SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

PB Mutiara Cardinal Pertahankan Pembangunan Jaya Cup 2014

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 20, 2014

Perkumpulan Bulutangkis Mutiara Cardinal akhirnya naik ke podium juara pada ajang Pembangunan Jaya Cup 2014 setelah menaklukkan Perkumpulan Bulutangkis Jaya Raya 3-1 pada final yang berakhir hari Sabtu (18/10) petang di Hall Asia Afrika, Senayan, Jakarta.

PB Jaya Raya gagal mengulang sukses mereka ketika merebut gelar juara yang ketiga kalinya. Pada perhelatan pertama kalinya tahun 2011, PB Jaya Raya sukses naik ke podium juara, dan kembali mengulang suksesnya pada tahun berikutnya. Sementara PB Mutiara kembali berjaya mengulang sukses mereka tahun lalu.

“Para pemain sudah berjuang keras. Namun, karena kami tidak memiliki ganda putri yang kuat, terpaksa Ruselly main rangkap. Ternyata, setelah tampil habis-habisan di tunggal putri, fisiknya belum pulih saat main ganda putri. Selamat buat Mutiara Cardinal yang memang memiliki materi lebih merata,” ujar Imelda Kurniawan, manajer tim Jaya Raya.

Kejuaraan junior yang diikuti atlet-atlet bulutangkis berusia di bawah 19 tahun ini berformat beregu campuran seperti ajang Piala Sudirman dengan mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Ada delapan klub yang mengikuti ajang ini. Empat klub berada di Grup A yaitu, PB Djarum Kudus [1], PB Jaya Raya Jakarta [3], Candra Wijaya Jakarta, dan Semen Gresik. Dan di Grup B ada PB Mutiara Cardinal Bandung [2], PB Pelita Bakrie Jakarta [4], PB Exist Jakarta Utara, dan PB Suryanaga Surabaya.

Sementara Sian Sugiarto, team manager PB Mutiara mengungkap rasa syukurnya atas keberhasilan anak didiknya mengulang sukses tahun lalu. “Tentu bersyukur bisa juara dan mempertahankan gelar tahun lalu. Kemenangan ini sudah diprediksi. Kuncinya ada di ganda putra, kalau Reinard/Altof bisa menang saya yakin kami juara. Soalnya tunggal putri sudah kami prediksi berat, peluangnya 40:60,” ungkap Sian, usai laga final kemarin di Senayan, Jakarta.

“Saya senang anak-anak bisa main maksimal, nggak ada beban walaupun melawan tuan rumah,” tambah Sian.

Pada perebutan peringkat ketiga yang berlangsung lebih awal Sabtu kemarin, PB Exist yang merupakan pendatang baru berhasil tampil sebagai juara ketiga. Sukses PB Exist ini setelah mengalahkan PB Djarum yang merupakan finalis tahun 2011, 2012, dan 2013 dengan skor 3-1.

Akhirnya PB Mutiara Cardinal membawa pulang Pembangunan Jaya Cup 2014 serta menerima uang pembinaan dari PT Pembangunan Jaya yang merupakan milik pengusaha nasional Ir. Ciputra sebesar Rp. 200 juta. Dan runner-up PB Jaya Raya menerima uang pembinaan sebesar Rp. 125 juta. Sedangkan PB Exist dan PB Djarum yang menjadi juara 3 dan 4 masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp 75 juta dan Rp. 25 juta. (*)

Berikut ini hasil final Pembangunan Jaya Cup 2014 antara PB Mutiara Cardinal vs PB Jaya Raya 3-1 pada hari Sabtu (18/10) :
MD :Reinard Dhanriano/Altof Baariq vs Clinton Hendrik Kudamasa/M. Fachrikar 28-26, 21-17
WS :Linda Mutiara Pertiwi vs Ruselly Hartawan 13-21, 23-21, 21-23
MS :Vega Vio Nirwanda vs Krisna Adi Nugraha 21-15, 21-14
WD :Yulfira Barkah/Dianita Saraswati vs Lya Ersalita/Ruselly Hartawan 21-12, 21-15
Partai ganda campuran (MX) tidak dimainkan lagi.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tiongkok Borong Gelar Denmark Terbuka

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 20, 2014

ODENSE, KOMPAS.com – Tiongkok memborong lima gelar juara di Denmark Terbuka 2014 yang berlangsung di Odense, 14-19 Oktober. Semua kemenangan tersebut didapat dengan dua gim langsung.

Ganda putri Wang Xiaoli/Yu Yang jadi penyumbang gelar pertama bagi Tiongkok setelah menumbangkan pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, 21-14, 21-14, dalam 46 menit.

Kemenangan kedua Tiongkok dipersembahkan pasangan ganda campuran, Xu Chen/Ma Jin. Mereka memutus harapan Indonesia untuk meraih gelar dari satu-satunya wakil di final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Xu/Ma mengalahkan Tontowi/Liliyana, 22-20, 21-15 dalam 43 menit.

Tiongkok bahkan meloloskan dua wakilnya di final tunggal putri. Li Xuerui akhirnya membalas kekalahannya di final Asian Games 2014 Incheon, Septe