SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Beda Indonesia, Beda Malaysia

Posted by valsus on 11/28/2009

Bulutangkis.com – Pebulutangkis Indonesia yang ikut meramaikan World Super Series Masters Final memperebutkan total hadiah sebesar USD 500.000 yang berlangsung di Johor Baru, Malaysia pada tanggal 2 – 6 Desember 2009 adalah Taufik Hidayat, Alvent Yulianto/ Hendra Aprida Gunawan dan Rian Sukmawan/ Yonatan Suryatama.

Kepastian pebulutangkis Indonesia yang berpartisipasi pada World Super Series Masters Final 2009 yang biasa disebut dengan Final Super Series berdasarkan rilis yang dikeluarkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada hari Rabu (25/11) melalui situs resminya.

PBSI hanya mengijinkan ganda putra Rian Sukmawan/ Yonatan Suryatama untuk mengikuti Final Super Series agar atlit-atlit lainnya memiliki konsentrasi penuh untuk menghadapi SEA Games di Laos yang berdekatan waktunya dengan Final Super Series yaitu dari tanggal 10 – 18 Desember 2009.

Taufik Hidayat dan Alvent Yulianto/ Hendra Aprida Gunawan merupakan atlit yang kini bertanding sebagai atlit profesional setelah memilih mundur dari pelatnas.

Final Super Series hanya diikuti 8 pemain/pasang dari masing-masing nomor di tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran dengan rangking tertinggi dari 12 sirkuit Super Series selama tahun 2009. Dan setiap negara peserta hanya bisa diwakilkan oleh 2 pemain/pasangan pada setiap nomornya.

Beberapa pebulutangkis Indonesia sesungguhnya berhak ikut karena peringkatnya masuk 8 besar atau karena beberapa atlit China mengundurkan diri yaitu Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Markis Kido/ Hendra Setiawan, Nova Widianto/ Lilyana Natsir, Devlin Lahardi/ Lita Nurlita, Shendy Puspa Irawati/ Meiliana Jauhari. Namun karena kebijakan PBSI yang ingin memfokuskan pada SEA Games di Laos akhirnya mereka tidak tampil di Final Super Series.

Langkah yang diambil PBSI kali ini untuk mengamankan target yang dibebankan KONI kepada PBSI untuk meraih lima medali emas pada SEA Games yang berlangsung di Laos. Target meraih lima medali emas yang diharapkan PBSI dari nomor beregu putra/putri, ganda putra, ganda campuran dan tunggal putra.

Melihat catatan prestasi pebulutangkis Indonesia sepanjang tahun ini dan peta kemampuan pebulutangkis negara-negara Asia Tenggara lainnya target meraih lima medali emas kali ini terasa cukup berat. Pada ajang SEA Games 2007 yang berlangsung di Thailand, Indonesia berhasil menyapu bersih tujuh medali emas.

Sementara Malaysia pada ajang SEA Games 2009 kali ini juga turun dengan kekuatan penuh untuk meraih medali emas. Tunggal utama Malaysia Lee Chong Wei yang kini merupakan pebulutangkis dunia peringkat satu akan hadir. Ganda putra terkuat Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong beserta rekan mereka Mohd Zakry Abdul Latif/ Mohd Fairuzizuan Tazari serta Wong Pei Tty/ Chin Eei Hui di nomor ganda putri juga meramaikan.

Kehadiran pebulutangkis-pebulutangkis utama Malaysia pada SEA Games Laos dengan target meraih medali emas tidak mengurangi partisipasi mereka di Final Super Series.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PEMAIN PELATNAS DIPASTIKAN TAMPIL DI KEJURNAS

Posted by valsus on 11/26/2009

Surabaya, 25/11 (Antara/FINROLL News) – Pebulu tangkis utama Pelatnas Cipayung dipastikan akan tampil pada kejuaraan nasional 2009 yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya pada akhir Januari 2010 mendatang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Yacob Rusdianto yang dihubungi wartawan di Surabaya, Rabu, mengatakan kepastian hadirnya pemain Pelatnas, setelah jadwal kejurnas mengalami revisi.

Jadwal kejurnas yang awalnya dilaksanakan pada 1-5 Desember, tapi karena berdekatan dengan SEA Games 2009 di Laos yang berlangsung 8-18 Desember, diputuskan diundur pada 26-30 Januari 2010.

“Perubahan jadwal itu juga hasil konsultasi dengan KONI Pusat, karena sebagian besar pemain utama Pelatnas dilarang mengikuti event lain untuk konsentrasi di SEA Games,” katanya.

Terkait SEA Games, pemain Pelatnas yang lolos ke turnamen Final Master Super Series 2009 di Johor Baru, Malaysia, juga dilarang tampil demi mengejar target lima medali emas yang dibebankan KONI.

“Sekarang ini seluruh pemain sedang menjalani persiapan intensif untuk SEA Games dan kami optimis target lima emas bisa tercapai,” ujar Yacob yang juga Ketua Pengprov PBSI Jawa Timur.

Target itu turun dibanding pencapaian pebulu tangkis Pelatnas pada SEA Games 2007 di Thailand. Saat itu, tim Indonesia yang masih diperkuat Taufik Hidayat, menyapu bersih tujuh medali emas yang diperebutkan.

Yacob Rusdianto menambahkan hadirnya pemain-pemain Pelatnas pada ajang kejurnas nanti, akan menambah kualitas kejuaraan dan menjadi daya tarik bagi penggemar bulu tangkis di Surabaya dan Jatim.

Terakhir, Surabaya menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia Terbuka pada 2006 yang diikuti para pemain top dunia dari berbagai negara.

“Saya yakin kehadiran pemain Pelatnas sudah sangat ditunggu penggemar bulu tangkis di Jatim. Tanpa pemain Pelatnas, event ini kehilangan greget,” tambah Yacob Rusdianto.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PBSI Jatim Ferry Stewart yang ditemui terpisah, mengatakan pengunduran jadwal kejurnas juga menjadi usulan Jatim, agar seluruh pemain Pelatnas utama dan pratama bisa ambil bagian.

“Kalau dipaksakan digelar pada Desember, saya yakin tidak banyak pemain Pelatnas yang ikut karena kelelahan. Padahal, kami sangat berharap seluruh pemain Pelatnas datang ke Surabaya, karena itu menjadi daya tariknya,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taufik dan Dua Ganda Putra ke Final Super Series

Posted by valsus on 11/26/2009

JAKARTA, Kompas.com – Indonesia mengirim tiga wakil dalam turnamen akhir musim, Super Series Masters Finals 2009, yang akan digelar di Johor Baru Malaysia, 2-6 Desember.

Dalam daftar nama peserta yang dikeluarkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Rabu (25/11), pemain Indonesia yang akan ambil bagian adalah Taufik Hidayat dan pasangan Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan serta Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki.

Super Series Masters Finals atau kerap disingkat Final Super Series adalah turnamen akhir tahun yang menjadi puncak dari 12 rangkaian turnamen Super Series sepanjang tahun. Event ini hanya diikuti delapan pemain/pasangan pada setiap nomornya, dan setiap negara hanya boleh mengirim maksimal dua wakil pada setiap nomor.

Selain Indonesia, China juga hanya mengirimkan tiga wakil dalam kejuaraan tersebut yakni dua tunggal, Bao Chunlai dan Lu Lan serta ganda putra Gua Zhendong/Xu Chen. “Negeri Tirai bambu” itu beralasan, pemain-pemain topnya termasuk juara dunia dan Olimpiade Lin Dan akan mengikuti East Asian Games di Hongkong.

Hendra AG mengatakan, ia dan pasangannya Alvent Yulianto yang menempati peringkat delapan Super Series memastikan akan ambil bagian dalam turnamen berhadiah total 500.000 dollar AS itu.

“Iya berangkat,” kata Hendra yang tidak ingin memasang target muluk-muluk karena semua pemain top hadir. “Kami hanya akan berusaha untuk memenangi pertandingan partai demi partai,” katanya.

Absennya pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan yang menempati urutan kedua dalam ranking Super Series, membuka kesempatan bagi Rian/Yonatan (ranking 10) setelah Bona Septano/Mohammad Ahsan (9) juga absen karena akan memperkuat tim SEA Games Indonesia.

Tidak hadirnya sejumlah pemain tunggal yakni Simon Santoso (3), Lin Dan (4), Chen Jin (5) dan Sony Dwi Kuncoro (7) juga memberi peluang bagi Taufik Hidayat (9), Jan O Jorgensen (10), Boonsak Ponsana (11) dan Hsieh Yu Hsin (13) untuk berkompetisi dalam turnamen tersebut.

- Daftar nama peserta Final Super Series:

Tunggal putra: Lee Chong Wei (Malaysia), Peter Gade (Denmark), Park Sung Hwan (Korea), Bao Chunlai (China), Taufik Hidayat (Indonesia), Jan Jorgensen (Denmark), Boonsak Ponsana (Thailand), Hsieh Yu Hsin (Taiwan).

Ganda putra: Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia), Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (Korea), Anthony Clark/Nathan Robertson (Inggis), Guo Zhendong/Xu Chen (China), Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia), Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki (Indonesia), Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Tazari (Malaysia).

Tunggal putri: Pi Hongyan (Perancis), Saina Nehwal (India), Lu Lan (China), Salakjit Ponsana (Thailand), Yao Jie (Belanda), Nicole Grether (Jerman), Juliane Schenk (Jerman), Kim Moon Hi (Korea).

Ganda putri: Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (Malaysia), Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea), Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won (Korea), Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin (Taiwan), Gabrielle White/Jenny Wallwork (Inggris), Duang Anong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand), Lena Frier Kristiansen/Christina Pedersen (Denmark), Nicole Grether/Charmaine Reid (Jerman/Kanada).

Ganda campuran: Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea), Joachim Fisher Nielsen/Christina Pedersen (Denmark), Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand), Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun (Korea), V Diju/Jwala Gutta (India), Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris), Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand), Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczk (Polandia).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Final Super Series Tanpa Pemain Utama China dan Indonesia

Posted by valsus on 11/26/2009

JAKARTA, Kompas.com – Turnamen tutup tahun “Super Series Masters Finals” di Malaysia, 2-6 Desember tidak akan diikuti para pemain utama Indonesia dan China.

Setelah Indonesia lebih mementingkan SEA Games Laos dan menarik semua pemain nasionalnya yang lolos ke turnamen akhir musim tersebut, China menyusul dengan tidak mengirim pemain topnya.

Menurut situs resmi Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) yang akan menjadi penyelenggara turnamen berhadiah 500.000 dolar AS itu, Rabu, disebutkan China memilih tidak mengirim pemain top termasuk juara dunia Lin Dan. Pada penyelenggaraan pertama tahun lalu di Kota Kinabalu, Malaysia, China menarik semua pebulu tangkisnya.

Selain Lin Dan, China juga menarik tunggal putra nomor duanya Chen Jin dan hanya menyisakan Bao Chunlai sebagai satu-satunya wakil tunggal putra yang menempati urutan delapan dalam peringkat Super Series setelah ke-12 rangkaian turnamen tersebut selesai dengan turnamen terakhir China Terbuka di Shanghai pekan lalu.

Manajer event Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) M. Venugopal, memastikan bahwa Lin Dan dan Chen Jin tidak akan tampil dalam Final Super Series. “China hanya akan diwakili oleh pemain top pada tunggal putri Wang Yihan (sekarang peringkat satu dunia). Kami harus memilah banyak hal sebelum dapat menyelesaikan daftar peserta untuk Final,” katanya seperti dikutip situs BAM.

Asosiasi Bulu Tangkis China (CBA) juga telah memutuskan untuk memasukkan ganda putra nomor duanya Guo Zhendong/Chen Xu sementara peringkat satu dunia ganda putri Du Jing/Yu Yang absen dalam turnamen tersebut.

Keputusan CBA untuk tidak mengirim pemain-pemain topnya mungkin negara tersebut akan mengikutsertakan pemain utamanya dalam East Asian Games di Hong Kong pada 5-13 Desember. Bulu tangkis dalam pesta olahraga multi cabang empat tahunan itu akan dipertandingkan 10-13 Desember. Tunggal putri terbaik Hong Kong Zhou Mi dan Wang Chen juga tidak akan datang ke Johor.

Keputusan China tidak menurunkan pemain utamanya merupakan pukulan bagi penyelenggara, terutama setelah PBSI juga memutuskan tidak mengirim pemain termasuk pasangan juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan, pemain tunggal Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso serta ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

MUSPROV PBSI LAMPUNG 19 DESEMBER

Posted by valsus on 11/25/2009

Bandarlampung, 24/11 (Antara/FINROLL News) – Pengurus Provinsi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Lampung, tetap menggelar musyawarah provinsi (musprov), pada 19 Desember mendatang.

“Tadinya kami undur ke tanggal tersebut, guna menyiapkan atlet pada kejurnas. Tetapi, kejurnas diundur, dan kami tetap melaksanakan agenda musprov pada tanggal yang telah disepakati,” kata Ketua Pengprov PBSI Lampung Tadjuddin Nur, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan musprov direncanakan di Kabupaten Lampung Selatan, karena waktu itu berkaitan dengan kesiapan penyelenggaraan porprov di kabupaten tersebut.

“Tetapi, setelah Bupati Lampung Selatan menolak sebagai tuan rumah porprov dan nantinya di Kabupaten Tulanbawang, Musprov PBSI Lampung tetap di Lampung Selatan,” ucapnya menjelaskan.

Tadjuddin yang juga Wakil Sekretaris Umum KONI Lampung mengaku tidak akan menyalonkan diri, dan memberikan kesempatan kepada yang lain untuk membina bulu tangkis.

“Saya sudah cukup lama berkecimpung di bulu tangkis. Mudah-mudahan ada pihak yang mau meneruskan dan rela berkorban untuk perkembangan olah raga ini,” katanya berharap.

Terkait persiapan menghadapi kejurnas pada Januari 2010, ia mengatakan sudah disiapkan oleh pelatih dan berharap bisa menghasilkan yang terbaik.

“Kalau bicara bulu tangkis, hingga kini masih sulit untuk mengejar mereka yang di Jawa, tetapi kita berusaha untuk tampil maksimal,” katanya.

Ia juga menjelaskan, perkembangan bulu tangkis di daerah itu kian maju, hanya saja kurangnya kompetisi, sehingga tidak ada persaingan yang ketat.

Sementara itu, pantauan di sejumlah klub bulu tangkis di Bandarlampung lebih didominasi oleh mereka yang hanya ingin berolah raga, bukan untuk prestasi.

Anggota dari klub tersebut umumnya karyawan atau pegawai yang dan bermain bulu tangkis ketika sore hingga malam hari.

Warga Bandarlampung, Suyudi mengaku, kesulitan mencari tempat latihan bulu tangkis yang mengarah ke prestasi bagi anaknya.

“Saya ingin anak tersebut bisa berprestasi di bulu tangkis. Karena memang dia menggemari. Tetapi, belum ketemu dimana klub yang bisa membawa ke sana. Artinya, klub tersebut telah melahirkan atlet minimal mampu berbicara di tingkat porwil Sumatra,” katanya

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

BWF World Ranking Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 19 November 2009

Posted by valsus on 11/24/2009

Bulutangkis.com – Tunggal Putri Indonesia masih belum memperlihatkan prestasi baik. Tak satu pun atlit Indonesia mampu berada di posisi 10 besar pada peringkat atlit bulutangkis yang dirilis BWF (Badminton World Federation) pada 19 November 2009 yang lalu.

Rilis peringkat yang dikeluarkan BWF terakhir (per 19 November 2009) terlihat bahwa ada peningkatan peringkat dari hanya 5 tunggal putri Indonesia yang masuk 100 besar. Peringkat terbaik tunggal putri diduduki Adrianti Firdasari pada posisi 15 dari sebelumnya di posisi 17. Maria Febe Kusumastuti berada di posisi 32 dari posisi 38.

Sementara pada nomor tunggal putra tiga pebulutangkis Indonesia berada di posisi 10 besar. Taufik Hidayat kini pada posisi 3, naik dari posisi 4. Simon Santoso kini di posisi 6 dari sebelumnya di posisi 7. Dan Sony Dwi Kuncoro kini di posisi 9 dari sebelumnya di posisi 10.

Walau ketiga atlit tunggal putra ini naik posisinya namun pencapaian prestasi minggu ini tidak begitu menggembirakan khususnya Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro. Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro langkahnya di China Open Super Series 2009 hanya mencapai babak perempat final. Keduanya belum mampu menembus ‘Tembok China’. Sony takluk di tangan Chen Jing, sedangkan Simon belum mampu menaklukkan Lin Dan.

Empat tunggal putra Indonesia berada di posisi 100 besar. Andre Kurniawan Tedjono di posisi 31, Dionysius Hayom Rumbaka kembali memperbaiki posisi cukup baik dari posisi 54 kini di posisi 38, Andreas Adityawarman di posisi 69 dan Tommy Sugiarto di posisi 91.

Pada ganda putra Indonesia menempatkan dua pasangannya di posisi 10 besar, sama seperti pada posisi sebelumnya (12 November 2009). Markis Kido/ Hendra Setiawan yang belum memperlihatkan prestasi gemilang dari dua turnamen terakhir yang diikuti (Hong Kong Super Series dan China Super Series) berada di posisi 3. Sementara Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan masih berada di posisi 6.

Dua ganda putra pelatnas lainnya berada di posisi 20 besar. Ahsan Mohammad/ Bona Septano di posisi 14, sedangkan Rian Sukmawan/ Yonathan Suryatama Dasuki berada di posisi 16 dari sebelumnya di posisi 18.

Dua ganda putri Indonesia yang memiliki peringkat terbaik. Shendy Puspa Irawati/ Meiliana Jauhari di posisi 9 naik satu tangga, sementara Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari berada di posisi 13. Sayang kedua pasangan ini tidak ambil bagian di China Open Super Series 2009 yang baru berakhir di Shanghai (Minggu, 22/11/09), yang mempengaruhi peringkat mereka minggu ini.

Prestasi ganda campuran Indonesia pada Hong Kong Super Series 2009 memberikan tambahan poin pada empat ganda campuran Indonesia yang menerima kenaikan peringkat. Pasangan Nova Widianto/ Lilyana Natsir kini di posisi 2 dari sebelumnya di posisi 3. Hendra Aprida Gunawan/ Vita Marissa kini di posisi 6 dari posisi 10. Devin Lahardi Fitriawan/ Lita Nurlita hanya naik satu tangga di posisi 13 dari posisi 14. Sementara pasangan Fran Kurniawan/ Pia Zebadiah Bernadet kini di posisi 21 dari posisi 29 sebelumnya. (Contribute by: Fildzah Adhania).

Tunggal Putra :

3. Taufik Hidayat (+1)

6. Simon Santoso (+1)

9. Sony Dwi Kuncoro

31. Andre Kurniawan Tedjono (-1)

38. Dionysius Hayom Rumbaka (+16)

69. Andreas Adityawarman

91. Tommy Sugiarto (-2)

Tunggal Putri :

15. Adrianti Firdasari (+2)

32. Maria Febe Kusumastuti (+6)

52. Fransiska Ratnasari (+9)

63. Maria Kristin Yulianti (+13)

98. Lindaweni Fanetri (+1)

Ganda Putra :

3. Markis Kido/Hendra Setiawan

6 Alvent Yulianto CHandra/Hendra Aprida Gunawan

14. Ahsan Mohammad/Bona Septano

16. Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki (+2)

35. Lingga Lie/Fernando Kurniawan

36. Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi (+8)

43. Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto

87. Joko Riyadi/Candra Wijaya (-1)

94. Flandy Limpele/Halim Haryanto Ho [INA/USA]

99. Candra Wijaya/Rendra Wijaya (-1)

Ganda Putri :

9. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (+1)

13. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari

32. Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin

56. Nadya Melati/Vita Marissa

58. Debby Susanto/Pia Zebadiah Bernadet

65. Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia (+2)

66. Vita Marissa/Mona Santoso [INA/USA] (-17)

Ganda Campuran :

2. Nova Widianto/Liliyana Natsir (+1)

6. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (+4)

13. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (+1)

21. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet (+8)

33. Flandy Limpele/Anastasia Russkikh [INA/RUS] (-1)

36. Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita

45. Muhammad Rijal/Debby Susanto (-1)

90. Flandy Limpele/Vita Marissa (-2)

Keterangan :

( – ) : Turun peringkat

( +) : Naik peringkat

(Baru) : Pemain yang baru masuk 100 besar.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Djarum – SIWO Gelar Bulu Tangkis Antar-media Seri Jakarta

Posted by valsus on 11/24/2009

JAKARTA, Kompas.com – Setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah, Djarum bekerjasama dengan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya menggelar invitasi bulu tangkis antarmedia 2009 seri Jakarta, yang akan digelar 24-26 November di Gedung Bulu Tangkis Asia Afrika Jakarta. Turnamen ini diikuti sepuluh tim beregu dan sekitar 16 pasangan perorangan. Pemenang beregu akan dikirim ke final wilayah yang akan berlangsung 9-11 Desember di Kudus, Jawa Tengah.

Sepuluh tim tersebut dibagi dalam dua grup, grup A terdiri dari juara bertahan TVRI-1, Jawa Pos, Top Skor, Trans TV dan Pikiran Rakyat. Sedangkan di grup B terdiri dari Suara Pembaruan, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, TVRI-2 dan Bola. Semua tim saling bertemu di grup, dua tim terbaik lolos ke babak semifinal.

Ketua Panitia Fery Kodrat menyatakan, untuk seri Jakarta ini digelar juga nomor perorangan untuk mengakomodir media yang tidak memiliki tim. Jumlah peserta di nomor perorangan cukup banyak sekitar 16 pasangan yang berasal dari berbagai media, ungkap Fery dalam pertemuan tekhnik di Sekretariat SIWO PWI Jaya, Senin (23/11).

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Fatih Chabanto didampingi Fery menjelaskan, digelarnya kejuaraan ini selain untuk mengakrabkan insane media juga untuk memasyarakatkan cabang bulu tangkis ke berbagai lapisan masyarakat. Apalagi, media memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bulu tangkis Indonesia, ujarnya.

Jumlah peserta di Jakarta, menurut Fatih, yang terbesar di banding di dua wilayah Jawa Timur yang digelar 10-12 Nopember di Surabaya, maupun di Jawa Tengah yang digelar 17-18 Nopember di Semarang. Sepuluh media merupakan jumlah yang terbesar, apalagi diramaikan juga dengan nomor perorangan.

Juara masing-masing wilayah nantinya akan bertanding lagi di tingkat nasional, yang akan digelar 9-11 desember di Kudus Jawa Tengah, untuk Jawa Timur diwakili tim Jawa Pos, sedangkan Jawa Tengah oleh Suara Merdeka. Dan akan memperebutkan hadiah total 35 juta. Juara nasional terakhir adalah tim Suara Merdeka yang juara pada tahun 2007.

Untuk lebih menggairahkan dunia bulu tangkis, panitia juga menggelar lomba penulisan selama event ini berlangsung. Dengan total hadiah 15 juta rupiah. Ada tiga kategori yang dilombakan yakni untuk lomba foto (media cetak), lomba penulisan berita (media cetak) dan lomba peliputan televisi, masing-masing kategori akan dipilih lima karya terbaik untuk mendapatkan hadiah.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PROTON MALAYSIA INT’L SF – Woon Vies for Two

Posted by valsus on 11/23/2009

Source : http://www.badzine.info

Malaysia’s Woon Khe Wei (pictured) earned her spots in two finals at the 2009 Proton Malaysia International Challenge. Woon and Tan Wee Kiong go into the all-Malaysian mixed final looking for their first ever senior title and Woon and Chong Sook Chin will attempt to add the women’s doubles to the two titles the home nation has already secured. Thailand, meanwhile, sent its reigning World Junior Champions back down south and two of these are gunning for more titles.

Two years ago, Tan Wee Kiong and Woon Khe Wei were among Malaysia’s biggest hopes in mixed doubles. They were their nation’s only mixed pair at the 2007 Sudirman Cup, even before they won the Asian Junior Championship. In November of that year, they reached the final of the Malaysia International Challenge and lost to newly-crowned World Junior Champions Lim Khim Wah / Ng Hui Lin. But while Lim/Ng have since collected a handful of titles between them, neither Tan nor Woon has reached another final…until today.

Tan and Woon are back as a pair after just shy of a year apart and the two twenty-year-olds find themselves in a final at home once more. Not coincidentally, their opponent will include Ng Hui Lin, this time playing with yet another World Junior Champion, 2008 boys’ doubles winner Mak Hee Chun. Neither pair was seeded at this tournament and while Mak/Ng struggled through three games with top seeds Chan/Goh, Tan/Woon won the other all-Malaysian semi-final easily.

That doesn’t mean that Woon will be rested for the final, however. She and Chong Sook Chin scraped through the longest semi-final match of the day to beat Chinese Taipei’s Chiang/Hsieh 22-24, 21-17, 21-18 in 70 minutes. Third-seeded Marylen Ng Poau Leng / Lim Yin Loo failed to reserve the women’s doubles title for Malaysia, however, losing in two to Japan’s Eto/Wakita.

Both Mak and Tan had a chance to enter two finals and also to secure the men’s doubles title for Malaysia but, as a pair, they fell in 3 games to Thailand’s new World Junior Mixed Champion Maneepong Jongjit, playing with Bodin Isara. The Thais will take on Malaysia’s Lim Khim Wah / Chan Peng Soon.

Thailand already has the women’s singles title in the bag. Sapsiree Taerattanachai (pictured) ended the Hong Kong challenge by beating Chan Tsz Ka, another doubles specialist as a junior. She will face 14-year-old compatriot and World Junior Champion Ratchanok Intanon, who needed three games to defeat yet another Thai youngster, Nitchaon Jindapol.

Malaysia also has a singles title wrapped up. This time it was a Thai threat that was last to be eliminated as last year’s runner-up, Chong Wei Feng beat his northern neighbour Suppanyu Avihingsanon in two quick games to reach the final again. Chong Wei Feng is not the only finalist who shares part of his name with a successful compatriot. While last year’s final went to Kuan Beng Hong, Chan Kwong Beng will be the one to challenge Chong for the 2009 title.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Target Bulu Tangkis Turun

Posted by valsus on 11/23/2009

JAKARTA – SEA Games XXV/2009 Laos berada di depan mata. Dua pekan lagi, even dua tahunan itu dihelat. Ironisnya, saat SEA Games XXV semakin dekat, torehan pebulu tangkis Indonesia justru amburadul. Situasi tersebut membuat PB PBSI merevisi targetnya pada even itu.

Sebelumnya, PB PBSI yakin bisa menyapu bersih tujuh emas yang dilombakan seperti pada edisi 2007 di Thailand. Namun, setelah tren negatif ditunjukkan pasukan Cipayung, mereka hanya berani menargetkan lima emas.

“Sebenarnya, sejak awal, kami tidak menargetkan sapu bersih. Sebab, target yang dibebankan KONI lima medali emas. Target kami sama dengan yang dibebankan KONI,” ungkap Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Lius Pongoh. “Kami tidak mau dibilang bicara tanpa dasar. Kami realistis saja. Dengan kondisi saat ini, yang paling realistis tentu mengejar lima medali emas,” tambahnya.

Tidak bisa dimungkiri bahwa prestasi pebulu tangkis pemain Cipayung sedang menurun. Dalam dua even super series terakhir, para pebulu tangkis pelatnas gagal total. Di Hongkong Terbuka Super Series 2009, hanya pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir yang menjejakkan diri di final. Tapi, mereka hanya finis sebagai runner-up.

Di Tiongkok Terbuka Super Series 2009 yang masih berlangsung, capaian pebulu tangkis pelatnas bahkan lebih buruk. Tidak satu pun yang mampu menembus semifinal.

“Yang memprihatinkan tentu capain Sony (Dwi Kuncoro). Dia belum memperoleh gelar. Penampilannya akhir-akhir ini juga berada di bawah Simon Santoso. Tapi, Simon juga labil,” ungkap Lius.

Karena itu, menurut dia, target lima medali emas lebih memungkinkan. Apalagi, pada SEA Games XXV nanti, Malaysia turun dengan kekuatan utuh. Negeri Jiran tersebut berpotensi besar menyikut Indonesia dalam perburuan medali.

Lantas, dari mana lima medali emas itu? PBSI membidiknya dari nomor beregu pria, ganda pria, ganda campuran, ganda wanita, dan beregu wanita. “Meski kondisi anak-anak kurang bagus akhir-akhir ini, kami masih optimistis. Karena itu, kami tidak mengirim mereka yang lolos ke final Super Series 2009. Hal tersebut juga sesuai dengan instruksi KONI,” jelas Lius.

Final Super Series 2009 akan diselenggarakan di Johor Baru, Malaysia, 2-6 Desember. Hingga saat ini, tercatat ada enam wakil pelatnas yang berhak tampil pada even itu. Mereka adalah Simon, Adriyanti Firdasari, Markis Kido/Hendra Setiawan, Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati, Nova Widianto/Liliyana Natsir, dan pasangan Devin Lahardi/Lita Nurlita. “Even itu terlalu mepet dengan SEA Games XXV. Demi negara, kami pun tidak mengirim mereka ke final super series,” tegas Lius. (fim/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

China Terbuka Super Series 2009 : China & Korea Berbagi Gelar

Posted by valsus on 11/23/2009

SHANGHAI – Ajang China Super Series 2009 menjadi perhelatan milik tuan rumah China dan tetangganya Korea. Terbukti, kedua Negara ini berbagi gelar juara. Dari lima nomor yang dipertandingan, China meraup tiga, sementara Korea menyabet dua trofi juara.

Tanpa hadirnya wakil Indonesia yang mentok hanya di perempatfinal, China dan Korea merajalela di ajang China Super Series tahun ini. Kedua Negara ini hanya mendapat hadangan dari Denmark dan tetangga Indonesia di Malaysia di partai puncak.

Gelar juara perdana China diraih dari nomor tunggal putra. Unggulan kedua Lin Dan yang mengubur mimpi Indonesia melalui harapan terakhirnya Simon Santoso di babak perempatfinal, berhasil menaklukkan tunggal putra Denmark Jan Jorgensen di partai puncak. Lin Dan tampil sebagai juara setelah menang dua set langsung 21-12, 21-12 dalam tempo 37 menit.

Sementara itu, dua gelar lainnya direngkuh China di nomor ganda dan tunggal putri yang menyajikan all Chinese Finals. Di ganda putri, terjadi kejutan kala unggulan enam Tian Qing/Zhang Yawen berhasil menundukkan unggulan dua Du Jing/Yu Yang, 21-14, 21-14 dalam waktu 53 menit.

Di nomor tunggal putri, unggulan enam Jiang Yanjiao harus melewati pertarungan sengit selama 40 menit sebelum berhasil menaklukkan Wang Xin, 21-19 dan 22-20.

Sedangkan Korea menyabet dua gelar tersisa, yakni di nomor ganda campuran dan ganda putra. Di nomor ganda campuran, unggulan pertama Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung bertarung sengit dengan rivalnya, unggulan kedua asal tuan rumah Zheng Bo/Ma Jin. Pasangan Korea ini harus melewati pertarungan ketat tiga set berdurasi 1:16 menit, sebelum menang 21-18, 15-21 dan 21-15.

Trofi terakhir nomor ganda putra diraih unggulan kedua Korea Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang secara mengejutkan mengalahkan unggulan pertama Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, lewat pertarungan alot tiga set, 21-13 19-21 21-18.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »