SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 12th, 2009

Jelang Djarum Indonesia Open Super Series 2009 Pertarungan di Babak Kualifikasi

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


(Bulutangkis.com) – Pertarungan di babak kualifikasi untuk memperebutkan 16 tiket babak utama yang tersisa di ajang Djarum Indonesia Open Super Series 2009, tak kalah menarik untuk diamati. Indonesia mengirimkan wakil terbanyak, yakni 14 nomor, dengan dominasi di tunggal putri.

Tommy Sugiarto, Alamsyah Yunus, Rizki Amelia, Fransiska Ratnasari, Aprilia Yuswendari, Linda Weni, Yuan Kartika, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, Tantowi Ahmad/ Richi Dili Puspita, Muhammad Rijal/ Debby Susanto, Anggun nugroho/Rendra Wijaya, Indra Okvana/Ricky Widianto, Jo Novita & Gideon Markus (keduanya sama-sama berpasangan dengan Adrian Liu dari Kanada – di nomor yang berbeda), harus mengalahkan lawan-lawannya sebelum berlaga di babak utama.

Di tunggal putra, Alamsyah Yunus berpeluang menghadapi pemain senior Malaysia, Roslin Haslin di babak final kualifikasi, dengan catatan ia mampu menundukan unggulan utama asal China Lu Yi. Sementara itu Tommy Sugiarto berjumpa pemain Ceko berusia 23 tahun, Petr Koukal. Unggulan lain di nomor ini adalah Kuan Beng Hong, Gong Weiji (finalis German Open 2009), serta Anup Sridhar, yang masing-masing diunggulkan di tempat ke 2,3, dan 4 babak kualifikasi.

Menempatkan wakil paling banyak di tunggal putri, Indonesia diharapkan mampu menyapu bersih empat tiket babak utama yang disediakan. Namun sebelumnya, Fransiska Ratnasari dkk harus menaklukan Maja Tvrdy (unggulan 1), Fu Mingtian (unggulan 20, kim Moon Hi (unggulan 3), Sayako Sato (unggulan 4) ataupun lawan-lawan lainnya.

Anggun Nugroho/Rendra Wijaya harus menghadapi dua pemain tunggal Belanda yang mencoba berkoalisi di sektor Ganda, Dicky Palyama/Eric Pang. Bila berhasil menekuk pasangan tersebut, Anggun/Rendra akan bersaing dengan unggulan kedua Jurgen Koch / Peter Zauner untuk merebut satu tiket babak utama. Wakil Indonesia lainnya, Indra Okvana/ Ricky Widianto, bertemu unggulan keempat asal Korea, Kim ki Jung/kwon Yi Goo.

Di Ganda Campuran, bila berhasil mengatasi Kim Ki Jung/ Kim Mi Young, Muhammad Rijal/Debby Susanto berpeluang menghadapi unggulan kedua, Han San Hoong/Jang Ye Na. Sayangnya, duel sesama pemain Indonesia harus terjadi di babak kualifikasi. Jika sukses menekuk lawan-lawannya, Tantowi Ahmad/ Richi Dili Puspita akan ‘berseteru’ dengan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah untuk meraih satu tiket babak utama. (Melok Roro Kinanthi)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Kejutan Aviva Singapore Open 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


InaKekalahan Simon disusul unggulan pertama dan kedua, Lee Chong Wei dan Peter Gade

Setelah pesta kemenangan tim Indonesia di babak pertama Singapura Terbuka Super Series 2009 yang dimulai Selasa (9/6) kemarin, hari ini ternyata penonton memperoleh banyak kejutan, terutama dari sektor tunggal putra. Kita tidak akan lagi melihat aksi Simon Santoso, Lee Chong Wei, Peter Gade, dan Koo Kien Keat sepanjang minggu tersisa ini.

Unggulan pertama dan kedua tunggal putra ternyata hari ini tumbang mengenaskan. Lee Chong Wei (MAS/1) dipersulit oleh atlit profesional cekatan dan bertekad kuat, Tien Minh Nguyen. Bermain rubber, kedua atlit harus memeras peluh selama satu jam. Tien Minh menang 24-22, 20-22, 21-19, angka yang super ketat.

Tien Minh banyak bermain bertahan dan berhati-hati dalam mengembalikan bola di set pertama dan ketiga – set yang dia menangkan. Strategi ini tergolong tepat dipakai karena Chong Wei terlihat bermain lebih beringas dan agresif dengan sambaran-sambaran smes pada saat kapan pun memungkinkan.

Tertinggal jauh pun tidak mematahkan semangat Tien Minh. Di set pertama, setelah tertinggal 3-9, ia mampu membuat Chong Wei grogi dengan memimpin 17-14; memborong enam angka sekaligus. Set kedua berlangsung super ketat karena kedua angka tidak pernah tertaut lebih dari dua angka. Pada set ketiga, Tien Minh sempat tertinggal jauh di angka menjelang kritis, yakni 9-14. Tapi, bukan Tien Minh namanya jika hilang semangat. Dengan sabar, telaten, tetap cekatan walaupun telah penuh peluh, angka Tien Minh mengejar dengan agresif, dan tiba-tiba saja Tien Minh telah memimpin 20-18. Chong Wei pun tak kuasa membendung pemain Vietnam bertubuh kecil ini. Setelah menabung satu angka tambahan, sorakan Tien Minh pun membahana di stadium indoor Singapura, dan penonton pun tertegun dan bersorak.

Kejutan kedua adalah tumbangnya Peter Gade, unggulan kedua dari Denmark, dan siapakah yang mengalahkannya?

Seorang Anup Sridhar dari India yang merangkak dari babak kualifikasi!

Anup juga menang dengan susah payah, lewat rubber set, 21-19, 16-21, 21-13. Walaupun tidak seketat pertarungan Chong Wei-Tien Minh, tetapi tetap saja perang keduanya berlangsung seru, jgua selama satu jam. Pada babak penentuan, keduanya sangat berimbang sampai Gade kehilangan fokus dan tertahan di angka 13. Anup pun terbang menapaki angka 21 pada set penentuan tersebut.

Sebelum Chong Wei dan Peter, atlit merah-putih yang bermain apik kala bersua Lin Dan di Piala Sudirman tahun ini, Simon Santoso, telah meruntuhkan hati para penggemarnya terlebih dahulu. Unggulan keenam ini kalah dari atlit terbaik Thailand, Boonsak Ponsana, 11-21, 7-21.

Harapan pada Empat Wakil ”Saja”
Pada putaran perempat final, Indonesia hanya akan diwakili oleh empat wakil di empat partai, dari awalnya sembilan wakil. Harapan itu bertumpu pada Sony Dwi Kuncoro (tunggal putra, unggulan ketiga), Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra, unggulan pertama), Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (ganda putri), dan Nova Widianto/Lilyana Natsir (ganda campuran, unggulan pertama).

Dari keempat wakil tersebut, hanya Nitya/Greysia yang tampak gamang karena pesaing-pesaing di depannya tergolong tangguh. Di perempat final besok hari, mereka akan bersua dengan pasangan nomor satu dunia asal negeri jiran, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Pasangan Malaysia ini baru sekali mencicipi gelar juara, yakni, di Denmark Super Series tahun lalu. Jika mampu lolos dari cobaan yang satu ini, pasangan tangguh Tiongkok atau Denmark sudah akan bersiap menghadapi mereka: Pan Pan/Tian Qing atau Lena Frier Kristiansen/Kamilla Rytter-Juhl (unggulan kedelapan).

Sedangkan, bagi ketiga wakil lainnya, peta persaingan tampak cukup jernih bagi mereka untuk melaju ke babak final.

Selain Simon, yang gugur hari ini adalah Adrianti Firdasari dari pemain muda penuh potensi India, Saina Nehwal; pasangan ganda putra, Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki dari pasangan Denmark unggulan keempat, Lars Paaske/Jonas Rasmussen; dan pasangan ganda campuran, Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita yang juga ditundukkan oleh pasangan Denmark unggulan keempat, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Hasil Babak Kedua Atlit Indonesia
Sony Dwi Kuncoro (3) vs Hsieh Yu Hsing (TPE): 21-15, 21-15
Simon Santoso (6) vs Boonsak Ponsana (THA): 11-21, 7-21
Adrianti Firdasari vs Saina Nehwal (IND/6): 18-21, 21-17, 17-21
Markis/Hendra (1) vs Kristof Hopp/Johannes Schoettler (GER/Q): 21-16, 19-21, 21-9
Rian/Yonatan vs Lars Paaske/Jonas Rasmussen (DEN/4): 30-28, 12-21, 17-21
Nitya/Greysia vs Shinta Mulia Sari/Yao Lei (SIN): 21-12, 21-17
Nova/Lilyana (1) vs Anthony Clark/Donna Kellogg (ENG): 21-18, 21-11
Devin/Lita vs Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DEN/4): 9-21, 21-17, 10-21

Jadwal Perempat Final Atlit Indonesia

Nova/Lilyana (1) vs Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk (POL)
Sony Dwi Kuncoro (3) vs Park Sung Hwan (KOR)
Nitya/Greysia vs Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (MAS/1)
Markis/Hendra (1) vs Hendri Kurniawan Saputra/Hendra Wijaya (SIN)

Syumber : http://bulutangkis.wordpress.com

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Djarum Indonesia Open Super Series Siap Di Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


Jakarta, 9 Juni 2009 – Turnamen bulutangkis spektakuler berkelas Internasional Djarum Indonesia Open Super Series 2009, dengan tema “Jadilah Saksi Kedahsyatannya!”, akan diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta, pada 16 Juni – 21 Juni 2009 dengan menghadirkan bintang bulutangkis dunia dan total hadiah US$ 250.000 pemain bulutangkis Nasional Indonesia pun siap memberikan penampilan terbaiknya dengan kekuatan maksimal, seperti Maria Kristin, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Nova Widianto, dsb.

Djarum Indonesia Open Super Series 2009, kembali didukung sepenuhnya oleh PT. Djarum yang telah menunjukkan bakti dan dedikasi dalam menumbuhkembangkan olahraga nasional di Tanah Air hingga dunia. PT. Djarum telah mensponsori Indonesia Open sejak tahun 2004 hingga saat ini, dimana level super series ini memasuki tahun ketiga sejak tahun 2007.

Sejumlah pemain top dengan kategori BWF World Rangking dari 27 negara akan bertanding di 5 nomor berbeda memperebutkan gelar bergengsi selama sepekan kejuaraan akbar olahraga bulutangkis ini

Nama-nama pemain top dunia dan terkemuka akan membuktikan kebesaran mereka seperti Lin Dan dari China, pemegang medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Juara All England Super Series 2009. Rival utamanya, Lee Chong Wei dari Malaysia yang dikalahkan di Olimpiade Beijing 2008. Di samping itu, tidak dapat disingkirkan kehadiran pemain Eropa Peter Hoeg Gade dari Denmark yang telah teruji kemampuannya menghadapi macan-macan Asia. Serta, tidak ketinggalan local hero yang menggenggam predikat juara bertahan Sony Dwi Kuncoro dari Indonesia.

Di bagian putri empat besar dunia ini juga meramaikan turnamen dengan kesediaan tampil seperti, Xie Xingfang dari China. Peraih perak Olimpiade Beijing 2008 ini tidak hanya menghangatkan pertandingan dengan smash dan drop shot andalannya juga menjadi warna karena selalu dikaitkan dengan Lin Dan yang dianggap sebagai pasangan di dalam dan luar lapangan. Ia akan mendapat saingan dari kompatriotnya Wang Yihan (China) yang telah merebut gelar Juara All England Super Series 2009 dan Swiss Super Series 2009.

Dua nama besar lain tidak dapat disepelekan seperti kehadiran pemain Zhou Mi dari Hongkong yang menduduki peringkat dua dunia. Sedangkan dari Indonesia, Maria Kristin akan menggunakan kesempatan kembali ke tonggak sejarah setelah merebut perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan Runner Up Djarum Indonesia Super Series 2008.

Di sektor ganda putra, akan tersaji pertarungan adu ketat dan cepat setelah Cai Yun/ Fu Haifeng dari China yang Juara All England Super Series 2009 serta pemegang Perak Olimpiade Beijing 2008 bersedia mengikuti turnamen. Indonesia mengapungkan pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, peraih emas Olimpiade Beijing 2008 dan peringkat satu dunia. Mereka tentu tidak akan menyerah begitu saja di depan publik sendiri mempertahankan martabat yang telah direngkuhnya. Di samping, akan selalu ada kejutan dari Rian Sukmawan/Yonathan yang semifinalis Japan Super Series 2008 serta Mohammad Ahsan/Bona Septano, runner up Japan Super Series 2008.

Di ganda putri, Wong Pei Tty/ Chin Eei Hui dari Malaysia akan membuktikan kelayakannya berada di peringkat utama dunia. Sedangkan pasangan lokal Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati merupakan semifinalis Malaysia Super Series 2009 dan perempat finalis Swiss Open Super Series 2009 tentu akan menunjukkan kekuatan sebagai kuda hitam.

Dan, bagi Nova Widianto/Lilyana Natsir yang terus-menerus berada di posisi utama dunia di nomor ganda campuran sejak tahun lalu akan kembali mencari momentum meningkatkan performa mereka setelah meraih perak Olimpiade Beijing 2008. Mereka akan mendapat perlawanan sepadan dengan kehadiran Lee Yong-Dae/Lee Hyo-Jung yang berada di peringkat kedua dunia dan peraih Emas Olimpiade Beijing 2008.

“Harapan kami, para pemain bulutangkis Indonesia dapat menjaga stamina dan memberikan permainan terbaiknya hingga maju ke babak bergengsi dalam Djarum Indonesia Open Super Series 2009 untuk mengharumkan nama Indonesia sebagai tuan rumah”, ujar Christian Hadinata, Kepala Sub Bidang Pelatnas Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB-PBSI).

Aksi dari bintang bulutangkis dunia akan tampil secara spektakuler di Djarum Indonesia Open Super Series 2009. Inilah perkembangan yang menaikkan citra dan harkat kejuaraan Djarum Indonesia Open Super Series 2009 di mata dunia. Perkembangan itu pun disikapi antusiasme pebulutangkis muda Indonesia dengan mencari tantangan baru pada kejuaraan bulutangkis perseorangan yang mendapat sanction dari Badminton World Federation.

Tiket Djarum Indonesia Open Super Series 2009 akan mulai dijual di loket Istora Senayan, mulai tanggal 16 s/d 21 Juni 2009, dengan spesifikasi sebagai berikut :

tiket ind

Semua kehangatan pertarungan ini tersaji di turnamen berkelas dunia yang terselenggara berkat dedikasi PT. Djarum yang menopang kerangka pembinaan bulutangkis dan beritikad luhur memajukan bulutangkis Indonesia ke pentas dunia. Rentang waktu telah membuktikan dedikasi dan komitmen PT. Djarum demi memajukan nama Indonesia melalui ajang olahraga bulutangkis yang telah bersenyawa dalam kultur sejarah dan bagian perkembangan sejarah bangsa.

“Kami sangat bangga dapat mendukung dan menyelenggarakan kembali ajang internasional dengan level super series ini, untuk bertarung dan memperebutkan total hadiah sebesar $250,000. Besar harapan kami agar seluruh masyarakat untuk memberikan semangat sportifitas dan dukungan bagi pemain Indonesia” jelas Yan Haryadi, PT. Djarum.

Bangkit & Maju Bulutangkis Indonesia!

Posted in Badminton, Bulutangkis, Turnamen | 2 Comments »

Choong Hann: Win will be a boost ahead of world meet

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


KUALA LUMPUR : It’s getting more challenging for seasoned campaigner Wong Choong Hann to train without a coach. But it has not doused the fire in him from wanting to chalk up his biggest win of the year when he takes on China’s Bao Chunlai today in the second round of the Singapore Open. Choong Hann advanced with a 21-18, 21-11 win over India’s Chetan Anand while Chunlai got an easy ride for a shot at a place in the quarter-finals when Poland’s Wacha Przemyslaw retired after losing the first game 9-21. The 31-year-old Choong Hann said that he was seeking for a timely boost ahead of the world championships, which will be played in Hyderabad from Aug 10-16. All set: Wong Choon Hann wants to chalk up his biggest win of the year by beating Bao Chunlai in the second round. The former Malaysian No. 1, who left the Badminton Association of Malaysia (BAM) stable to seek new fortunes as an independent player after the Beijing Olympics last year, will be making a fifth appearance in the world championships. “A win against Chunlai will be a great boost to my preparations for the world championships. It will be my biggest win this year,” said Choong Hann in a telephone interview from Singapore. “Chunlai has not played in many tournaments this year because of his old knee injury. I guess, he is also trying to gauge where he stands before the world meet. He will still be a tough opponent.” Choong Hann added that a player could make do without a coach, especially for those with a wealth of experience but it could be difficult at times. “It takes a lot of discipline to be able to keep a high level of play in training without a coach. I have to psyche myself up a lot. It gets harder as time goes by,” he said. Choong Hann said that the experience playing in Europe for a club in the German League, however, had given him the confidence to continue to aspire for great things in badminton. “The European players are very independent. They can still play without having to rely on coaches too much,” he said. To keep him on his toes, Choong Hann has made arrangements to play with the Bukit Jalil Sports School (BJSS) players and, sometimes, with the national men’s doubles shuttlers. “I am looking at playing good badminton for another two years. Hopefully, I will be able to do well here (Singapore Open),” he said. Besides Choong Hann, Malaysia’s Lee Chong Wei also advanced to the second round after beating Andrew Smith of England 21- 11, 21-12. He will take on Nguyen Tien Minh of Vietnam today. Choong Hann and Chong Wei are the only two Malaysian men’s singles players in the fray following the tame exits of Lee Tsuen Seng and Sairul Amar Ayob yesterday. Malaysia’s challenge also ended in the women’s singles when both Wong Mew Choo and Lydia Cheah crashed out in the opening round.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taufik Hidayat Line “Winning is an Attitude” Private Viewing

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


(Bulutangkis.com) – Bertempat di Shy Roof Top, Papilion Building, Kemang-Jakarta. Taufik Hidayat bersama Yonex memperkenalkan merk terbaru mereka Taufik Hidayat Line (THL). Acara yang dimulai pada pukul 15.00 WIB ini dibuka oleh duo MC kocak, Tika Panggabean dan Udjo dari Project Pop. Acara ini juga turut dihadiri oleh keluarga besar dari Taufik Hidayat ditambah kehadiran para tamu undangan diantaranya adalah Menpora Adhyaksa Dault, Pejabat PBSI, Manager Tim Nasional Christian Hadinata, Mulyo Handoyo, sang legenda Rudi Hartono serta beberapa artis ibukota sepert Judika Idol, Bedu, Dewi Sandra, Arzeti Bilbina, Odie Project Pop. Dalama acara ini Taufik Hidayat memperkenalkan produk barunya yang bisa terwujud berkat kerjasamanya dengan Yonex dan menjadi atlet bulutangkis pertama yang mempunyai line tersendiri setelah ada Tiger Woods di cabang olah raga golf dan Michael Jordan di cabang bola basket. Kepala representatif Yonex Mr. Bilu dari India menjelaskan bahwa Taufik Hidayat dan Yonex merupakan kolaborasi sempurna dalam penciptaan merk ini. Dimana Taufik Hidayat sebagai fenomena dan icon bulutangkis dipadukan dengan Yonex yang setia pada cabang olahraga ini. TH sendiri turun langsung dalam proses pembuatan dan design dari seluruh koleksi THL. THL sendiri memperkenalkan apparelnya mulai dari kaos, jaket, celana, sepatu dan tas. THL akan mulai di jual pada Indonesia Open minggu depan, di stand Yonex, Istora. THL akan dijual luas ke dunia, setelah Indonesia Open, ajang USA Open juga menjadi salah satu acara dimana THL akan dijual dan diperkenalkan kepada masyarakat. Dengan Tag Line “Winning is an attitude” untuk koleksi pertamanya ini diharapkan bisa mencerminkan passion Taufik terhadap bulutangkis, bagaimana ia begitu mencintai bulutangkis. Semoga dengan dikeluarkannya THL ini bisa mengobati kerinduan para penggemar dan penggila bulutangkis khususnya penggila Taufik Hidayat. (Ira Ratnati )

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia di Aviva Singapore Open 2009 : Hasil 16 Besar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


Liputan Robert, Riyaldi & Hendry
langsung dari Singapore.

(Bulutangkis.com) – Perjuangan di babak 16 besar pada tanggal 11 Juni 2009 dalam turnamen Aviva Singapore Open 2009 Super Series dimulai dari partai ganda campuran. Indonesia yang diwakili oleh Devin Lahardi/ Lita Nurlita berhadapan dengan Joachim Fischer/ Pedersen, unggulan ke-4 dari Denmark.

Pertandingan di set pertama dimulai dengan keragu-raguan oleh pasangan Indonesia. Nampak tekanan yang diberikan oleh pasangan Denmark berhasil membuat Devin/ Lita kewalahan. Kurangnya komunikasi dan banyaknya kesalahan sendiri membuat Devin/Lita ketinggalan 3-11 pada paruh set pertama. Alhasil, set pertama pun ditutup dengan skor 21-9. Nampak sekali bahwa pertandingan di set pertama kurang berimbang.

Memasuki set kedua, pasangan Indonesia Devin/Lita sudah terlihat mulai balik menekan. Permainan net dan smash dan jarangnya kesalahan sendiri yang dibuat memaksa unggulan ke.4 dari Denmark ini menyerah 11-10 pada paruh set kedua. Setelah diberikan sedikit masukan saat jeda permainan Devin/Lita mulai lebih hidup dan sudah semakin berani. Mereka-pun akhirnya berhasil balik memimpin set kedua dengan skor 21-17.

Di set penentuan, permainan menyerang yang diterapkan Devin/Lita di set kedua tidak mampu berlanjut, pasangan Denmark berhasil kembali menekan. Nampak di set penentuan ini, kondisi fisik dari Devin/Lita sedikit menurun dan ini membuat pasangan Denmark dapat mengembangkan permainan ini dan akhirnya menang dengan skor cukup jauh 10-21.

Sementara itu pertarungan antara pasangan Indonesia Nova Widianto/Lilyana Natsir yang berhadapan dengan Anthony Clark/Donna Kellogg dimenagkan oleh Nova Widianto/Lilyana Natsir dengan skor 21-18 dan 21-11.

Sebagai unggulan pertama, Nova/Lilyana dapat menunjukkan kelasnya untuk menjadi pemenang walaupun di set pertama pasangan dari Inggris ini mampu mengimbangi permainan menyerang yang diterapkan oleh pasangan Indonesia.

Sedangkan di set kedua, Nova/Lilyana memimpin 11-5 pada paruh set kedua dan ini semakin memudahkan langkah mereka menuju ke babak 8 besar dimana mereka akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-11.
Hasil ini cukup menggembirakan, mengingat pasangan ganda campuran yang lain Devin/Lita gagal menaklukkan lawannya yang menjadi unggulan ke 4, Joachim/ Christinna.

Harapan untuk merebut gelar di ganda campuran masih terbuka dan untuk babak 8 besar esok harinya, Nova/ Lilyana akan menghadapi Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk dari Polandia.

Semoga hasil terbaik dapat diraih oleh pasangan ganda campuran kita ini di babak 8 besar.

Di nomor Tunggal Putra setelah Simon Santoso dikalahkan oleh Boonsak Poonsana dengan skor yang cukup telak 21-11 dan 21-7 di babak 16 besar, Sony Dwi Kuncoro berhasil mengalahkan Yu Hsieng Hsieh dengan skor yang cukup meyakinkan 21-15 dan 21-15.

Bermain agresif sejak set pertama namun Sony belum dapat memimpin jauh dari lawannya. Yu Hsieng Hsieh berhasil memberikan perlawanan hingga paruh pertama dimana Sony hanya menang cukup tipis 11-10 namun saat jeda Sony dapat mengembangkan permainannya dan menutup set pertama dengan skor 21-15.

Di set kedua, gaya permainan Sony masih sama yakni dengan menyerang dan berhasil menutup set kedua dengan skor 21-15. Semangat yang ditunjukkan Sony saat bertanding sore tadi patut diacungi jempol dan ini menjadi satu ujian lagi di babak-babak selanjutnya.

Di babak 8 besar nanti, Sony Dwi Kuncoro akan menantang lawan dari Korea Selatan, Park Sung Hwan. Apabila Sony berhasil menang, maka kemungkinan akan berjumpa Peter Gade ataupun Boonsak Poonsana di semifinal.

Maju terus Sony dan wujudkan harapan juara di tunggal putra.

Dinomor Ganda Putra Pertandingan yang berlangsung selama 1 jam yang menampilkan Yonathan Dasuki/ Rian Sukmawan vs Lars Paaske/ Rasmussen berlangsung begitu seru.

Kedua pemain saling bergantian menggunakan pola menyerang dan siapa yang lebih baik menyerang yang memenangkan bola. Drama di set pertama berlangsung hingga skor 28-30 untuk keunggulan pasangan Indonesia. Semasa terjadi deuce dan perpindahan bola, para penonton yang memadati Singapore Indoor Stadium juga ikut terpengaruh mereka saling berteriak dan tidak ingin pasangan dukungannya kalah.

Di set kedua, permainan pasangan Denmark lebih baik dan sudah mulai bisa mengontrol. Mereka tidak lagi begitu terpengaruh untuk bermain menyerang dan alhasil mereka berhasil menutup set kedua dengan skor 21-12.

Di set penentuan, pasangan Denmark kembali unjuk gigi. Mereka langsung memimpin hingga skor 19-17. Ketika angka berubah menjadi 20-17 untuk keunggulan pasangan Denmark dan hanya membutuhkan 1 angka lagi, pasangan Indonesia melakukan kesalahan yang begitu fatal. Pasalnya ketika bola baru mau diservis oleh Jonas Rasmussen, Rian Sukmawan yang sebagai penerima bergerak duluan sehingga dianggap wasit Foul dan itu menjadi penutup kemenangan bagi pasangan Denmark 28-30, 21-12, dan 21-17.

Di babak 8 besar nantinya Lars Paaske/Rasmussen akan berhadapan dengan pemenang antara Teik Chai Gan/Bin Shen Tan (Malaysia) ataupun Chieh Min Fand/Sheng Mu Lee (Taiwan). Babak 8 besar akan dilangsungkan besok sore (12 June’09) waktu setempat.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Yonex Sunrise Taufik Hidayat Line Winning is an Attitude

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


Sebagai sosok yang berhasil mempertahankan supremasi Olahraga tertinggi di ajang Olimpiade 2004, Taufik Hidayat menjadi penerus Legenda di dunia Bulutangkis Indonesia. Semangat dan karakter nya yang unik, membuat Taufik berhasil memberi warna baru bagi semangat prestasi bangsa, Spirit yang dibuktikannya saat menari di lapangan, bukan hanya menghasilkan peringkat terbaik tapi juga aksi yang menghibur. Dan hal tersebut tidak dapat tercipta tanpa passion yang dalam atas apa yang dikerjakannya.

Cinta terhadap bulutangkis yang memberikan kekuatan pada seorang Taufik Hidayat untuk bertahan dan bersikap di lapangan. Saat bergulirnya angka menjadi detik-detik perjuangan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk bangsanya. Perjuangan untuk meraih kemenangan merupakan seni dalam kehidupan, Menang adalah sebuah sikap, sebuah pernyataan.

Passion Taufik Hidayat membuat bulutangkis Indonesia lebih hidup. Seperti telah diketahui, selama ini Yonex selalu mendampingi Taufik di setiap langkahnya. Keduanya merupakan figur yang memberikan passion terhadap bulutangkis. Keinginan untuk berbagi kecintaan dan semangat atas bulutangkis kepada masyarakat, maka digagaslah kerjasama antar keduanya, Taufik Hidayat dan Yonex–Sunrise, untuk menciptakan sebuah koleksi sports apparel “Taufik Hidayat Line”. “Sejak kecil, kecintaan terhadap bulutangkis, terhadap hidup dan terhadap Indonesialah yang membawa saya mencapai prestasi serta menjadikan saya seperti sekarang ini. Hal itu yang membuat saya ingin berbagi,atas apa yang saya alami hingga dapat menyentuh tiap semangat yang ada dalam jiwa masyarakat”, tutur Taufik.

Direktur Utama Sunrise & Company, D.K Seth menambahkan, “Dengan pencapaian prestasi yang membanggakanserta kharisma tingi seorang Taufik Hidayat yang tidak perlu diragukan lagi di dunia bulutangkis, terutama bagi masyarakat Indonesia, Maka sewajarnya apabila Yonex-Sunrise dengan keyakinan penuh mendukung keinginan ini” D.K Seth melanjutkan, “Saat Taufik pertama kali menyampaikan idenya tersebut, kami pun merasa tertarik. Nuansa fresh and young yang dipresentasikan oleh timnya memberikan warna segar untuk industri apparel bulutangkis”

Di dunia, sudah banyak atlet dari berbagai cabang olahraga yang meluncurkan clothing line sendiri. Namun Taufik Hidayat Line akan menorehkan sejarah baru di dunia bulutangkis bahwa seorang atletnya menciptakan sebuah koleksi sports apparel.

Prestasi dan pencapaian Taufik Hidayat terpancar melalui sikapnya. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa untuk seorang Taufik, Menang adalah Sikap, Winning is an Attitude, dan semangat inilah yang ia ingin turut bagi kepada publik. “Winning is an attitude” dianggap tepat untuk merepresentasikan makna dari 10 macam design apparel yang tersedia pada Koleksi pertama Taufik Hidayat Line ini. Taufik menuturkan,” Passion saya untuk memberikan serta meraih yang terbaik di segala hal inilah, yang ingin saya persembahkan kepada publik melalui Taufik Hidayat Line”

Koleksi pertama dari Taufik Hidayat Line yang bertajuk “Winning is an Attitude” akan tersedia pada booth Yonex selama berlangsungnya Indonesia Open (16–21 Juni 2009), untuk kemudian didistribusikan secara meluas pada setiap counter Yonex di Indonesia. Selanjutnya, koleksi pertama ini direncanakan juga untuk dijual secara khusus pada saat Yonex OCBC US Open (7 – 12 Juli 2009) di Anaheim, USA.

Pada kesempatan Indonesia Open, Taufik akan menggunakan tas raket yang khusus di produksi oleh Yonex-Sunrise sebagai penghargaan terhadap keberhasilan Taufik Hidayat sebagai 6 kali juara Indonesia Open. Pada ajang tersebut, Para pembeli THLmendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara autograph session Taufik Hidayat pada hari Minggu, 21 Juni 2009. Koleksi berikutnya akan diperkenalkan pada ajang World Championship di Hyderabad India pada bulan Agustus, dimana koleksi tersebut akan diperkaya dengan desain sepatu serta tas olahraga. (Melati Karina, melatikarina@th-force.com)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Results Day 2 Singapore Open Super Series 2009 Lunturnya Dominasi Veteran, Kejutan Tunggal Putri

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 12, 2009


Oleh: Ferry Irawan

(Bulutangkis.com) – Kejutan demi kejutan menghias babak pertama turnamen Singapore Open SS 2009. Di sektor tunggal putri, dua mantan pemain China yang diunggulkan langsung rontok di laga perdana. Sedangkan dua pasangan veteran lainnya di nomor ganda putra dan putri juga mengalami nasib serupa saat ditantang tandem muda lainnya. Sementara itu dewi fortuna masih betah menaungi para duta merah putih yang meloloskan semua wakilnya ke babak 16 besar.

Tandem terbaik dunia, Nova/Lily membuka perseteruan babak pertama dengan permainan memukau keduanya saat menghentikan ganda nomor tiga Taiwan, Chen Hung Ling/Chou Chia Chi 21-8, 21-18. Penampilan sempurna Yao Lei yang diselaraskan oleh Danny Bawa memastikan tiket wakil tuan rumah ke babak kedua setelah memupuskan harapan ganda kualifikasi, Han Sang Hoon/Jang Ye Na 23-21, 21-18. Dua pasangan kualifikasi lainnya, Shintaro/Reiko dan Mohd Razif/Woon Khe Wei juga tidak mampu membendung kesolidan para pemain Inggris, Anthony/Donna dan Nathan/Jenny. Keduanya menyerah dalam pertandingan dua set 21-15, 21-13 dan 21-14, 21-18.

Kejutan pertama pada hari ini dibuka oleh duet Polandia yang acapkali merepotkan para jagoan China, Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk. Setelah sempat beberapa kali nyaris menghempas laju He Hanbin/Yu Yang, kali ini keduanya berhasil benar-benar membungkam duo China lainnya, Xu Chen/Zhao Yunlei (7), 21-14, 21-18. Namun China masih memiliki harapan besar di sector ini karena dua wakil lainnya, Xie Zhongbo/Zhang Yawen (6) dan Zheng Bo/Ma Jin (5) mendapatkan tiket mudah ke babak 16 besar. Kejutan dari wakil Eropa lainnya diukir oleh pasangan Belanda, Ruud Bosch/Paulien Van Dooremalen yang menekuk ganda berpengalaman asal Korea, Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun, 21-17, 15-21, 21-16.

Selain meloloskan NoLyn, Indonesia juga masih memiliki harapan lainnya pada duet Devin/Lita yang tampil menawan saat menahan rubber set pasangan China, Zheng Bo/Ma Jin pada Kejuaraan Piala Sudirman bulan Mei yang lalu. Konsistensi mereka akan diuji oleh unggulan ke-4, Joachim Fischer/Christian Pedersen (Denmark) untuk memperebutkan tiket perempatfinal.

Satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri, Adriyanti Firdasari berhasil membuktikan keseriusan ucapannya akan peningkatan stamina bertanding dengan menumbangkan tunggal kualifikasi Korea, Kim Moon Hi 23-21, 21-15. Sementara itu hasil berkebalikan diraih oleh para pemain Malaysia, Wong Mew Choo dan Lydia Cheah yang gagal melewati rintangan lawan-lawannya. Hwang Hye Youn akhirnya berhasil melakukan ‘revenge’ kepada Mew Choo atas kekalahannya di turnamen beregu Piala Sudirman setelah di laga tadi siang berlangsung ketat 21-17, 17-21, 24-22. Sementara itu Lydia Cheah secara mengejutkan terganjal langkahnya oleh tunggal ke-3 negeri kincir, Rachel Van Cutsen 21-18, 18-21, 14-21.

Kejutan terbesar di nomor ini berhasil diciptakan oleh utusan tuan rumah yang harus berjibaku dari babak kualifikasi. Fu Mingtian yang tampil dengan performa terbaik sejak papan kualifikasi kali ini tampil spketakuler dan konsisten dengan menghempas semifinalis Olimpiade Beijing 2008, Lu Lan 8-21, 21-9, 21-19. Sayangnya langkah Fu gagal diikuti oleh tunggal Singapura laiinya, Zhang Beiwen yang menantang wakil China lainnya, Wang Lin. Setelah bertarung selama hamper satu jam, Zhang akhirnya menyerah 21-10, 18-21, 19-21. Kemenangan Wang Lin juga disusul oleh 3 rekan senegaranya, Xie Xingfang, Jiang Yanjiao dan Wang Yihan yang juga meloloskan diri ke babak kedua.

Tumbangnya para pemain senior juga ikut membanjiri sektor tunggal putri. Setelah Yao Jie dipaksa mengakui ketangguhan Ai Goto 21-18, 9-21, 10-21, dua unggulan Wang Chen (4) dan Pi Hongyan (5) juga takluk atas permainan enerjik lawan-lawannya. Tunggal terbaik Thailand, Salakjit Ponsana berhasil mengungguli Wang 21-15 15-21, 21-18 sedangkan Pi kalah dua set langsung atas ratu bulutangkis Bulgaria, Petya Nedelcheva 18-21, 11-21.

China dan Indonesia akhirnya sama-sama menyisakan harapan mereka di sector tunggal putra kepada dua pemain yang tersisa. Bao Chunlai yang mendapatkan kemenangan mudah atas tunggal Polandia, Przemyslaw Wacha (7) setelah bintang Polandia tersebut merasakan cedera yang serius di babak kedua sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan. Sedangkan Chen Jin (4) mengukir kemenangan indah atas veteran Malysia, Sairul Amar Ayob 21-9, 21-14. Sementara itu dua wakil negeri tirai bambu lainnya, Lu Yi dan Gong Weijie langsung terhenti di babak pertama. Lu Yi tak mampu mengimbangi pola permainan menyerang Kenichi Tago dan menyerah 20-22, 18-21 sedangkan Gong Weijie yang dijadwalkan menantang unggulan ke-6 asal Indonesia, Simon Santoso harus mengundurkan diri.

Selain Simon yang mendapat ‘lucky ticket’, Sony Dwi Kuncoro sebelumnya sudah memastikan tempat di 16 besar setelah memetik kemenangan atas Arvind Bhat dengan melewati rubber game 21-12, 15-21, 21-9. Di babak kedua, Simon akan ditantang bintang India, Anup Sridhar yang berhasil menghempas pemain muda Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk 22-20, 21-19 sedangkan Sony akan dijamu oleh tunggal terbaik negeri gajah, Boonsak Ponsana yang menaklukkan tunggal Hongkong Ng Wei, 21-15, 21-18. Selain Wacha, unggulan yang harus angkat koper lebih awal adalah tunggal kedua Denmark, Joachim Persson (5) yang dijegal oleh jagoan Belanda, Eric Pang 21-19, 18-21, 21-15 dan pebulutangkis Hongkong lainnya, Chan Yan Kit (8) yang dilibas oleh Park Sung Hwan 21-14, 17-21, 21-18.

Setelah Shendy/Meli (7) membatalkan diri untuk mengikuti turnamen ini, Indonesia hanya menumpukan harapan di nomor ganda putri kepada Greysia/Nitya. Melewati hadangan dari junior Korea, Jang Ye Na/Kim Mi Young, keduanya menang mudah 21-10, 21-8 hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Keduanya akan dipertemukan dengan jagoan tuan rumah, Yao Lei/Shinta Mulia Sari yang mengukir prestasi spektakuler dengan mengalahkan semifinalis Olimpiade Beijing 2008, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (6) 21-15, 21-15.

Di sector ganda putra, kejutan kembali mewarnai sesi pertandingan malam hari menjelang akhir episode babak pertama. Si anak ajaib, Lee Yong Dae yang masih setia menggandeng Jung Jae Sung gagal melewati hadangan kolaborasi baru pasangan China, Xu Chen/Guo Zhendong. Setelah tertinggal 13-21, Jung/Lee (6) sempat memberikan perlawanan hingga akhir set kedua. Namun beberapa unforced error dari keduanya yang salah dalam mengantisipasi bola akhirnya menutup set kedua 20-22. Sebelumnya, Korea juga gagal menempatkan wakilnya ke 16 besar setelah Cho Gun Woo/Han Sang Hoon dan Hwang Ji Man yang disandingkan dengan Shin Baek Cheol tidak berkutik menghadapi ganda Malaysia, Gan Teik Chai/Tan Bin Shen dan unggulan ke-4, Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Sang negeri ginseng akhirnya hanya menyisakan duo Kim Ki Jung/Kwon Yi Goo yang berhasil memupus harapan ganda Jepang, Shuichi/Shintaro 21-16, 15-21, 23-21 setelah di akhir pertandingan hari pertama, duet Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo dihempas oleh andalan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen (2).

Merah putih yang hanya mengirimkan dua pasang pemain sempat ketar ketir menyaksikan pertandingan peringkat satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan saat ditantang ganda Jerman, Michael Fuchs/Ingo Kindervater. Unggul 21-17 di set pertama, tidak fitnya kondisi Kido menyebabkan duet peraih emas Olimpiade Beijing tersebut berbalik tertinggal 18-21 di set kedua. Ketatnya persaingan kembali memanas di set penentuan. Susul menyusul angka berlanjut dari titik 8-8 hingga poin kritis 17-15 dan 18-17. Beruntung akhirnya kekuatan mental pasangan Indonesia berhasil menutup set ini lebih dulu 21-18. Mengikuti jejak KiNdra adalah duet lawas Rian/Yonathan. Tanpa banyak kesulitan yang berarti, keduanya mengungguli tandem Belanda, Joritt De Ruiter/Jurgen Wouters 21-15, 21-14.

Keberhasilan Robert Mateusiak di sector campuran sayangnya gagal diikuti oleh duet Robert bersama Michal Logosz yang menjamu unggulan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (3). Dalam tempo kurnag dari 30 menit, duo terbaik Polandia tersebut kandas 12-21, 10-21. Di laga sebelumnya, Malaysia sudah lebih dulu harus kehilangan tandem veteran, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (8). Setelah lama absen di beberapa turnamen IBF beberapa bulan terakhir, keduanya dipaksa bertekuk atas duo tuan rumah, Hendri Kurniawan/Hendra Wijaya 21-9, 17-21, 21-10.

(Fey, http://www.bulutangkismania.wordpress.com)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: