SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Penyesalan Liliyana Natsir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 30, 2014

INCHEON, Kompas.com - Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali perak di ajang Asian Games 2014 setelah ditaklukkan Zhang Nan/Zhao Yunlei yang merupakan unggulan pertama dari Tiongkok dengan skor 16-21, 14-21.

“Kami sudah tampil baik di babak pertama hingga semifinal. Di babak pertama laga final pun kami sudah bermain bagus, namun sayang kami membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Lawan yang sudah under-pressure menjadi percaya diri. Kami kecewa dengan hasil ini karena seharusnya kami bisa menang,” kata Liliyana usai pertandingan.

“Kami sama sekali tidak puas dengan penampilan hari ini. Menurut kami, seharusnya kami bisa tampil lebih baik dari ini,” ungkap Tontowi menambahkan.

Tontowi/Liliyana sebetulnya sudah unggul jauh 12-7 di game pertama, namun Zhang/Zhao perlahan mengejar ketertinggalan mereka hingga balik unggul 13-12. Kesalahan demi kesalahan dilakukan oleh pasangan Indonesia, poin pun terus bertambah bagi Zhang/Zhao hingga 18-15 dan akhirnya merebut game pertama.

Pada game kedua, Zhang/Zhao kembali mengungguli perolehan skor 6-4. Tontowi terlihat melakukan kesalahan dengan gagal mematikan bola tanggung pengembalian lawan serta membuang bola jauh ke luar lapangan pertandingan, skor pun terus bertambah buat Zhang/Zhao.

Sempat menyamakan kedudukan 8-8, pasangan Indonesia kembali bermain di bawah tekanan dan kembali tertinggal 8-14. Tertinggal jauh 10-18 membuat Tontowi/Liliyana semakin sulit mengembangkan permainan dan akhirnya harus merelakan game kedua kembali direbut Zhang/Zhao.

“Saat posisi 13-7 di gim pertama, Tontowi gagal mematikan dua bola tanggung, dan habis itu gagal lagi karena raketnya putus. Tontowi menyesali ini, saya sudah ingatkan dia jangan ingat-ingat kesalahan tadi. Ternyata dia masih belum bisa melupakan gim pertama dan dia kecewa, permainannya langsung berubah,” ungkap Richard Mainaky, pelatih Tontowi/Liliyana.

“Ditambah lagi pada gim kedua Tontowi/Liliyana dapat lapangan yang melawan arah angin, jadi makin susah. Kalau berhadapan dengan pasangan Tiongkok ini, Tontowi/Liliyana seharusnya menekan terus dari awal, jangan kasih kesempatan sama sekali,” imbuh Richard yang dijumpai di Gyeyang Gymnasium.

Dengan hasil ini, maka cabang bulutangkis berhasil meraih total empat medali. Medali emas dipersembahkan oleh Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri) dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), medali perak dari Tontowi/Liliyana (ganda campuran) serta medali perunggu dari Praveen Jordan/Debby Susanto (ganda campuran). (/*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tontowi/Liliyana Lolos ke Final; Wang Yihan Rebut Emas Tunggal Putri

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2014

JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda utama Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, akan menghadapi unggulan Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, di final ganda campuran Asian Games Incheon.

Di babak semifinal, Minggu (28/9/2014), Owi/Butet dengan gemilang menyisihkan ganda campuran Tiongkok lainnya, Ma Jin/Xu Chen, 21-12, 21-10.

Sebelumnya, ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, gagal mewujudkan ambisi untuk lolos ke babak final Asian Games Incheon setelah dikalahkan ganda Tiongkok, Zhao Yunlei/Zhang Nan, Minggu (28/9/2014).

Dalam pertandingan semifinal pertama yang berlangsung di Gyeyang Gymnasium, Incheon, pasangan muda Indonesia itu kalah pengalaman dan kalah dalam dua gim 19-21, 17-21.

Pertemuan antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Zhang Nan/Zhao Yunlei akan merupakan pertemuan ke-11 antara kedua pasangan. Keduanya berbagi angka sama, 5-5.

Dalam pertemuan terakhir, Tontowi/Liliyana mengalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei di final turnamen All England, Maret lalu. Saat itu pasangan Indonesia menang 21-13, 21-17.

Sementara itu, Tiongkok menambah raihan medali emas Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, setelah Wang Yihan memenangi laga final bulu tangkis melawan rekan senegaranya, Li Xuerui, 11-21, 21-17, 21-7, Minggu (28/9/2014).

Bagi Li dan Wang yang saat ini menghuni peringkat pertama dan kedua ranking dunia, laga final ini adalah pertemuan ke-13 mereka. Kemenangan atas laga yang berlangsung 52 menit ini memperbesar keunggulan Wang menjadi 8-5.

Bagi Wang, ini adalah emas pertamanya di Asian Games untuk nomor perorangan. Empat tahun lalu di Guangzhou, medali emas direbut pemain Tiongkok lainnya, Wang Shixian. Ketika itu, Wang Shixian juga mengalahkan rekan senegara, Wang Xin.

Bagi Li Xuerui, hasil final ini menambah daftar kegagalannya, setelah diakalahkan Carolina Marin (Spanyol) di final Kejuaraan Dunia, Agustus lalu.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Greysia: “Semoga bulutangkis akan menghasilkan medali emas lagi”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2014

Lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya berkumandang di Incheon dalam ajang Asian Games 2014. Sang Merah-Putih yang berkibar agung di stadion Gyeyang Gymnasium merupakan buah kerja keras dari pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang memenangkan laga final melawan Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo (Jepang) dengan skor 21-15, 21-9 hari Sabtu (27/09).

Medali emas dari cabang bulutangkis yang dipersembahkan Greysia/Nitya ini merupakan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia. Namun masih ada kesempatan untuk menambah medali dari pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang bakal berlaga di partai final pada Minggu (28/09) pukul 19.00 waktu Incheon.

“Kami sangat senang bisa menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia. Semoga cabang bulutangkis akan menghasilkan medali emas lagi dari nomor ganda putra dan ganda campuran,” kata Greysia yang ditemui usai pertandingan.

“Kami yakin semua rekan-rekan kami akan memberikan perjuangan semaksimal mungkin untuk meraih medali yang telah ditargetkan. Walaupun lawannya tidak mudah, namun saat kita berjuang mati-matian, pasti ada jalan,” Nitya menambahkan.

Perjuangan Greysia/Nitya mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan. Dihubungi di Jakarta, Gita menyampaikan ucapan selamat kepada Greysia/Nitya, dan tak lupa menyemangati para pemain lainnya yang akan berjuang di semifinal dan final.

“Selamat atas keberhasilan Greysia/Nitya merebut medali emas bulutangkis ganda putri Asian Games 2014. Indonesia bangga dengan mereka, ini adalah emas pertama untuk Merah-Putih. Semoga atlet lain termotivasi untuk merebut emas berikutnya,” kata Gita.

“Semoga besok Merah-Putih tetap berkibar dari pasangan ganda putra Hendra/Ahsan,” imbuhnya. (badmintonindones