SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Kido/Markus Lengkapi Empat Gelar Indonesia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 15, 2014

PALEMBANG, Kompas.com – Ganda putra Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon menjadi penyumbang gelar keempat bagi Indonesia di ajang Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014 usai mengalahkan pasangan muda Kevin Sanjaya Sukamuljo/Selvanus Geh, 21-17, 20-22, 21-14.

Sebelumnya, tiga gelar berhasil diraih putra-putri Indonesia di nomor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. “Saat tertinggal di gim kedua, kami merasa di bawah tekanan. Sudah unggul 20-18, malah terkejar dan harus bermain rubber game,” ujar Kido yang ditemui usai pertandingan.

“Di gim ketiga, kami berusaha bermain maksimal dan berpikir positif saja. Kami juga merasa lebih unggul dari segi pengalaman,” tambahnya.

Meskipun melawan sesama pemain Indonesia, namun laga pasangan senior melawan junior ini berlangsung sangat seru. Kido/Fernaldi yang sudah unggul 20-18 di game kedua, siap menutup kemenangan dengan straight game. Namun Kevin/Selvanus tak membiarkan begitu saja, mereka terus mengejar dan balik unggul 22-20 yang artinya gim ketiga harus dimainkan.

Walau akhirnya menang di gim ketiga, namun Kido memuji penampilan pasangan junior ini. Disebutkan Kido, Kevin/Selvanus akan menjadi ganda putra yang berbahaya di tahun-tahun selanjutnya.

“Kevin/Selvanus punya potensi besar, tidak lama lagi mereka akan menjadi ganda putra yang berbahaya. Mereka punya permainan yang bagus, mental pun tak ada masalah. Buktinya mereka bisa lolos ke final. Mungkin dari segi serangannya mesti diperkuat lagi,” ungkap Kido.

Berikut hasil lengkap babak final Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014 :
Ganda Putri
Vita Marissa/Shendy Puspa Irawati (3/INA) vs Keshya Nurvita Hanadia/Devi Tika Permatasari (4/INA) 23-21, 21-13

Tunggal Putra
Prannoy H.S (5/IND) vs Firman Abdul Kholik (INA) 21-11, 22-20

Tunggal Putri
Adriyanti Firdasari (3/INA) vs Ruselli Hartawan (INA) 21-14, 21-14

Ganda Campuran
Riky Widianto/Richi Puspita Dili (1/INA) vs Muhammad Rijal/Vita Marissa (2/INA) 21-18, 21-19

Ganda Putra
Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon (1/INA) vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Selvanus Geh (INA) 21-17, 20-22, 21-14

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Pastikan Rebut Empat Gelar Juara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 14, 2014

PALEMBANG, Kompas.com - Indonesia memastikan diri merebut empat gelar juara di ajang Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014 setelah berhasil membuat all-indonesian final di empat nomor.

Sektor ganda putri juga dipastikan menjadi penyumbang gelar juara setelah nomor ganda campuran, ganda putra dan tunggal putri telah lebih dulu mengamankan gelar lewat partai all Indonesian final di ajang Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014.

Pasangan Vita Marissa/Shendy Puspa Irawati memastikan gelar ganda putri jatuh ke tangan Indonesia setelah sebelumnya Keshya Nurvita Hanadia/Devi Tika Permatasari sukses melenggang ke final. Vita/Shendy melaju dengan mengalahkan unggulan pertama, Jongkonphan Kittiharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand), 21-17, 21-18.

“Kunci kemenangan kami adalah bermain fokus. Walaupun pasangan Thailand ini adalah pemain-pemain muda, tetapi kami tidak mau meremehkan mereka, tidak menganggap enteng lawan,” kata Shendy dan Vita yang berasal dari klub Djarum.

“Dibilang menang pengalaman juga tidak ya, karena saya dan Vita juga baru berpasangan dengan Cik Vita di nomor ganda putri,” imbuh Shendy.

Vita/Shendy akan berebut gelar juara ganda putri melawan Keshya/Devi yang juga pasangan senior. Kedua pasangan sudah beberapa kali bertemu di ajang sirkuit nasional, sehingga masing-masing telah mengantongi kekuatan dan kekurangan di lapangan.

“Untuk laga final, kami harus bermain lebih siap lagi dari laga semifinal, karena kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing,” ujar Shendy. “Pokoknya besok kami bakal fight habis-habisan di final besok,” Vita menambahkan.

Sementara itu di nomor tunggal putra, Firman Abdul Kholik memastikan satu tempat di final setelah menyingkirkan Zulfadli Zulkifli (Malaysia), 21-17, 21-15. Firman akan menghadapi pemain India yang merupakan unggulan 5, Prannoy HS di babak final.

Berikut jadwal final lengkap:
Shendy Puspa Irawati/Vita MarissaI [INA/3]-Keshya Nurvita Hanadia/Devi Tika Permatasari [INA/4]
Prannoy H. S. [IND/5]-Firman Abdul Kholik [INA]
Adriyanti Firdasari [INA/3]-Ruselli Hartawan [INA]
Riky Widianto/Richi Dili Puspita [INA/1]-Muhammad Rijal/Vita Marissa [INA/2]Indonesia Vita MARISSA
Gideon Markus Fernaldi/Markis Kido [INA/1]-Selvanus Geh/Kevin Sanjaya Sukamuljo [INA/5]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jonatan dan Anthony Tersingkir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 11, 2014

PALEMBANG, KOMPAS.com — Dua tunggal putra harapan masa depan, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, tersingkir pada babak pertama Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014, Rabu (10/9/2014).

Jonatan disingkirkan rekan senegaranya, Firman Abdul Kholik, lewat pertandingan rubber game, 21-17, 18-21, 18-21. Sementara langkah Anthony Sinisuka Ginting harus terhenti pada babak pertama dari Loh Kean Yeaw (Singapura), 21-17, 18-21, 18-21.

Kemenangan Firman ini memupuskan harapan Jonatan yang tahun lalu berhasil menembus babak perempat final. Namun, sejak awal, Jonatan memang telah mewaspadai rekan sepelatnasnya tersebut. “Tidak mudah melawan Firman, dia pemain yang cukup bagus. Dari awal saya memang mewaspadai dia juga kok,” ucap Jonatan.

Firman mengatakan, ia memang punya target untuk lolos ke babak kedua dan melewati Jonatan pada babak pertama. Kejuaraan Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014 adalah pengalaman pertama buat Firman berlaga di turnamen kelas grand prix gold. Ia mengaku sempat kaget bisa lolos dan mengikuti kejuaraan ini karena turnamen international challenge yang dua tingkat di bawah grand prix gold saja belum pernah diikutinya.

Firman baru beberapa kali terjun di turnamen kelas yunior. Dua gelar berhasil disabetnya pada ajang Asia Youth U-17 Championships 2013 serta Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014. Pemain kidal kelahiran Banjar, 11 Agustus 1997, ini sudah mengetahui seluk-beluk permainan Jonatan. Maklum saja, keduanya sudah sering latihan bersama di Pelatnas Cipayung.

“Melawan Jonatan, saya yakin menang, tetapi siap kalah. Saya yakin karena saya tahu di mana saja kelemahannya dia. Di gim pertama saya kalah, bahkan saya tertinggal jauh di gim kedua dan ketiga, tetapi saya bermain sabar dan akhirnya Jonatan membuat kesalahan sendiri,” beber pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung ini.

Pada babak kedua, Firman akan berhadapan dengan unggulan kesepuluh asal Hongkong, Tam Chun Hei. Di atas kertas, lawan memang jelas lebih diunggulkan, tetapi Firman tak mau menyerah begitu saja. Firman bertekad ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Pokoknya main lepas saja. Walaupun dia lebih diunggulkan, bukan berarti di lapangan dia pasti menang, saya mau berusaha saja dulu,” pungkas Firman.

Muhammad Bayu Pangisthu menyusul Firman ke babak kedua setelah mengalahkan Calvin Ryan Mamonto (Indonesia), 21-16, 18-21