SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

10 Peringkat Atas Pebulutangkis Dunia Pada 04 Pebruari 2010

Posted by valsus on 02/10/2010

Bulutangkis.com – Taufik Hidayat menjadi satu-satunya pebulutangkis Indonesia yang masuk 10 besar dunia pada nomor tunggal putra berdasarkan peringkat yang dirilis Badminton World Federation (BWF) pada tanggal 04 Pebruari 2010. Taufik Hidayat yang kini berada diluar pelatnas terpilih kembali memperkuat skuad Thomas Indonesia berada di posisi empat dunia.

Lee Chong Wei (Malaysia) berada di posisi puncak, diikuti Lin Dan (CHN) di posisi dua. Ada tiga tunggal putra China lainnya yang masuk 10 besar dunia yaitu Chen Jin (3), Bao Chunlai (6) dan Chen Long (10).

Tunggal putri bertabur dengan bintang-bintang China dengan 6 pebulutangkisnya bertengger di 10 besar dunia. Wang Yihan berada pada posisi 1, diikuti Wang Lin pada posisi 2 dan Jiang Yanjiao berada pada posisi 3. Pi Hongyan pebulutangkis China yang kini membela negara Prancis berada pada posisi 4 buntuti Wang Xin (China) pada posisi 5 dan Lu Lan (China) pada posisi 6. Tak satu pun wakil Indonesia mampu masuk 10 besar dunia.

Dua ganda putra Indonesia mampu masuk 10 besar dunia. Markis Kido/Hendra Setiawan berada pada posisi 3 dan Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan pada posisi 6. Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong ganda putra Malaysia berada di peringkat atas, sementara ganda putra Korea Selatan Jung Jae Sung/ Lee Yong Dae menyusul pada posisi 2.

Pada minggu ini dua ganda putri Indonesia berhasil masuk 10 besar dunia. Nitya Krishinda Maheswari/ Greysia Polii berada pada posisi 9 dan Shendy Puspa Irawati/ Meiliana Jauhari pada posisi 10.

Tiga ganda putri China berhasil masuk 3 besar dunia. Du Jing/ Yu Yang pada posisi 1, Ma Jin/ Wang Xiaoli pada posisi 2 dan Cheng Shu/ Zhao Yunlei pada posisi 3.

Pasangan ganda campuran Nova Widianto/ Lilyana Natsir berada pada posisi 2 dan Hendra Aprida Gunawan/ Vita Marissa berada di posisi 6. Sementara ganda campuran China Zheng Bo/ Ma Jin pada posisi puncak, sementara ganda campuran Korea Selatan berada di posisi 3.

Berikut peringkat 10 besar dunia

Tunggal Putra :

1. Lee Chong Wei (MAS)

2. Lin Dan (CHN)

3. Chen Jin (CHN)

4. Taufik HIDAYAT (INA)

5. Peter Hoeg GADE (DEN)

6. Bao Chunlai (CHN)

7. Boonsak PONSANA (THA)

8. Nguyen Tien Minh (VIE)

9. Jan O Jorgensen (DEN)

10.Chen Long (CHN)

Tunggal Putri :

1. Wang Yihan (CHN)

2. Wang Lin (CHN)

3. Jiang Yanjiao (CHN)

4. PI Hongyan (FRA)

5. Wang Xin (CHN)

6. Lu Lan (CHN)

7. Saina NEHWAL (IND)

8. ZHOU Mi (HKG)

9. Wang Shixian (CHN)

10.Tine RASMUSSEN (DEN)

Ganda Putra :

1. Kien Keat KOO/Boon Heong TAN (MAS)

2. Jae Sung JUNG/Yong Dae LEE (KOR)

3. Markis KIDO/Hendra SETIAWAN (INA)

4. Mathias BOE/Carsten MOGENSEN (DEN)

5. CAI Yun/Fu Haifeng (CHN)

6. Alvent Yulianto CHANDRA/Hendra Aprida GUNAWAN (INA)

7. Guo Zhendong/ Xu Chen (CHN)

8. CHOONG Tan Fook/ Lee Wan Wah (MAS)

9. Howard Bach/Tony Gunawan (USA)

10. Lars PAASKE/Jonas RASMUSSEN (DEN)

Ganda Putri :

1. Du Jing/ Yu Yang (CHN)

2. Ma Jin/Wang Xiaoli (CHN)

3. Cheng Shu/ Zhao Yunlei (CHN)

4. Chin Eei Hui/ Wong Pei Tty (MAS)

5. HA Jung Eun/KIM Min Jung (KOR)

6. LEE Hyo Jung/LEE Kyung Won (KOR)

7. Mizuki FUJII/Reika KAKIIWA (JPN)

8. Zhao Tingting/Zhang Yawen (CHN)

9. Nitya Krishinda MAHESWARI/Greysia POLII (INA)

10. Shendy Puspa IRAWATI/Meiliana JAUHARI (INA)

Ganda Campuran:

1. Zheng Bo/ MA Jin (CHN)

2. Nova WIDIANTO/Liliyana NATSIR (INA)

3. LEE Yong Dae/ LEE Hyo Jung (KOR)

4. HE Hanbin/ YU Yang (CHN)

5. Thomas LAYBOURN/Kamilla RYTTER JUHL (DEN)

6. Hendra Aprida GUNAWAN/Vita MARISSA (INA)

7. Sudket PRAPAKAMOL/Saralee THOUNGTHONGKAM (THA)

8. Joachim Fischer NIELSEN/Christinna PEDERSEN (DEN)

9. IDIJU V./Jwala GUTTA (IND)

10. Robert MATEUSIAK/Nadiezda KOSTIUCZYK (POL)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Evaluasi Kemerosotan Prestasi Atlit Nasional

Posted by valsus on 02/10/2010

Bulutangkis.com – Melihat merosotnya prestasi atlit-atlit nasional kita di kancah bulutangkis dunia membuat kita merasa prihatin. Bulutangkis sebagai olahraga kebanggaan bagi bangsa Indonesia yang selalu membawa harum nama bangsa kini berada pada kondisi terpuruk dengan semakin susahnya merebut gelar juara. Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan bulutangkis kita?

Sebagai warga yang berkecimpung dalam pembinaan di klub bulutangkis, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan beberapa hal yang menurut saya menjadi faktor kemerosatan prestasi atlit kita. Adapun hal-hal yang kami catat menjadi faktor kemerosotan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kultur kebanggaan terhadap negara dan bangsa yang rendah

Kultur perjuangan yang tidak kenal lelah semakin minim di sadari oleh seorang atlit. Hal ini dapat kita lihat dari hanya segelintir atlit yang berhasil mencapai prestasi internasional. Keberhasilan meraih prestasi adalah cerminan seorang pekerja keras, yang mampu memadukan kedisiplinan dan kecerdasan.

Kebanggaan serta tanggung jawab sebagai pemain nasional saat ini semakin lemah padahal setahu saya setiap atlit yang terjaring dalam pelatnas mereka diikat oleh Surat Keputusan Ketua PBSI yang didalamnya mengatur dari tanggung jawab hingga, tunjangan kesejahteraan atlit.

2. Kejuaraan Daerah ( Kejurda, Porda hingga Kejurcab)

Kegiatan yang dilakukan oleh daerah cukup menghambat munculnya bibit bibit yanq potensial, yang tidak terpantau oleh karena keterbatasan biaya untuk mengikuti program PBSI. Kesempatan mereka berlaga dalam suatu even daerah juga dimatikan oleh pengurus daerah yang hanya memenuhi target medali dengan mengabaikan potensi atlit daerah sendiri.

Sehingga kegiatan berupa Porda,kejurda dst tidak jarang pengcab lebih banyak menggunakan jasa pemain yang siap mendulang medali ketimbang, mengutamakan tanggung jawab moriel dengan membina PB yang konsisten melakukan pembinaan di Daerah tersebut.

Imbas dari terbiasanya menggunakan pemain luar diatas muncul “ semacam target terendah para pemain” bila masuk pelatnas dan tidak mampu berprestasi Internasional setidaknya sudah mampu mendongkrak nilai jual mereka di dalam negeri? Menurut saya Kejuaraan Daerah (Kejurda) atau PORDA adalah salah satu peran daerah untuk menggali dan menyumbang atlit untuk bangsa. Bukan berhura hura dan menyenangkan pejabat Daerah, Akan tetapi kenyataan tidak adanya suatu sanksi yang dijatuhkan oleh Induk Organisasi PBSI pada Pengda/Pengcab maupun pemain yang bersangkutan.

3. Lemahnya pengawasan atas aturan yang sudah ada.

PBSI dalam melakukan pengawasan tidak boleh hanya menunggu bola akan tetapi mampu menjemput bola, dengan terjun langsung mengawasi kegiatan di lapangan dan memberikan sanksi kepada yang melanggar aturan. Sebagai pembina saya sering merasa miris melihat anak-anak didik yang merupakan atlit terbaik suatu daerah ternyata di tengah perjalanan (misalnya pada Kejurda atau PORDA) digantikan oleh atlit dari luar daerah hanya karena untuk mencapai prestasi yang semu.

Tinggi rendahnya prestasi yang diperoleh seorang atlit daerah adalah suatu konsekwensi dari pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pengurus Daerah (Pengda).

Sedangkan kalau kita bicara pada pembinaan atlit bulutangkis di negeri ini, tak bisa dipungkiri bahwa semua ini merupakan hasil pengorbanan orang tua atlit dan klub tempat atlit bernaung. Sehingga pada perjalanan karir atlit dalam meretas masuk pelatnas hanya terbebani pada orang tua dan klub. Tidak ada tanggung jawab atlit kepada Pemerintah Daerah, Pengda/Pengcab dan ini merupakan awal dari lemahnya kebanggaan,tanggung jawab atlit sebagai anak Daerah dan Bangsa Indonesia.

Sepanjang tidak adanya evaluasi menyeluruh hingga pada hal-hal tersebut diatas maka masih sulit rasanya kita untuk mengimbangi negara China, Korea dan Malaysia.

Semoga tulisan ringan bisa menjadi pemikiran bersama untuk membenahi pembinaan atlit-atlit daerah untuk meraih prestasi lebih tinggi guna mengharumkan nama bangsa Indonesia. Bila pada tulisan ini ada kata-kata yang tidak berkenan sebelumnya kami mohon maaf.

Maju bulutangkis Indonesia!

Oleh : Ali Basyal Latief

Pemerhati bulutangkis di Bogor.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ayu Wanda Tika Wulandari: “Motivasi Tersendiri Bermain di Balikpapan”

Posted by valsus on 02/10/2010

Gadis yang genap berusia 19 tahun pada 2 Februari lalu ini lahir di Samarinda dari pasangan Slamet Riyadi dan R. Dewi. Ayu Wanda Tika Wulandari mengawali karir bulutangkisnya dari sekedar mengisi waktu luang disela-sela kegiatan sekolahnya. Namun, orang tuanya melihat potensi dan keinginan lebih dari putri sulungnya itu, Slamet Riyadi akhirnya mendaftarkan Ayu di PB Sumber Mas di kota yang dijuluki Kota Tepian itu. Menempa kemampuan bulutangkisnya bersama PB Sinar Mas, Ayu akhirnya mengikuti audisi PB Djarum pada tahun 2004.

“Waktu itu yang menyarankan saya untuk ikut audisi PB Djarum pelatih saya, namanya Pak Tono Gerungan. Namun beliau sudah tiada (meninggal – red) sekarang,” kenangnya. Setelah lolos audisi, Ayu resmi bergabung dan bertanding di bawah bendera PB Djarum hingga sekarang.

Dengan tinggi 171 cm, stroke yang kuat dan gaya bertarung tanpa kenal lelah, Ayu kerap merepotkan lawan-lawannya di lapangan. Tiket final dan semifinal pun kerap kali ia raih, diantaranya seperti yang ia lakukan tahun lalu, Ayu berhasil mengecap final Indocock Surabaya 2009, semifinal Sirkuit Nasional Bali 2009, dan semifinal Sirkuit Nasional Kalimantan 2009. Sementara Sirkuit Nasional Kalimantan 2010 minggu depan sendiri akan menjadi debut pertama Ayu di kelas tunggal Dewasa putri.

“Tahun ini tahun pertama saya naik kelas (dari Taruna ke Dewasa – red). Jadi saya tidak pasang target. Yang jelas saya akan bermain di rumah saya sendiri dan ini menjadi motivasi tersendiri buat saya untuk bermain sebaik mungkin dan mempersembahkan yang terbaik,” ungkap si penyuka coklat ini.

Sulung dua bersaudara ini memiliki cita-cita yang hampir sama dengan para pebulutangkis muda pada umumnya, menjadi juara dunia dan berandai-andai menjadi seorang wanita karir di salah satu perusahaan besar di Indonesia atau bahkan mungkin di dunia jika tidak berkarir di bulutangkis. (IR)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

BWF World Ranking Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 04 Pebruari 2010

Posted by valsus on 02/09/2010

Bulutangkis.com – Peringkat atlit-atlit Indonesia pada minggu ini (per 04 Pebruari 2010) tidak ada mengalami perubahan berarti dibanding dengan dengan posisi pada minggu lalu (28/01/2010) mengingat tidak adanya kompetisi bulutangkis yang diikuti.

Saat ini pebulutangkis Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber Cup 2010 yang akan berlangsung pada tanggal 21-28 Februari 2010 di Nakorn Ratchasima, Thailand. (Contributed by: Fildzah Adhania)

Top 100 Peringkat Atlit Indonesia

Tunggal Putra :

4. (4) Taufik Hidayat

11. (11) Sony Dwi Kuncoro

12. (12) Simon Santoso

28. (28) Dionysius Hayom Rumbaka

41. (41) Andre Kurniawan Tedjono

88. (88) Tommy Sugiarto

Tunggal Putri :

22. (22) Adrianti Firdasari

27. (26) Maria Febe Kusumastuti

43. (40) Fransiska Ratnasari

53. (52) Maria Kristin Yulianti

87. (87) Lindaweni Fanetri

Ganda Putra:

3. (3) Markis Kido/Hendra Setiawan

6. (6) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan

16. (16) Ahsan Mohammad/Bona Septano

17. (17) Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki

33. (33) Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi

44. (44) Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto

45. (45) Lingga Lie/Fernando Kurniawan

86. (86) Joko Riyadi/Candra Wijaya

96. (96) Flandy Limpele/Halim Haryanto Ho [INA/USA]

100. (100) Candra Wijaya/Rendra Wijaya

Ganda Putri :

9. (9) Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari

10. (10) Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari

27. (27) Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin

61. (61) Nadya Melati/Vita Marissa

64. (64) Vita Marissa/Mona Santoso [INA/USA]

66. (66) Debby Susanto/Pia Zebadiah Bernadet

74. (74) Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia

85. (85) Nadya Melati/Devi Tika Permatasari

Ganda Campuran :

2. (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir

6. (6) Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa

13. (13) Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita

17. (17) Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet

36. (36) Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita

39. (39) Flandy Limpele/Cheng Wen Hsing [INA/TPE]

40. (40) Flandy Limpele/Anastasia Russkikh [INA/RUS] (-4)

45. (45) Muhammad Rijal/Debby Susanto

98. (98) Flandy Limpele/Vita Marissa

Keterangan :

( – ) : Pemain yang baru masuk 100 besar

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lee rules supreme

Posted by valsus on 02/09/2010

JOHOR BARU : Back-up shuttler Kuan Beng Hong put up a determined effort in the men’s singles final of the 2009 National Grand Prix Finals at the Bandaraya Stadium here yesterday before allowing Lee Chong Wei to take the title for an eighth consecutive time.

Chong Wei won 21-17, 21-13 in 30 minutes and claimed the winner’s cheque of RM7,000.

In the first game, Beng Hong surprisingly led Chong Wei 11-4 before the world No. 1 clawed back to win it. Although Beng Hong tried his best in the second game, Chong Wei gave him no chance at all and secured the match.

“I started a bit slow today and let Beng Hong dictate the game. But I managed to get into my rhythm to win the match,” said Chong Wei.

“I will continue to prepare for the centenary All-England championships next month (March 9-14) and that is one of my main priorities for the year.”

Chong Wei added that he would not lay off training during the Chinese New Year festive season as he needed to get his fitness at peak level for his onslaught on the All-England title.

“In the All-England, Lin Dan will be my toughest opponent and there’s not much time left after the Chinese New Year. Every day counts in my preparation for the All-England,” said Chong Wei.

In the women’s singles final, youngster Tee Jing Yi stunned favourite Lydia Cheah to win 21-10, 11-21, 21-11.

“I was very confident when I took the first game. But in the second, I felt a slight twinge on my back and I decided to give it away to avoid straining my back,” said Jing Yi.

“In the rubber, I decided to wait for my opportunity before making attacks and the tactic proved to be fruitful.”

Veterans Choong Tan Fook-Lee Wan Wah defeated youngsters Mak Hee Chun-Tan Wee Kiong 21-16, 20-22, 21-13 in a 50-minute match to take the men’s doubles title.

After securing the first game at 21-16, Tan Fook-Wan Wah faced an onslaught from the young pair, who succeeded in forcing a third game. In the end, it was the experience of Tan Fook-Wan Wah that brought them the title.

Chin Ee Hui-Wong Pei Tty lived up to their billing as favourites, beating Lim Yin Loo-Ng Paou Leng 21-14, 21-12 in 30 minutes.

There was consolation for Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari after suffering the disappointment of a semi-final exit in the men’s doubles with Mohd Zakry Abdul Latif last Saturday.

He partnered Pei Tty to take the mixed doubles title, beating Chan Peng Soon-Goh Liu Ying 21-18, 16-21, 21-19 in 46 minutes.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Fairuz fears pressure may do more harm than good

Posted by valsus on 02/09/2010

JOHOR BARU : National doubles men’s pair Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Abdul Latif are not oblivious to the fact that they are on the verge of a downward spiral.

In the semi-finals of the 2009 National Grand Prix Finals here last Saturday, the duo were shown the exit by veterans Choong Tan Fook-Lee Wan Wah, losing 7-21, 21-17, 12-21.

A month before, they suffered a first-round exit in their opening tournament for the year, the Malaysian Open. They were beaten by former world champions Howard Bach-Tony Gunawan of the United States and immediately came under fire from doubles chief coach Rexy Mainaky.

It cost them a place in the squad for the centenary All-England championships in Birmingham from March 9-14 and they are also in danger of not getting into the team for the Thomas Cup Finals to be hosted by Malaysia in May.

“We are in a really bad situation,” said Fairuzizuan.

“The coaches have made sure that we are well aware of it and they are coming down hard on us by piling the pressure. It is not that we have sat back and done nothing about it. But what we have done is just not enough.”

Fairuzizuan added that while Zakry came under close scrutiny for having some weight problem, he too felt the heat whenever things go wrong on court.

“We are a team and whenever fingers are pointed at the partner, I feel the blame too. We are dealing with our problems together and we hope that we will produce results ahead of the Thomas Cup Finals,” he said.

The 27-year-old Fairuzizuan added that they had been putting in extra effort to raise their fitness level from the beginning of the year to be back at the top in their game.

He also said that they had been undergoing extra physical training sessions with more emphasis on cardiovascular exercise.

“It’s hard for us having to double our efforts to improve our fitness level. But it is a must-do situation because we have less than three months to make it happen before the Thomas Cup Finals,” said Fairuzizuan.

“We are aiming for huge gains in our fitness and that translates into an incredible amount of physical training.”

All these, he said, put tremendous pressure on them.

“Pressure for professionals like us are good to improve on our game. But I fear if the amount of pressure is too great, it may bring negative results,” said Fairuzizuan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Langkah Fenomenal Flypower Dukung Markis Kido dan Hendra Setiawan 3 Tahun

Posted by valsus on 02/09/2010

Bulutangkis.com – ‘’Finally, Its Official !!!! Markis Kido And Hendra Setiawan (Olympic Gold medal beijing & World Champions for Man Double) sign their contract with FLYPOWER as our new BRAND AMBASSADOR,’’ demikian bunyi update status Arbi – Flypower di Facebook pada hari Jumat lalu (05/02/10). Pada page Arbi – Flypower tersebut tertera juga foto-foto suasana penandatangaan kontrak antara Markis Kido, Hendra Setiawan dan Haryanto Arbi dari Flypower.

Penandatanganan kontrak antara Markis Kido dan Hendra Setiawan dengan Flypower membuat sebagian komunitas bulutangkis Indonesia kaget dengan langkah yang diambil kedua atlit pelatnas yang berniat mengundurkan diri dari pelatnas ini. Banyak pihak yang menduga bahwa jika pun Markis Kido dan Hendra keluar dari pelatnas mereka akan tetap mengikat kontrak dengan sponsor yang selama ini bekerja sama dengan PBSI.

Seperti langkah beberapa atlit bulutangkis yang keluar dari pelatnas pada awal tahun 2009 seperti Taufik Hidayat, Alvent Chandra Yulianto, Hendra Aprida Gunawan juga beberapa mantan atlit pelatnas lainnya melanjutkan kontrak dengan sponsor perusahaan yang sama saat mereka berada di pelatnas. Bahkan Taufik Hidayat dengan sponsor yang sama tersebut melanjutkan kerjasama dengan mengeluarkan satu produk (clothing) yang menggunakan nama Taufik Hidayat sebagai brand.

Penandatanganan kontrak Markis Kido dan Hendra Setiawan dengan Flypower membuat semakin nyata langkah mereka berkiprah di bulutangkis profesional sepanjang tahun 2010 ini. Namun sedikit menyisakan tanda tanya bagi pemerhati bulutangkis Indonesia.

Dalam satu pertemuan singkat dengan Haryanto Arbi saat mabar forum Pbdjarum.com pada hari Sabtu lalu (06/02/10) di Hall PB Djarum Petamburan, Jakarta, Haryanto Arbi hanya mengungkapkan tanda tangan kontrak tersebut ‘masih berupa pemanasan’. Tanpa menjelaskan lebih lanjut makna ‘pemanasan’ tersebut.

Haryanto Arbi menyampaikan bahwa Flypower bekerjasama dengan Markis Kido dan Hendra Setiawan selama 3 tahun, saat pembicaraan pada kesempatan lain. ‘’Kita memang belum pulikasikan secara resmi menunggu seluruhnya beres dulu,’’ jelas Haryanto Arbi tanpa menjelaskan lebih lanjut hal-hal yang belum beres.

Mengikuti langkah yang dilakukan Flypower menggandeng Kido dan Hendra yang merupakan dua bintang pelatnas untuk berkiprah di ajang bulutangkis dunia sedikitnya menyisakan pertanyaan lain. Saat kami tanyakan apakah langkah yang dilakukan Flypower menggandeng Kido dan Hendra juga berpartner dengan pihak lain, ‘’Sampai sekarang sih masih sendiri. Belum kepikiran gandeng partner lain.’’ dengan tertawa kecil Haryanto Arbi mengungkapkan.

Dengan penandatanganan kontrak ini pelatnas akan kehilangan Markis Kido dan Hendra Setiawan yang merupakan idola bagi atlit-atlit pelatnas lainnya khususnya atlit-atlit pelatnas pratama.

Perihal langkah Kido dan Hendra ini pihak PBSI tidak begitu tau persisnya, seperti yang disampaikan Jacob Rusdianto, Sekjen PB PBSI, saat kami hubungi. Pada prinsipnya PBSI tidak keberatan jika memang Kido dan Hendra bisa lebih berkembang di luar pelatnas dan lagi Kido dan Hendra siap mendukung PBSI jika dibutuhkan, demikian Jacob menjelaskan.

Langkah Flypower sebagai perusahaan peralatan bulutangkis nasional yang dimiliki Haryanto Arbi, Fung Permadi dan teman-temannya lain patut mendapat apresiasi dengan langkah mereka ikut memajukan bulutangkis Indonesia. Flypower pada tahun 2009 telah mengikat kontrak dengan Ricky Soebagja dan Sigit Budiarto selama dua tahun hingga 2011 sebagai icon Flypower.

‘’Komitmen Flypower jelas mendukung program PBSI, jadi kita mengharuskan Kido dan Hendra siap kalau ada panggilan untuk negara.’’ demikian Haryanto Arbi mengakhiri pembicaraan kepada Bulutangkis.com. (ferry kinalsal)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

ones Ralfy Jansen Berharap Juara di Semua Sirnas

Posted by valsus on 02/09/2010

Jones, demikian sapaan karibnya, telah berusia 17 tahun tiga bulan. Tahun ini akan menjadi tahun Sirkuit Nasional (Sirnas) terakhirnya di kategori Taruna, dan karenanya ia pun berharap dapat memenangkan semua rentetan Sirnas yang diikutinya sepanjang tahun ini, baik di partai ganda putra maupun campuran. “Karena (tahun) ini akan menjadi tahun terakhir saya di Taruna,” ujar Jones.

Kelahiran Jakarta, 12 November 1992 ini, mantap melangkah menuju deretan Sirnas-Sirnas 2010 walaupun ia berkata tidak ada persiapan latihan khusus.

“Latihan seperti biasa … (namun) perlu lebih melatih mental dan tenaga kaki,” ujarnya bersahabat. Di Sirnas pertama tahun ini di Balikpapan, ia hanya akan bertanding di sektor ganda putra karena pasangan ganda campurannya, Nurbeta Kwanrico, ikut Seleknas. “Tetapi setelah Sirnas Kalimantan saya akan bertanding di keduanya (ganda putra dan ganda campuran – red).”

Jones memang bukan orang baru di Sirnas. Ia telah mengecap pengalaman ber-Sirnas sejak tahun 2007.

“Saat itu saya masih kategori Remaja, partai ganda putra,” kenangnya tentang Sirnas pertamanya tersebut. Sejak itu, ia telah mengoleksi banyak gelar Sirnas baik dari partai ganda putra maupun campuran, seperti di Sirnas Jawa Tengah dan Jawa Timur 2009 serta serentetan gelar Sirnas pada tahun- tahun sebelumnya

Kilaunya tidak hanya di gelanggang Sirnas. Adik dari atlet putri PB Djarum, Cisita Joity Jansen, ini juga tercatat pernah menjuarai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Tengah 2009, menjadi runner up di Tangkas Alfamart International Challenge 2009 dan juara III di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jakarta 2008, serta menjuarai Gubernur Cup Kudus 2008.

Ialah salah satu aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia.

Mengenal bulutangkis pada usia empat tahun dari sang ayah yang juga gemar bermain bulutangkis, Jones mulai diarahkan bermain bulutangkis sejak usia enam tahun dengan masuk ke klub anak-anak di area dekat rumahnya di Jakarta Utara. Dengan semakin seriusnya pilihan hidup berbulutangkis, pada usia 15 tahun, ia memberanikan dirinya mengunjungi PB Djarum dan setelah melalui tes serta masa percobaan, ia akhirnya diterima masuk di PB Djarum dan sebulan kemudian, ia langsung menjadi juara di Cirebon.

“Sejak itu, saya menetap disini deh,” tukas pemuda murah senyum ini.

Ia sendiri berharap suatu saat nanti dapat bergabung dengan Pelatnas agar dapat memiliki kesempatan untuk membela negara di ajang bergengsi seperti Olimpiade, Sudirman Cup, dan Thomas Cup. Tentunya saat sang pelatih dan PB Djarum menganggapnya siap.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada mereka karena saya yakin mereka tahu yang terbaik buat saya,” tuturnya. All the best, ya, Jones! (DC)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Rabu, Kido/Hendra Mulai Latihan Bersama Tim Piala Thomas

Posted by valsus on 02/09/2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, mengaku sudah menerima surat persetujuan pengunduran diri mereka dari PB PBSI. Karena itu, mereka sudah bersedia untuk latihan bersama dengan tim Piala Thomas di Cipayung, Rabu (10/2/2010).

“Suratnya sudah saya terima tadi siang dari Pak Lius Pongoh. Hari Rabu akan berlatih di Cipayung, tetapi untuk selanjutnya masih belum tahu apakah akan terus di sana atau bagaimana,” ujar Kido, Senin (8/2/2010).

Sebelumnya, pasangan yang mengajukan surat pengunduran diri sebelum berangkat ke SEA Games Laos akhir tahun lalu itu mengatakan masih menunggu kejelasan status mereka terlebih dahulu, sebelum bergabung dengan para anggota tim Piala Thomas lainnya. Tim Indonesia akan tampil di kualifikasi nomor beregu putra itu pada minggu terakhir Februari ini.

PB PBSI telah menyiapkan jadwal latihan bersama bagi pemain dari luar pelatnas dengan pemain pelatnas setiap Rabu dan Jumat.

Mengenai persiapan menghadapi kualifikasi Piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung 21-28 Februari di Nakornratchasima, Thailand, Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengatakan tidak akan membuat kamp latihan khusus.

“Tidak ada TC karena para pemain yang diambil dari luar pelatnas mempunyai jadwal kegiatan sendiri yang tidak bisa diganggu,” kata Yacob yang juga manajer tim Thomas itu.

Bahkan, tambahnya, program latihan yang semula sudah disusun bagi tim terpaksa dibatalkan karena banyak pemain yang tidak dapat mengikuti.

Meski tidak akan banyak waktu berlatih bersama, Yacob yakin bahwa para pemain tersebut tetap siap menghadapi turnamen karena mereka tetap berlatih sendiri dan mempunyai pelatih masing-masing.

“Tidak ada keraguan bagi PBSI bahwa mereka tidak siap. Mereka adalah pemain profesional yang mempunyai program latihan sendiri. Yang diperlukan hanyalah sesekali berlatih bersama dan berkumpul untuk membentuk kekompakan,” paparnya.

Tim kualifikasi Piala Thomas dan Uber kali ini diperkuat beberapa pemain dari luar pelatnas, yakni Taufik Hidayat, Alvent Yulianto, Kido/Hendra, dan Maria Febe Kusumastuti.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Atlet Jadi Bintang Iklan ? Enggak Masalah

Posted by valsus on 02/09/2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernahkah Anda melihat atlet bulu tangkis Indonesia membintangi iklan suatu produk? Pekerjaan sampingan para atlet bulu tangkis itu ternyata tak menjadi masalah bagi perkembangan perbulutangkisan Indonesia.

Pekerjaan sampingan para atlet justru dinilai menarik perusahaan-perusahaan untuk memerhatikan dunia perbulutangkisan Indonesia. Hal itu disampaikan Sekjen Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jacob Rusdianto seusai jumpa pers Simposium Mengendalikan Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Senin (8/2/2010).

“Enggak, itu hak mereka (para atlet). Itu malah kami dorong. Mereka harus punya job,” ujar Jacob yang menambahkan, dengan promosi iklan ke daerah-daerah yang membawa sosok atlet bulu tangkis, justru akan menumbuhkan kecintaan masyarakat daerah pada olahraga permainan itu.

PBSI juga berharap, setiap atlet bulu tangkis harus memiliki pekerjaan lain selain menjadi atlet, meskipun PBSI harus mengorbankan kepentingan PBSI demi kelangsungan pekerjaan sampingan sang atlet.

“Mangkanya, sebagai orangtua, PBSI harus ngalah. Itu enggak apa-apa kok,” imbuh Jacob.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »