya Unesa Surabaya.

Sedangkan Febby Angguni, Ana Rovita, Rosaria Yusfin dan Maria Elfira yang dipercaya turun pada nomor tunggal dewasa putri. Mereka akan mendapat saingan ketat dari sejumlah nama lain seperti Tike Arieda, Maziyyah Nadhir (Pelatnas), Putri Mhutia dari Tangkas Alfamart Jakarta.

“Kita juga berharap pada Andreas Adityawarman dan Bandar Sigit Pamungkas yang akan turun di nomor tunggal dewasa putra, keduanya diharapkan mampu memberikan hasil maksimal pada kejuaraan Sirnas kali ini,” ujarnya.

Sementara itu, Persatuan Bulutangkis (PB) Surya Naga Jatim mengirim 25 pemain terbaik untuk bersaing dalam turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Sulawesi, Maluku, Papua yang akan berlangsung di Makassar-Gowa, 10-14 November 2009.

Salah satu staf PB Surya Naga Wijanarko di Makassar, Senin, mengatakan bahwa seluruh atlet akan dipersiapkan tampil dalam semua nomor pada kejuaraan Sirnas yang sudah memasuki seri ke delapan atau penutup.

“Menghadapi Sirnas terakhir ini, kami sengaja mendatangkan sekitar 25 atlet terbaik yang kami miliki, adapun alasannya tentu tak lain untuk bisa membuka peluang meraih emas sesuai terget yang dibebankan,” katanya.

Untuk 25 atlet yang dipastikan tampil dalam kejuaraan yang diikuti 91 tim terbaik dari berbagai provinsi ini, merupakan atlet yang cukup berpengalaman. Adapun beberapa nama yang siap mempersembahkan medali untuk Surya Naga diantaranya pasangan Nurwahid Adrianto/ Heti Nugra Heni dan Sigit Sudrajat/Ummi Khalfah yang akan turun di nomor ganda campuran taruna.

Sedangkan untuk nomor tunggal putra ada nama Singgih Yulianto, Rendy Christian. Sedangkan untuk nomor ganda remaja putri, PB Surya Naga bisah berharap pada pasangan Ni Ketut Mahadewi dan Ila Alvionitasari. Khusus untuk Ila Alvionitasari juga dipersiapkan pada nomor tunggal remaja putri.

Sementara untuk nomor tunggal pemula putra, Surya Naga mempercayakan kepada atlet atas nama Istifar Romadhoni. Ia diharapkan memperlihatkan kemampuan terbaiknya selama ini.

“Dari seluruh nomor yang akan kami ikuti, target medali emas fokuskan pada nomor ganda campuran taruna,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PEMAIN AMERIKA MERIAHKAN SIRNAS MAKASSAR

Posted by valsus on 11/10/2009

Makassar, 9/11 (Antara/FINROLL News)- Dua pemain asal Amerika ambil bagian dalam kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu tangkis Sulawesi, Maluku, Papua 2009 yang berlangsung di Makassar-Gowa, 10-14 November 2009.

Ketua panitia Sirnas Makassar 2009 Haruna Hamid dalam jumpa pers di Makassar, Senin, mengatakan keterlibatan kedua pemain Daniel Gouw dan Lim Dominick Jared sebagai wakil Amerika dalam Sirnas VIII atau putaran terakhir ini, akan membuat kualitas kejuaraan meningkat dan lebih meriah.

“Kita tentu bangga dengan hadirnya mereka dalam Sirnas terakhir ini, mudah-mudahan keikutsertaan mereka berdua bisa membuat persaingan semakin ketat sekaligus menaikkan gengsi kejuaraan ini,” katanya.

Menurut Haruna, dari pihak panitia sebenarnya tidak pernah menyangkah bahwa kejuaraan Sirnas yang merupakan seri penutup tersebut bakal dimeriahkan pemain asing, namun demikian kehadiran mereka tentu akan memberikan nilai tambah jika dilihat dari sisi penyelenggaraan.

Kedua pemain tersebut tengah mengikuti pemusatan laihan di Indonesia, sehingga memanfaatkan kejuaraan ini untuk mencari pengalaman.

Pada turnamen yang akan berlangsung selama empat hari keduanya akan bertarung pada dua nomor yang berbeda. Daniel Gouw turun pada nomor Tunggal Dewasa Putra), sementara Lim Dominick akan turun pada nomor Tunggal Taruna Putra.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Terbentur SEA Games, Kejurnas Diundur

Posted by valsus on 11/10/2009

SURABAYA, Kompas.com – Kejuaraan nasional bulu tangkis 2009 yang semula dijadwalkan berlangsung 1-5 Desember, diundur menjadi 26-30 Januari 2010 dengan Surabaya tetap sebagai tuan rumah penyelenggara.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PBSI Jawa Timur Ferry Stewart yang ditemui di Surabaya, Senin, mengungkapkan alasan pengunduran jadwal kejurnas karena sebagian besar pemain Pelatnas berlaga pada SEA Games 2009 di Laos yang berlangsung 8-18 Desember mendatang.”Pemain Pelatnas tidak mendapatkan izin berlaga di kejurnas, karena waktunya berdekatan dengan SEA Games. PB PBSI akhirnya memutuskan jadwal kejuaraan diundur Januari 2010, tapi titel eventnya tetap kejurnas 2009,” katanya.

Selain SEA Games, pada Desember nanti dijadwalkan berlangsung putaran final turnamen super series dan sebagian punggawa Pelatnas dipastikan ambil bagian.

Ferry Stewart mengatakan, PBSI Jatim selaku tuan rumah kejurnas tidak mempermasalahkan pengunduran jadwal tersebut, asalkan seluruh pemain Pelatnas bisa hadir di Surabaya. “Tanpa kehadiran pemain pelatnas, greget dan kualitas kejuaraan akan berkurang. Makanya kami setuju jadwal diundur dan disesuaikan dengan agenda Pelatnas,” tambahnya.

Pengunduran jadwal itu juga memberi keuntungan bagi pebulu tangkis Jatim untuk melakukan persiapan lebih maksimal.

Menurut Ferry, pihaknya akan menggelar pemusatan latihan mulai akhir November atau awal Desember, setelah menyelesaikan kejuaraan daerah pekan depan. “Pemain-pemain seleksi hasil kejurda akan masuk tim bayangan untuk disiapkan bersama tim utama yang tergabung di Pelatnas dan Puslatda Jatim,” katanya.

Kejurnas bulu tangkis 2009 akan mempertandingkan nomor perorangan kelompok taruna dan dewasa. Tuan rumah Jatim akan mengandalkan Soni Dwi Kuncoro di tunggal putra dan Aprilia Yuswandari di tunggal putri untuk merebut gelar. “Peluang terbesar kita memang di sektor tunggal, kalau ganda jelas sangat berat karena daerah lain punya kualitas pemain lebih bagus,” tambah Ferry Stewart.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hongkong Terbuka Super Series 2009 : Selangkah Lagi, Dionysius dan Fransiska ke Babak Utama

Posted by valsus on 11/10/2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Pebulu tangkis Indonesia yang bernaung di bawah bendera PB Djarum Kudus, Dionysius Hayom Rumbaka, melewati adangan pertama di babak kualifikasi Hongkong Terbuka Super Series. Dalam laga perdananya di kualifikasi turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini, Senin (9/11) di Queen Elizabeth Stadium, Dionysius menaklukkan pemain Malaysia, Amar Sairul Amar, 19-21, 21-12, dan 21-13.

Besok, Dionysius kembali harus bertarung di partai terakhir babak kualifikasi ini melawan pemain andalan Republik Ceko, Petr Koukal, untuk memperebutkan tiket ke babak utama. Jika lolos, maka dia akan bergabung dengan beberapa tunggal putra dari Tanah Air yang langsung menembus babak utama, seperti Taufik Hidayat, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, dan Andre Kurniawan Tedjono.

Fransiska Ratnasari juga mengikuti jejak Dionysius. Tunggal putri PB Djarum ini menyingkirkan unggulan kedua dari Republik Ceko, Kristina Ludikova, dengan kemenangan 21-11, 21-11 di partai pertama kualifikasi.

Meskipun demikian, Fransiska belum mendapat tiket ke babak utama. Dia perlu satu langkah lagi untuk mendapatkannya, tetapi besok harus bisa mengalahkan pemenang duel Michelle Li (Kanada) dan Chan Hung Yung (Hongkong). Jika berhasil, maka Fransiska akan bergabung dengan rekannya di PB Djarum, Maria Febe Kusumastuti, serta dua pemain tunggal putri Cipayung, Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PESERTA SIRNAS MAKASSAR MULAI BERDATANGAN

Posted by valsus on 11/09/2009

Makassar, 8/11 (Antara/FINROLL News)- Peserta Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) bulutangkis 2009 dari luar provinsi mulai berdatangan di Kota Makassar, untuk megikuti pertandingan yang akan berlangsung di Makassar-Gowa , 10-14 November 2009.

Ketua panitia Sirnas Makassar Haruna Hamid di Makassar, Minggu, mengatakan bahwa hingga saat ini, para peserta yang sudah memastikan diri untuk ambil bagian dalam kejuaraan Sirnas sudah mulai berdatangan, bahkan jumlah yang telah tiba sudah mencapai 30 persen.

“Para peserta mulai hari ini sudah berdatangan di Makassar, peserta yang telah tiba diantaranya berasal dari pelatnas dan PB Djarum, sementara beberapa peserta lain baru akan menyusul pada Senin (9/11),” katanya.

Menurut Haruna, kedatangan para peserta Sirnas bulu tangkis lebih awal untuk mengikuti “tehnical meeting” pada senin (9/11).

Pihak penyelenggara berharap agar seluruh tim bisa ikut dalam rapat yang akan dilaksanakan di sebuah hotel di Makasar pada pukul 14.00 Wita, apalagi dalam rapat nanti dimaksudkan untuk kepentingan bersama.

“Kita berharap agar seluruh tim bisa ikut dalam tehnical, karenanya kami akan tetap menunggu kehadiran para peserta, “katanya.

Peserta yang akan tampil dalam kejuaran Sirnas 2009 ini, PB Djarum merupakan salah satu tim yang terlihat begitu antusias, bahkan mereka telah menyiapkan puluhan atlet terbaik yang akan diturunkan dalam sejumlah kategori yang akan dipertandingkan.

Adapun beberapa nama yang telah disiapkan PB Djarum diantaranya Riyanto Subagja, Arief Ghifar Ramadhan, Shesar Hiren Rhustavito, Kenas Adi Haryanto serta Kho Henrikho Wibowo, kelima atlet ini dipastikan turun di nomor tunggal taruna putra. Sementara di nomor tunggal taruna putri terdapat nama Yeni Asmarani dan Ayu Wanda Tika Wulandari.

Tim ini juga akan diperkuat beberapa atlet terbaiknya yang akan turun pada nomor tunggal dewasa putra yang juga els Pelatnas Cipayung, masing-masing Andreas Adityawarman dan Bandar Sigit Pamungkas.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Frost : Europe need more hard work to close gap with Asia

Posted by valsus on 11/09/2009

 

 

DANISH badminton legend Morten Frost Hansen admits that the gap in standard between Asian and Western countries at the junior badminton level is still huge.

None of the European countries made it to the last eight of the ongoing World Junior Badminton Championships’ team event.

Denmark (Group X) and England (Group Y) came closest to breaking the Asian stronghold but missed out on the chance to vie for a semi-final spot after going down by 2-3 scorelines to Hong Kong and Taiwan respectively on Friday.

“This phenomenon is nothing new. Asian teams have been dominating the junior badminton scene in recent years,” Frost said after watching Denmark overcome Vietnam 3-1 yesterday to qualify for the 9th-12th placing playoffs.

“The gap remains huge … and there is nothing we can do to bridge it except work harder to improve next year. But the fact that Denmark and England were in contention to progress further before narrowly missing out shows that Europe is still able to take the fight to the others.” Frost, who is in Alor Setar as coach of the Danish junior team, believes that Western countries’ emphasis on education is the root cause of the disparity in standards.

“Most of the junior players from Europe in this age group (17-19) will be busy with their studies in college or university and cannot afford to allocate more time to badminton. There is a different set-up in Asia, where junior players can concentrate more on improving their game,” said Frost.

Besides Denmark and England, the other European countries in the world juniors team event are Germany, France and Russia.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

(PROFIL) – RAHMAD ALI ASSIDIQI INGIN JADI JUARA DUNIA

Posted by valsus on 11/09/2009

Jakarta, 8/11 (Antara/FINROLL News) – Lugu dan masih polos, itulah yang terkesan dari sosok Rahmad Ali Assidiqi, pebulutangkis muda yang suatu saat bisa diharapkan tampil sebagai pengganti Sony Dwi Kuncoro dan kawan-kawan.

Sosok siswa SDN Ngelorog 3 Sragen Jawa Tengah ini termasuk diantara kelompok pelajar Sekolah Dasar yang turut mengharumkan nama bangsa dan negara di kawasan Asia Tenggara setelah menjuarai bulutangkis ASEAN Primary School Sport Olympiade (APSSO) III/2009 yang berakhir di Jakarta, Minggu.

Rahmad Ali Assidiqi yang kelahiran Sragen 17 Januari 1997 mempersembahkan medali emas di tunggal putra setelah mengalahkan pebulutangkis Malaysia Cheam June Wei di final dengan rubber set 16-21, 21-18, 23-21.

Namun sayang akibat kelelahan anak pasangan Sulardi dan Sumini ini gagal menyabet gelar di ganda saat berpasangan dengan Muhammad Ansyari yang merupakan siswa SDN II Ciledug I Bandung ini kalah dari Cheam June Wei/Sateishtharan juga dengan rubber set 19-21, 22-20, 19-21.

Usai pertandingan anak bungsu dari tiga bersaudara ini memang mengekspresikan kelelahannya disamping mengakui agak tegang.

“Saya lelah dan agak tegang dalam pertandingan final ganda. Mungkin kelelahan ini karena kami harus memainkan babak semifinal dan final tunggal dan ganda hanya dalam satu hari pada pagi dan sore,” ungkap Rahmad yang akrab disapa Diki.

Menekuni bulutangkis Diki selama ini aktif di klub Mekar Jaya di Sragen. Menurut ayahnya, Diki pada hari-hari sekolah selalu berlatih pada pukul 04.30 hingga pukul 06.00, kemudian berangkat ke sekolah dan sepulang dari sekolah pukul 14.00 kembali ke lapangan untuk berlatih hingga pukul 18.00.

Di kancah kompetisi daerah Diki pernah meraih gelar juara kedua JPGG Satelit di Surabaya, juara pertama Sragen Open dan juara pertama kelompok umur se Jawa Tengah.

“Utamanya setelah dia terpilih sebagai anggota kontingen APSSO, jadwal latihannya seperti itu yang diterapkan oleh pelatihnya Supangat,” ungkap Sulardi yang tinggal di Mojowetan RT004/03 Sragen, Jawa Tengah.

Sejak menekuni bulutangkis sejak usia kelas 2 SD (usia 8 tahun), berkat bakatnya yang menonjol Diki pernah mengalami hal istimewa yakni ketika ia diminta untuk berlatih di Singapura oleh seorang pelatih yang berasal dari negeri jiran tersebut pada tahun 2007. Namun pihak keluarga tak mengetahui persis apakah Diki hanya sekedar berlatih atau bakal dijadikan warga naturalisasi Singapura atau tidak.

Namun karena Diki anak bungsu dari dua kakaknya yang wanita Rahmatin dan Rahmawati, Diki berat untuk dilepas.

“Dia manja sih tidak, tapi segala sesuatu kebutuhannya dia harus disediakan oleh orang lain. Kami sangat khawatir kalau dia jauh dari keluarga,” ungkap Rahmatin.

Mengenai cita-cita Diki yang pengagum sosok atlet Sony Dwi Kuncoro dan Bambang Pamungkas ini mengaku ingin menjadi atlet sejati dan tampil sebagai juara dunia.

“Saya ingin jadi atlet sejati dan ingin menjadi juara dunia,” ujar Diki yang bertinggi badan 168 dan berat 45 kilogram ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »