SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Tontowi/Liliyana Juara di Perancis Terbuka

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 28, 2014

JAKARTA, Kompas.com – Kali ini ganda campuran utama Indonesia, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad membuktikan diri sebagai yang terbaik dengan menjuarai Perancis Terbuka Super Series, Minggu (26/10/2014).

Di final yang berlangsung di stadion Pierre de Coubertin, Paris ini, Tontowi/Liliyana tidak menemui kesulitan berarti untuk mengalahkan ganda campuran Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Mereka menang dua gim 21-9, 21-16.

Di gim pertama, Owi/Butet tidak kesulitan untuk langsung memimpin 8-0. Ganda Inggris mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan karena ditekan sejak awal. Mereka mampu mendapat poin hanya dari unforced error yang dilakukan Tontowi/Liliyana. Gim pertama direbut pasangan Indonesia 21-9.

Gim kedua berlangsung lebih ketat. Duo Adcock unggul 7-4, sebelum terkejar 8-8. Owi/Butet bahkan unggul lebih dulu 11-8. Setelah unggul 19-15, pasangan Indoensia ini akhirnya menang 21-16.

Ini merupakan gelar pertama Tontowi/Liliyana setelah kegagalan di Asian Games Incheon, September dan Denmark Terbuka Super Series Premier pekan lalu. Di dua turnamen tersebut, Owi/Butet tumbang di babak final.

Sebelumnya, Tiongkok meraih gelar juara di nomor tunggal puteri setelah dalam pertanidngan sesama Tiongkok, Wang Shixian menang karena lawannya, Li Xuerui mengundurkan diri dalam kedudukan 21-15, 8-3.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Apriyani/Jauza Sabet Gelar Juara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 26, 2014

Padang – Pasangan muda Apriyani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto (PELATPROV PBSI DKI JAKARTA) tampil gemilang di turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Sumatera Barat Open 2014 yang baru berakhir sore tadi, dengan menyandang predikat tertinggi juara ganda dewasa putri, Sabtu (25/10).
Apriyani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto

Kedua pasangan yang sebetulnya masih bisa bermain dikelas remaja itu, tak menyangka sebelumnya bisa mampu menjadi juara ganda dewasa putri Djarum Sirnas seri kesembilan ini.

“Tidak menyangka sebelumnya kami bisa meraih gelar juara di Djarum Sirnas kali ini. karena melihat persaingan yang ada di turnamen kali ini cukup lumayan berat.” Ungkap Apriyani.

“Senang sekali tentunya bisa meraih gelar juara pertama kalinya di nomor ganda dewasa putri. Kemenangan ini saya persembahkan untuk papah dan mamah.” Lanjut Jauza.

Dipertandingan final tadi, keduanya berhasil menumbangkan unggulan dua Aris Budiharti/Ery Octaviani (PB. JAYA RAYA JAKARTA) selama tiga game pertandingan 21-16 11-21 21-17. Diakui keduanya jika dipertandingan tadi walaupun terjadi rubber game, namun lebih yakin dibandingkan laga semifinal kemarin saat melawan unggulan pertama Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia (PB SGS PLN Bandung).

“Di pertandingan tadi kami lebih yakin dibandingkan semifinal kemarin. Soalnya kemarin baru pertama kalinya kami menang melawan unggulan pertama setelah diempat pertemuan sebelumnya kalah terus.” Tambah Apriyani.

Dengan demikian, hadiah sebesar Rp 17.700.000 berhak untuk pasangan asuhan Pelatprov PBSI DKI Jakarta tersebut. “Hadiah ini akan saya tabung saja.” Pungkas keduanya..