SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2009
    M T W T F S S
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for February 26th, 2009

GERMAN OPEN 2009 HARI PERTAMA dan KEDUA

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 26, 2009


Saat ini sedang berlangsung salah satu event bulutangkis yang ditunggu-tunggu, yakni German Open 2009. Turnamen ini bisa dikatakan sebagai ajang pemanasan bagi para atlet, untuk mengikuti turnamen paling bergengsi, yakni ALL ENGLAND 2009. Turnamen German open ini juga turnamen pertama yang diikuti oleh atlet-atlet dari negeri China. Berikut beberapa hasil babak pertama German Open 2009.

Tunggal putra.
Pada bagian tunggal putra, tidak terjadi kejutan yang berarti. Semua pemain unggulan berhasil melaju ke babak berikutnya. Pemain unggulan pertama asal china, Bao Chunlai, memulai langkahnya di German Open, dengan berhadapan pemain asal Belgia, Tan Yuhan. Pada babak pertama ini Bao Chunlai harus bermain 3 set, sebelum akhirnya menang dengan skor 21-9, 19-21, 21-10. Hal yang sama juga dilakoni pemain Denmark unggulan ke 12, Jan O. Jorgensen, yang harus bertarung ketat dengan pemain Rusia, Vladimir Ivanov. Jorgensen akhirnya menang dengan 20-22, 24-22, 21-8.

Tunggal putri.
DI bagian tunggal putri, terjadi beberapa kejutan di babak-babak awal. Kenyataan pahit harus diterima pemain masa depan Malaysia yang diunggulkan di tempat ke 5, Julia Wong Pei Xian. Julia harus mengakui ketangguhan pemain Jepang, Megumi Taruno dengan 2 set langsung, 17-21, 20-22. Kejutan juga diberikan oleh pemain muda asal Korea Bae Youn Joo, dengan mengandaskan pemain Jerman, yang diunggulkan di tempat ke 8, Juliane Schenk. Juliane kalah dengan pertarungan ketat 3 set 19-21, 221-12, 20-22. Kemenangan ini menghantarkan Bae Youn Joo untuk melaju ke babak berikutnya. Sementara itu, unggulan teratas, Zhu Lin dari negeri China, tanpa menemui kesulitan berarti, mengatasi perlawanan pemain Polandia, Olga Konon, dengan skor 21-13, 21-19. Hal yang sama juga dilakoni oleh pemain asal Jerman, yang diunggulkan di tempat kedua, Xu Huaiwen. Pemain ulet ini berhasil menghempaskan perlawanan pemain Bulgaria Linda Zechiri dengan skor 21-10, 21-16.

Ganda Putra
Di bagian ganda putra, ada sesuatu hal yang sangat menarik tentunya, bagi seluruh pengamat bulu tangkis di dunia. Karena padda turnamen Jerman Open ini, merupakan turnamen pertama bagi pasangan baru Korea, Lee Yong Dae dan Shin Baek Cheol. Lee Yong Dae yang sebelumnya berpasangan dengan Jung Jae Sung, saat ini dipasangkan dengan Baek Cheol. Pada babak pertama ini, pasangan yang diunggulkan di tempat ke 5 tersebut berhasil mengatasi Jurgen Koch-Peter Zauner, dengan skor 21-10, 21-11. Namun sayang, pasangan Yong Dae-Baek Cheol harus berhadapan dengan sesame pemain Korea Cho gun Woo-Ko Sung Hyun, yang sebelumnya mengalahkan pemain Rusia Vladimir Ivanov-Ivan Sozonov juga dengan dua set langsung, 21-17, 21-15.

Ganda Putri
Di bagian ganda putri, tidak terjadi kejutan yang berarti. Para pemain unggulan berhasil melaju ke babak berikutnya. Dua unggulan teratas asal Korea, Lee Hyo Jung-Lee Kyung Won, dan Ha Jung Eun-Kim Min Jung berhasil mengatasi lawan-lawannya di babak pertama. Dua pasangan Korea ini nantinya akan mendapat perlawanan dari pasangan-pasangan asal China, seperti unggulan ke tiga Cheng Shu-Zhao Yunlei, dan juga Pan Pan-Tian Qing.

Ganda Campuran
Di bagian ganda campuran, terjadi kejutan besar, dengan tumbangnya unggulan kedua, Rasmus Bonde-Helle Nielsen (Denmark) atas pemain Malaysia, Mohd Razif Abdul Latif-Woon Khe Wie, dengan skor 2 set langsung 21-16, 21-17. Kejutan juga terjadi ketika unggulan ketiga asal Inggris, David Lindley-Suzanne Rayappan, harus mengakui keunggulan pemain Indonesia-Rusia, Flandy Limpele-Anastasia Russkikh, dengan skor ketat 3 set 18-21, 21-16, 22-20. Sementara unggulan lainnya berhasil melaju ke babak berikutnya.

Posted in Berita, Kejuaraan | Leave a Comment »

Lack of good sparring partners means Lee must keep on competing

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 26, 2009


PETALING JAYA: With a packed badminton calendar, China’s top shuttlers are expected to pick and choose the tournaments to feature in this year.

But Malaysian singles coach Misbun Sidek said that world number one Lee Chong Wei does not have this luxury simply because there is now no sparring partners in the national squad good enough to match his level of play.

Punishing pace: Lee Chong Wei played in 14 international tournaments including the Olympic Games last year.

Misbun said that Chong We has no choice but to stick to a hectic schedule to at least maintain his standard of play. Chong Wei played in eight of the 12 Super Series tournaments last year and also featured in the Macau Open, which is a Grand Prix Gold event on the world circuit.

In total, he featured in 14 international tournaments, including the Thomas Cup qualifiers and Finals, the Asian Championships, the Beijing Olympics and the Super Series Masters Finals.

The taxing schedule took its toll on Chong Wei and he was forced out of the Hong Kong Open last December after straining his leg muscles.

In contrast, the abundance of talent in China has made it easy for Olympic champion Lin Dan to maintain his level of play.

While Lin Dan will play his first event of the year at the All-England in Birmingham next week, it is already the third for Chong Wei after the Malaysian and Korean Opens last month.

“Lin Dan played in less than 10 tournaments last year but you have to look at the quality of sparring he gets back home,” said Misbun.

“For Chong Wei, a different approach is needed. He has no choice but to go out to play one tournament every month this year if he wants to fight to keep his current status in the world rankings.

“He has no quality sparring partners at home and he has to get them in international competitions. I can only give him quality training but he has to keep playing to retain his advantage.

“He should be going for 90% of the Super Series events this year. Hopefully, he does not suffer injuries as the country also needs him for the Sudirman Cup (world mixed team championships) and World Championships this year.”

The Sudirman Cup will be held in Guangzhou in May while the World Championships will staged in Hyderabad in August.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Yonex German Open : Chunlai’s presence brings bad news

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 26, 2009


logo-germanThe presence of top seed Bao Chunlai in the German Open starting today in Mulheim could spoil the party for Malaysian shuttlers seeking ranking points to boost their chances of making it to the World Championships in India in August.

In the absence of most of the world’s top shuttlers, the focus this week will be on former Malaysian number one Wong Choong Hann and the four national back-up players – Chong Wei Feng, Liew Daren, Mohd Arif Abdul Latif and Tan Chun Seang.

But with world No. 12 Chunlai making a comeback after skipping the last three tournaments, it is going to be a tall order for Wei Feng, Daren and Arif.

Chunlai has a tougher draw in the All- England next month where he faces the prospect of playing Olympic champion Lin Dan in the second round and will surely be determined to seize the chance to nail his first title for the year in Mulheim before moving to Birmingham.

Wei Feng needs to reach the last eight to improve on his current world ranking at No. 52 but it will be difficult with a likely third round clash against the lanky Chunlai.

Wei Feng opens his campaign against German Marc Zwiebler and a win will probably give him a match against another home player, Bjoern Joppien.

Arif and Daren, ranked 65th and 82nd in the world respectively, are also in the same quarter as Chunlai.

Daren begins his campaign against Anand Pawar of India and he has in his path to the quarter-finals England’s Andrew Smith and India’s Arvind Bhat.

Daren was an entry for the All-England together with Wei Feng and Kuan Beng Hong but a full field in the Super Series tournament left him on the reserve list.

“I have given up hope of playing in the All- England. I will only concentrate on the German Open and I hope to make the best out of it as it is my only competition. I am not going for the Swiss Open after that. It will be great if I can secure my second quarter-finals appearance for the year,” said Daren in a telephone interview from Germany yesterday.

Daren was a surprise quarter-finalist in the season-opening Super Series tournament in Kuala Lumpur last month but failed to make it past the qualifying round in the Korean Open the following week.

Arif will be tested as early as the second round against ninth seed Bhat and an upset will see the Malaysian Thomas Cupper meeting Daren.

Chun Seang, ranked 80th in the world, is in the bottom half of the draw with third seed Choong Hann and second seed Chetan Anand of India.

But his inconsistency may make it difficult for him to get past the second round where he is likely to play against Dutch number one Dicky Palyama.

It is no easy task for Choong Hann to live up to his billing as he has to contend with India’s Anu Sridhar in the third round.

If he reaches the semi-finals, he could be up against unseeded Chinese juniors Wen Kai and Gong Weijie, who have the potential to beat top 10 ranked players in the world.

Choong Hann is currently ranked 14th and needs to stay among the top 24 to earn one of the three spots for the world championships.

Malaysian women’s singles player Julia Wong will be looking to do well on European soil but the odds are against her getting past the last eight as she will probably find world champion Zhu Lin of China standing in her way.

Lydia Cheah faces an early exit as she meets South Korean fourth seed Hwang Hye-youn in the first round.

Posted in Berita | Leave a Comment »

JELANG ALL ENGLAND TAUFIK FOKUS PADA PERSIAPAN FISIK

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 26, 2009


logo-all-england1Jakarta, 25/2 (Sports.Roll) – Sepekan menjelang turnamen All England, juara Olimpiade Athena Taufik Hidayat memfokuskan latihannya pada persiapan fisik.

“Sekarang lebih banyak persiapan fisik karena saya sempat tidak latihan sama sekali selama sekitar dua bulan usai mengikuti Final Super Series (Desember 2008),” ujar Taufik di sela-sela latihan di GOR Bhanthong di Cijantung Jakarta Timur, Rabu.

Menurut pelatihnya, Mulyo Handoyo, latihan fisik juga dilakukan di GOR tersebut, yang sudah disewa selama satu tahun oleh Taufik, termasuk untuk latihan lari dan angkat beban.

Taufik, finalis All England pada 1999 dan 2000, masih berharap dapat memenangi gelar juara turnamen tertua tersebut, termasuk tahun ini setelah ia absen pada 2005-2007.

Tahun lalu, Taufik tersingkir di perempatfinal setelah kalah dari pemain Malaysia Lee Chong Wei. Pada turnamen tahun ini, Taufik berpeluang jumpa lagi dengan pemain nomor satu dunia itu di semifinal.

Meski demikian, langkah unggulan ketujuh itu untuk sampai ke babak empat besar tidak mudah. “Sejak babak pertama lawannya sudah sulit,” kata pebulutangkis peringkat tujuh dunia yang tahun lalu meraih satu gelar di Macau Terbuka.

Pada babak pertama All England, Taufik akan menghadapi pemain Taiwan Hsieh Yu Hsin yang mengalahkan Sony di perempatfinal Malaysia Super Series.

Jika berhasil mengatasi Hsieh, juara dunia 2005 itu akan bertemu Chetan Anand dari India atau Andrew Smith dari Inggris pada babak 16 besar. Ia juga berpeluang bertemu unggulan keempat Peter Gade atau Simon Santoso di perempatfinal.

Termotivasi

Selain Taufik, pemain lain yang sedang melakukan persiapan menghadapai All England dan Swiss Super Series di GOR yang sama adalah pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG.

Menurut Hendra, berlatih di luar pelatnas dan mengikuti turnamen dengan biaya sendiri membuatnya lebih termotivasi untuk berprestasi.

“Keinginan untuk menang lebih besar karena semua diurus sendiri dan biayanya cukup besar,” kata Hendra yang bersama Alvent mencapai final di Malaysia Super Series saat bertanding dengan biaya sendiri.

Pasangan yang hanya berlatih bersama setiap pagi itu akan mengawali All England pada babak kualifikasi menghadapi ganda China He Hanbin/Sun Junjie.

Saat ditanya target, pasangan yang belum memiliki tempat latihan tetap dan tanpa pelatih tersebut memilih untuk konsentrasi lolos babak kualifikasi terlebih dahulu dan tidak berpikir terlalu jauh.

Selain Taufik dan pasangan tersebut, beberapa mantan pemain pelatnas yang berlatih di tempat yang sama antara lain, Vita Marissa, Alamsyah Yunus, Joko Riyadi dan Anggun Nugroho.

Menurut rencana Vita akan kembali berpasangan dengan Flandy Limpele dan sudah mendaftarkan diri mengikuti turnamen India Terbuka (24-29 Maret), sedang Joko Riyadi akan berduet dengan Candra Wijaya di All England dan Swiss Super Series. ***5***

Posted in Berita | Leave a Comment »

MARIA KRISTIN BATAL KE ALL ENGLAND

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 26, 2009


mariaJakarta, 25/2 (Sports.Roll) – Pebulutangkis tunggal putri nomor satu Indonesia, Maria Kristin batal mengikuti turnamen All England yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, 3-8 Maret, karena cedera lutut kanannya belum pulih.

“Maria tidak berangkat ke All England, kemungkinan hanya mengikuti Swiss Super Series saja,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Swiss Super Series akan berlangsung setelah All England, yakni pada 10-15 Maret.

Lius memastikan batalnya Maria mengikuti turnamen Super Series ketiga tahun ini tersebut usai dokter memeriksa lututnya. Dokter juga memutuskan membawa Maria ke RS Gatot Subroto untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pelatih tunggal putri Marleve Mainaky mengatakan, Maria merasakan sakit pada cedera lututnya masih terasa saat berlatih tanding secara penuh Kamis pekan lalu. “Selain itu kulitnya iritasi juga, sehingga dia merasa tidak bisa (bertanding),” kata Marleve.

Batalnya Maria yang terakhir kali bertanding pada turnamen Prancis Super Series 2008, menyusul absennya ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan karena cedera lutut kiri Kido juga belum pulih.

Dengan demikian, jumlah pemain nasional yang akan bertolak ke Birmingham pada Jumat (27/2) sebanyak 17 orang bersama pelatih tunggal putra Hendrawan, sedangkan ofisial lainnya akan berangkat pada Senin (2/3).

Satu gelar

Sebelumnya, Ketua Umum PB PBSI Jenderal TNI Djoko Santoso setelah upacara pelepasan pemain dan ofisial yang akan berangkat ke All England dan Swiss Super Series, mengatakan, para pemain tersebut ditargetkan membawa pulang sedikitnya satu gelar.

“Target realistisnya diharapkan ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir yang menjadi unggulan pertama bisa memperoleh gelar juara, yang lain-lainnya diharapkan masuk final atau semifinal untuk yang masih muda,” ujar Djoko.

Meski demikian, Liliyana yang sejak pekan lalu terserang sakit flu dan sempat absen latihan, masih tampak belum pulih sepenuhnya.

“Tahun lalu sebelum ke All England juga sakit… mudah-mudahan bisa cepat sembuh,” kata Liliyana yang bersama Nova pada All England tahu lalu menjadi runner-up.

lebih lanjut Djoko mengatakan, salah satu pemain tunggal putra diharapkan dapat menembus final turnamen berhadiah total 200.000 dolar AS itu, sedangkan ganda putri bisa mencapai semifinal.

Pada nomor tunggal putra, pelatnas mengikutsertakan pemain nomor lima dunia Sony Dwi Kuncoro dan peringkat 10 Simon Santoso, sedangkan Tommy Sugiarto berangkat dengan biaya sendiri. Sementara sektor ganda putri mengikutsertakan dua pasangan, Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari.

Semula Tommy juga akan mengikuti turnamen Grand Prix Jerman Terbuka yang saat ini sedang berlangsung, namun ia menarik diri dari turnamen tersebut.

Ditanya apakah finalis All England 1999 dan 2000 Taufik Hidayat –yang sudah keluar dari pelatnas– akan menjadi ancaman bagi pemain-pemain pelatnas, Djoko mengatakan, setiap pemain yang berlaga di luar negeri tetap mewakili Indonesia meski sudah tidak termasuk dalam tim nasional.

“Semua atlet itu atlet Indonesia, namun ada dua jalur, melalui PBSI dan jalur profesional. PBSI tetap memfasilitasi mereka seperti mendaftarkan untuk mengikuti turnamen, membantu memesan tiket, hotel dan lain-lain,” papar Djoko.

Selain Taufik, beberapa atlet non-pelatnas yang akan bertanding di Birmingham antara lain, pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG, Candra Wijaya/Joko Riyadi dan Jo Novita/Rani Mundiasti.

Posted in Berita | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: