SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 25th, 2009

Sirkuit Nasional, Upaya Pencarian Bibit Baru

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 25, 2009


Setelah tuntas menggelar kejuaraan bergengsi, Djarum Indonesia Open Super Series 2009, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan PT Djarum kembali menggelar kejuaraan rutin regional, yakni Djarum Sirkuit Nasional 2009.

Tujuannya untuk mencari bibit bulutangkis Indonesia, apalagi belakangan ini pebulutangkis Indonesia sering pulang tanpa membawa gelar. Bagi pemain yang memiliki poin tertinggi di kejuaraan ini selama setahun, mereka diprioritaskan untuk mengikuti seleksi pelatnas.

Turnamen Sirkuit Nasional tahun ini sudah digelar di Tarakan, Kalimantan Timur, pada Februari lalu; Jakarta dan Bandung pada Mei. Selanjutnya kejuaraan tersebut akan digelar di Tegal, Jawa Tengah pada 20 hingga 25 Juli 2009.

Menurut Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PBSI, Mimi Irawan, Sirkuit Nasional merupakan salah satu sarana pembinaan untuk memajukan perbulutangkisan tanah air. Kejuaraan tingkat nasional ini diikuti oleh pemain bulutangkis baik individu maupun atas nama klub dari seluruh Indonesia. Bahkan kejuaraan ini juga terbuka bagi pemain luar negeri.

“Dalam kejuaraan ini pemain digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu remaja, taruna, dan dewasa. Masing-masing kelompok usia mempertandingkan semua nomor yang mengacu pada ketetapan dan aturan turnamen BWF, yaitu tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan ganda campuran,” ujar Mimi.

Turnamen Sirkuit Nasional adalah kejuaraan resmi PBSI sehingga ditetapkan sistem poin bagi seluruh pesertanya yang mencapai babak tertentu. Poin tersebut akan diakumulasi sepanjang kejuaraan Sirkuit Nasional selama setahun.

“Poin tersebut berpengaruh pada peringkat nasional pemain. Mereka yang memiliki peringkat tertinggi dalam pengumpulan poin akan mendapat prioritas untuk ikut seleksi pelatnas,” ujar Mimi.

Setelah Tegal, maka Sirkuit Nasional bakal digelar di Surabaya dan Bali pada bulan Agustus, Medan pada bulan Oktober, serta Makassar pada November mendatang.

sumber : wartakota.co.id

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Malaysia Open Grand Prix Gold 2009 : Menang Lagi, Andre ke Babak 16 Besar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 25, 2009


AndreJOHOR, KOMPAS.com — Andre Kurniawan Tedjono melanjutkan kiprah positifnya di turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2009. Pada laga keduanya, Rabu (24/6) sore di Stadium Bandaraya Johor Bahru, unggulan keenam asal Indonesia tersebut menang 21-18 dan 21-19 atas pemain Denmark, Christian Lind Thomsen.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Andre sudah bermain melawan pebulu tangkis Malaysia, Kim Long Ho. Dalam duel berdurasi 41 menit itu, pemain asal PB Djarum tersebut menang 21-13 dan 21-17.

Dengan hasil ini, maka Andre menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang maju ke babak 16 besar. Pasalnya, Taufik Hidayat yang menjadi unggulan kedua sudah tersingkir karena kalah rubber set 14-21, 22-20, dan 19-21 dari pemain non-unggulan asal China, Chen Long.

Andre yang pekan lalu langsung dikandaskan pemain nomor satu China, Lin Dan, di babak pertama Djarum Indonesia Open Super Series 2009, lebih dulu tertinggal di awal laga ini. Lind Thomsen langsung unggul 3-0 dilanjutkan dengan 4-1.

Namun, setelah itu, Andre mulai bangkit untuk mengejar ketinggalannya. Alhasil, dia bisa menyamakan skor dan malah balik unggul 11-7, sebelum Lind Thomsen menyamakannya di angka 16-16.

Selepas skor tersebut, Andre kembali melejit untuk meraih keunggulan 19-16. Lind Thomsen sempat merapatkan jarak menjadi 19-18, tetapi Andre bisa menambah dua angka lagi untuk menang 21-18.

Di set kedua, Andre tampaknya akan mudah mengakhiri pertandingan. Setelah kedudukan 3-3, dia meninggalkan lawannya berkat keunggulan 13-8.

Namun, Lind Thomsen bisa bangkit untuk mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 13-13. Selanjutnya, Lind Thomsen bisa membuntuti perolehan poin Andre yang akhirnya meraih kemenangan 21-19.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Chen Long : I want to be a star player

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 25, 2009


Chinese youngster Chen Long hopes that it will not be too long before he lives up to his country’s expectation as a star player.

The Asian and world junior champion has in his first year as a member of he senior team experienced disappointments.

“I did not do well in 2008 as a senior player. It is not easy to try to match the players, who are older and have years of experience behind them,” said the 21-year-old.”

But the lanky Chen Long wants to follow in the footsteps of Lin Dan, Bao Chunlai and Chen Jin and he is prepared to go the extra mile to make it big.

“The journey to be a big star is not easy. It all depends on how much one can give in practice sessions. It involves a lot of hard work and I have committed myself to go through the hardship,” he said.

Chen Long added that it was his height that got him into badminton when he was eight-years-old.

“Several coaches came to my school. It was easily spotted because I was the tallest. They encouraged me to take up the sport,” said Chen Long, who stands at 1.88m.

“My mother immediately bought me a racquet, which cost 100 yuan (RM50). I treasured it for two years before it broke. By then, I was really into this sport.”

Although currently seen as China’s best junior, Chen Long chooses to be modest.

“I have been training with the senior players at the national centre this year. There are several other juniors too and there is strong competition among us. I am not the best yet,” he said.

The Asian Championships (ABC) runner-up, however, hopes that there would be a change of fortune in his badminton career this year.

“I am determined to win my first Open title. Hopefully, it will be at this Malaysian Open GP Gold,” said Chen Long.

He will take on second seed Taufik Hidayat of Indonesia in the first round today.

“Besides my seniors, there are two other players who I look up to — Taufik and Lee Chong Wei. I will get to play Taufik for the first time tomorrow and it will be a great breakthrough for me if I can beat him,” he said.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PEMAIN CEDERA AKAN DITES MENJELANG IKUTI TURNAMEN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 25, 2009


Jakarta, 24/6 (Roll News) – Hasil evaluasi terhadap dua turnamen yang diikuti pemain pelatnas, Singapura dan Indonesia Super Series, salah satunya menghasilkan keputusan untuk menguji pemain yang mempunyai riwayat cedera sebelum mengikuti turnamen.

“Bagi pemain yang cedera, kami sepakat dengan pelatih kalau mau bertanding diadakan tes, jika tidak lolos tes tidak akan diberangkatkan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh yang ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Setelah pemain tunggal putri Maria Kristin dan pemain ganda putra Markis Kido mengalami cedera lutut yang menganggu penampilan mereka di beberapa turnamen termasuk Piala Sudirman, pemain ganda lainnya Mohammad Ahsan menderita cedera pinggang beberapa hari menjelang turnamen Singapura Super Series sehingga batal kesana dan tampil tidak maksimal di Indonesia Super Series.

Pemain tunggal putri Adriyanti FirdasAri juga mengalami cedera pergelagan kaki saat tampil di Indonesia Super Series pekan lalu sehingga tersingkir pada putaran kedua.

Lius mengatakan, seorang atlet lebih baik batal mengikuti turnamen daripada tidak tampil maksimal karena cedera.

Untuk Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di Hyederabad, India pada 10-17 Agustus, pemain yang lolos kualifikasi namun mempunyai riwayat cedera harus berkonsultasi dengan tim medis terlebih dahulu sebelum berangkat.

Selain masalah cedera, hasil evaluasi juga menyimpulkan bahwa pemain pelatnas yang dalam enam turnamen Super Series hanya membuahkan satu gelar melalui pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir di Malaysia, kurang mempunyai daya juang dalam bertanding.

“Secara teknik juga banyak mati sendiri,” tambah Lius seraya menambahkan bahwa kondisi fisik, stamina dan daya tahan otot pemain harus ditingkatkan.

Karenanya PBSI memutuskan untuk menambah porsi latihan yang dijadwalkan setiap Rabu sore yang biasanya libur latihan. “Mulai pekan depan, Rabu latihan pagi dan sore, tidak ada libur,” kata Lius yang juga menjadwalkan latihan lari 400m setiap Senin dan Kamis pagi.

Menyusul banyaknya pemain yang mengalami sakit paratypus, PBSI tidak lagi mengijinkan pemain keluar asrama. “Karena kalau bukan karena makanan di asrama yang jelek, pasti karena makanan di luar yang kotor penyebabnya,” demikian Lius.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: