SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Peluang Lee Chong Wei untuk Bebas Doping Hanya 0,1 Persen

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 24, 2014

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Meski harapan tipis, kalangan olahraga Malaysia berharap hasil pemeriksaan terhadap sampel B bintang mereka, Lee Chong Wei, akan terbukti negatif mengandung doping.

Lee Chong Wei diindikasikan positif doping dalam pemeriksaan sampel A miliknya saat mengikuti Kejuaraan Dunia di Kopenhagen, Denmark, Agustus lalu. Saat ini, sampel B milik Chong Wei tengah diperiksa di Oslo, Norwegia.

Meski pihak-pihak berwenang Malaysia, seperti Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dan Menteri Belia dan Sukan, Khairy Jamaluddin, masih bungkam soal ini, kalangan bulu tangkis negara tersebut sudah mengetahui masalah yang menimpa pemain harapan mereka ini.

Khairy menyebut telah bertemu dengan sang atlet, tetapi tidak menyebut nama Chong Wei.

Tiga mantan pemain nasional Malaysia era 1990-an, Kwan Yoke Meng, Wong Choong Hann, dan Ong Ewe Hock mengaku kaget dengan berita ini. Yoke Meng, anggota tim saat Malaysia menjadi juara Piala Thomas pada 1992, mengaku sempat tidak percaya soal berita ini.

“Ia telah lama bermain di tingkat internasional. Ia berpengalaman dan saya tidak mungkin melakukan hal tersebut secara sengaja,” kata Yoke Meng. “Saya harap sampel B akan membersihkan namanya. Berita seperti ini tidak baik buat citra bulu tangkis.”

Hal serupa diungkap Wong Choong Hann. “Mari kita bersabar menanti hasil pemeriksaan sampel B. Kita harus menghindari rumor dan hal tersebut sangat tidak adil buat atlet yang bersangkutan.”

Sementara itu, Ong Ewe Hock justru mengecam sikap bungkam otoritas olahraga Malaysia. “Saya harap Asosiasi (BAM), Kementerian Sukan dan Belia maupun federasi internasional menjelaskan hal ini. Mereka pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi. Situasi sekarang benar-benar tidak adil buat si pemain.”

Malaysia kini berharap pada keajaiban pada pemeriksaan sampel B seperti yang terjadi pada mantan pemain nasional mereka, Sairul Amar Ayob, pada 2006. Sairul dinyatakan positif doping pada pemeriksaan sampel A saat mengikuti turnamen Belgia pada 2006. Atas inisiatif sendiri, ia kemudian terbang ke Belgia untuk memeriksakan sampel B di laboratorium di Belgia.

“Saat itu, dokter mengatakan 99,9 persen hasil sampel akan sama dengan sampel A. Makanya, mereka kaget ketika hasilnya ternyata negatif,” kata Sairul. “Saat itu, saya hanya mempunyai harapan 0,1 persen. Namun, itu tetap harapan dan terbukti ada. Saya harap pemain ini tetap berpikir positif,” ujarnya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Pia/Kido Bertemu Unggulan Kedua pada Perempat Final

Posted by