SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2009
    M T W T F S S
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for February 25th, 2009

NASIB ANDRE KURNIAWAN DI PELATNAS BELUM JELAS

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 25, 2009


Andre KurniawanNasib pebulu tangkis tunggal putra Jawa Tengah, Andre Kurniawan, untuk masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Pusat Bulu Tangkis Indonesia (PBI) Cipayung, Jakarta, belum ada kejelasan.

Semarang, 25/2 (Sports.Roll) – Nasib pebulu tangkis tunggal putra Jawa Tengah, Andre Kurniawan, untuk masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Pusat Bulu Tangkis Indonesia (PBI) Cipayung, Jakarta, belum ada kejelasan.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah, H. M. Anwari ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan, belum ada perkembangan yang berarti bagi pebulu tangkis PB Djarum Kudus tersebut.

Dalam dua tahap pemanggilan atlet pelatnas 2009 oleh induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air ini, nama Andre Kurniawan tidak tercantum di dalamnya padahal peringkat dunia (WBF) Andre lebih tinggi dibandingkan dengan dua tunggal putra yang masuk pelatnas tahap kedua, yaitu Tommy Sugiarto dan Nugroho Andi Saputra.

“Kita tetap berusaha agar Andre masuk pelatnas, apalagi untuk tunggal putra sudah berkurang satu, yaitu Taufik Hidayat yang mengundurkan diri. Kami berharap Andre bisa gantikan posisi Taufik di pelatnas karena yang bersangkutan masuk peringkat dunia ke-18,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya sudah menanyakan tidak masuknya Andre Kurniawan kepada PB PBSI meskipun secara informal karena menunggu surat pemanggilan atlet pebulu tangkis pelatnas tahap kedua.

“Kalau nanti sudah ada suratnya baru kita akan menanyakan karena Andre memang layak masuk pelatnas, mengingat peringkat dunianya lebih baik dibanding dua tunggal putra yang dipanggil tahap kedua,” katanya.

Dalam dua tahap pemanggilan pebulu tangkis pelatnas 2009 ini, sebanyak 15 atlet Jawa Tengah terutama PB Djarum Kudus masuk pelatnas. Mereka terdiri atas sembilan putra dan enam putri untuk tunggal putra-putri, ganda putra-putri, serta ganda campuran.

Ke-15 pebulu tangkis tersebut adalah Maria Kristin (tunggal putri), Nugroho Andi Saputra (tunggal putra), Ryan Sukmawan, Jonatan Suryatama, Muhammad Ahsan, Lingga Lie, Tantowi Ahmad, Fernando Kurniawan (ganda putra).

Kemudian Meiliana Jauhari, Shandy Puspa, Komala Dewi, Debby Susanto, dan Anisa Wahyuni (ganda putri), Frans Kurniawan, serta M. Rijal (ganda campuran).

Posted in Berita | Leave a Comment »

MURNI LAMPUNG OPEN SIAP DI GELAR

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 25, 2009


Lampost, BANDAR LAMPUNG –  PB Murni akan menggelar kompetisi bulu tangkis dengan tajuk Murni Lampung Open Tingkat Nasional, 28 Februari–4 Maret 2009. Empat ratus atlet dari 10 kota akan bertanding dalam event itu.

Peserta terbagi atas dua kategori, yaitu kategori pelajar yang terdiri atas usia 9 tahun dan 11 tahun serta pelajar usia 13 tahun dan 15 tahun. Kemudian kategori bebas usia atau umum. Setiap kategori hanya akan mempertandingkan nomor tunggal.

Sejumlah peserta yang telah terdaftar terdiri atas 250 atlet putra dan 150 atlet putri. Peserta pada event yang akan dihelat di Gedung Bulu Tangkis PB Murni, Rajabasa, berasal dari Palembang, Solo, Jakarta, dan Bandung. Selain itu datang dari Bogor, Bengkulu, Tangerang, Padang, Yogyakarta, serta tuan rumah Lampung.

Ketua Panitia Meizul Nizar mengatakan peserta kompetisi dapat mengikuti dua kelas sesuai dengan usia dari bawah ke atas. Artinya, peserta kategori pelajar usia 9 tahun dapat mengikuti kategori 11 tahun.

Mengenai total hadiah, menurut Bang Uce (Meizul Nizar, red), panitia penyelenggara menyediakan Rp40 juta. Selain itu tersedia trofi bagi juara, piagam serta hadiah hiburan lain dari sponsor.

Bang Uce mengatakan menurut rencana kompetisi dibuka Ketua KONI Bandar Lampung Kherlani. Sedangkan sebagai tindak lanjut kegiatan ini, PB Murni akan mengagendakan kompetisi serupa setiap tahun untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi atlet bulu tangkis sehingga dapat membawa nama harum daerah hingga tingkat nasional.

“Sebagai upaya pembinaan yang berkesinambungan, kompetisi seperti ini akan kami agendakan setiap tahun. Dengan adanya kompetisi ini diharapkan dapat mengasah kemampuan atlet bulu tangkis di Indonesia, khususnya Lampung,” ujar Bang Uce. n CR-3/O-2

Posted in Berita | Leave a Comment »

Misbun: Taufik still packs lethal punch

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 25, 2009


KUALA LUMPUR: Indonesian Taufik Hidayat will be extra motivated to chase down his first All-England title in Birmingham next week now that he is out of the national squad.

Taufik left the national training centre in Cipayung early this month. He has been based there for more than a decade.

The 27-year-old Taufik may now be on his own but Malaysian singles coach Misbun Sidek has not discounted the chances of the former Olympic and world champion in the All-England.

“He is still one dangerous player and his best badminton years are not over yet. How Taufik plays in the preliminary rounds will determine his fitness,” said Misbun.

“The All-England is the only big title he has not won and if he can beat Peter-Gade Christensen in the last eight, he is capable of claiming it.”

Taufik won the Olympic title in Athens in 2004 as an unseeded player and he bagged the world title in Anaheim the following year. His best efforts in the All-England were runner-up finishes in 1999 and 2000

Posted in Berita | Leave a Comment »

Fairuz out to double effort

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 25, 2009


By LIM TEIK HUAT

KUALA LUMPUR: Mohd Fairu­zizuan Mohd Tazari will feature in the mixed doubles again with Wong Pei Tty after a lapse of two years but it is in the men’s doubles with Mohd Zakry Latif that he will be gunning for glory in the All-England in Birmingham next week.

In the mixed doubles, Fairuzi­zuan-Pei Tty will have to earn their place in the main draw from the qualifying tournament.

Fairuzizuan teamed up with Pei Tty to win the bronze medal at the 2006 Doha Asian Games. Their last tournament was the Asian Badminton Championships in 2007.

He has to put in extra effort on court and in physical training to sustain a high level of fitness to play dual roles but he is not complaining.

“The South Koreans play the mixed doubles as well and it keeps them sharp,” said Fairuzizuan.

“The men’s doubles is still my priority but I have been training regularly in the mixed doubles as well. The draw for the All-England mixed doubles is relatively quite okay. We can get into the main draw and there is a chance for us to reach the quarter-finals.”

Making the tournament proper will give them a first-round match against another qualifying pair and they have Thailand’s Sudket Pra­pakamol-Saralee Thoung­thong­­­­kam next in the path.

Fairuzizuan also harbours hopes of getting his men’s doubles season with Zakry off to a fine start. They did not feature in the Malaysian and Korean Opens last month because Zakry was nursing a knee injury sustained in the Super Series Masters Finals in Kota Kinabalu last December.

Olympic champions Markis Kido-Hendra Setiawan are now likely to skip the All-England as the former is reported to be struggling to recover from a knee injury. If the Indonesian world number two pair withdraw, it will brighten the chances of Fairu­zi­zuan-Zakry to make the final.

Fairuzizuan-Zakry have been drawn in the same half as the top seeded Indonesians, whom they have not beaten before.

Fairuzizuan-Zakry begin their campaign against Yonathan Dasuki-Rian Sukmawan of Indonesia and are expected to meet Anders Kristiansen-Simon Mollyhus of Denmark in the second round before a likely quarter-final clash against England’s Nathan Robertson-Anthony Clark.

“I am confident we can qualify for the quarter-finals but it will be tougher from there,” said Fairuzizuan, whose best achievement in the All-England was reaching the semi-finals with Lin Woon Fui in 2006.

“Our target is to live up to our billing as the fourth seeds but if the Indonesian top pair are out, it’s good news. Right now, our focus is on keeping fit. We have to trim excess weight. Both of us have not played in a tournament this year and we have gained a kilogramme each. But this should not be a problem.”

Posted in Berita | Leave a Comment »

BULU TANGKIS (PROFILE) – HARYANTO ARBI DARI ANGAN-ANGAN JADI KENYATAAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 25, 2009


Kejuaraan bulu tangkis All England yang berlangsung di Birmingham Inggris tinggal kurang dari satu bulan lagi (digelar, 3-8 Maret 2008) tetapi gaungnya terutama di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur sudah terasa.

Semarang, 11/2 (Sports.Roll) – Kejuaraan bulu tangkis All England yang berlangsung di Birmingham Inggris tinggal kurang dari satu bulan lagi (digelar, 3-8 Maret 2008) tetapi gaungnya terutama di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur sudah terasa.

Bahkan, jauh-jauh hari pebulu tangkis seperti Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat (akhirnya mengundurkan diri dari pelatnas) berusaha untuk menjadi juara pada All England yang sering dikatakan sebagai juara dunia tidak resmi.

Hal itu memang layak dan harus dilakukan karena sejak tahun 1995 tidak satupun pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang mampu meraih juara pada turnamen yang pertama kali digelar tahun 1899.

Putra Indonesia terakhir yang mampu menjadi juara All England adalah Haryanto Arbi tahun 1994. Selain Heryanto Arbi, yang pernah menjadi juara adalah Tan Joe Hok (1959), Rudy Hartono (1968-1974 dilanjutkan tahun 1976), Liem Swie King (1978-1979 dilanjutkan tahun 1981), pada tahun 1980, King juga melangkah ke final tetapi dikalahkan pebulu tangkis India, Prakash Padukone yang pernah belajar bulu tangkis di Indonesia.

Kemudian tahun 1991, Ardy B. Wiranata berhasil keluar sebagai juara setelah itu kosong dan tahun 1993-1994, Haryanto Arbi berhasil mengisi kekosongan juara dari Indonesia. Tetapi setelah itu sampai tahun 2008, tidak satupun pebulutangkis Indonesia yang keluar sebagai juara All England di nomor tunggal putra.

Nama Haryanto Arbi tentunya cukup dikenal karena selain dua kali juara All England, adik pahlawan Piala Thomas 1984, Hastomo Arbi juga keluar sebagai juara dunia tahun 1995.

Haryanto Arbi yang kini membuka usaha peralatan olahraga di Jakarta tersebut masih ingat sebelum menjadi juara All England 1993 (di final saat itu mengalahkan rekan senegaranya, Joko Supriyanto).

“Tahun 1992, saya hanya melihat tayangan di televisi pertandingan final bulu tangkis All England. Sambil saya melihat, saya sempat berangan-angan, kapan ya’ bisa masuk final, ee…tak tahunya setahun berikutnya bisa masuk final dan menjadi juara,” kata Haryanto Arbi.

Ia menjelaskan, setelah itu dirinya berlatih keras untuk bisa mewujudkan angan-angannya dan ternyata latihan keras yang dilakukan setahun tersebut ternyata membuahkan hasil.

Menurut dia, sebenaranya dirinya turun di All England sejak usia 17 tahun atau tahun 1988 dan berhasil masuk ke babak delapan besar sebelum kalah dari pebulu tangkis Indonesia lainnya, Edy Kurniawan tetapi setelah itu dirinya tidak lagi turun pada kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia itu.

Kemudian baru tampil lagi tahun 1993 saat usianya 22 tahun dan berhasil menjadi juara kemudian diperpanjang lagi tahun 1994 dengan mengalahkan rekan senegaranya, Ardy B. Wiranata pada partai puncak.

Setelah itu, Haryanto Arbi juga masih turun di All England untuk beberapa kali.

“Saya sudah lupa mas, tetapi seingat saya tahun 1994 saya masuk semi final dan tahun 1995 masuk final (dikalahkan pebulutangkis Denmark, Poul Erik Hoyer),” kata ayah dua putra tersebut.

Haryanto Arbi main bulu tangkis mengikuti jejak kakak-kakaknya, yaitu Hastomo Arbi, Haryadi, dan Eddy Hartono. Anak bungsu (dari enam bersaudara itu) belajar bulu tangkis pada usia 10 tahun dengan masuk PB Djarum Kudus dan pada usia 17 tahun sudah bertanding di All England.

Hastomo Arbi adalah pahlawan Piala Thomas tahun 1984 (saat itu mengalahkan Han Jian dari Cina), kemudian berpasangan dengan Kartono mampu menjadi juara All England tahun 1981 dan 1984, sedangkan Eddy Hartono berpasangan dengan Rudy Gunawan juga menjadi juara ganda putra All England tahun 1992.

Darah bulu tangkis yang ada padanya ternyata tidak menurun kepada dua orang putranya. “Mereka nggak mau main bulu tangkis mas,” kata pria kelahiran tahun 1971 itu.

Ketika ditanya soal harapannya kepada pebulu tangkis yang akan berlaga pada All Englang di Birmingham, Inggris, 3-8 Maret 2009, dia mengatakan, dirinya berharap atlet Indonesia terutama untuk tunggal putra bisa keluar sebagai juara di sana.

“Sudah lama kita tidak mampu mencetak juara di All England. Makanya, mulai sekarang perlu kerja keras, berlatih dan berlatih terus,” kata Haryanto Arbi yang akan shooting film berjudul “King” di Kudus, Jateng, mulai Maret 2009. ***4***

Posted in Berita, Tokoh | 1 Comment »

 
%d bloggers like this: